Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Lalu di mana Akila?


__ADS_3

"Delvano?" ucap Akila dengan spontan ketika melihat nomor asing yang baru saja menghubunginya sama dengan nomor asing yang menghubunginya kala Delvano tengah mabuk saat itu.


Akila yang melihat Delvano menelpon langsung terdiam seketika, pikirannya kini bahkan sudah berselancar kemana mana membayangkan yang tidak tidak. Edrea menatap ke arah layar ponselnya cukup lama sambil menggigit bibir bagian bawahnya dan berpikir keputusan apa yang akan ia ambil, hingga kemudian deringan ponsel tersebut tidak lagi terdengar menggema yang menandakan bahwa panggilan telpon Delvano sudah berakhir baru saja.


Akila menghembuskan nafasnya dengan kasar ketika tidak ada lagi telpon dari Delvano yang terus saja berusaha untuk mengganggunya. Akila yang tidak ingin lagi di ganggu oleh Delvano, lantas langsung mengambil ponselnya yang ia letakkan di sofa hendak memblokir nomor telpon Delvano, namun sayangnya belum sempat Akila memencetnya, suara deringan ponsel milik Akila kembali terdengar menggema di ruangan tersebut.


Akila kembali terdiam, seakan enggan mengangkat panggilan dari Delvano atau bahkan sengaja membiarkan panggilan itu berakhir dengan sendirinya. Hingga sebuah pesan singkat mendadak muncul di layar ponselnya, yang lantas membuat Akila terkejut seketika di saat melihat isi pesan singkat tersebut.


Ku mohon angkat telponnya Ki...


Apa kamu benar benar tidak ingin melihat mama mu untuk yang terakhir kalinya?


Melihat isi pesan singkat tersebut tentu saja membuat Akila menjadi khawatir, mengingat ibunya dan juga Dona hingga kini masih belum kembali juga ke Apartment. Dengan perasaan yang campur aduk, Akila kemudian mulai mendial nomor Delvano di layar telponnya berusaha untuk menghubungi mantan suaminya itu.


"Kamu jangan main main ya Van... hentikan apapun aksimu itu sekarang juga!" ucap Akila begitu panggilan telponnya tersambung.


Delvano yang mendengar permintaan dari Akila, lantas hanya membalasnya dengan tawa yang keras selama beberapa menit, membuat Akila semakin di buat kesal akan tawa Delvano yang tidak pada tempatnya itu.


"Pergilah ke tempat di mana kita pertama kali bertemu, aku akan menunggu mu Ki... em aku kasih kamu suatu rahasia yang mungkin kamu sudah lupa, aku paling tidak suka menunggu Ki... apa kamu masih mengingatnya?" ucap Delvano dengan tawa di akhir kalimatnya.

__ADS_1


"Tapi Van..." ucap Akila menggantung karena Delvano langsung mematikan sambungan telponnya begitu saja tanpa mendengar ucapannya terlebih dahulu.


Akila terdiam menahan kekesalan yang memuncak di dalam kepalanya. Berbicara dengan sosok Delvano benar benar menguras tenaganya, bukankah baru kemarin Delvano meminta maaf kepadanya? lalu mengapa lagi dengan Delvano kali ini? entah mengapa rasanya Delvano seperti enggan untuk membiarkannya hidup dengan tenang.


Akila memijat pelipisnya dengan pelan memikirkan tempat pertama kali di mana ia dan juga Delvano bertemu. Diliriknya sekilas ke arah jam dinding yang kini terus berjalan tanpa bisa ia cegah, bahkan Elbara yang sedari tadi ia tunggu pun tidak kunjung datang juga. Akila yang sudah tidak mau menunggu lagi, lantas bangkit dari posisinya dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Apartment Elbara. Akila sudah tidak lagi bisa menunggu karena jika ia terlalu lama dan terus menunggu Elbara, takutnya Delvano melakukan sesuatu yang tidak tidak kepada ibunya.


