
"Hemmmmm makasih ya mbak An, sudah sedikit membuat ku tenang, walau masih agak risau dikit sih." ucap Anabel.
"Wajar kok Bel, risau sebagai seorang ibu tapi kan mbak Uda jelaskan tiap anak berbeda . masa'iya Bel belum paham juga? apa mbak harus ngulang kembali ucapan yang panjang kali lebar itu?? ucap Ana agak kesal karena Anabel yang masih terus bersedih, walau sudah di beri penjelasan.
"Enggak mbak, maaf." ucap Anabel lemah.
"Yaudah yuk, kita jalan jalan sebentar sama ajak David , gimana?" ucap Ana.
"Boleeeeh juga mbak An." jawab Anabel.
"Yaudah yuk." ucap Amel sangat bersemangat.
15 menit kemudian mereka sudah sampai di taman.
"David mau beli eskrim itu gak?" ucap Ana dengan masih mendorong kursi roda David.
"Boleeeeh tante An." ucap David.
"Yaudah yuk." ucap Ana.
"Iya tante." ucap David.
Ana dan David pun segera menuju ke tempat jual eskrim, sedangkan Anabel dan Amel masih asyik duduk di taman sambil mengobrol.
"David mau pilih eskrim mana? rasa apa? ada coklat,vanilla, stobery, Cherry, mau rasa apa hemmmmm?." tanya Ana ke David.
"Hemmm rasa coklat dan stobery boleh gak tante An?" ucap David takut takut.
"Boleeeeh dong, berarti ini rencana David mau beli eskrim dua ya?" tanya Ana.
"Hehehe kalau di bolehin sih." ucap David senyum senyum cengengesan.
"Hahahaha, tentu boleh dong. Kenapa tidak? apasih yang tidak untuk David buat Tante An." ucap Ana.
Ana pun segera membeli 5 eskrim rasa stobery dan coklat untuk David, Amel, Anabel juga dirinya. Setelah itu mereka segera kembali ke taman tadi ke tempat Amel dan Anabel duduk.
"Mel, Bel." sapa Ana
"Eh mbak An , David. Kalian baru darimana aja?" tanya Anabel.
"Habis jalan jalan lah tu pasti. Ya kan? habis jalan jalan kemana nih kalian?." ucap Amel.
"Terus itu apa di dalam kresek yang kalian bawa?" ucap Amel lagi.
"Ini eskrim, tadi habis jalan jalan ke sana, dan liat orang jualan eskrim, yaudah deh beli." ucap Ana.
"Ini aku juga beliin buat kalian pas tadi aku beli sama David." ucap Ana dengan memberikan kresek yang beri eskrim ke Anabel dan Amel, agar mereka memilihnya sendiri.
"Yaudah ini pilih eskrim mana yang kalian mau. Tapi sisakan 1 rasa stobery dan 1 rasa coklat ya buat David , kalau mbak An terserah aja." ucap Ana.
Amel dan Anabel pun segera membuka kreseknya dan memilih eskrim tersebut.
"Wah, aku mau rasa stroberi, kalau kamu Bel?." ucap Amel.
"Hemm aku rasa coklat aja deh, tapi apa David sudah ambil mbak An?" tanya Anabel. Bagaimanapun Anabel takkan sanggup memakan eskrim nya bila David pun belum juga.
"Tu David, gih pilih eskrim kamu." ucap Ana.
"Loh David belum?" tanya Anabel.
"Kan itu ada 5 Bel eskrim nya. 2 untuk David rasa stroberi dan coklat." ucap Ana.
"Ooh gitu okee,yuk makan juga David eskrim nya, sinii." ucap Anabel dan Amel.
"Iya Bun, tante , bentar ." ucap David.
Beberapa menit kemudian David pun ikut nimbrung dan memakan eskrim nya. Begitupun dengan Ana dan sesekali mereka mengobrol.
"Dek Afnan sekarang Uda bisa melihat ya, kalau David godain Uda bisa senyum senyum dan tertawa sendiri, ihhh gemassss." ucap David.
"Yups David perkembangan bayi dalam melihat warna atau orang sekitar biasanya semakin baik saat usia menginjak 4 bulan seperti Afnan ini. Dan ketajaman penglihatan nya semakin berkembang Seiring berjalannya usianya dalam tumbuh kembang tersebut David." ucap Ana mencoba menjelaskan kepada David.
