
Akila yang merasa kasihan kepada Elbara terus mengusap secara perlahan punggung Elbara dengan lembut. Hingga sebuah suara lantas membuat Elbara dan juga Akila dengan spontan langsung menatap ke arah sumber suara.
"Elbara?" panggil seseorang yang kini sudah berdiri tepat di hadapan keduanya.
Baik Akila dan juga Elbara, lantas langsung bangkit dari posisinya ketika mendengar seseorang menyebut nama Elbara barusan.
"Kau benar benar Elbara ya? wah jarang sekali aku menjumpai mu di taman bermain seperti ini. Ah.. siapa yang kau bawa kali ini? tidakkah kau pergi bersama dengan Viona?" ucap seorang wanita yaitu Vanya teman arisan Viona.
Akila yang merasa wanita di hadapannya begitu mengenal Elbara dan juga Viona, lantas bergerak mundur secara perlahan hendak pergi dari sana karena merasa tidak enak. Namun tanpa di sangka Elbara yang mengetahui niatan dari Akila, langsung dengan spontan menggenggam tangan Akila dengan erat seakan tidak mengijinkan Akila untuk pergi dari sana.
"El..." panggil Akila dengan lirih, namun Elbara sama sekali tidak menggubrisnya dan terus menggenggam tangan Akila dengan erat.
Vanya yang melihat tingkah laku Elbara yang menggenggam tangan Akila dengan erat, lantas tersenyum dengan sinis seakan sudah tahu apa yang tengah terjadi saat ini di antara keduanya.
"Sepertinya ada sesuatu yang telah terjadi antara Viona dan juga Elbara, lumayan buat bahan gosip besok." ucap Vanya dalam hati sambil menatap dengan menelisik ke arah Akila.
"Aku tidak datang bersama Viona jadi aku harap kamu bisa menjaga mulut mu dengan baik." ucap Elbara dengan nada yang dingin, Elbara tahu seperti apa circle pertemanan Viona sehingga ketika bertemu dengan Vanya di sini, Elbara langsung memasang wajah tegas agar Vanya tidak bertindak dengan semena mena di luaran sana.
"Santai saja kali El, hubungan terlarang dalam sebuah rumah tangga itu sudah menjadi hal yang lumrah, bukankah begitu?" ucap Vanya tersenyum dengan nada bicara yang menyindir ke arah keduanya.
"Sudah ku bilang jaga cara bicara mu, lagi pula kau itu tidak tahu apa apa tentang rumah tangga ku." ucap Elbara lagi dengan nada yang tidak suka akan ucapan dari Vanya barusan.
"Ya ya ya aku memang tidak mengetahuinya, tapi masalah jajan di luar yang sering di lakukan oleh para suami aku memahaminya." ucap Vanya lagi, membuat Elbara semakin mengepalkan tangannya karena kesal sekaligus tidak suka akan cara bicara dari Vanya.
__ADS_1
"Aku dan Viona sudah resmi bercerai, apa kau sudah puas?" ucap Elbara dengan nada yang kesal dan langsung membungkam mulut Viona.
Akila yang menyadari situasi sedang tidak baik baik saja, lantas mulai mengusap punggung Elbara seakan mengisyaratkan agar Elbara menyudahi pertikaian ini.
"Lihatlah anak mu menangis sedari tadi, mulai sekarang cobalah untuk tidak ikut campur dengan masalah orang lain dan urusi masalah mu sendiri." ucap Elbara dengan nada yang ketus kemudian berlalu pergi meninggalkan Vanya yang masih menatapnya dengan tatapan yang kesal.
"Mama... mama...." teriak anaknya sambil menangis tersedu sedu menarik tangan Vanya agar beranjak dari sana.
"Apalagi sih? kamu itu anak cowok... sudah mama bilang untuk tidak cengeng tapi kamu malah terus saja menangis." ucap Vanya dengan kesal sedikit membentak putranya sambil menggendongnya kemudian berlalu pergi dari sana dan mencoba menenangkan putranya.
**
Akila melirik sekilas ke arah belakang, memastikan apakah Vanya masih menatap ke arah mereka atau tidak. Karena jujur saja Akila tiba tiba di hantui perasaan takut, tepat ketika bertemu dengan Vanya barusan.
