Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Masak Bareng


__ADS_3

"Bundaaaa, hari ini bunda akan ke panti asuhan lagi bersama kak David ya?" tanya Bulan dengan memayunkan bibirnya dan memelas.


"Iya Sayang, Bunda hari ini akan ke panti asuhan bersama kak David" ucap Anabel dengan tersenyum


"kok Bulan sedih gitu? ngambek ke bunda? kan kamu harus sekolah sayang,maka nya bunda gak bisa ajak kamu sayang" ucap Anabel lagi mencoba menjelaskan kepada Bulan.


"gak papa , nanti kalau hari libur kita bisa ke panti asuhan juga kan?" ucap Bintang coba menengahi.


"iya sayang, bisa dong tentunya" ucap Anabel dengan tersenyum.


"Yaudah gih cepat berangkat, Uda telat.. hati hati" ucap Anabel lagi kepada Bulan dan Bintang


"Yaudah Bun, kami berangkat dulu ya, assalamualaikum" ucap Bintang mewakili, sedangkan Bulan masih asyik ngambek.


Setelah itu Bulan dan Bintang Salim dan mencium pipi Anabel. Setelah semuanya berangkat, Anabel bersiap siap untuk berangkat ke panti asuhan.


"David..." panggil Anabel


"Iya Bun" jawab David


"Tolong jagain dedeknya ya, Bunda mau sia siap dulu" ucap Anabel.


"Baik Bun" jawab David.


David pun segera menghampiri Afnan dan mengajaknya untuk berbicara walau Afnan sendiri belum memahaminya.


10 menit kemudian, Anabel telah selesai bersiap siap dan akan segera berangkat. Namun saat Anabel akan membuka pintu , Amel sahabatnya datang ke rumahnya.


"Loh Mel, kok ke sini gak bilang bilang?" .tanya Anabel


"Ia Bel, aku sengaja ingin memberikan mu kejutan, tapi sepertinya kamu mau pergi ya? kemana?" tanya Amel, sahabat Anabel.


"Ia aku mau pergi nih ke panti asuhan sama David" jawab Anabel


"Kamu mau ikut?" tanya Anabel kepada Amel


"ooh panti asuhan, mau ngapain Bel?" tanya Amel


"hehe, gak papa..ingin aja bermain ke sana dan mungkin dengan ke tempat itu kita bisa selalu menjadi orang yang bersyukur terlebih dengan kondisi David seperti ini, jujur saja aku ingin mengajarkan nya tak patah semangat dan selalu bersyukur . Alhamdulillah di tempat ini David juga punya banyak kawan gak merasa sendiri" ucap Anabel menjelaskan kepada Amel.


"Hemmmmm bener juga kamu Bel, Loh David kenapa? yaa Tuhan aku baru sadar David duduk di kursi roda? kenapa? " tanya Amel begitu syok saat mengetahui kondisi David.


"David saat itu .. ketika ia bermain dengan teman temannya , terjatuh dari tangga hingga kakinya kini untuk kembali berjalan sulit dan cukup beresiko" jelas Anabel menjelaskan Amel."


"Astaaagaa, Ya Tuhan.. semoga lekas pulih ya" lirih Amel kepada Anabel.


"Iya Mel, terimakasih ya doanya" ucap Anabel.


"Aku ikut dong Bel ke panti Asuhan, bosen nih di rumah aja." ucap Amel.


"Boleh Ayuk, Eh tapi kemana anakmu Mel? kamu gak ajak dia lagi ke sini? ucap Anabel.


"Iya, aku sedang titipkan ia ke nenek kakeknya." jawab Amel


"Yaudah yuk Mel, berangkat" ajak Anabel.


Mereka pun berangkat....

__ADS_1


Perjalanan di tempuh hampir 2 jam untuk sampai ke panti asuhan . Setelah tiba di sana, mereka pun di sambut hangat oleh ibu panti dan di persilahkan masuk.begitupun dengan anak panti segera berhambur ke arah Anabel dan David untuk memeluknya. Ibu panti pun menyuruh Anabel dan David segera masuk, mereka pun segera masuk dan mengobrol bersama.


Anabel mengajak Amel untuk duduk bersama ibu panti dan mendengarkan cerita yang di sampaikan ibu panti, sedangkan David bermain bersama teman temannya di panti.


*********


"Bu maaf, kalau boleh Anabel tau apa ya alasan Ibu untuk membangun panti ini awal mulanya?" tanya Anabel ke ibu panti


"Alasan ibu awal mula membangun panti ini karena ibu pernah di posisi sebagai anak yang terlantar dari orang tuanya, dan ibu ingin membangunkan mereka tempat ini supaya mereka merasa gak sendiri. Punya keluarga, punya Ibu, kakak, Adek, teman, sahabat, saudara dan punya rumah.Mereka juga bisa sekolah sehingga mereka suatu saat bisa menjadi orang sukses.


Ibu juga gak mungkin tega membiarkan mereka terlantar sementara ibu bisa membantu mereka terlebih ibu pernah di posisi mereka mbak." ucap ibu panti itu kepada Anabel.


Bukankah Rasulullah juga pernah menyuruh kita menolong sesama mbak? ucap ibu panti itu lagi


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.”


"Dan bukankah Rasulullah juga pernah bersabda mbak tentang " Sesungguhnya Allah menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang. Bukankah begitu mbak Anabel?


"Iya Bu benar, terimakasih Bu sudah mengingatkan kami tentang hadist tersebut." ucap Anabel.


