Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 47


__ADS_3

"Mas, gimana? apa kita jadi


memasukkan Bintang ke pesantren saja? toh sebenarnya kita mampu saja masukkan


Bintang ke pesantren, ya meski perusahaan kamu saat ini kurang baik." ucap


Anabel.


"Sabar dulu ya yank, karena biar


Bintang merasakan dulu sekolah kelas satunya terlebih sudah mulai ujian.


Kecuali jika Bintang meminta lagi ke kita, toh jujur aku juga belum bisa jauh


dari anak anak." ujar Ferdi.


"Iya sih Mas, yang kamu katakan


benar, jujur aku juga gak mau jauh dan kehilangan mereka tapi jika itu yang


terbaik...


Ya aku sendiri sebenarnya, kecemasan


yang ku rasa lebih besar dari kamu terlebih aku ini kan seorang ibu." ucap


Anabel.


"Iya yank, Mas paham. Karena itu


juga yang mas rasain, oleh sebab itu mas ingin mempertimbangkannya terlebih


dahulu." ujar Ferdi.


"Ohya Mas, gimana? kamu belum


menemukan kehadiran Ana dan anaknya?" tanya Anabel.


"Hemm, kenapa bahas itu lagi sih


yank? itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri, dan mas juga gak suka kamu bahas


hal ini terus menerus." ujar Ferdi Kembali.


"Yah, maaf yank, jika kamu gak


suka aku bahas hal ini terus, tapi bagaimanapun kan kamu harus mempertanggungjawabkan


nya , jujur aku juga merasa cemburu hingga detik ini kejadian hari lalu kala


itupun belum bisa ku lupakan sepenuhnya hingga aku depresi dan harus kehilangan


anakku dan hampir kehilangan rahimku. Tapi aku menyadari anak dari Ana tidak salah,

__ADS_1


meski di sisi lain aku cemburu Ana bisa memberikanmu anak dan anak kalian lahir


selamat, sedangkan anakku? dan aku gagal memberikanmu anak lagi" ujar


Anabel dengan nada sedih.


"Iya yank aku tau, aku juga


hingga detik ini juga berusaha mencari keberadaannya.


Aku sudah menyewa beberapa dektetif


untuk mencari keberadaan Ana juga anakku.


Tapi ya tidak semudah itu, hingga


detik ini buktinya mereka belum bisa di temukan yank.. " ujar Ferdi dengan


menghembuskan nafas panjang.


"Dan aku mohon, tolong hentikan ucapanmu


dengan berkata seolah menyalahkan dirimu sendiri dan mengingat masa lalu, semua


sudah berlalu bukan?


Ya aku tau sulit melupakan luka dan


kejadian hari itu, tapi ku harap kamu bisa agar berdamai dengan takdir dan


sendiri dan mengingat kesakitan di hari lalu.


Karena aku sudah sangat bersyukur


dengan anak di antara kita dan bagiku kamu wanita luar biasa yang gak perlu


membandingkan dirimu dengan Ana yang bukan siapa siapa si antara kita dan dia


tak berarti bagiku. " Ferdi memegang tangan Anabel.


"Dan aku juga minta maaf banget


sama kamu, karena aku, kita harus kehilangan anak kita. Aku benar benar


menyesal juga, maafkanku ya.. ku mohon, maafinku ya dan tolong yank lupakan


kesakitan itu agar tak terus menyiksamu terus menerus juga." ujar Ferdi


kembali dengan menitihkan air matanya, tanpa sadar.


"Tapi Fer, bagaimanapun kamu


tidak bisa melupakan, ada anak darimu di antara mereka." ucap Anabel,

__ADS_1


mencoba mengingatkan Ferdi.


"Dan maaf aku sudah mencoba


berdamai dan mengikhlaskannya tapi untuk melupakan sepenuhnya aku belum bisa


Fer Karena kalian aku pun harus kehilangan anakku dan kini aku kesulitan untuk


memiliki anak lagi. Kamu mungkin mudah mengucapkannya tapi tak mudah untukku


Fer, yang seringkali terbayang calon bayiku terlebih sering merasa bersalah


kepada diriku sendiri karena merasa aku tak bisa menjaganya dengan baik hingga


aku harus kehilangannya. Aku merasa bukan sosok ibu yang baik untuk


anakku." ucap Anabel yang perlahan bulir bulir air mata mulai membasahi


pipinya.


Ferdi pun merunduk dan menghadapkan


wajahnya ke Anabel, menghapus tiap bulir bulir air mata yang membasahi pipi


Istrinya.


"Aku mohon maafkanku dan maafkan


kejadian hari lalu yank, ikhlaskan, lupakan meski sepenuhnya kamu gak bisa...


aku paham karena mungkin terlalu sakit rasanya, aku pun kini benar benar


menyesal dan merasa kesakitan di hatiku, merasa bersalah dengan kehilangan


calon bayiku karena salahku terlebih kamu yang seorang ibu baginya, tentu


ikatan batin kamu lebih kuat dengan calon anak kita.. Maafkanku,


maafkanku..maaf, aku benar benar menyesal dan merasa bersalah yank.." ucap


Ferdi yang meminta Anabel melupakannya dan berulangkali meminta maaf.


Tanpa sadar Ferdi pun juga menangis.


Ferdi pun menghapus kembali bulir


bulir air mata yang membasahi pipi Istrinya dan mulai mengecupnya dari dahi,


mata, hidung , pipi hingga bibirnya yang campur dengan air matanya.


Dan setelahnya Ferdi mendekatkan


wajahnya dengan wajah istrinya dengan air mata yang masih membasahi wajah

__ADS_1


mereka masing masing, mencoba memahami perasaan dan emosi masing masing dengan


hembusan di antara mereka.


__ADS_2