Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 64


__ADS_3

Sedangkan Ferdi sendiri meski telah


mengatakan Syakira anaknya dan bertanggung jawab atas Syakira bagaimanapun


rasanya masih sulit menganggap Syakira sebagai anaknya dari hatinya.


Ia hanya mampu mengatakan itu di


bibirnya karena Anabel yang memintanya tapi tidak dengan hatinya, rasanya ia


masih benci dengan perbuatan Ana padanya dan ia menyesal seandainya dulu ia


lebih memperhatikan Anabel mungkin anaknya dari Anabel masih hidup hingga kini


dan sudah sebesar Syakira.


Oleh sebab itu rasanya saat menatap


Syakira, ada rasa kesal dan benci yang sulit ia elakkan tapi setidaknya Ferdi


bersyukur mempunyai istri sebaik Anabel hingga ia bisa bertanggung jawab


seperti seharusnya karena Anabel selalu mendukung hal itu.


Setidaknya ia sudah bertanggung jawab


meski hatinya belum mengakui sepenuh menerima Syakira, sebagai anaknya.


"Tunggu Ayah, Syakira akan di


sekolahkan di sekolahku? Enggak, aku gak setuju..." ujar Afnan.


"Afnan, jangan begitu..


bagaimanapun dia ini saudara kamu." tegas Ferdi.


"Enggak dia bukan saudaraku,


saudara ayah bilang? buktinya kenapa kak Bulan dan kak Bintang menjauh setelah


kedatangannya ke sini? kenapa yah? bisa jawab pertanyaan Afnan?" ujar


Afnan yang mulai tersulut emosi.


Pertanyaan Afnan, benar benar membuat


Ferdi dan mereka terdiam sesaat, Ferdi seakan Kelu dan bingung harus menjawab


apa, karena yang di katakan Afnan benar juga.


"Sabar, Afnan... sabar ya...humm


mungkin kak Bulan dan Bintang emang harus segera pergi ke stasiun dan bandara


supaya gak telat." ujar Ferdi mencoba mencari alasan.


"Enggak Afnan tau Yah, Afnan


bukan anak kecil yang bisa Ayah bohongin. Intinya Afnan gak setuju." ujar


Afnan yang segera berlari meninggalkan meja makan menuju kamarnya.


"Tunggu mau ke mana kamu? makan


di sini, duduk. Belum habis makananmu, kamu juga harus sekolah kan?."


tegas Ferdi.


"Afnan sudah gak selera makan.


Afnan kenyang, mau ke kamar ambil tas dan peralatan sekolah juga buku, Afnan


mau pergi sekolah duluan saja,.." ucap Afnan.


"Nanti ayah antar ke sekolah,


sekarang habiskan dulu makanan kamu." tegas Ferdi kembali.


"Gak perlu Ayah sok baik


denganku, aku bisa pergi sekolah sendiri. Afnan akan pergi sekolah sendiri,


lebih baik Ayah urusin saja anak kesayangan Ayah ini, yang tidak jelas asal


usulnya." ujar Afnan yang di liputi emosi, mendengar ucapan Afnan hati Ana


merasakan sakit, begitupun Ferdi yang melihat Ana menangis segera menghampiri


Afnan dan menampar pipi Afnan secara spontan karena kalimat yang Afnan lontarkan


menurut Ferdi tak pantas, hingga Ferdi pun di liputi emosi.


Melihat Ferdi menampar Afnan, semua


orang dapat sana terkejut, karena Ferdi bukan sosok mudah main tangan bahkan


tidak pernah sama sekali, tapi untuk hari ini Ferdi menampar Afnan anaknya


sendiri hanya untuk membela perempuan itu.


Susana makan jadi tegang dan ruyam,


Anabel pun berdiri dan seolah tak percaya dengan apa yang sudah Ferdi lakukan


terhadap Afnan, anaknya sendiri, terlebih karena membela Ana dan Syakira,


Padahal selama ini Ferdi tak pernah seperti


itu.


"Kamu apa apaan Mas? keterlaluan


kamu!! aku kecewa sama kamu Mas!! Kamu gak pernah seperti ini, dan sekarang


lihatlah..kamu seperti ini bahkan hanya untuk membelanya? Keterlaluan!! ....Aku


kecewa Mas, aku kecewa sama kamu.!!, Ayo Afnan kita ke kamar, biar bunda yang


bantu Afnan nyiapin buat sekolah, nanti bunda juga yang antar. Biar Ayahmu


antar kesayangannya.!!" tegas Anabel yang sedang di liputi emosi juga dan


segera membawa Afnan ke kamarnya.