"Sepertinya aku memang sudah tidak bisa menunggu lagi." ucap Akila sambil terus melangkahkan kakinya menyusuri setiap lorong Apartment menuju ke arah luar dengan langkah kaki yang terburu buru.


**


Sementara itu Elbara yang baru saja keluar dari dalam lift dengan membawa 2 keresek belanjaan besar, terlihat melangkahkan kakinya ke arah lorong lorong Apartment menuju ke unit Apartment miliknya. Elbara tersenyum dengan sumringah ketika ia mengingat perjuangannya untuk mendapatkan king lobster super besar kesukaan Akila.


"Ki aku pulang... lihatlah apa yang aku bawa untuk mu, aku yakin kamu pasti menyukainya...." ucap Elbara dengan senyum yang mengembang menghiasi wajah tampannya tersebut.


Dengan masih tersenyum bahagia, Elbara lantas melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur untuk mulai memasak seafood seperti janjinya kepada Akila sebelum ia pergi berbelanja. Elbara yang mengira Akila sedang di kamarnya, hanya tersenyum dengan tipis sambil mulai membongkar isi belanjaannya. Elbara menatap king lobster di hadapannya dan bersiap untuk membersihkannya. Elbara mengambil satu baskom besar dan meletakkan king lobster tersebut beserta beraneka ragam kerang di dalamnya kemudian mengisinya dengan air bersih dan merendamnya sebentar.


"Em sepertinya Akila kemarin membeli jagung muda di supermarket, apa masih ada ya?" ucap Elbara kemudian yang teringat sebuah sayuran pokok dalam menu seafood olahannya.


Elbara kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah kulkas bersiap untuk mencari jagung muda di sana, hanya saja belum sempat membuka pintu kulkas tersebut, gerakannya terhenti pada sticky note yang menempel pada pintu kulkas. Dengan perasaan yang bingung, Elbara mengambil sticky note tersebut dan mulai membacanya.

__ADS_1


El aku pergi sebentar untuk mencari mama...


Elbara yang melihat tulisan tersebut lantas mengerutkan keningnya dengan bingung akan kata kata Akila yang mengatakan pergi mencari ibunya, bukankah Lina dan juga Dona ada di Apartment bersama dengannya?


Elbara terus menatap ke arah sticky note tersebut dengan tatapan yang menelisik, mencoba untuk mencerna maksud dari tulisan Akila barusan. Hingga kemudian sebuah suara pintu yang terbuka, lantas langsung membuat Elbara menoleh ke arah sumber suara. Elbara yang penasaran akan suara pintu depan yang terdengar terbuka, mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah pintu masuk untuk mengecek apakah yang datang barusan adalah Akila atau bukan.


Namun ketika Elbara sampai di ruang tamu, ia malah melihat Lina dan juga Dona yang terlihat melangkahkan kakinya masuk sambil menenteng sebuah tas, jika di lihat dari kondisi mereka berdua saat ini, sepertinya Dona dan juga Lina baru selesai berenang di bawah.


Elbara dan juga Dona nampak saling pandang satu sama lainnya, bukan pandangan cinta namun lebih ke arah kaget dan juga penasaran akan tatapan masing masing yang bertemu.


"Ada apa pak?" tanya Dona kemudian memberanikan diri.


"Apakah kalian bertemu dengan Akila? aku mendapat pesan Akila sedang mencari bu Lina." ucap Elbara secara langsung.


"Apa? bukannya saya tadi sudah ijin untuk mengajak ibu berenang di bawah? lalu untuk apa bu Akila mencari keberadaan ibu?" ucap Dona yang malah kembali bertanya kepada Elbara yang langsung membuat Elbara kebingungan ketika mendengar ucapan dari Dona barusan.


"Lalu di mana Akila?" ucap Elbara kemudian yang lantas langsung di balas gelengan kepala Dona.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2