"Ohya mbak Anabel , David kemana kok gak terlihat?"


"Iya bu, tadi David bermain sama anak panti lainnya" ucap Anabel.


"Ooh..Yaudah nanti kita panggil mereka ya nak, karena ibu ada rencana untuk kita masak bersama ." ucap ibu panti tersebut.


"Wah seruuu dong bu masak bersama, rencana mau masak apa bu? tanya Anabel


"Rencana Ibu mau buat...Nanti lihat saja biar kejutan, hehehe" jawab bu panti


"dia namanya Amel bu, sahabat saya" ujar Anabel


"Ooh masya Allah semoga till Jannah ya persahabatan kalian" ucap bu panti


"Aamiin yaa Rabbal Alamiin bu." ucap Anabel


"Tak terasa mbak sudah hampir 1 jam kita bercerita cerita ini, hehehe. Ibu mau panggil anak anak dulu ya buat masak bersama buat makan siang." ujar ibu panti.


"iya bu, David boleh ikut kan bu? saya juga pengen ikut hehe, seruu pasti masak bersama buat makan bersama." ucap Anabel.


"Iya nak, jadi kebiasaan di sini sebelum makan, akan masak bersama dulu." ucap ibu panti.


"Tentu boleh banget Nak David, Mbak Anabel atau Mbak Amel boleh ikut." ujar ibu panti lagi.


"Anak anak ayoook waktunya masak bersama" ucap bu panti agak keras supaya suaranya terdengar.


David, Anabel dan Amel pun ikut ke belakang untuk memasak bareng mereka.


****


"Hari ini kita akan memasak apa? kalian ingin menu apa hari ini? Tapi bahan dasarnya telur ya hehe krena Ibu adanya telur aja ini ." ucap bu panti.


"Iyaaa bu, gak papa.." ucap anak anak panti serempak.


"Aku mau telur dadar gulung." ucap salah satu anak panti.


"Aku mau telur dadar kornet." ucap salah satu lainnya.

__ADS_1


"Aku mau telur dadar crispy." ucap yang lainnya lagi


"Aku mau telur dadar bayam." ucap salah seorang dari mereka lagi .


"Okeeee stopppp sudah selesai ya, karena ibu juga gak mau kita buat banyak banyak ntar mubazir." ucap bu panti.


"Baik buuuuu setujuuuuu." ucap anak panti serempak.


"Yaudah Ayoook kita mulai memasak bareng ya, ayok ayook bantu ibu ambilkan telur di kulkas, dan beberapa alat untuk memasak bareng ini." ucap Ibu panti .


"Siapppppp buuuu" ucap anak anak serempak.


Sedangkan David, Anabel dan Amel melihat kegiatan mereka memasak.


"Ayoook Mbak Amel, Mbak Anabel dan Nak David siniii masak bareng kita." ucap Bu panti mengajaknya.


"hehe iyaaa bu." ucap Anabel akhirnya dan mengajak Amel juga David maju ke depan juga untuk memasak bareng bersama anak panti dan ibu panti.


"Wulaaaan.. Tolong ambilkan resep buku masakan ya." ucap bu panti kepada salah satu anak di sana.


Wulan pun segera kembali dan menyerahkan buku masak tersebut ke bu panti. Dan acara memasak bersama pun di mulai...


Setelah semuanya selesai, mereka pun saling membantu untuk membereskan nya dan yang menyajikan makanan tersebut ke meja. 10 menit kemudian telah selesai semua dan bu panti pun memanggil semuanya untuk makan bersama.


"Ayoook anak anak semua makan, ayok nak David, mbak Amel dan mbak Anabel" ucap bu panti.


"Iyaaaaa buuuuu" serempak mereka. anak anak panti pun segera berkumpul dan bersiap untuk makan.


Telur dadar gulung, telur dadar gurih Krispy, telur dadar bayam, dan telur dadar kornet tertata rapi membuat siapapun selera untuk makan.


"Bu,ini masakan enak bangeeeet" ucap Anabel kepada bu panti.


"iya nak, Alhamdulillah ayok di makan, mau nambah juga gak papa kalau enak." ucap bu panti.


"iyaaaa bu, terimakasih hehe." ucap Anabel.


"David tambah boleh? ini benar benar enak banget." ucap David.


"boleh banget donggg" ucap bu panti.


"Seruuuu juga ya bu mau makan bersama, masaknya pun bersama sama, hehe." ucap Amel.


"iya mbak Amel seru kan, itulah yang ibu ajarkan ke anak anak panti, agar mereka terbiasa dengan kesederhanaan dan kebersamaan. Agar mereka juga paham tidak semua hal tersedia begitu saja, butuh usaha untuk mewujudkan ny.Termsuk kalau mereka lapar, ya harus masak dulu agar ada yg di makan nantinya." ujar bu panti menjelaskan.


Tak terasa anak anak pun selesai makan, dan mereka pun segera membereskan nya.


"Ohya gimana enak kan? gimana nanti sore kita bikin es dan cilok, mauuu?" ucap bu panti kepada anak anak.


"Mauuuu buuuu." ucap mereka serempak.


"Okeeee." ujar bu panti lagi.


"Bu David ntar sore boleh bikin juga?" tanya David


"boleh donggg" jawab bu panti dengan tersenyum


anak anak pun segera membereskan sisa makanan dan segera beristirahat untuk persiapan nanti sore memasak cilok dan es.

__ADS_1


__ADS_2