__ADS_1


"Tapi dia salah Anabel, perlu


kita ajarkan bagaimana sopan santun. Akhhhh..." teriak Ferdi yang tak lagi


bisa menahan emosinya.


Setelahnya Ferdi terdiam dan menelaah


apa yang baru saja ia lakukan, sedangkan ia tau bila Afnan memang salah.


Ferdi hanya tidak ingin Afnan salah


mengambil tindakan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Yah, apa yang baru saja ayah lakukan? David kecewa karena baru pertama


kali Ayah seperti itu, terlebih hanya untuk membela mereka." ucap David


seolah menunjukkan nada kecewa pada ayahnya.


"David tolong kamu juga jangan


ikut campur, kamu sendiri lihat kan? yang salah siapa di sini. Afnan salah, dia


tidak bisa menjaga ucapannya, dan ayah hanya ingin memberikannya sedikit


pelajaran supaya ia bisa sopan santun sedikit saja dan menjaga perasaan orang,


terlebih itu orang terdekatnya dan masih keluarga.!!" tegas Ferdi.


"Kamu sendiri melihatnya kan?


yang salah adikmu. Kenapa sekarang kamu seolah menyalahkan ayah??" tanya


Ferdi kembali yang tak terima.


"Maaf bila David ikut campur,


karena bagaimanapun ini bersangkutan dengan Afnan adik David dan Ayah, Ayahnya


David. David tau, Afnan salah tapi gak seharusnya Ayah seperti itu..."


ucap David terpotong karena Ferdi kembali bersuara.


"Iya ayah tau, tapi adik seperti


apa yang harus kamu bela dan lalu maksud kamu ayah harus berbuat apa untuk


mengajari adikmu yang gak bisa bersopan santun dan menjaga perasaan orang? ayah


harus apa? dan bagaimana lagi mengajarnya? kamu sendiri tau kan Afnan, adikmu


salah!!" ujar Ferdi yang tak terima kembali dengan pernyataan yang David


ungkapan.


"Ayah tolong tenang, dengarkan David


berbicara dulu dan jangan potong ucapan David. Iya David tau Afnan salah, tapi


ayah gak harus seperti itu. Cukup ajarkan Afnan sopan santun dengan ucapan


yang ia katakan tak baik dan melukai perasaan orang lain juga tak sopan,


bukankah itu sudah cukup ayah? tanpa tangan ayah ikut serta menamparnya??!!


maaf David ikut campur karena Afnan adik David dan Ayah, Ayah David. David juga


harus melindungi Afnan dan mengingatkan ayah bila salah.!!" tegas David


kembali.


"Maaf yah, sepertinya David


kenyang dan gak selera makan. Juga harus berangkat kerja, David duluan yah.


Assalamualaikum.." ujar David yang segera berlalu ke kamar Afnan untuk


melihat kondisinya, lalu ke kamarnya untuk mempersiapkan keperluan kerja dan


terakhir pergi bekerja, sebelum itu David melirik sejenak ke arah Syakira dan


Ana sebelum berlalu pergi. Sedangkan Syakira merasa serba salah dan tak enak


hati, begitupun dengan Ana.


"Humm, Mas ... bagaimana jika


kita kembali ke desa saja biar gak ribut, aku gak enak sama keluarga kamu. Baru


datang ke sini, aku seolah membuat keributan dan gak seharusnya aku memenuhi


undanganmu kalau tau akan seperti ini dan apa sebaiknya kamu batalkan mengenai


pindahan sekolah Syakira?." ucap Ana lemah.


"Enggak Ana, kamu gak salah di


sini. Afnan yang salah, saya sebagai ayahnya juga malu mempunyai anak seperti


itu dan aku harus ajarkan ia sopan santun supaya gak seenaknya sendiri


berbicara tanpa memikirkan perasaan orang lain, yang mungkin saja ucapannya


bisa melukai hati orang lain. Dan kamu gak perlu merasa bersalah mengenai


memenuhi undanganku ini karena aku yang ngundang dan sebenarnya kan kita ingin


berbicara mengenai kabar baik ini, kita juga gak tau kan akan seperti ini


jadinya..tapi ya Afnan lah yang buat ruyam sebenarnya, karena ia gak bisa


menjaga kata katanya. Dan saya pun akhirnya tersulut emosi juga, sudahlah gak


papa jangan di pikirkan, dan tolong jangan kembali ke kampung, dan batalkan


mengenai kepindahan itu. Saya tetap urus kepindahan sekolah Syakira di sekolah


Afnan, tidak perlu tanpa menunggu persetujuan Afnan, baik Afnan setuju atau


tidak saya tetap menyekolahkannya di sana. Lebih baik sekarang kamu dan Syakira

__ADS_1


istirahat y untuk persiapan sekolahnya yang beberapa hari lagi. Kamu tetap di


rumah itu, karena saya juga sudah membelikannya untuk mu dan Syakira."


ujar Ferdi dengan nada lembut, tanpa ia sadari Anabel dan Afnan yang akan pergi


ke sekolah mendengarkan pembicaraan mereka, dan seolah hatinya tersayat saat


mendengar penuturan yang Ferdi ucapkan pada Ana juga Syakira.


