
"Bunda aku sudah ya makannya, karena hari ini aku harus berangkat pagi banget." Bulan meletakkan
potongan rotinya yang tak ia habiskan.
"Loh kok gak gak di habiskan sayang? katanya tadi gak mau di buatkan nasi goreng karena bosan, lah sekarang makan roti kok juga gak di habiskan?" tanya Anabel.
"Bukan bunda, bukan karena Bulan tak suka, tapi karena pagi ini Bulan harus berangkat pagi banget..." jawab Bulan.
"Bintang juga kan? Bintang kan juga satu sekolah dan satu kelas denganmu?" tanya Anabel.
"Iya Bunda, masih..." Bulan yang bingung dengan pertanyaan Anabel padanya.
"Humm, masih kan?..... tapi Bintang makannya tenang, kamu terburu buru gitu?" ucap April.
"Iya Bunda, Bintang hanya tidak ingin membuang buang makanan. Bintang hanya ingin menyelesaikan makanan Bintang .Setelah selesai makan, Bintang juga akan berangkat sekolah kok." ucap Bintang dengan tersenyum.
"Iya ya deh, Bulan selesaikan juga makan Bulan, setelah itu Bulan berangkat sekolah." ucap Bulan kesal karena di banding bandingkan dan ia pun melanjutkan makannya dengan cepat.
"Makannya jangan cepat cepat gitu juga ya, nanti perut Bulan gak enak rasanya. Bunda bukan banding bandingkan, bunda hanya tidak ingin Bulan menyia nyiakan makanan."
"Iya Bunda..." jawab Bulan dan melanjutkan makannya dengan tenang hingga selesai.
"Alhamdulillah sudah selesai." ucap Bulan lega.
"Alhamdulillah" ucap Anabel.
"Bun, kami berangkat dulu ya." pamit Bulan.
"Iya, hati hati ya.." ucap Anabel.
Bulan dan Bintang pun segera berangkat sekolah.
***********
"Ayo, Bintang kita harus segera ke kelas, hari ini pelajaran pak Samsul. Meski terlihat ramah, tapi kalau kasih hukuman gak segan segan beliau." ucap Bulan pada Bintang.
"Iya ya , ini juga lagi jalan tapi gak bisa cepat cepatlah Bulan." Bintang pun mengomel.
"Iya ya deh, terserah kamu aja, aku cuman ingetin aja.." Bulan pun kesal.
Beberapa menit kemudian mereka pun
telah sampai di kelas...
"Alhamdulillah untung pak Samsul belum datang. Ayuk masuk..." Bulan pun jalan terlebih dahulu.
"Iya, syukur Alhamdulillah gak jadi dapat hukuman." ucap Bintang yang lega.
__ADS_1
"Hemmmm." deheman pak Samsul membuat semua para murid menoleh termasuk Bulan dan Bintang.
"Hemm, kalian hampir saja telat ya .. Sebenarnya sudah telat hanya saja kalian beda 1 menit saja masuk kelasnya daripada saya. Baik sekarang saya maafkan, tapi jika lain kali telat, kalian tidak boleh ikut mata pelajaran bapak lagi, tapi harus menunggu di luar kelas, paham kan? karena itu skuensinya bila kalian telat di mata pelajaran saya." ujar Pak Samsul kepada Bulan, Bintang juga semua muridnya.
"Yasudah ayo pelajaran di mulai ya, karena saya mengajar dua pelajaran, jadi kita buka buku matematika dulu ya, setelah itu bahasa Inggris, oke... sekarang buka buku masing masing ya."
perintah pak Samsul kepada murid muridnya.
"Baik, Pak..." jawab semua murid yang segera membuka bukunya masing masing dan pelajaran pun di mulai.
Hampir 2 jam pelajaran matematika dan bahasa Inggris pun selesai.
_Teeeeet_
"Alhamdulillah, pelajaran sudah selesai. sekarang waktunya jam istirahat ya.. yang mau istirahat silahkan, yang mau shalat dulu juga silahkan. Yasudah saya permisi ya.." ucap Samsul yang
segera pergi dari kelas yang ia ajarkan.
"Yuk istirahat ke kantin Bintang, aku laper nih." ajak Bulan.
"Maaf Bulan, aku mau shalat dulu terus ke perpus." ucap Bintang.