"Oooh begitu ya tante An, berarti biasanya ketajamannya sudah sempurna biasanya bayi usia berapa tante? " tanya David.
"Biasanya usia 12 bulan hingga 3 atau 5 tahun David." ucap Ana.
Tak terasa eskrim mereka pun habis,dan mereka menghentikan perbincangan mereka karena harus kembali ke panti.Sebelum itu Anabel mampir untuk membeli eskrim 4 box yang tersisa untuk anak anak panti.
"Assalamualaikum."ucap Anabel, Amel , Ana dan David saat memasuki panti.
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh tante Ana, tante Amel, tante Anabel dan David." ucap anak anak panti serempak.
"Nah tante bawa oleh-oleh buat kalian,tebak hayooo." ucap Anabel.
"Apaaaa tante?? apaaaaaa?" ucap anak anak panti serempak.
"Tante..bawain kalian eskrim, nanti bisa di simpan ya di flezer sama bu panti." ucap Anabel.
"Okeee tante." ucap anak anak panti.
"Lihat dong Tante?" ucap salah satu anak panti .
"Hemm boleeeeh, tapi berhubung ini sulit bukanya dan takut eskrimnya mencair, jadi bukanya sekalian ya nanti pas sama ibu di masukkin kulkas." ucap Anabel mencoba menberikan pengertian ke anak anak panti.
Beberapa menit kemudian, ibu panti pun datang dan anak anak segera menghampirinya.
"Bu tadi tante Anabel bawa eskrim. apa kami boleh melihat eskrim yang berada di box itu? " tanya anak anak panti.
"Tentu saja boleh, Tapi ibu cuci tangan dulu ya baru nanti kita masukkan eskrim ini ke kulkas ya." ucap bu panti dan di ikuti oleh anak anak lainnya juga David.
****
Sedangkan di tempat lain, Ana, Anabel dan Amel berkumpul.
"Mbak An, Mel, makasih ya uda mau menyempatkan waktu untuk ku dan mendengarkan curhatan juga kerisauan hatiku.Kalau gak ada kalian, aku gak tau deh." ucap Anabel.
"Iya sama sama Bel, itulah gunanya sahabat.Kami juga senang kali, bisa bantu mendebarkan curhatan kamu, sahabatku." ucap Amel.
"Yups, bener Bel, yang di katakan Amel itu." ucap Ana.
"Yaudah mbak kami pamit dulu ya."ucap Anabel.
"loh kok buru buru sih Bel?"ucap Ana.
__ADS_1
"Hehehe gak papa mbak, soalnya Uda sore juga pumpung belum magrib, nanti kemalaman pulangnya hehe." ucap Anabel.
"Ya gak papa solat sini aja terus nanti mbak antar atau gak nginap di sini sesekali boleh banget, besok mbak antarkan pulang. Gimana? tanya Ana ke Anabel.
"Ndak mbak, Anabel gak ingin merepotkan.Sebelumnya terimakasih banyak mbak." ucap Anabel.
"Yaudah deh kalau kamu mau pulang, hati hati ya.Main main ke sini,jangan bosan.Awas loh gak ke sini lagi." ucap Ana.
"Yaudah mbak, kami pamit pulang dulu ya mbak, mbak jangan ngambek dong hehe. Assalamualaikum mbakku sayang." ucap Anabel.
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh Bel." ucap Ana.
Setelah cukup mengobrol, Anabel dan Amel pun segera kembali pulang.
Keesokannya Anabel membuat syukuran kecil kecilan mengundang tetangga dan mengirim makanan ke panti asuhan juga panti jompo sebagai rasa sesal nya karena kemarin ia sempat tidak bersyukur dan sebagai rasa syukur nya karena Afnan telah memasuki usia 4 bulan.
\==============
Ketika Cinta Harus Memilih - Terapi Untuk David
"Bunda nanti mengantarkan David ke rumah sakit ya? ucap Bulan.
"Iya sayang." ucap Anabel.
"Bulan boleh ikut gak? pengen ikut." ucap Bulan dengan memayunkan bibirnya.
"hehehe enggak boleh, kan harus sekolah Bulan." ucap Anabel.
