
Akila yang sudah tidak sabar, lantas langsung membuka pesan tersebut untuk melihat isinya, namun betapa terkejutnya Akila ketika membuka dan melihat pesan yang di kirimkan oleh Elbara barusan adalah sesuatu yang sama sekali tidak Akila harapkan.
Akila benar benar tidak menyangka bahwa Elbara mengirimkan pesan yang berisi foto dirinya ketika sedang berada di klub malam dengan beberapa wanita penghibur di sekelilingnya, begitu terlihat menjijikkan bagi Akila.
"Apa apaan ini?" ucap Akila sambil mengernyit menatap ke arah layar ponselnya ketika melihat foto Elbara barusan.
Akila yang tidak lagi bisa berkata kata, lantas langsung mendial nomor Arga di sana dan mencari tahu keberadaan Elbara saat ini.
"Halo" ucap sebuah suara di seberang sana.
"Di mana Elbara?" ucap Akila secara langsung dan to the point.
"Tuan sedang ada pertemuan bisnis saat ini, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Arga kemudian.
"Iya tentu saja ada, berikan saja padaku alamat Elbara saat ini juga, akan aku tunggu dan tidak boleh lebih dari lima menit!" ucap Akila memberikan perintah kepada Arga kemudian langsung menutup telponnya begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Arga terlebih dahulu.
Ting
Suara notifikasi pesan mulai terdengar yang langsung membuat Akila fokus menatap ke layar ponselnya karena ia tahu pengirim pesan tersebut pasti adalah Arga.
Setelah mendapat alamat di mana Elbara berada, Akila lantas melangkahkan kakinya keluar dari Apartment dengan langkah yang bergegas hendak menyusul Elbara ke tempat tersebut. Akila menyetop laju taksi di jalan raya dan langsung masuk ke dalamnya begitu taksi tersebut berhenti tepat di hadapannya.
"Lihat saja kalau kau sampai bermain di belakang ku El!" ucap Akila dengan tatapan yang kesal ketika mengingat foto yang di kirim pada layar ponselnya tadi.
__ADS_1
**
Di salah satu klub ternama di Ibu kota
Akila terlihat baru saja turun dari taksi dan menatap ke arah tempat hiburan malam itu dengan tatapan yang kesal. Ini bahkan baru pertama kalinya Akila menginjakkan kakinya di tempat ini, namun Akila sudah merasa tidak menyukainya walau ia belum pernah masuk sekalipun ke dalamnya.
Akila mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam tempat hiburan malam itu, bau rokok yang bercampur dengan minuman beralkohol lantas tercium menyengat di indra penciumannya, membuat Akila beberapa kali harus menutup hidungnya ketika melewati segerombolan orang yang tengah berpesta pora merokok sambil meminum minuman beralkohol yang tentu saja di temani dengan wanita cantik di sebelahnya.
Akila melangkahkan kakinya terus masuk ke dalam mencari ruangan VVIP yang dikirimkan melalui pesan singkat oleh Arga tadi. Hingga langkah kakinya lantas terhenti ketika Akila melihat sebuah pintu besar dengan tulisan "Room VVIP II" di atasnya. Akila yang sudah tidak lagi tahan, langsung dengan spontan membuka pintu ruangan tersebut dengan lebar dan menatap ke arah dalam.
Bruk
Akila yang baru saja membuka pintu dengan lebar, lantas langsung di kejutkan dengan pemandangan di mana Elbara tengah tengler sambil tersenyum seperti orang gila sedangkan di samping, atas dan bawahnya di kelilingi beberapa gadis penghibur yang membuat Elbara merasa seperti tengah menjadi seorang raja.
"Pergi kalian semua!" teriak Akila dengan nada kesal yang lantas membuat beberapa wanita penghibur tersebut menatap ke arah Akila.
Seseorang dari mereka nampak bangkit dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Akila sambil melihat penampilan Akila dari atas hingga bawah.