"Yasudah aku pamit duluan ya." Bulan pun segera pergi dari kelasnya dan ke kantin.
"Iya...." jawab Bintang, yang kemudian berlalu ke musholla.
***********
"Iya gak papa.. " ucap lelaki itu dengan tersenyum, untuk sesaat membuat Bulan terpanah.
"Tunggu, ini uang kamu kan? jatuh nih.." ucap lelaki itu dengan memberikan uang tersebut.
"Ah, iyaaa.. terimakasih." ujar Bulan dengan tersenyum.
"Iya sama sama, saya duluan ya, mau ke musholla." ujar lelaki itu segera pergi.
"Eh tunggu, nama kamu siapa? humm sayang tadi lupa nanya namanya. Humm musholla ya, dia bilang...?" ujar Bulan pada dirinya sendiri, karena lelaki itu sudah tak mendengarnya lagi.
"Apa aku ke musholla juga ya supaya ketemu lelaki itu? humm tapi aku laper, yasudahlah aku ke kantin aja dulu. Ntar kan bisa tanya Bintang dia siapa..., barangkali Bintang ketemu dengannya kan Bintang di musholla juga." Bulan pun segera berlalu ke kantin.
***********
Sesampainya di kantin, Bulan memesan bakso kembali.
"Bakso satu dan es teh ya Bu." teriak Bulan pada penjual bakso tersebut, karena suasana kantin hari
ini sangat ramai.
__ADS_1
"Gue juga ya Bu.." Cleo yang tiba tiba datang dan duduk.
"Eh, lo di sini? mana saudara kembar lo? kok kagak ikut?" tanya Cleo saat melihat Bulan sendirian.
"Iya, dia lagi ke mushalla,shalat, sama ke perpus. Cieeee napa nih kok nanya dia?" tanya Bulan.
"Gak usah rese' deh lo. Gue cuman nanya aja kali. Soalnya kan lo biasanya gak sendirian..." jawab Cleo.
"Ooooh nanya aja... jadi ini kamu ceritanya peduli sama aku atau peduli dan kecariaan Bintang sih?" goda Bulan pada Cleo.
"Ah uda deh, tu baksonya datang..mending makan bakso deh daripada nanggepin ucapan lo yang
unfaedah...." Cleo langsung memakan baksonya yang baru di antar.
"Panas...panas.." Cleo pun meletakkan baksonya dan segera mencari es teh manis untuk ia minum.
"Hahahaha..." tawa Bulan pecah.
"Hahaha, maaf ... Mas baksonya masih panas, coba dinginkan sebentar, jangan langsung di makan ntar mas nya ke panasan. " ibu kantin mencoba mengingatkan Cleo.
"Yasudah saya permisi dulu ya, masih banyak yang ngantri pesen soalnya. Permisi ya.." ibu kantin pun
segera berlalu.
"Hahahaha, eh tunggu yang lo minum itu es teh gue...ihh, kenapa lo gak pesan minum sendiri? malah minum punya gue... yaudah lah aku pesan lagi ...." ucap Bulan dengan nada kesal.
"Bu, saya pesan es teh 1 lagi ya, yang tadi punya saya di minum Cleo , karena dia belum pesan minuman tadi." Bulan pun memesan es teh kembali.
"Iya..." teriak ibu kantin, agar Bulan mendengar suaranya di kantin yang tengah ramai ini.
***********
"Masya Allah sepertinya ramai juga ya yang mau ke arah musholla." lirih Bintang dengan tersenyum dan
melanjutkan berjalan kembali ke arah musholla.
"Au...." ringis Bintang, saat hampir saja tubuhnya terhuyung karena seseorang menabraknya cukup keras, dengan tidak sengaja.
"Yaa Allah, maaf...aku tidak sengaja. Kamu gak papa kan?" tanya lelaki itu.
"Iya gak papa, au... cuman sedikit sakit, lain kali kalau jalan hati hati ya." setelah mengucapkan
itu Bintang pun segera berlalu ke musholla.
"Siapa perempuan itu ya? cantik, kalem terlebih saat jam istirahat dia ke musholla, jarang sekali perempuan seperti itu." lelaki itu tersenyum sendiri ketika mengingatnya.
"Semoga nanti aku bertemu dengannya lagi... Yasudah aku juga harus segera shalat sebelum waktu istirahat habis." lelaki itu pun segera berlalu ke musholla.
__ADS_1