"Iya sepulang sekolah aja kita susul bunda ya." ucap Bintang.
"Eh gak usah, mungkin bunda uda pulang,beneran gak usah.Tungguin aja di rumah." ucap Anabel.
"Hemm iya deh bun." ucap Bulan.
"Iya bunda siappp." ucap Bintang
Setelah mengantarkan Bulan dan Bintang sekolah, Anabel pun segera bersiap-siap, begitupun dengan David. Karena hari ini jadwal kontrol David dan mereka akan di susul oleh pak Anang dan bu Nila untuk ke rumah sakit bersama. 20 menit kemudian, Anabel pun sudah selesai berberes dan bersiap siap, begitupun dengan David. Tak lama kemudian pak Anang dan bu Nila pun telah sampai di rumah mereka untuk menyusul.
"Assalamualaikum." suara pak Anang dan bu Nila di luar.
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh." ucap Anabel dan David.
"Ayo masuk dulu bu, pak." ucap Anabel, mempersilahkan mereka untuk masuk.
Pak Anang dan bu Nila pun masuk,
"Apa kabar David? baik?." ucap bu Nila.
"Hari ini jadwal ke dokter ya?" ucap pak Anang.
"Alhamdulillah baik eyank, iya hari ini jadwal ke dokter." ucap David.
"Yaudah yuk kita segera berangkat, takutnya keburu telat, antrian banyak dan di tutup." ucap pak Anang.
"Iya eyank yuk berangkat." ucap David.
Mereka pun berangkat, David duduk dengan Anabel di kursi belakang, sedangkan bu Nila duduk di samping pak Anang yang sedang menyetir. Setelah perjalanan hampir 1 jam, mereka pun sampai di rumah sakit yang di tuju.
Mereka pun segera turun dari mobil dan menuju antrian.
"Bun, sudah banyak ya yang ngantri padahal kita uda berangkat pagi banget." ucap David.
"Iya sudah banyak memang, karena mereka ambil no antriannya ada yang jauh lebih pagi dari kita atau bahkan kemarin malamnya." jelas Anabel kepada David.
"Iya nduk, wes ramai gini. ibu kira wes telat banget kok ramai gini." ucap bu Nila.
"Ndak kok Bu, gak telat tapi emang mereka datangnya atau antri no nya lebih pagi dari kita bahkan kemarin malamnya. pengalaman ku sewaktu opname Waktu di rumah sakit itu."ucap Anabel.
"Kita tunggu saja ya bu antriannya, mungkin bisa beli makanan atau minuman dulu supaya gak bosen nungguin nya dan supaya gak laper." ucap Anabel lagi.
"Yaudah bunda pamit dulu ya, mau beliin makanan dan minuman untuk David." ucap Anabel.
"Iya bun." ucap David.
Anabel pun segera mencari makanan apa yang harus di belinya.
"Eyank, salut sama David, David anak luar biasa. Gak malu walau harus duduk di kursi roda. David juga gak marah ke Tuhan atau menyalahkan keadaan.Eyank benar benar kagum ke David." ucap bu Nila.
"Yups, setujuuuuu." ucap pak Anang.
"Eyank ini dokternya jam berapa?" tanya David.
",kenapa toh nduk? kan yang bikin lama Iki antrian." ucap bu Nila.
"David capek nunggu terus." ucap David dengan cemberut.
"sabar ya cucu eyank." ucap bu Nila dan pak Anang.
Setelah mereka berbincang bincang, tak lama kemudian Anabel pun muncul dengan membawakan makanan dan minuman yang sudah ia beli. Anabel pun segera menghampiri David, bu Nila juga pak Anang dan memberikan makanan juga minuman tersebut.
"Ini makanan dan minumannya, buat kalian. Maaf lama soalnya tadi cari yang cocok untuk lidah kita, Hehehe." ucap Anabel.
"Yaudah yuk kita makan dulu, sambil nunggu antrian." ucap Anabel.
"Iyooo daripada kelaparan kan?" jawab bu Nila, dan mereka pun makan.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai makan, David pamit ke Anabel ingin ke taman samping rumah sakit untuk bermain dengan anak anak lainnya sambil menunggu antrian ini. jujur David bosan menunggu di sini terlalu lama.