"Sudahlah Ki tidak perlu memikirkan ucapan orang orang seperti mereka." ucap Elbara seakan tahu apa yang kini tengah Akila pikirkan.
Elbara yang melihat wajah sendu Akila, lantas menghela nafasnya dengan panjang. Diusapnya dengan lembut bahu Akila berulang kali, hingga membuat gadis itu langsung mendongak dan menatap ke arah Elbara.
"Sudah berapa kali ku katakan padamu Ki, bahwa rusaknya hubungan rumah tangga ku bukanlah karena dirimu, apa aku perlu mengulangnya hingga seribu kali agar membuat mu percaya padaku?" ucap Elbara dengan nada yang lirih namun masih bisa di dengar oleh Akila.
"Iya aku tahu, hanya saja apa yang dipikirkan orang awam tidak akan pernah sama dengan apa yang ada dipikiran kita, apa kamu sama sekali tidak merasa takut El?" ucap Akila dengan tatapan yang khawatir.
Akila saat ini bahkan bingung harus menjelaskannya seperti apa kepada Elbara, karena jika Akila lihat Elbara terlihat santai seakan akan tidak menggubris segala hal buruk yang terjadi di sekitarnya.
__ADS_1
"Apa yang membuat mu begitu takut, katakan padaku sekarang?" tanya Elbara kemudian dengan raut wajah yang penasaran, membuat Akila dengan spontan langsung menggigit bibir bawahnya karena ragu mengatakannya.
"Segalanya El, tentang hubungan ini... kedekatan kita berdua... sidang perceraian kita yang hampir bersamaan. Bagaimana pendapat orang nantinya? mereka pasti mengira kita berdua sama sama menyelingkuhi pasangan kita hingga berakhir dengan kata perceraian, apa kamu sama sekali tidak takut El?" ucap Akila pada akhirnya menumpahkan segala keluh kesahnya saat ini.
Elbara yang mendengar ucapan Akila hanya tersenyum sekilas, membuat Akila lantas langsung menatap ke arah Elbara dengan tatapan yang bingung.
"Biar saja mereka mengatakan apa tentang ku, tapi yang jelas mereka tidak akan pernah tahu dan merasakan apa yang terjadi di dalam rumah tangga kita. Jika kamu terus saja memikirkan ucapan orang orang di luaran sana, kamu tidak akan pernah merasa bahagia karena tugas mereka adalah mengkritik tanpa bisa membenahi Ki..." ucap Elbara kemudian yang lantas membuat hati Akila menghangat ketika mendengarnya.
Akila yang semula khawatir, mendengar jawaban dari Elbara barusan membuat hatinya menjadi tenang dan hangat. Ini adalah pertama kalinya ia diperlakukan dengan spesial oleh seseorang.
"Terima kasih banyak El, terima kasih banyak karena kamu sudah menjadi penenang akan segala kegelisahan yang aku rasakan. Aku mencintaimu Elbara Aditya Alterio.." ucap Akila kemudian sambil memeluk tubuh Elbara dengan erat.
****
Keesokan harinya
"Saudari Akila Nafasya Humairah dan juga saudara Delvano Sebastian dengan ini saya putuskan kalian berdua resmi bercerai."
Mendengar hal tersebut perasaan lega langsung menyapa hati Akila, ini pertama kalinya Akila merasakan perasaan yang seperti ini, bebas dari seorang Delvano adalah sebuah berkah yang tidak akan pernah Akila rasakan jika bukan karena bantuan dan dorongan dari Elbara.
"Aku bebas" ucap Akila dalam hati.
Setelah mendengar putusan tersebut, Akila kemudian bangkit dari kursinya begitu pula dengan Delvano. Dengan perlahan lahan Delvano terlihat mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Akila dan langsung memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Ini hanyalah sebuah permulaan Ki, aku tidak pernah membiarkan mu benar benar bebas dari genggaman ku!" bisik Delvano tepat di telinganya, membuat tubuh Edrea membeku seketika tepat ketika mendengar ucapan dari Delvano barusan.
Bersambung