
Kabar mengejutkan datang dari pebisnis ternama di ibu kota, beberapa waktu lalu Elbara terciduk tengah bermesraan dengan seorang wanita yang tidak di ketahui identitasnya itu. Melalui sebuah foto yang beredar hubungan keduanya nampak terlihat intim, walau identitas si wanita tidak di ketahui namun warga net berbondong bondong menebak siapa wanita selingkuhan Elbara.
"Bagaimana pak, apa anda menyukainya?" tanya Reno sambil menatap ke arah Valdi dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Suara tepukan tangan terdengar dengan jelas menggema di ruangan kerja Valdi, tepat setelah Valdi mendengar berita baik pagi ini.
"Wah wah wah... kau benar benar sesuatu ya Ren, tidak sia sia aku menggaji mu dengan mahal... hahahaha" ucap Valdi dengan tawa yang puas akan kinerja dari Reno.
Reno yang mendapat pujian tentu saja merasa senang dan bangga akan kinerjanya sendiri, setidaknya selama beberapa tahun mengikuti Valdi baru kali ini Valdi benar benar mengapresiasi pekerjaannya hingga seperti ini.
"Terima kasih banyak pak." ucap Reno sambil sedikit menunduk.
*****
Kembali kepada Elbara yang masih terkejut akan kemunculan dirinya pada media infotainment pagi ini.
"Apa apaan ini?" ucap Elbara tidak bisa berkata kata lagi setelah melihat berita tersebut.
Setelah melihat berita tersebut, Elbara yang tadinya menjeda panggilan telpon dari Arga, lantas langsung mendekatkan kembali ponsel miliknya tepat ke telinganya.
"Redam berita ini Ar, aku tidak mau tahu bagaimanapun caramu melakukan hal itu!" ucap Elbara memberikan perintah kepada Arga.
"Baik tuan" ucap Arga yang mengerti akan perintah dari Elbara barusan.
Setelah memberikan perintah kepada Arga, Elbara lantas langsung mematikan sambungan telponnya begitu saja.
Elbara terdiam sejenak sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Elbara benar benar khawatir identitas Akila akan terungkap ke permukaan dan di ketahui oleh Delvano.
Bukan karena Elbara takut akan Delvano, hanya saja Elbara khawatir Akila akan kembali menjadi pelampiasan kemarahan Delvano jika sampai identitas Akila terungkap ke permukaan.
Elbara yang terus kepikiran akan Akila, lantas langsung bangkit hendak mandi kemudian mencari tahu apakah sesuatu terjadi pada Akila atau tidak.
__ADS_1
Bruk...
Suara pintu terbuka dengan lebarnya lantas terdengar menggema di ruang kerja Elbara, membuat Elbara menghentikan langkah kakinya secara mendadak.
"Sekarang kau tidak bisa berkelit lagi El, katakan yang sebenarnya tentang siapa wanita ini?" ucap Viona kemudian tepat setelah suara pintu yang membentur tembok ruangannya baru saja.
"Tolong jangan membuat pertengkaran pagi ini, ada sesuatu yang harus ku urus dan itu penting. Jadi aku mohon untuk kali ini berpura puralah untuk tidak mendengarnya." ucap Elbara sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya melewati Viona begitu saja yang tengah berdiri di ambang pintu.
"Kamu tidak bisa seperti itu dong El, aku ini istrimu harusnya kamu lebih menghargai ku dong? bukan seperti ini." ucap Viona dengan nada suara yang meninggi sambil menyusul langkah kaki Elbara.
Elbara yang mendengar ucapan itu, sama sekali tidak memperdulikan ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut Viona. Sedangkan Viona yang merasa tidak di hiraukan terus saja mengikuti langkah kaki Elbara hingga berada tak jauh dari kamar keduanya.
"El kau mendengar ku tidak sih?" teriak Viona sambil menarik pundak Elbara karena kesal Elbara sama sekali tidak menghiraukannya.
Elbara yang sedari awal memang sudah tertekan, melihat tingkah istrinya tersebut membuat Elbara semakin naik darah.