"Yasudah mas, aku pamit dulu ya,


sekali lagi terimakasih sudah mau menyekolahkan Syakira, membelikan kami rumah


dan tadi membela kami ya walaupun tak seharusnya kamu menamparnya tapi gak papa


saya paham kamu tengah di liputi emosi.


Yasudah saya balik ya mas,


assalamualaikum.. Ayo Syakira juga pamit dan ucap terimakasih." ujar Ana.


"Iya terimakasih om, Syakira dan


bunda pamit dulu assalamualaikum.." ucap Syakira yang segera berlalu,


begitupun Ana mengikuti langkah Syakira.


"Tunggu, kenapa panggil om? saya


ini ayah kamu loh... lain kali panggil ayah ya, iya ya waalaikumussalam ya..


" ujar Ferdi yang mencegah langkah Syakira dan mendekati Syakira.


"Maaf saya belum siap dan bisa


memanggil om dengan sebutan tersebut. permisi, terimakasih atas undangannya,


ayo bunda kita segera pergi dari rumah ini agar tidak di salahkan lagi dan jadi


pemicu masalah karena kehadiran kita, yang seharusnya dari awal gak perlu cari


keberadaan om seperti kata Syakira waktu itu, tapi bunda gak mau mendengarkan


Syakira." ujar Syakira.


"Kenapa belum siap memanggil om


dengan sebutan ayah?" tanya Ferdi lemah namun tetap berusaha tersenyum.


"Karena selama ini om gak pernah


ada untuk kami sedangkan seorang ayah selalu ada untuk anaknya dan aku masih


sangat mengingat jelas bagaimana kami harus bekerja untuk mendapatkan kebutuhan


kami dan sekolahku, maaf jika saya belum bisa memanggil om dengan sebutan ayah


karena seorang ayah saya rasa tidak mungkin seperti itu kepada anaknya sendiri


dan kepada istrinya meski ia sudah mempunyai keluarga baru kecuali kami memang


tak di harapkan dan di rindukan kehadirannya termasuk kehadiran Syakira sebagai


anaknya." ujar Syakira yang segera berlalu pergi setelahnya tanpa menunggu


jawaban dari Ferdi, karena ia tak ingin mendengar alasan yang akan Ferdi


ucapkan, begitupun Ana segera mengikuti langkah Syakira.


"Arrrrgh..." Sedangkan Ferdi


hanya bisa berteriak setelah Kepergian mereka dengan menjambak rambutnya yang


terasa pusing.


"Mas..." lirih Anabel


memanggil suaminya, Ferdi.


"Anabel?" Ferdi yang


terkejut dengan kehadiran Anabel dan Afnan di sebelahnya. tanpa Ferdi sadari


David juga mendengarnya di atas tangga sana.


"Kamu keterlaluan begitu


membelanya dan menyalahkan anak kita hanya untuknya agar tak pergi dan merasa


bersalah atau kamu juga tetap menyekolahkan dia di sekolah Afnan walau Afnan


gak Setuju?" kamu keterlaluan, aku kecewa padamu Mas.!!" tegas Anabel


yang kecewa pada Ferdi dan segera menuju mobilnya untuk mengantarkan Afnan


sekolah.


"David juga pergi kerja dulu ya.


.. David pamit, jujur David juga kecewa dengan Ayah dan gak nyangka ayah akan


mengatakan dan bersikap seperti itu hanya untuk membelanya." ujar David


yang tiba tiba dan segera berlalu menuju mobilnya untuk pergi bekerja.


Sedangkan Ferdi cukup terkejut dengan


kehadiran mereka tiba tiba yang mendengarkan pembicaraannya dengan Ana dan


Syakira.


"Arrrrgh...." teriak Ferdi


kembali dan menjambak rambutnya kembali karena ia terlalu pusing dengan semua


yang ada.


Ferdi pun segera ke kamarnya untuk


menyisir rambutnya, mempersiapkan dokumen kerja dan segera berlalu menuju


mobilnya juga untuk bekerja

__ADS_1


__ADS_2