
Pengakuan
****
Assalamualaikum, Mas Ferdi...
Mungkin kamu akan terkejut setelah membaca suratku ini, tapi aku hanya ingin menyatakan perasaanku yang sebenarnya kepadamu Mas.
Mas sungguh aku merindukanmu, entah sudah berapa lama kita tak pernah bertemu.
Sungguh, masih ada rasa cinta dan rinduku untukmu Mas.
Aku belum benar benar bisa melupakanmu sepenuhnya Mas, sungguh aku masih sangat mencintaimu Mas Ferdi.
Mas, maaf bila aku lancang mengirim surat ini untukmu.
Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku dan aku hanya ingin kau tau itu.
Mas, taukah kamu? aku pernah mencoba melepaskanmu, mengikhlaskanmu, seseorang yang ku cintai. Tapi nyatanya aku tak benar bisa melepaskanmu sepenuhnya dan mengikhlaskanmu, aku tak bisa Mas.
Maaf, bila membuatmu sempat bertanya tanya tentangku. Aku tau Mas, saat kamu menatapku, ada sesuatu yang kamu rasakan walau kamu mungkin tak mengerti, mengapa harus ada rasa atau sesuatu padaku, bukankah begitu Mas?
Ya, aku seseorang yang terpaksa menyamar menjadi Dina, karena aku sangat merindukan kalian dan aku ingin bertemu kalian.
Mungkin itu satu satunya cara aku bisa bertemu kalian, karena aku tau mungkin gak sepenuhnya kalian menerima kehadiranku bila kalian tau siapa aku sebenarnya, terlebih luka yang pernah aku
torehkan pada kalian.
Saat itu aku selamat dari kecelakaan pesawat, aku ingin menghampiri kalian dan memberitahu jika aku masih hidup.
Tapi aku tidak yakin bila kalian akan menerima kehadiranku lagi.
Hingga pada akhirnya aku memilih jalan ini, untuk menyamar dan menjadi asisten rumah tangga di rumahmu agar aku bisa bertemu dan bersama kalian kembali, seseorang yang ku rindukan.
Tapi ternyata hadirku justru menjadi konflik antara kalian terlebih tante April sepertinya sangat tidak menyukai kehadiranku.
Tak ada jalan lain bagiku, selain mencoba mengikhlaskanmu dan pergi dari rumah itu ...
Mas sungguh aku mencintaimu, aku Ana, sahabat dari Anabel dan seseorang yang pernah mencintaimu dan kau cintai.
Aku akan pergi dari rumah ini, karena sepertinya mereka tidak menginginkan kehadiranku di sini.
Walau rasanya berat, karena aku sudah
terlanjur menyayangi mereka seperti anakku.
Tapi aku tak ingin kamu dan Anabel terus berantem hanya karena aku, karena sungguh aku menyayangi kalian.
Tak ada yang aku inginkan selain melihat kebahagiaan kalian. Mungkin sebaiknya aku pergi dari rumah ini.
__ADS_1
Aku hanya ingin mengatakan padamu bila
memang kamu masih mencintaiku dan tidak ingin kehilanganku lagi, ku mohon nikahiku meski kamu menjadikanku menjadi istri keduamu, karena sungguh aku tak bisa lagi menahan perasaanku padamu.
Karena bila tidak, aku akan pergi dari hidupmu juga kalian, dan aku takkan kembali lagi.
Aku menunggumu.
Kamu bisa menghubungiku di no yang aku
tulis ini.
087......
Dariku Anna, seseorang yang pernah
mencintaimu hingga kini.
Sesampainya di kantor, Ferdi pun segera membaca surat tersebut.
Seketika Ferdi pun terkejut ketika membaca surat tersebut. Rasanya kepalanya pusing, tubuhnya lemas dan tidak bisa berkata kata ketika membaca isi surat itu..
Ferdi pun segera meletakkan kembali surat itu dan melanjutkan pekerjaannya.
****
Dina POV
Aku pun segera meninggalkan rumah panti, setelah berbicara dengan ibu panti kala itu..
Aku pun segera melakukan penerbangan pesawat, namun saat itu aku bertemu dengan tanteku di bandara.
Tanteku memintaku membatalkan penerbangan pesawat tersebut, karena tanteku ingin mengajakku tinggal bersamanya.
Hingga aku pun menyetujuinya dan membatalkan penerbangan pesawat tersebut.
