
"Lihat mas, anak kamu sendiri
bahkan membencimu!!, karena nyatanya kamu gak pernah menganggapnya!!."
ujar Ana yang mulai histeris dan mencoba menahan tangisnya.
"Sudahlah, bila kehadiran kami di
sini tak di harapkan, kami akan pergi. Aku ke sini hanya ingin menunjukkan ke
Ferdi mengenai Syakira, anaknya. Yang selama ini tak pernah ia anggap dan
pedulikan ataupun sayangi.
Aku hanya ingin Ferdi bertanggung
jawab atas Syakira, bagaimanapun Syakira ini anaknya, sebenci apapun ia dengan
Syakira, tetap ada darahnya yang mengalir di tubuh Syakira, aku juga ingin
mempertemukan Syakira dengan Ferdi agar Syakira tau sosok ayahnya begitupun
Ferdi tau tentang Syakira yang sudah tumbuh menjadi gadis kecil, tapi jika
kehadiran kami di Ini tak di harapkan ataupun di inginkan, baiklah.. kami akan
pergi. Setidaknya aku sudah membawa Syakira ke sini agar mengetahui sosok
ayahnya yang selama ini tak ia ketahui dan agar Ferdi pun mengetahui sosok
Syakira yang sudah tumbuh dewasa, dan aku hanya ingin Ferdi bertanggung jawab
atas Syakira.
Tapi jika Ferdi tak mau bertanggung
jawab atas anaknya yang selama ini tak ia anggap, ya gak papa dan menginginkan
kehadiran kami, juga gak papa... Kami akan pulang karena bagiku cukup bertemu
denganmu Fer, ayah dari Syakira. Toh Syakira juga membencimu dan tak
menganggapmu sebagai ayahnya tapi setidaknya Syakira sudah tau semuanya dan tak
menduga duga lagi." ujar Ana kembali, mencoba memberikan penjelasan pada
Ferdi.
"Yasudah, ayo kita masuk dulu,
duduk dan makan bersama yuk. Pumpung lagi makan pagi juga tadi," ucap
Anabel menghentikan ketegangan tersebut, karena ia tak tega dengan Ana dan
Syakira.
"Tidak perlu, biar kami pulang
saja Anabel, sepertinya kehadiran kami juga tak di harapkan di sini." ujar
Ana pada mereka.
"Mas...!!" tegas Anabel agar
Ferdi menghentikan kepergian mereka.
"Yasudah kami pulang dulu ya,
__ADS_1
assalamualaikum..." ujar Ana yang akan kembali pulang.
"Iya bunda, yuk kita pulang saja,
Syakira gak mau lama lama di sini." ucap Syakira yang menyayat hati bagi
siapapun yang mendengarkan.
"Tunggu, masuk saja dulu,
bagaimapun Syakira juga anakku." ujar Ferdi lemah, yang membuat semua
terdiam dan sedikit terkejut.
"Bulan pamit pergi dulu ya
Bunda." pamit Bulan yang akan pergi untuk kuliah, karena ia tak ingin lama
lama di rumah ini setelah kedatangan Ana dan anaknya.
"Eumm Bulan mau pamit sekarang?
yasudah hati hati ya sayang.." ujar Anabel yang cukup terkejut dengan
Bulan yang ingin segera pergi ke kuliah, namun ia juga tak bisa berbuat apapun
untuk mencegahnya.
"Iya Bunda, Bulan pamit
sekarang,..." ujar Bulan kembali.
"Bintang juga ya Bunda, pamit mau
pergi ke kuliah, keburu telat." ujar Bintang pun yang tak ingin lebih lama
"Iya hati hati ya.." ujar
Anabel lemah, yang tak tau harus berkata apa dan berbuat apa, karena ia masih
syok dengan kedatangan Ana juga anaknya terlebih saat ia sebenarnya ingin memberitahukan
ke Ferdi mengenai kabar kehamilannya namun kedatangan mereka seakan membuatnya
tak kalah terkejut bahkan hingga terdiam.
"Bun, Afnan juga mau pergi
sekolah ya, assalamualaikum.." ujar Afnan yang segera pamit.
Sebenarnya Afnan pun sempat bertanya
tanya mengenai kedatangan mereka, namun saat dia bertanya pada David mengenai
mereka, respon David seolah malas membahasnya ataupun menjawabnya dan meminta
agar Afnan segera lepas pergi sekolah sebelum terlambat dan Afnan pun juga
melihat bagaimana respon kakaknya Bulan juga Bintang yang langsung lekas pergi
ke kuliahnya setelah kedatangan tamu tersebut, padahal sarapan pagi mereka pun
belum habis.
Hingga Afnan mulai paham dengan
keadaan yang ada terlebih mendengar pembicaraan mereka,meski tak sepenuhnya ia
__ADS_1
paham.
Ingin rasanya ia mendengarkan lebih
jauh namun ia rasa sudah cukup dan ia pun takut telat pergi ke sekolah hingga
Afnan pun memutuskan untuk pergi ke sekolah juga.
"Iya udah hati hati ya..m
sarapan paginya sudah di habiskan
kan?" tanya Anabel.
"Nanti saja bisa lanjut makan di
sekolah, di sini sudah kenyang, gak nafsu lanjut makan ntah kenapa..."
ujar Afnan yang dengan sengaja menyindir kedatangan mereka.
Mereka semua di sana cukup terkejut
dan terdiam untuk beberapa saat setelah mendengar ucapan yang Afnan lontarkan,
sebelum Anabel membuka kembali pembicaraan mereka.
"Loh, jadi tadi gak di habiskan
ya makannya? Humm, yasudah terserah Afnan. Tapi nanti tetap makan ya, jangan
lupa.." ucap Anabel yang mencoba mengingat Afnan.
"Iya bunda, Afnan pamit dulu..
Assalamualaikum.." pamit Afnan kembali yang segera berlalu.
"Iya nak,
waalaikumussalam.." jawab Anabel.
"Lihat, karena kedatanganmu ke
sini, anak anak saya jadi tak betah di rumah dan ingin segera pergi ke
sekolahnya ataupun kuliahnya, itu semua karena kamu.!!" tegas Ferdi
dingin,.
"Tapi yasudalah, jika ingin masuk
silahkan. Bisa lanjut nanti ngobrolnya di dalam saja kalian." ucap Ferdi
kembali dan segera berlalu ke dalam.
Setelah kepergian Bulan, Bintang dan
Afnan. David pun segera berlalu ke dalam karena tak ingin lama lama berada di
depan sini, dan ia pun harus segera bersiap untuk pergi bekerja.
"Ayok masuk dulu ya, ku
mohon.." ujar Ana kembali yang mempersilahkan mereka untuk masuk.
Ana dan Syakira pun masuk ke dalam,
walau kedatangan mereka kali ini tak di sambut baik dan berakhir ketidak sukaan
__ADS_1
mereka padanya hingga seperti itu...