
Sebelum mengangkat panggilannya Akila menyempatkan untuk menengok ke arah belakang untuk mengecek kondisi ibunya, setelah di rasa aman barulah Akila menggeser ikon berwarna hijau pada layar ponsel miliknya.
"Halo" jawab Akila setelah panggilan telpon tersebut terhubung.
Hening sesaat tidak ada jawaban apapun dari seberang sana membuat Akila lantas mengerutkan keningnya dengan bingung.
"Apa jangan jangan ini hanya telpon iseng ya?" ucap Akila dalam hati.
"Halo... halo... haloooo..." ucap Akila lagi berulang kali namun tetap saja ia tidak mendengar jawaban apapun dari seberang sana, benar benar seperti telpon iseng yang menyebalkan.
Akila yang tidak mendengar suara apapun lantas langsung hendak mengakhiri panggilan telponnya, namun ketika ia hendak mengakhir panggilan teleponnya, sebuah suara tawa yang tidak asing mulai terdengar di pendengarannya, membuat Akila langsung dengan spontan memutar bola matanya dengan jengah ketika ia tahu betul suara siapa di seberang sana.
"Elbaraaaa...." panggil Akila sengaja dengan nada yang memanjang, membuat tawa Elbara semakin terdengar dengan keras di seberang sana.
"Maaf maaf... aku hanya ingin mengetes saja ternyata ini sangat mengasikkan..." ucap Elbara masih dengan tawa kecil, membuat Akila langsung mencebikkan mulutnya yang tentu saja tidak akan bisa di lihat oleh Elbara saat ini.
"Kamu benar benar menyebalkan! aku bahkan hampir memblok nomor ini jika sampai aku matikan masih tidak ada suara apapun." ucap Akila dengan nada yang ketus.
"Apa kamu marah?" tanya Elbara dengan nada yang menggoda.
"Sedikit, sudah jangan menggoda ku atau aku akan benar benar marah padamu!" ucap Akila lagi dengan nada yang kesal, membuat Elbara kembali tersenyum simpul ketika mendengarnya, yang tentu saja tidak akan bisa di lihat oleh Akila saat ini.
"Baiklah baiklah cepatlah kembali karena aku sangat merindukan mu..." ucap Elbara dengan nada yang berbisik membuat Akila lantas langsung bersemu seketika di saat mendengar kata kata manis yang keluar dari mulut Elbara.
"Jangan membual... lagi pula..." ucap Akila sambil berbalik badan hendak mengecek keadaan ibunya.
Akila yang semula tersenyum dengan wajah yang bersemu merah ketika mendengar ucapan Elbara, lantas di buat terkejut ketika Akila tidak lagi melihat ibunya di bangku taman tersebut.
__ADS_1
"Ma... mama di mana?" teriak Akila dengan spontan kemudian sambil menurunkan ponselnya dari telinganya.
Akila mengedarkan pandangannya ke sekeliling, mencoba mencari keberadaan ibunya tapi Akila sama sekali tidak melihatnya di manapun.
"Mama keluar yuk... jangan main petak umpet, Akila takut ma... mama..." teriak Akila sambil menatap ke arah sekeliling.
Dona yang sedari tadi membeli air mineral, mendengar teriakan Akila lantas langsung mempercepat langkah kakinya mendekat ke arah Akila, untuk bertanya apa yang sebenarnya telah terjadi.
"Kenapa bu?" tanya Dona sambil mengatur nafasnya karena habis lari barusan.
"Apa suster lihat mama? mama gak ada di manapun." ucap Akila dengan raut wajah yang khawatir, membuat Dona langsung ikut celingukan mencari keberadaan Lina di sekitaran taman Apartment tersebut.
"Sebaiknya kita berpencar saja bu, saya akan mencari bu Lina di sebelah sana." ucap Dona sambil menunjuk ke sisi kanan area Apartment.
Akila yang mendengar usulan dari Dona barusan, langsung mengangguk mengerti dan mengiyakan opsi dari Dona barusan.
Keduanya kemudian langsung berpencar dan membagi tugas, Akila akan menyisir area sebelah kiri sedangkan Dona area sebelah kanan.