Mungkin aku harus bersyukur dengan kehadiran tanteku di bandara ini dan membuatku membatalkan penerbangan tersebut.
Iya, tak lama kemudian setelah aku membatalkan penerbangan tersebut, aku mendapatkan kabar jika pesawat yang akan aku tumpangi itu mengalami kecelakaan, ah lebih tepatnya pesawat itu terjatuh.
Sungguh, aku tidak bisa membayangkan jika aku tetap melakukan penerbangan tersebut. Bagaimana nasibku dan mungkin aku pun bernasib sama seperti mereka.
Sejujurnya aku ingin kembali ke panti dan memberitahu ibu panti bila aku masih hidup, karena aku yakin pasti ibu panti mengetahui kabar kecelakaan pesawat tersebut dan tentunya ibu panti pasti syok ada namaku dalam daftar kecelakaan di pesawat tersebut.
Aku pun ingin memberitahukan ke sahabatku, tapi aku tak yakin bila mereka akan senang mendapatkan kabar bila aku masih hidup .
Hingga aku memutuskan memberitahukan
ibu panti, hari itu...
__ADS_1
Tapi saat aku ke panti hari itu, aku melihat kehadiran Anabel, Amel, Ferdi di sana, bahkan aku juga melihat mereka berduka atas kematian ku di sana.
Tapi aku gak yakin bila aku tetap masuk ke dalam panti itu.
Hingga aku pun membiarkan mereka menganggap ku telah meninggal dan aku pun memutuskan pergi dari panti ini.
Karena sungguh aku tak sanggup lagi mengingat kenangan di hari lalu.
Aku tak sanggup harus bertemu Ferdi kembali, aku takut perasaanku tumbuh kembali dan aku takut akan melukai dan mengecewakan Annabel juga Amel kembali. Hingga ku putuskan pergi dari tempat ini secepatnya sebelum mereka menyadari kehadiranku, dan mungkin ini yang terbaik.
Setelahnya, Aku pun selama itu tinggal di rumah tanteku..
Hingga tanteku membicarakan sesuatu yang sangat mengejutkan bagiku, hingga aku membuktikan ucapannya. Dan mulai sejak saat itu aku bertekad akan membalasnya seperti janjiku kala itu.
Iya, pak Hery ialah yang membuatku kehilangan kedua orangtuaku.
Dan keputusanku untuk tak bertemu dengan mereka kala itu di panti, mungkin keputusan yang tepat.
Sejujurnya aku menyayangi sahabatku Anabel, tak ada sedikitpun keinginan melihatnya hancur. Bahkan aku pernah merelakan cintaku hanya untuknya. Tapi sepertinya kini semua harus berubah dan janjiku harus segera ku balaskan walau rasanya berat, bagaimana aku harus menyakiti dan menghancurkan seseorang yang ku cintai dan ku sayangi.
Sanggupkah aku menyakiti mereka?
menyakiti seseorang yang aku cintai
dan sayangi?
Sanggupkah aku memainkan peranku?
Ah, entalah....
Aku pun kembali ke kota ini dan bertemu lelaki itu, lelaki cinta pertamaku.
Ferdi, ternyata ia menantu dari Hery, seorang bapak yang telah merenggut kebahagiaanku dan membuatku kehilangan orang tuaku.
Lalu salahkah bila aku membalasnya?
Di sisi lain aku sangat menyayangi sahabatku Anabel dan masih ada rasa cintaku untuk Ferdi, tak ada yang aku inginkan selain melihat mereka bahagia. Tapi ketika aku mengetahui kenyataan
yang ada, mungkin ini waktunya aku mengambil kebahagiaanku yang dulu terenggut oleh mereka.
Kedua orang tuaku dan cintaku telah mereka renggut dan kini aku akan merenggut kebahagiaan dan cinta di antara mereka seperti aku dulu yang harus kehilangan cinta dan kebahagiaanku.
Sesuai yang tanteku rencanaku, aku menyamar menjadi Dina, asisten rumah tangga di rumah itu.
Untuk menghancurkan mereka secara perlahan.
Setelah aku membuat anak anaknya mencintaiku dan perasaan Ferdi tumbuh padaku, aku pun akan pergi dari rumah itu dan memberikan surat yang akan membuat mereka terdiam, terutama Ferdi.
Aku yakin setelah ini, mereka akan mencari keberadaanku dan memintaku kembali.
__ADS_1
Dan saat itu perlahan akan aku renggut cinta dan kebahagiaan mereka, satu persatu dari mereka..