Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 62


__ADS_3

"Lihat mas, anak kamu sendiri


bahkan membencimu!!, karena nyatanya kamu gak pernah menganggapnya!!."


ujar Ana yang mulai histeris dan mencoba menahan tangisnya.


"Sudahlah, bila kehadiran kami di


sini tak di harapkan, kami akan pergi. Aku ke sini hanya ingin menunjukkan ke


Ferdi mengenai Syakira, anaknya. Yang selama ini tak pernah ia anggap dan


pedulikan ataupun sayangi.


Aku hanya ingin Ferdi bertanggung


jawab atas Syakira, bagaimanapun Syakira ini anaknya, sebenci apapun ia dengan


Syakira, tetap ada darahnya yang mengalir di tubuh Syakira, aku juga ingin


mempertemukan Syakira dengan Ferdi agar Syakira tau sosok ayahnya begitupun


Ferdi tau tentang Syakira yang sudah tumbuh menjadi gadis kecil, tapi jika


kehadiran kami di Ini tak di harapkan ataupun di inginkan, baiklah.. kami akan


pergi. Setidaknya aku sudah membawa Syakira ke sini agar mengetahui sosok


ayahnya yang selama ini tak ia ketahui dan agar Ferdi pun mengetahui sosok


Syakira yang sudah tumbuh dewasa, dan aku hanya ingin Ferdi bertanggung jawab


atas Syakira.


Tapi jika Ferdi tak mau bertanggung


jawab atas anaknya yang selama ini tak ia anggap, ya gak papa dan menginginkan


kehadiran kami, juga gak papa... Kami akan pulang karena bagiku cukup bertemu


denganmu Fer, ayah dari Syakira. Toh Syakira juga membencimu dan tak


menganggapmu sebagai ayahnya tapi setidaknya Syakira sudah tau semuanya dan tak


menduga duga lagi." ujar Ana kembali, mencoba memberikan penjelasan pada


Ferdi.


"Yasudah, ayo kita masuk dulu,


duduk dan makan bersama yuk. Pumpung lagi makan pagi juga tadi," ucap


Anabel menghentikan ketegangan tersebut, karena ia tak tega dengan Ana dan


Syakira.


"Tidak perlu, biar kami pulang


saja Anabel, sepertinya kehadiran kami juga tak di harapkan di sini." ujar


Ana pada mereka.


"Mas...!!" tegas Anabel agar


Ferdi menghentikan kepergian mereka.


"Yasudah kami pulang dulu ya,

__ADS_1


assalamualaikum..." ujar Ana yang akan kembali pulang.


"Iya bunda, yuk kita pulang saja,


Syakira gak mau lama lama di sini." ucap Syakira yang menyayat hati bagi


siapapun yang mendengarkan.


"Tunggu, masuk saja dulu,


bagaimapun Syakira juga anakku." ujar Ferdi lemah, yang membuat semua


terdiam dan sedikit terkejut.


"Bulan pamit pergi dulu ya


Bunda." pamit Bulan yang akan pergi untuk kuliah, karena ia tak ingin lama


lama di rumah ini setelah kedatangan Ana dan anaknya.


"Eumm Bulan mau pamit sekarang?


yasudah hati hati ya sayang.." ujar Anabel yang cukup terkejut dengan


Bulan yang ingin segera pergi ke kuliah, namun ia juga tak bisa berbuat apapun


untuk mencegahnya.


"Iya Bunda, Bulan pamit


sekarang,..." ujar Bulan kembali.


"Bintang juga ya Bunda, pamit mau


pergi ke kuliah, keburu telat." ujar Bintang pun yang tak ingin lebih lama


"Iya hati hati ya.." ujar


Anabel lemah, yang tak tau harus berkata apa dan berbuat apa, karena ia masih


syok dengan kedatangan Ana juga anaknya terlebih saat ia sebenarnya ingin memberitahukan


ke Ferdi mengenai kabar kehamilannya namun kedatangan mereka seakan membuatnya


tak kalah terkejut bahkan hingga terdiam.


"Bun, Afnan juga mau pergi


sekolah ya, assalamualaikum.." ujar Afnan yang segera pamit.


Sebenarnya Afnan pun sempat bertanya


tanya mengenai kedatangan mereka, namun saat dia bertanya pada David mengenai


mereka, respon David seolah malas membahasnya ataupun menjawabnya dan meminta


agar Afnan segera lepas pergi sekolah sebelum terlambat dan Afnan pun juga


melihat bagaimana respon kakaknya Bulan juga Bintang yang langsung lekas pergi


ke kuliahnya setelah kedatangan tamu tersebut, padahal sarapan pagi mereka pun


belum habis.


Hingga Afnan mulai paham dengan


keadaan yang ada terlebih mendengar pembicaraan mereka,meski tak sepenuhnya ia

__ADS_1


paham.


Ingin rasanya ia mendengarkan lebih


jauh namun ia rasa sudah cukup dan ia pun takut telat pergi ke sekolah hingga


Afnan pun memutuskan untuk pergi ke sekolah juga.


"Iya udah hati hati ya..m


sarapan paginya sudah di habiskan


kan?" tanya Anabel.


"Nanti saja bisa lanjut makan di


sekolah, di sini sudah kenyang, gak nafsu lanjut makan ntah kenapa..."


ujar Afnan yang dengan sengaja menyindir kedatangan mereka.


Mereka semua di sana cukup terkejut


dan terdiam untuk beberapa saat setelah mendengar ucapan yang Afnan lontarkan,


sebelum Anabel membuka kembali pembicaraan mereka.


"Loh, jadi tadi gak di habiskan


ya makannya? Humm, yasudah terserah Afnan. Tapi nanti tetap makan ya, jangan


lupa.." ucap Anabel yang mencoba mengingat Afnan.


"Iya bunda, Afnan pamit dulu..


Assalamualaikum.." pamit Afnan kembali yang segera berlalu.


"Iya nak,


waalaikumussalam.." jawab Anabel.


"Lihat, karena kedatanganmu ke


sini, anak anak saya jadi tak betah di rumah dan ingin segera pergi ke


sekolahnya ataupun kuliahnya, itu semua karena kamu.!!" tegas Ferdi


dingin,.


"Tapi yasudalah, jika ingin masuk


silahkan. Bisa lanjut nanti ngobrolnya di dalam saja kalian." ucap Ferdi


kembali dan segera berlalu ke dalam.


Setelah kepergian Bulan, Bintang dan


Afnan. David pun segera berlalu ke dalam karena tak ingin lama lama berada di


depan sini, dan ia pun harus segera bersiap untuk pergi bekerja.


"Ayok masuk dulu ya, ku


mohon.." ujar Ana kembali yang mempersilahkan mereka untuk masuk.


Ana dan Syakira pun masuk ke dalam,


walau kedatangan mereka kali ini tak di sambut baik dan berakhir ketidak sukaan

__ADS_1


mereka padanya hingga seperti itu...


__ADS_2