
Di dalam mobil yang di kendarai oleh Elbara
"Aku pulang ya, maaf tidak bisa menawarkan mu untuk mampir, kamu tentu tahu alasannya bukan?" ucap Akila sambil melepas sabuk pengamannya.
"Kamu masih bisa bercanda rupanya di saat saat seperti ini..." ucap Elbara dengan gemas sambil mengusap puncak kepala Akila secara perlahan.
"Jaga dirimu baik baik" ucap Akila sambil melangkahkan kakinya turun dari mobil Elbara.
"Tentu, mimpi yang indah..." ucap Elbara sebelum akhirnya melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Delvano.
Setelah memastikan mobil Elbara pergi dari kediamannya, Akila lantas mulai melangkahkan kakinya dan membuka pintu gerbang, kemudian masuk ke dalam dengan raut wajah yang sumringah.
Ini adalah pertama kalinya Akila merasa bahagia sepanjang pernikahannya bersama dengan Delvano, hingga ia menjadi lupa diri dan tanpa sengaja terus berjalan dalam jurang percabangan yang semakin melebar di hatinya tanpa ia sadari.
***
Sementara itu Elbara yang baru saja mengantar Akila kembali ke rumahnya, lantas tanpa sadar malah kembali ke mansion dan masuk dengan langkah yang ringan ke dalam, tanpa memikirkan terlebih dahulu penjelasan apa yang akan Elbara jelaskan kepada Viona.
"Apa wajah sesumringah itu setelah meninggalkan ku tanpa kabar selama dua harian ini El?" ucap sebuah suara di tengah ruangan mansion yang gelap gulita karena lampu yang telah di matikan.
Elbara yang mendengar suara tak asing itu, lantas langsung menghentikan langkah kakinya seketika.
Elbara benar benar lupa jika ia sudah perang dingin dengan Viona dan tidak pulang selama dua hari ini. Hanya karena bertemu dengan Akila dan menemaninya seharian ini, Elbara malah lupa diri dan dengan santainya pulang ke rumah tanpa merasa berdosa sama sekali.
"Kenapa aku bisa lupa sih?" ucap Elbara dalam hati sambil memejamkan matanya sebentar dan mencoba mencari alasan yang pas agar Viona percaya padanya.
Tak tak tak
Suara langkah kaki terdengar mulai mendekat di gelapnya ruangan tersebut, membuat Elbara mau tidak mau lantas berbalik dan menatap ke arah Viona.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan di tengah gelapnya ruangan ini? apa kau itu seorang vampir?" ucap Elbara dengan nada yang datar, membuat Viona lantas memutar bola matanya jengah ketika mendengar ucapan absurd yang keluar dari mulut Elbara barusan.
"Jangan coba coba mengalihkan pembicaraan El, aku paling tidak suka hal itu!" ucap Viona dengan nada yang kesal.
"Hentikan pertengkaran ini Vio, aku benar benar lelah..." ucap Elbara berusaha untuk tidak kembali terpancing akan Viona.
"Ada apa? kau bahkan pergi setelah aku cium, apa aku sudah tidak menggairahkan lagi untuk mu El ha?" ucap Viona dengan nada yang kesal. Viona benar benar tidak bisa lagi menahan emosinya yang sudah coba ia redam sejak 2 hari yang lalu.
"Jangan gila Vio, kamu itu istriku bukan wanita simpanan ku, bukankah kata kata mu itu sangat tidak pantas untuk di dengar." ucap Elbara yang tak suka akan perkataan Viona barusan.
Viona yang mendengar hal tersebut lantas langsung menyosor ke arah mulut Elbara secara brutal tanpa henti dan menyesapnya berulang kali.
Elbara yang terkejut akan serangan mendadak dari Viona, lantas langsung berusaha melepas tautan Viona namun selalu gagal karena Viona yang terlalu membabi buta, hingga ketika Viona mulai mengeksplor bagian mulut Elbara barulah Elbara bisa sedikit mendorong Viona agar bisa melepaskan tautannya.
