Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 26


__ADS_3

"Gak, gak mungkin..." April menggeleng geleng, tak mempercayai apa yang baru saja ia dengar.


"Gak mungkin suami saya seperti itu." April masih menggelengkan kepalanya tanda tak percaya, hingga hampir saja ambruk namun pak Hery singgap menolong April.


"Itu gak mungkin Ana, Papaku gak mungkin seperti itu." ucap Anabel yang juga tak mempercayai perkataan Ana.


"Lalu kamu tau dari mana jika pembunuh itu Papaku? Papaku gak mungkin seperti itu!! kamu jangan mengarang cerita untuk membenarkan dirimu sendiri!!" tegas Anabel, yang sudah cukup


muak dengan Ana.


"Gak mungkin Ana, benar... kamu jangan mengarang cerita. Jadi ini alasanmu meminta ku nikahi? karena kamu ingin balas dendam? iya?" tegas Ferdi.


"Hahahaha, aku mengarang cerita? untuk apa? yang aku katakan ini semua kebenaran Anabel. Papamu memang pembunuh dan aku tau siapa pembunuh Papaku ya dari tanteku, kala itu tanteku memberiku tau foto seseorang tersebut ketika aku tinggal di rumahnya. Tepatnya saat kabar pesawat kecelakaan, aku mengurungkan penerbangan saat itu dan aku tidak termasuk dalam daftar korban kecelakaan. Aku bertemu dengan tanteku di bandara dan tanteku membawaku untuk tinggal


bersamanya. Sebenarnya saat itu aku sudah ke panti ingin memberikan tau ibu panti, karena aku tau ibu panti pasti sangat berduka atas kematianku.


Tapi aku ragu dan menghentikan langkahku bahkan berbalik saat aku tau, di dalam panti sana ada kamu, Ferdi dan Amel. Ya, kalian saat itu juga ikut berduka atas kabar kematian ku, walau aku gak yakin kalian benar benar berduka atau bagaimana.. Tapi aku memilih berbalik dan membiarkan semua orang juga ibu panti mengira aku sudah meninggal karena aku tak ingin masuk dan tak sanggup bertemu kalian, aku juga ragu belum tentu kalian bahagia dengan kabar bahwa diriku selamat dari kecelakaan setelah apa luka yang pernah aku torehkan ke kalian.


Hingga aku menenangkan diriku di apartemen atau hotel milik tanteku. Dan di sana tanteku memberikanku tau siapa pembunuh Papaku, tanteku memberikan foto orang itu. Aku menyimpannya dan saat itu aku tidak tau bila pak Hery lah dan pak Hery adalah orang tuamu Anabel.


Namun tak butuh waktu lama aku mengetahuinya saat melihat kalian liburan di hotel milik tanteku dan tanpa sengaja aku melihat pak Hery, lelaki yang persis di foto itu bersama kalian dan aku pun mendengar percakapan kalian hingga aku bisa menyimpulkan bila pak Hery adalah Papamu.


Sebenarnya jujur saja, saat itu aku juga terkejut dan tak ingin mempercayai kenyataan itu. Karena dulu saat orang tuaku meninggal aku pernah berjanji ingin membalas dendam ku nyatanya orang itu Papamu. Mana mungkin aku bisa menyakiti Papa dari sahabatku sendiri? Tapi perlahan aku berfikir, selama ini aku sudah cukup mengalah darimu hingga, merelakan cinta Ferdi hingga aku pergi meninggalkan semuanya, juga panti.


Dan jika saya aku tetap berangkat hari itu, tidak bertemu tanteku yang mencegahku untuk melakukan penerbangan pesawat mungkin aku sudah termasuk bagian dari korban kecelakaan tersebut. Bukankah sudah cukup aku mengalah darimu Anabel? dari keluargamu yang telah berhasil merenggut kebahagiaanku dan saat itu aku berfikir kembali, aku harus mematikan rasa sayangku dalam persahabatan itu toh kalian sudah membenciku dan tak menganggap ku sahabat.


Selama ini aku juga sudah cukup mengalah dan membiarkan kalian bahagia di atas awan, bahagia di atas luka yang kalian tabur untukku. Sudah terlalu lama kalian bahagia dan sudah saatnya aku merebut apa yang seharusnya menjadi milikku dan untuk agar aku bisa melakukan hal tersebut aku harus mematikan hatiku." tegas Ana dengan menghampiri Anabel. Kemudian Ana pun berlalu dari hadapan Anabel dan menghampiri Ferdi untuk menjawab pertanyaan Ferdi.


"Hahahaha... mungkin kamu benar Ferdi sayang, tapi bukan hanya itu saja sih..." ucap Ana.

__ADS_1


"Lalu ...?? tanya Ferdi.


"Apa kamu masih ingat dengan seseorang yang pernah kamu tolong kala itu? Seseorang yang pernah kau tolong dari pemerkosaan yang di lakukan oleh sekelompok preman, seseorang pernah kau tolong karena hampir tertabrak, seseorang yang pernah kau tolong saat dia hampir


kecopetan dan seseorang yang kau tolong dengan membayar rumah sakitnya karena saat itu dia membawa uang yang kurang untuk membayar administrasinya di rumah sakit. Apa kau ingat? sudah ingat?