Elbara yang kesal terus terusan di buntuti oleh Viona lantas langsung menariknya dan menyudutkannya ke tembok, membuat Viona lantas terkejut dengan gerakan tiba tiba dari Elbara barusan.
"Bisakah kau untuk diam, aku sedang berusaha mengurusnya agar tidak melebar. Apakah kau sudah tidak sabar bercerai dengan ku? jika kau sudah tidak tahan aku akan segera mempercepat prosesnya hingga kau tidak terus terusan menggangguku lagi!" ucap Elbara dengan nafas yang berat tepat di depan wajah Viona, membuat Viona lantas tertegun ketika mendengarnya.
Setelah mengatakan hal tersebut, Elbara kemudian lantas melepaskan cengkraman tangannya dan berlalu pergi.
"Aku tidak ingin bercerai dari mu El!" teriak Viona kemudian yang lantas menghentikan langkah kaki Elbara.
"Apa yang sudah di katakan tidak akan bisa kembali di tarik walau kau mengiba sekalipun!" ucap Elbara dengan nada yang sinis kemudian berlalu pergi dari sana meninggalkan Viona dan masuk ke dalam kamar.
"Arg El... harus bagaimana lagi agar aku bisa membuat mu jatuh cinta padaku? ah... benar benar mengesalkan." ucap Viona dengan kesal setelah mendengar Elbara yang terus mengatakan kata kata perceraian.
***
Kediaman Delvano
__ADS_1
Dari arah dapur terlihat Akila yang tengah membawa nampan berisi kopi dan beberapa cemilan untuk Delvano menuju ke ruang keluarga.
"Ah benar benar menggelikan ketika mendengar berita tentang pebisnis kondang Elbara yang ternyata berselingkuh dengan wanita lain." ucap Delvano setelah menonton infotainment tentang Elbara.
Akila yang mendengar ucapan Delvano barusan tentu saja langsung terkejut bukan main, jika Elbara terciduk selingkuh dan masuk pemberitaan, itu artinya dia juga akan terlibat bukan?
Cetar....
Suara nampan yang tiba tiba terjatuh membuat Akila dan juga Delvano ikut terkejut akan apa yang baru saja terjadi.
Akila yang terkena tumpahan kopi lantas sedikit mundur ke belakang sambil berjongkok karena merasakan panas akibat kopi panas yang mengenai kakinya.
"Ah...aw..." rintih Akila dengan pelan membuat Delvano lantas langsung bangkit dan mendekat ke arah Akila.
"Apa yang terjadi?" tanya Delvano sambil menarik tangan Akila agar sedikit menjauh dari sana.
"Apa kau itu bodoh?" teriak Delvano lagi ketika ia hanya melihat Akila diam termenung.
"Ha..." ucap Akila lirih dengan tatapan yang bingung membuat Delvano lantas menghela nafasnya dengan kasar.
"Ada apa sebenarnya dengan mu? bukannya harusnya kau fokus?" ucap Delvano sambil menampar pipi Akila pelan berusaha untuk menyadarkannya setidaknya itu bagi Delvano, jika untuk Akila tentu saja rasanya berbeda.
"Bukan begitu mas... maaf tadi aku sedikit kepleset mangkanya tak sengaja menjatuhkan nampannya, biarkan aku membuatkan yang baru untuk mu mas." ucap Akila sambil sedikit menunduk hendak membereskan pecahan gelas itu. Hingga kemudian sebuah panggilan telpon lantas menghentikan gerakannya.
Kring.... kring...
"Sudah biarkan saja ini, kau angkatlah telpon itu terlebih dahulu." ucap Delvano kemudian ketika mendengar telpon rumah berbunyi.
"Baiklah aku akan mengangkatnya sebentar." ucap Akila kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah telpon rumah yang terletak di ruang tamu.
"Siapa yang sering telpon ke rumah belakangan ini? bukankah itu terasa sangat mencurigakan?" ucap Delvano kemudian sambil menatap kepergian Akila hingga menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
Bersambung