Hanya saja dorongan yang di lakukan secara tiba tiba, membuat Viona tanpa sengaja menggigit bibir bagian Elbara dengan kuat hingga berdarah.
"Ah" pekik Elbara ketika merasakan rasa sakit di bibirnya akibat ulah Viona barusan.
"Apa kau itu gila?" teriak Elbara kemudian yang mulai merasa kesal akan tingkah laku Viona yang selalu saja seperti ini
"Oh kau marah? kau marah El? harusnya yang marah itu aku bukan malah kau!" teriak Viona tidak mau kalah dengan Elbara.
Pada akhirnya baik Elbara maupun Viona lantas langsung terlibat adu saling tatap di tengah kegelapan malam yang memenuhi ruangan di mansion milik Elbara itu.
"Jika kau terus terusan seperti ini... aku benar benar tidak sanggup untuk terus hidup bersama mu lagi." ucap Elbara kemudian yang langsung membuat Viona menatapnya dengan tatapan yang melotot.
"Oh.. kau ingin menceraikan ku El? kalau kau bisa coba saja!" ucap Viona tanpa berpikir terlebih dahulu dan mengucapkannya begitu saja, membuat Elbara lantas tersenyum dengan sinisnya menatap ke arah manik mata Viona di tengah gelapnya ruangan tersebut.
"Jangan pernah menyesal akan ucapan mu Vio..." ucap Elbara kemudian berlalu pergi meninggalkan Viona seorang diri di sana.
__ADS_1
"Kau tidak bisa melakukan ini padaku, jika kau akan menceraikan ku... lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu karena aku tidak akan pergi dengan tangan kosong El... camkan itu!" teriak Viona yang lantas menghentikan langkah kaki Elbara.
"Jika kau menginginkan harta gono gini, minta saja sesuka hatimu aku akan memberikan sesuai permintaan mu." ucap Elbara dengan tersenyum sinis kemudian kembali melanjutkan langkah kakinya kembali dan masuk ke dalam ruang kerjanya tanpa berniat pergi ke kamar.
"Arggggggggggg"
Teriak Viona dengan kesal, Viona tadi benar benar kelepasan hingga tanpa sadar malah memancing Elbara untuk benar benar menceraikannya.
Viona benar benar tidak bisa jika harus berpisah dari Elbara. Viona bahkan sudah melakukan segala cara untuk membuat Elbara agar tetap tinggal di sisinya, namun nyatanya ketika rasa frustasi datang menyerang di rinya, Viona malah terbawa emosi dan mengiyakan ucapan Elbara yang sama sekali tidak ingin Viona dengar.
***
Keesokan paginya
Suara deringan telpon duduk lantas terdengar menggema di ruang tengah, membuat Akila yang sedang sibuk berkutat di dapur lantas mulai beranjak dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah telpon duduk tersebut.
"Halo" ucap Akila setelah mengangkat gagang telpon tersebut dan mendekatkannya pada telinganya.
"Apa kamu merindukan ku?" ucap sebuah suara yang tentu saja Akila sangat mengenalnya.
"Apa yang kamu lakukan pagi pagi begini Bi?" tanya Akila yang agak terkejut karena Elbara menelponnya pagi pagi.
"Tidak ada.. aku hanya merindukan mu saja.." ucap Elbara yang lantas membuat wajah Akila bersemu dengan merah.
"Jangan menggodaku begitu El..." ucap Akila sambil tersenyum yang tentu saja tidak akan bisa di lihat oleh Elbara saat ini.
Hingga ketika keduanya asyik mengobrol dan melepas perasaan rindu keduanya, sebuah suara yang tak ingin Akila dengar saat ini mendadak terdengar tepat di belakang Akila.
"Siapa yang menelpon Ki?" ucap sebuah suara yang tentu saja itu adalah Delvano suaminya.
__ADS_1
Bersambung