"Siapa memangnya kamu berani mengusir kami?" ucap wanita tersebut dengan tatapan yang sinis, membuat Akila langsung mengepalkan tangannya dengan erat karena merasa kesal akan pertanyaan dari wanita tersebut.
Di saat seperti ini Akila bahkan bingung harus menjawabnya apa, antara Akila dan Elbara sama sama pernah mengatakan cinta namun keduanya bahkan hingga saat ini tidak memiliki status yang jelas akan hubungan mereka, membuat Akila lantas bingung ketika mendapat pertanyaan dari wanita tersebut yang menyangkut hubungan keduanya.
"Aku istrinya kau mau apa?" pekik Akila kemudian masa bodoh.
__ADS_1
Hening sesaat ketika Akila meneriakkan dirinya sebagai istri Elbara, hingga sebuah suara berat yang tak asing di pendengarannya lantas terdengar seketika membuat Akila terkejut bukan main ketika mendengarnya.
"Ya dia istri ku.... ah istriku sayang... kemarilah suami mu ini sangat merindukan mu." ucap Elbara sambil berjalan sempoyongan ke arah Akila kemudian jatuh tepat di pundak Akila dan memeluk tubuh Akila dengan erat.
Sedangkan Akila yang mendengar ucapan ngelantur dari Elbara barusan yang membenarkan ucapannya, lantas langsung bergidik dengan geli. Akila benar benar tidak menyangka bahwa Elbara akan mengiyakan ucapannya barusan yang terkesan spontan tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.
Sedangkan wanita penghibur tersebut yang mendengar Elbara yang seakan mengiyakan ucapan dari Akila barusan, lantas langsung menghentakkan kakinya dengan kesal kemudian berlalu pergi dari sana diikuti dengan beberapa wanita penghibur lainnya yang juga ikut kesal akan tingkah laku Akila yang tiba-tiba mengganggu kesenangan mereka.
"Ayo bangun! udah jalan... jangan terus bergelayut manja seperti ini, sudah ayo bangun nggak usah berpura-pura lagi." ucap Akila dengan nada yang kesal setelah kepergian beberapa wanita penghibur tersebut dari ruangan VVIP.
"Ah istriku ini suka sekali bercanda, jangan gitu deh bikin sebel ih gemes." ucap Elbara dengan tubuh yang sempoyongan karena efek meminum Tequila tadi.
Akila yang melihat Elbara sepertinya tengah mabuk berat hanya bisa mengelola nafasnya dengan kasar, pada akhirnya Akila mau tidak mau lantas harus membawa Elbara seorang diri berjalan keluar dari klub tersebut dengan langkah yang perlahan mengingat tubuh Elbara yang tinggi besar, membuat Akila sedikit kesulitan ketika membawanya.
Akila dan juga Elbara kemudian melangkahkan kakinya keluar dengan langkah kaki yang perlahan, Akila berusaha sebisa mungkin membawa tubuh Elbara keluar dari klub malam tersebut, hingga tanpa mereka sadari dari kejauhan dimana tempat mereka berdiri, Delvano dan juga Viona terlihat tengah menatap ke arah keduanya dengan tatapan yang kesal dan penuh amarah. Baik Delvano maupun Viona sama sekali tidak menyangka bahwa Akila akan datang dan menjemput Elbara dari klub malam ini.
"Jika sudah begini, lalu bagaimana?" tanya Viona dengan nada yang ketus seakan tengah menyindir Delvano yang sedari tadi hanya diam sambil menatap kepergian Akila dan juga Elbara dari sana.
"Apa yang kau harapkan dari pertanyaanmu itu? sudah jelas bukan? aku rasa tanpa aku jelaskan pun kau sudah mengerti segalanya! sudahlah kita pulang saja dan lanjutkan besok lagi." ucap Delvano dengan nada yang santai kemudian melenggang pergi dari sana meninggalkan Viona seorang diri tanpa kata perpisahan sebelumnya.
"Bagaimana bisa? hei berhenti!" ucap Viona sambil mempercepat langkah kakinya mengejar Delvano yang lebih dulu pergi dari sana.
Bersambung
__ADS_1