Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Sudah dibodohi


__ADS_3

Pagi itu, Viona yang ingin membeli beberapa perlengkapan miliknya pada akhirnya mau tidak mau lantas harus pergi ke supermarket terdekat.


"Harusnya tadi aku menyuruh kepala maid saja untuk pergi, mengapa malah aku yang pergi sendiri?" gerutu Viona dengan kesal. Padahal jelas jelas kepergiannya adalah atas dasar kemauannya sendiri, mengapa malah menyalahkan orang lain?


Viona mengambil satu persatu perlengkapan yang ia butuhkan, hingga tidak beberapa lama Viona lantas langsung menghentikan gerakannya ketika manik mata miliknya menangkap bayangan seseorang yang ia rindukan selama ini.


"Elbara" ucap Viona dengan nada yang lirih sambil terus mengedipkan matanya, seakan memastikan apakah yang ada di depannya benar benar Elbara.


"Tadinya aku bahagia karena bertemu dengan Elbara namun ketika melihat wajahnya aku menjadi muak dan malas." ucap Viona dengan nada yang kesal.


Viona yang melihat Elbara melipir untuk mengangkat telponnya, lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Akila berada.


**


"Apa menyenangkan bermain rumah rumahan dengan suami orang nyonya Delvano Sebastian?" ucap sebuah suara yang langsung membuat mimik wajah Akila berubah seketika di saat mendengar ucapan tersebut.


"Kamu..." ucap Akila yang terkejut karena kehadiran Viona yang tiba tiba di sana.


"Surprise... apa kamu merasa tengah di pergoki oleh istri sah sekarang? wah wah wah dasar pelakor!" hardik Viona dengan nada yang penuh penekanan.


"Jaga cara bicaramu ya.. kamu dan Elbara sudah resmi bercerai begitu pula dengan ku. Jadi jaga ucapan mu itu!" ucap Akila yang tidak terima akan tuduhan dari Viona walau kenyataannya Akila memang merasakan apa yang di tuduhkan oleh Viona barusan.


"Kalau begitu aku ucapkan selamat atas perceraian mu, jadi sekarang apa kau akan resmi mengejar mantan suami ku?" ucap Viona sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Akila.


"Seorang pelakor yang tidak tahu diri seperti mu itu tidaklah pantas bersaing dengan orang seperti ku!" ucap Viona sambil mendorong bahu Akila berulang kali, hingga membuat Akila langsung mundur dengan spontan karena dorongan Viona barusan.

__ADS_1


"Apa apaan sih kamu?" ucap Akila yang tidak terima dengan perlakuan Viona padanya dan langsung mendorong tubuh Viona hingga membentur ke rak susu yang ada di belakang Viona.


Viona yang hampir jatuh lantas langsung bangkit dari posisinya. Ditatapnya area sekeliling di mana dirinya dan juga Akila kini tengah menjadi pusat perhatian di supermarket tersebut. Hingga kemudian sebuah ide cemerlang mendadak terlintas di benaknya, membuat seulas senyum terlihat terbit di wajahnya.


"Kau pelakor sialan! kalian semua lihatlah si pelakor ini... bukankah dia sungguh tidak tahu diri? aku adalah istri sahnya tapi ia malah menindas ku, bukankah wanita seperti dia harus di musnahkan?" pekik Viona yang lantas semakin membuat beberapa orang yang tengah berbelanja di sana langsung berkumpul dan mengerubungi mereka berdua.


Suara bisik bisik pedas mulai terdengar dan keluar dari mulut beberapa orang yang tengah berbelanja di sana, tatapan semua orang begitu menghunus tajam menatap ke arah Akila, membuat Akila langsung menelan salivanya dengan kasar ketika melihat tatapan dari orang orang tersebut.


"Ini semua salah paham... saya bukan seorang pelakor... biar saja jelaskan..." ucap Akila berusaha menjelaskan duduk perkara dari masalah ini.


