Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 15


__ADS_3

Saat April menemani Bulan, Bulan berucap sesuatu yang membuat April terdiam untuk sesaat.


"Tante cantik..." lirih Bulan.


"Bulan, kamu sudah sadar nak? Alhamdulillah.." ucap April.


"Eyank panggilin dokter dulu ya.." ucap April, yang segera berdiri dan akan keluar ruangan, untuk


memanggil dokter. Namun langkah April terhenti sejenak, saat Bulan memanggil nama itu kembali.


"Tante cantik..." lirih Bulan.


"Tante cantik siapa sih nak?" ucap April.


"Tante Dina..." lirih Bulan lagi, seakan menjawab pertanyaan April.


"Dina? Dina lagi? yaa Allah.. kenapa nama itu yang kamu panggil, bukan bunda kamu sayang.." ucap April.


"Yaudah enyank panggilin dokter dulu ya.." ucap April, mencoba melepaskan genggaman Bulan dan berlalu pergi memanggil dokter.


"Dok, cucu saya sudah sadar..." ucap April.


"Baik Bu, saya akan ke sana. Ibu tunggu saja ya di sana, menemani cucu ibu supaya dia tidak sendirian. Sebentar lagi saya akan ke sana." ucap dokter itu. Dan April pun segera kembali ke


ruangan Bulan.


Tak begitu lama, dokter pun datang untuk memeriksa Bulan.


"Bu, mungkin sakit Bulan di sebabkan ia merindukan seseorang. Dan seseorang itu ya nama yang mungkin ia sebut itu..." ucap dokter tersebut.


"Jadi saya harap, mungkin ada baiknya Ibu mempertemukan Bulan dengan seseorang yang ia sebut. Mungkin dengan begitu kesembuhan Bulan bisa lebih cepat pulih ." ucap dokter itu kembali.


"Hemm, tapi apa harus dok? tapi kan seseorang itu bukan siapa siapanya. Maksud saya, bagaimana jika seseorang itu bukan siapa siapanya? apa harus di pertemukan? dan apa iya cucu saya akan


lama pulihnya karena tidak di pertemukan dan akan cepat pulihnya jika di pertemukan?" tanya April kembali, yang mulai risau.


"Begini Bu, di sini tak ada paksakan. Cuman menurut saran saya mungkin jika di pertemukan kesembuhannya akan lekas pulih, karena bagaimanapun sepertinya ia merindukan seseorang yang ia sebut. Lalu apa salahnya ikhtiar Bu? dan jika pun seseorang itu bukan siapa siapanya tapi cucu ibu menyebutnya berarti cucu ibu mengenalnya kan? Terlepas dia bukan siapa siapanya atau apapun itu, saya hanya sekedar menyarankan karena itu nama yang cucu ibu sebut sejak tadi.


Jadi apa salahnya ikhtiar Bu? saran saya jangan terlalu menuruti ego Bu bila ingin kesembuhan untuk cucunya. Tapi ya semua kembali pada ibu, keputusannya bagaimana." ucap dokter tersebut.


"Yasudah saya akan kasih resep obatnya nanti, nabi aja di antar perawat ya, karena untuk sementara dia masih harus di rawat. Cucu ibu belum pulih sepenuhnya dan sadar Bu, yasudah saya permisi ya Bu" ucap dokter tersebut dan berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Yaa Allah, saya harus bagaimana.." lirih April.

__ADS_1


"Ma, Mama kenapa..." tanya Anabel yang tiba tiba datang.


"Ma, bagaimana keadaan Bulan?" tanya Anabel kembali.


"Bel, kamu uda kembali..ya seperti yang dokter tadi bilang, kamu dengar kan?" ucap April.


"Maaf Ma, tadi Anabel gak dengar, memangnya dokter bicara apa mengenai kondisi Bulan?" tanya Anabel.


"Bulan sejak tadi memangil nama Dina, dan kata dokter tadi, kemungkinan Bulan merindukan seseorang yang ia sebut dan sarannya agar Bulan di pertemukan dengan orang tersebut. Ah, entalah


Mama benar benar bingung dan gak habis fikir dengan saran dokter itu .." ucap April.


"Yaa Allah, apa harus kita pertemukan mereka kembali Ma? sedangkan Anabel sendiri bingung harus bagaimana...." ucap Anabel.


"Tapi Bel, mama gak setuju ya.." ucap April.


"Terus kita harus bagaimana Ma.....?" tanya Anabel, yang sudah bingung.


"Mama sendiri juga bingung, Bel." ucap April.


"Mungkin kita cukup pertemukan mereka saja tapi hanya sebentar dan bukan berarti Ferdi menikahi Ana." ucap April.


