Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Ke Rumah Amel


__ADS_3

Setelah selesai semua mereka pun segera berangkat ke rumah Amel bersama David, Bulan dan Bintang karena April dan Hery sedang tidak ada di rumah .


Mereka pun berangkat, tak butuh waktu lama, 15 menit mereka sudah sampai di rumah ke rumah Amel.


beberapa kali mengetuk pintu hingga Amel pun keluar


"untuk apa kalian ke sini?" ucap Amel.


"Kami mau meminta maaf , tolong jangan salah paham seperti itu, Anabel sedih kamu cemburu dan jauhi dia seperti itu Mel." jawab Ana.


"oooh Uda sadar ya dia aku cemburu dan jauhi dia? ucap Amel dengan ketusnya


"Mel, aku minta maaf." ucap Anabel penuh sesal


"Tolong jangan seperti ini, aku menyesal dan merasa kehilangan mu." ucap Anabel


"Mel.." ucap Ana lagi.


Sedangkan Amel masih dengan ego nya.


"Hemmmmm nanti sore ada tablig Akbar, di sana nanti kita setelahnya ada acara belajar buat eskrim.Kalau kamu sudah memaafkan Anabel Mel, datanglah.." ucap Ana mewakili, karena dia tidak tega melihat Anabel di prilakukan seperti itu oleh sahabatnya sendiri.


"Yaudah Bel, sekarang kita pulang dulu, mungkin Amel butuh waktu sendiri untuk berfikir. kalau kamu sudah gak marah, datang ya ke tablig Akbar itu." ucap Ana.


"yok Mel , kita pulang duluan assalamualaikum." ucap Ana lagi dengan menggandeng tangan Anabel untuk pergi dari sana.


Dan itu semakin membuat Amel kesal.


"Awas aja aku gak akan datang ..." lirih Amel.


**


Bel, aku Uda di depan pintu rumah mu ni, siap jemput.Bukain dong." ucap Ana di telfon.


"Iya mbak An, bentar.." ucap Amel.

__ADS_1


kreeeeek ( suara pintu di buka)


"Ayok mbak masuk." ucap Anabel.


"iya bel, assalamualaikum, " ucap Ana.


"waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh mbak An." ucap Anabel.


"Tumben sepi bel?" tanya Ana.


"iya nih mbak anak anak sedang tidur." ucap Anabel.


"Yaudah yuk kita berangkat sekarang mbak." ucap Anabel dengan menutup pintu rumahnya.


"Iya bel, loh tapi anak anak sendirian di rumah?" tanya Ana heran, pasalnya April dan Hery sedang ke rumah kakak angkatnya Anabel.


"enggak mbak An, aku titipin ke Bu Nila dan Pak Anang sekalian main di sana, mereka juga senang kok." ucap Anabel.


"Aku cukup jagain Afnan aja , karena kan dia juga masih butuh nyusu aku mbak, hehe." ucap Anabel.


"oh iya ya Bel, Yaudah yuk Bel." ucap Ana.


"Wah rame sekali ya mbak." ucap Anabel


"Iya Bel, rame bangeeeet." ucap Ana.


"Yaudah yuk masuk Bel." ajak Ana.


"Iya mbak." Jawab Anabel.


"Mbak kira kira Amel datang gak ya." tanya Anabel.


"hemmmmm yakin aja insya Allah Dateng." ucap Ana mencoba menenangkan Anabel.


"Bel, itu bukannya Amel ya?" tanya Ana.

__ADS_1


"Iyakah mbak?" tanya Anabel dan melihat arah  yang d tunjukkan Ana.


"Yaa Allah itu benar Amel..serius ih, akhirnya dia datang..aku senang kali mbak Alhamdulillah.." jawab Anabel.


"Iya bel, yuk masuk.kita tunggu Amel di dalam aja." jawab Ana.


"Hehehe enggak mbak duluan aja, aku mau nunggu Amel aja mbak..Aku ingin Bateng Amel." jawab Ana.


"Hemm Yaudah mbak masuk duluan ya. ntar kamu cari mbak di dalem aja ya, ya kamu benar Bel, yang ada Amel cemburu kalau lihat kita berdua lagi..melihat kamu bersama mbak.Yaudah mba duluan y Bel, hati hati.." jawab Ana.


"Iya mbak makasih atas pengertian dan nasehatnya." jawab Anabel.


Dari kejauhan Anabel tersenyum kepada Amel seolah menunjukkan Anabel sedang menunggu dirinya.


"Mel.." sapa Anabel ketika Amel sudah dekat dengan nya.


Amel gak menghiraukan panggilan nya.


"Mel.." sapa Anabel lagi.


"Uda dong ngambeknya, cemburunya." jawab Anabel.


"hah cemburu? siapa yang cemburu? aku gak pernah cemburu ya sama kamu n sahabatmu itu .." jawab Amel.


"lagipula ngapain perduliin aku gih sana ke sahabatmu sana.." ucap Amel lagi.


"Jangan gitu dong Mel." ucap Anabel dengan sedih.


"kan emang bener? kenapa enggak? lagipula kamu jangan geer ya aku ke sini karena acara tabligh Akbar yang di adakan di sini, aku tertarik makanya datang, bukan karena kamu ya..jadi jangan geer." jawab Amel.


Setelah mengucapkan itu Amel berlalu pergi dengan sengaja menyenggol Anabel hingga membuat Anabel sedih dan sesak sendiri rasanya melihat perlakuan sahabatnya seperti itu kepada dirinya.


Anabel pun segera masuk mengikuti Amel dan Ana.


"Mel..Mel, aku mohon jangan seperti ini aku sayang kamu Mel, aku kangen kamu." ucap Anabel sedih dengan mencoba menggemgam erat tangan Amel sahabatnya.

__ADS_1


"Ih apaan sih jangan pegang pegang aku. Gih sana sama Sahabatmu Ana , gak usah peduliin aku.. Lagipula aku kan dah bilang ,aku ke sini untuk ngikutin acara tersebut bukan untuk kamu, jadi jangan geer dan jauh jauh dariku." ucap Amel dengan melepaskan genggaman tangan Anabel dan berlalu pergi.


Anabel pun akhirnya menyerah dan membiarkan Amel pergi. Dengan mencoba menahan tangis Anabel mencari tempat duduk karena sebentar lagi acara di mulai.


__ADS_2