"Halah pelakor mana ada yang ngaku! sok sokan jadi korban padahal kau adalah pelaku dari masalah ini!" teriak salah seorang pengunjung supermarket tersebut.


"Betul itu betul...." teriak yang lainnya, membuat Viona yang mendengar ucapan ibu ibu tersebut, lantas tersenyum dengan bahagia karena berhasil memprovokasi orang orang.


Seseorang yang membeli beberapa sayur dan telur lantas langsung melempari tubuh Akila dengan telur dan juga sayur mayur yang ada di keranjang mereka.


Viona yang melihat pemandangan di depannya, lantas langsung melipir dan melarikan diri dari sana. Viona benar benar merasa puas akan keberhasilannya yang memprovokasi ibu ibu tersebut.


Sementara itu beberapa satpam supermarket terlihat berlarian ketika melihat ada keributan yang terjadi di tengah tengah supermarket.


Lantai supermarket bahkan kini sudah di penuhi dengan telur dan juga sayuran yang sudah berserakan dan mengenai tubuh Akila.


"Berhenti berhenti... apa yang sedang kalian lakukan?" ucap satpam tersebut mencoba membuyarkan kerumunan ibu ibu di sana.


Elbara yang baru saja menyelesaikan panggilan telponnya, lantas di buat terkejut ketika melihat keadaan di dalam supermarket yang kacau balau apalagi ketika ia melihat Akila dan penampilannya yang kini sudah tidak lagi berbentuk.

__ADS_1


"Ada apa ini?" tanya Elbara sambil mendekat ke arah Akila dan langsung mengusap wajah Akila yang penuh dengan putih telur.


"Oh jadi dia laki lakinya, dasar laki laki hidung belang!" pekik seorang ibu ibu ketika melihat kedatangan Elbara barusan.


Beberapa ibu ibu yang tadinya sudah hampir bubar, lantas kembali ke posisinya ketika mendengar salah satu teriakan ibu ibu di sana.


"Dasar laki laki jelalatan!" teriak yang lainnya membuat Elbara langsung menghentikan gerakannya dan menatap tajam ke arah ibu ibu tersebut.


"Kalian tahu apa ha? kalian itu tidak tahu apa apa, aku sungguh kasihan karena kalian diperdaya oleh mantan istri ku dan menghardik orang yang salah." teriak Elbara dengan nada yang kesal karena mereka hanya menyudutkan Akila saja.


"Maling mana ada yang ngaku, iya gak?" ucap yang lainnya.


"Kalian itu bodoh atau apa? sekarang aku tanya di mana orang yang memprovokasi kalian? cari dia... apakah dia masih ada di sini? tidak ada bukan?" teriak Elbara lagi.


Beberapa orang yang mendengar teriakan Elbara barusan, lantas langsung menatap ke arah sekeliling mencoba mencari keberadaan Viona tapi tidak ada seorang pun dari mereka yang menemukan Viona.


Hingga kemudian beberapa orang orang yang terlanjur malu dan takut di pidanakan, lantas langsung terlihat melipir dan melarikan diri dari sana.


"Mau kemana kalian semua... tanggung jawab gak!" pekik Elbara namun langsung di tahan oleh Akila.


"Tidak perlu di kejar Al, aku tidak papa... sungguh..." ucap Akila sambil membersihkan wajahnya dari banyaknya telur yang menempel di tubuhnya.


"Tapi Ki..." ucap Elbara hendak menolak namun lagi lagi Akila menggeleng dengan cepat, seakan mengatakan kepada Elbara agar tidak mengejar mereka.


Elbara yang melihat larangan Akila pada akhirnya hanya bisa menghela nafasnya panjang dan mencoba untuk menahan kemarahannya ketika melihat Akila yang lebih mirip dengan adonan kue saat ini.

__ADS_1


"Permisi, maaf mengganggu waktunya... atas kerusakan yang terjadi di sini saya meminta anda berdua untuk ikut ke kantor dan menjelaskan segalanya di sana." ucap sebuah suara yang mengejutkan keduanya.


Bersambung


__ADS_2