Dia adalah orang yang sama meski saat itu mungkin kau menemuinya dalam keadaan berbeda, mungkin sesekali kau temui dia saat itu belum berhijab dan seseorang yang pernah kau nyatakan cintamu dan lamaranmu padanya tapi tiba tiba saja kau batalkan begitu saja karena perjodohanmu dengan orang yang kau cintai sejak lama, yang sudah di rencanakan oleh orang tuamu.


Ingat? apa kau sudah mengingatku Ferdi? Sejak saat kau menolongku pertama kali karena ketulusan hatimu membuat hatiku bergetar, merasakan perasaan yang tidak pernah ku rasakan. Perasaanku tak menentu kala itu, terlebih ketika aku mengetahui kau orang yang sama menolongku beberapa kali dan aku baru menyadari itu, terlebih saat kau nyatakan perasaanmu padaku


Aku merasa cintaku terbalaskan, tapi di sisi lain akumerasa patah dan hancur seketika setelah kebaikan dan ketulusan kau berikan padaku bahkan setelah kau nyatakan perasaanmu padaku, kau tiba tiba saja membatalkan lamaran itu dan berkata padaku dengan sangat bahagia kala itu bila kau di jodohkan dengan orang yang kau cintai itu..


Sungguh hatiku teramat sakit, sulit di ungkapkan kata kata.. Apa kau tau dan paham perasaanku kala


itu? dan setelah sekian tahun aku melupakan kejadian itu sejak kau menghilang begitu saja, aku mengenal Anabel yang ternyata ia istri dari seseorang yang pernah ku cintai hingga kini. Aku bertemumu kembali saat ulang tahun anak Anabel, kala itu Anabel mengundangku di acara tersebut. Dan aku mengetahui kenyataan itu...."


"Yaa Allah, yaa Allah...." April pun mulai kehilangan keseimbangan tubuhnya saat mendengarkan Kenyataan yang di ungkapkan oleh Ana, tapi pak Hery selalu sigap memeluk April yang hampir saja terjatuh.


"Maksud kamu Ana...? jadi soal itu? saya ingin bicara denganmu nanti..." ucap Hery.


"Oooh dengan senang hati pak Hery." ucap Ana dengan tersenyum.


"Jadi..... Yaa Allah Astaga... Astaghfirullah." sesal Ferdi.


"Apa itu benar Fer?" tanya Anabel.


"Jawab!!" Anabel mulai histeris.


"Iya, itu benar Anabel. Ferdi seseorang yang menolongku beberapa kali, saat pertemuan awal dengannya aku sudah jatuh cinta dengannya karena aku yang sedang kehilangan arah hidup karena kehilangan orang orang yang ku sayang, ternyata masih ada orang tulus mau menolongku terlebih saat aku tau dia orang yang sama menolongku dan pada akhirnya menyatakan cinta padaku dan melamarku..." Ana menjawab pertanyaan Anabel, yang Ferdi tak mampu menjawabnya.

__ADS_1


"Yaa Allah perutku ... perutku sakit, mas. .. tolong bawaku, hiks." ucap Anabel yang mulai merasakan


sakit pada kandungannya seakan merasakan kontraksi.


"Udah Fer, ayo kita tolong Anabel saja. Istrimu merasakan kesakitan pada kandungannya mungkin Anabel mau lahiran. Ayo kita bawa ke dokter." ucap April pada Ferdi.


"Iya Ma..."


"Ayuk Bel, kita ke rumah sakit.."


"Yaa Allah Anabel..." teriak Ferdi saat melihat Anabel menabrak almari dan terjatuh di lantai perlahan darah mulai mengalir ke kakinya.


"Ayo, kita ke rumah sakit sayang..." ucap Ferdi panik saat melihat Anabel seperti itu dan segera membawa Anabel ke dalam mobil untuk ke rumah sakit.


"Kamu... Aku membencimu, hari ini aku tak mau lagi melihat kamu di depanku. Aku membencimu Ana, aku menyesal pernah mencintaimu. awas aja jika terjadi sesuatu pada Anabel, aku takkan


memaafkanmu." Ferdi menatap tajam ke arah Ana, saat akan keluar dari rumahnya dengan menggendong Anabel.


"Ayo Pa, kita segera ke mobil juga." ucap April kepada suaminya.


"Iya Ma..." Hery pun menuntut istrinya berjalan keluar rumah menuju mobil.


"Tunggu Pa, aku ingin bicara dengannya.."


"Kamu, pergi dari rumah ini. Dan aku tak ingin melihat kamu di rumah ini!!" April menatap tajam ke arah Ana dan segera berlalu keluar rumah menuju mobilnya.


Sedangkan Ana hanya mampu terkejut dan mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi dan ia dengar...


Kini ia benar benar menyesal atas pengakuan yang telah di ucapkannya...

__ADS_1


Kini Ana hanya bisa menangis dan menyesali atas tindakannya, sebelum ia ke rumah sakit untuk mengikuti mereka.


__ADS_2