Sementara itu Elbara yang mendengar suara ribut ribut serta berisik di seberang sana, lantas langsung berlarian keluar dari Apartment untuk mengecek apa yang telah terjadi pada Akila.
"Semoga semuanya baik baik saja..." ucap Elbara sambil mempercepat langkah kakinya turn ke bawah.
Ting
Suara dentingan pintu lift yang terbuka , membuat Elbara kembali berlari keluar dari lobi Apartment dan mencari keberadaan Akila.
"Ki..." panggil Elbara ketika melihat Akila sedang celingukan ke sana ke mari seperti sedang mencari sesuatu.
__ADS_1
Akila yang merasa namanya di panggil tentu saja langsung menoleh menatap ke arah sumber suara. Dari arah tidak jauh dari posisinya berada, Akila melihat Elbara tengah melangkahkan kakinya dengan bergegas mendekat ke arahnya.
"Apa yang sedang terjadi?" tanya Elbara dengan nada yang khawatir.
"Mama... mama gak ada El.. aku hanya mengangkat telpon sebentar itu pun dengan posisi yang tidak jauh dan berada tepat di belakangnya, namun ketika aku berbalik badan mama udah gak ada... aku.. aku... bagaimana kalau mama hilang? mama pasti tidak akan ingat jalan pulang." ucap Akila dengan raut wajah yang pucat sekaligus khawatir akan keadaan Lina.
"Tenanglah Ki... kita cari tante Lina sama sama... tapi kamu harus tenang terlebih dahulu. Jika kamu seperti ini maka kamu tidak akan bisa berpikir dengan jernih..." ucap Elbara berusaha untuk menenangkan Akila.
Akila yang mendengar ucapan Elbara barusan, lantas mulai perlahan lahan mengatur nafasnya agar tenang, apa yang di katakan oleh Elbara ada benarnya juga, jika ia sendiri saja tidak bisa tenang lalu bagaimana ia akan mencari keberadaan ibunya?
"Jika sudah lebih tenang kita cari ibumu secara perlahan, aku yakin tante Lina tidak akan jauh dari sini..." ucap Elbara lagi ketika melihat Akila sudah mulai stabil dalam hal pikirannya.
Akila mengangguk tanda setuju akan kata kata dari Elbara barusan, hingga kemudian setelah beberapa detik mencoba untuk menenangkan diri, Akila dan juga Elbara mulai melangkahkan kakinya mencari keberadaan Lina di sekitaran area Apartment itu.
Baik Elbara dan juga Akila terlihat mulai menelusuri jalan setapak juga beberapa area kolam renang dan beberapa tempat tempat terdekat dari area taman tersebut.
Setengah jam berkeliling keduanya tetap tidak menemukan keberadaan Lina di manapun, membuat Akila yang semula sudah tenang kini kembali merasa khawatir, bahkan air matanya sudah hampir menetes sedari tadi ketika ia sudah benar benar putus asa akan keberadaan ibunya saat ini.
Akila menggigit bibir bawahnya mencoba untuk menahan tangisnya agar tidak sampai keluar dan terdengar oleh Elbara di sebelahnya.
"Ma... mama di mana... maafin Akila ma karena Akila lalai dalam menjaga mama.. mama pulang ya... mah..." ucap Akila dalam hati terus terusan menyalahkan kelalaiannya tadi.
Pikiran Akila benar benar kalut, dalam pikirannya ia selalu saja menyalahkan kebodohannya yang malah asyik teleponan tanpa memprioritaskan ibunya terlebih dahulu.
Akila berkali kali mengusap rambutnya ke belakang sambil terus berpikir di mana ibunya saat ini. Hingga kemudian sebuah suara yang tidak asing terdengar di pendengaran Elbara dan juga Akila yang sedari tadi tengah mencari keberadaan Lina.
"Apa kalian sedang mencari ibu ini?" tanya sebuah suara yang langsung membuat Akila dan juga Elbara menoleh ke arah sumber suara.
__ADS_1
"Ba... bagaimana bisa mama ada bersama mu?" ucap Akila dengan tatapan yang bingung.
Bersambung