"Bun, David boleh gak main ke taman tadi, sambil nunggu antrian? bosan nunggu di sini." ucap David sambil mayun.
"Nanti kalau David di panggil, bunda ke taman samping aja buat panggil David tau gak chat aja David ya bun." ucap David.
"Iya David, tapi kalau bisa mainnya jangan lama lama dan segera balik." ucap Anabel.
"Bunda anter David atau pergi sendiri David? " tanya Anabel.
"Enggak usah bun, biarlah David berangkat sendiri." ucap David.
Hingga detik nama David di panggil, Anabel pun mencoba menghampiri David di taman samping, dan Anabel pun melihat David duduk sendirian dengan termenung.
__ADS_1
Anabel pun segera menghampiri David dan bertanya ada apa dengan David.
"Kenapa menangis sayang nya bunda?" ucap Anabel dengan memeluk David.
"Eh bunda, hemm gak papa kok bun." ucap David.
"Yakin gak papa?." ucap Anabel ragu. AnBdl tau ada sesuatu yang di sembunyikan David,entah apa.
"Iya bun." ucap David.
"Yaudah yuk kita balik lagi ke dalam nunggu antrian." ucap Anabel, karena ia tak ingin melihat David bersedih dan menangis lebih lama lagi.
"Iya bun." ucap David.
Anabel pun masuk dan mengajak David ke tempat antrian tadi.
"David sudah kembali toh nduk ?" ucap Nila.
"Sudah eyank, Alhamdulillah." ucap David.
Setelah beberapa menit kemudian, nama David pun di panggil.
"Anak David." ucap perawat yang memangil untuk David memasuki ruangan tersebut.
"Yuk masuk David." ajak Anabel.
Mereka pun masuk.
"Ya bu, silahkan duduk." ucap dokter tersebut.
"Apa keluhannya bu?" ucap dokter tersebut.
"Ini cek kontrol aja." ucap Anabel.
"Ooh iya bu, silahkan duduk." ucap dokter
"Gimana kondisinya David sekarang ?" ucap dokter tersebut.
"Apa ada yang di keluhkan David ?" ucapannya lagi.
"Alhamdulillah baik dok, tidak ada keluhan dok.Tapi kapan David bisa berjalan kembali ya dok? agar David bisa masuk ke sekolah kembali." ucap David.
"Insyaallah semakin tak ada keluhan, semakin cepat David bisa masuk sekolah kembali, sabar ya." ucap dokter itu.
"Begini saya akan menyediakan beberapa terapi untuk David, mungkin bisa di coba. Dengan begitu mungkin bisa mempercepat proses berjalannya David." ucap dokter itu lagi.
"Baik dok, saya mau membayar berapapun untuk terapi tersebut, agar David anak saya bisa berjalan kembali, dan saya yakin David pun mau menjalankan terapi tersebut asal dia bisa berjalan kembali, bukankah begitu David?" ucap Anabel.
"Iya bun, David mau melakukan terapi tersebut untuk kesembuhan kaki David, agar David bisa berjalan kembali dan bersekolah." ucap David.
"Hemm baiklah, jika setuju, saya akan memberikan beberapa berkas untuk di tanda tangani ya." ucapnya dokter itu lagi.
"Baik dok." ucap Anabel.
"Yaudah saya pamit dulu ya, mau ambil berkas nya." ucap dokter itu.
"Iya dok." ucap Anabel dan bu Nila.
"Kamu Uda telfon Ferdi soal ini nak ?" tanya bu Nila kepada Anabel.
"Belum bu." ucap Anabel.
"Jadi Ferdi belum tau soal kamu ke rumah sakit ini?" tanya bu Nila.
"kemarin malam mas Ferdi emang sudah tau soal aku akan ke dokter cekup tapi soal terapi ini belum tau bu." ucap Anabel.
"Yaudah kamu telfon atau chat Ferdi aja sekarang." ucap bu Nila.
"Sudah bu, tapi gak di angkat. Terakhir di riject ( di tolak) panggilanku sama Ferdi, terus dia chat sedang rapat dan ku balas lagi centang 1 sampai sekarang." ucap Anabel mencoba menjelaskan.