"Tapi Ma...?" lirih Anabel.


"Bagaimana kalau Ana minta di nikahi Ferdi dan melihat Bulan yang sulit kehilangan dan lepas dari Ana, Ferdi nanti dekat dengan Ana kembali dan menikah dengan Ana." lirih Anabel dengan nada sedih.


"Kamu tenang, jangan khawatir, Mama takkan biarkan itu terjadi Bel. Takkan Mama biarkan." ucap April.


"Yasudah kamu sekarang coba hubungin Ferdi ya, suruh dia ke sini. Nanti kita bicarakan ini ke dia supaya hubungin Ana tapi bukan untuk memperistrinya ya." ucap April.


"Iya Ma.." ucap Anabel yang segera menghubungi Ferdi.


"Ferdi sudah aku hubungin Ma, insya Allah bentar lagi dia datang." ucap Anabel.


Dan beberapa menit kemudian Ferdi pun datang.


"Ma, Bel, iya ada apa? gimana keadaan Bulan?" tanya Ferdi.


"Bulan menyebut nama kekasih hatimu terus.... hemm yasudah datanglah dia ke sini buat nengok saja bukan untuk kamu nikahi." ucap April.


"Maksudnya? ini apa maksudnya Bel? Ma? Ferdi benar benar gak paham maksud kalian." ucap Ferdi.


"Bulan tadi dalam ketidak sandarannya, dia memanggil nama Dina, dan kata dokter tadi sebaiknya Bulan di pertemukan dengan seseorang yang ia sebut namanya itu.

__ADS_1


Karena kemungkinan Bulan merindukan orang tersebut. Yah gimana lagi, Jadi pertemukanlah Bulan dengan Dina atau Ana itu, tapi Mama mohon dia ke sini hanya untuk menengok Bulan bukan untuk kamu nikahi. Mama harap kamu paham.." ucap April.


"Baik Ma, Ferdi hubungin Ana dulu.." ucap Ferdi segera memasukkan nama Ana di dalam kontaknya dan memanggilkannya.


"Ferdi, Mama harap ingat pesan mama. Jangan nikahin dia. Dan Ana ke sini hanya untuk mengok Bulan, gak lebih." ucap April.


"Insya Allah enggak Ma." ucap Ferdi, yang kemudian memanggil nama Ana di daftar kontaknya.


"Ma, aku sudah mengirim pesan ke Ana dan menelfonnya, mungkin sebentar lagi dia ke sini." ucap Ferdi.


"Iya sudah kita tunggu saja, bentar lagi dia ke sini." ucap April.


***


Sedangkan di tempat lain Anna tersenyum karena ia yakin sebentar lagi Ferdi atau Anabel pasti menghubunginya.


Beberapa menit kemudian Ana mendapatkan pesan dan panggilan telfon dari Ferdi, ia pun tersenyum.


"Benar kan mereka akhirnya menghubungiku. Mereka sudah masuk ke dalam rencana yang sudah ku rencanakan. Tinggal bertemu mereka dan aku yakin Ferdi pasti akan menikahiku dan aku tidak sabar melihat respon mereka terutama Anabel saat melihat suaminya harus membagi


cintanya dan istana di rumahnya bersamaku.." ucap Ana dengan tersenyum.


"Tuhan..semoga aku bisa memainkan peranku dengan baik, karena aku tak ingin terjatuh dalam rasa sayang lagi. Jujur ini berat untukku harus tega menyakiti hati sahabatku, seseorang yang ku


cintai dan ketiga anaknya yang juga aku cintai dan sayangi...


Aku harus bisa menghancurkan pernikahan mereka dan merenggut kebahagiaan keluarga mereka... semoga aku bisa. Maafkanku... " lirih Ana, ragu dan mulai menghapus bulir bulir air matanya.


****


Bagaimanakah respon mereka terutama Anabel saat di pertemukan kembali dengan Ana?


Dan Apakah Ferdi akan menikahi Ana???......


Lalu sanggupkah Ana memainkan perannya


dah tidak terjatuh kembali dalam rasa sayang lagi....??


Akankah perasaan Ferdi untuk Ana tumbuh kembali saat bertemu kembali dengan Ana? dan apakah setelah di pertemukan dengan Ana atau Dina, ketiga anaknya akan semakin sulit melupakan


dan melepaskan sosok Ana?


Lalu jika itu terjadi, akankah Ferdi menikahi Ana untuk ketiga anaknya? atau tetap seperti janjinya bila kedatangan Ana ke rumah sakit hanya menjenguk Bulan dan tidak lebih...

__ADS_1


__ADS_2