"Oooo gitu ya, yawess tetap chat aja, mungkin nanti kalau Ferdi dah aktif di baca pesan kamu." ucap bu Nila.
"Iya bu." ucap Anabel.
"Bu Anabel, ini berkas yang harus di tanda tangani." ucap dokter itu tiba tiba, menghentikan pembicaraan Anabel dan bu Nila.
" Baik dok." ucap Anabel, segera membaca berkas tersebut dan mendatangani nya.
"Mari kita ke ruang sebelah untuk saya tunjukkan terapi apa saja nantinya yang akan di lakukan kepada nak David ya." ucap dokter tersebut.
"Baik dok." ucap Anabel. Dan mereka segera mengikuti dokter tersebut ke ruangan yang di tuju.
"Nah ini ruangan yang maksud, di sini saya akan menunjukkan beberapa alat ataupun contoh dari buku,terapi nya akan seperti apa dan menggunakan alat apa ya." ucap dokter itu.
"Iya dok, terimakasih." ucap Anabel.
" Jadi waktu itu kan pas awal pertama kali nak David lumpuh ini, kami pihak dokter sudah melakukan Foto Rontgen, CT scan, Elektromeografi (EMG) , Lumbal pungsi untuk mengetahui tingkat keparahan kelumpuhan tersebut, nah kemungkinan ini setelah atau sebelum terapi akan di lakukan ulang pemeriksa tersebut agar mengetahui sudah berkurang atau tidaknya." ucap dokter itu.
"Baik lanjut ke pembicaraan berikutnya, untuk pengobatan kelumpuhan bisa di lakukan dengan beberapa terapi berikut, Fisioterapi , Terapi okupasi, Obat-obatan, Pengunaan alat bantu, dan operasi." ucapnya lagi.
"Okee mari kita perinci, apa yang di maksud terapi terapi tersebut yang saya maksud tadi ya." ucap dokter nya.
" Fisioterapi , Terapi ini bertujuan untuk mengembalikan kekuatan otot dan fungsi bagian tubuh yang mengalami cedera, mencegah kecacatan dan mengurangi risiko cedera di kemudian hari. Jenis fisioterapi yang dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi penderita. kedua,
Terapi okupasi merupakan serangkaian latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penderita dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Setelah menjalani terapi okupasi ini, penderita kelumpuhan diharapkan bisa menjalani aktivitas secara mandiri. Ketiga, obat obatan, obat digunakan untuk meredakan gejala kelumpuhan yang muncul. Tergantung penyebabnya. beberapa jenis obat yang bisa di berikan, yaitu kortikosteroid
seperti methylprednisolone. Anti kejang seperti phenobarbital. obat pelemas otot, seperti baclofen dan eperisone. Anti-depresan trisiklik seperti amitriptyline dan clomipramine.
kalau untuk penggunaan alat bantu bisa dengan kursi roda seperti yang di pakai David saat ini. Bisa juga di lakukan operasi, biasanya Kelumpuhan tiba tiba karena cedera saraf tulang belakang, kami para dokter akan melakukan operasi tulang belakang untuk memperbaiki kerusakan di daerah tersebut. Tapi saya yakin untuk David cukup terapi saja bisa, tanpa perlu melakukan operasi terlebih saat ini perkembangan David cukup pesat, menunjuk kemajuan dan Alhamdulillah. Terlebih selama ini David juga gak menunjukkan gejala seperti depresi, gangguan bicara,difungsi seksual, ulkus dekubitus, Inkontinensia urine dan inkontinensia tinja, Deep vein thrombosis. Saya syukur Alhamdulillah dan saat ini kondisinya semakin membaik, hanya perlu beberapa terapi sedikit saja." ucap dokter tersebut mengakhiri pembicaraannya.
"Okee kita langsung saja terapi ya." ucap dokter itu.
"Iya dok, sekarang?" tanya Anabel.
"Iya bu." ucap dokter tersebut.
Dan mereka pun melakukan beberapa terapi.
20 menit kemudian terapi pun sudah selesai.
"Baiklah, sesering mungkin ya bu ke sini agar David pun semakin cepat berjalan." ucap dokter tersebut.
"Baik dok." ucap Anabel.
__ADS_1
Dan sejak saat itu mereka sering melakukan terapi tersebut hingga David bisa berjalan kembali.