Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 33


__ADS_3

"Ayo....ayo keluar kelas semua, upacara dan mos di mulai ya, di tunggu di lapangan depan sekolah." ucap salah satu guru di sana untuk memberitahukan kepada para murid agar keluar dari kelas masing masing dan kumpul di lapangan.


"Yaudah yuk Bintang, kita kedepan, jangan bete' mulu.." Ajak Bulan.


"Iya..." Bintang pun mengikuti langkah Bulan dan mereka pun berjalan bersama.


"Aduh..." Bintang mengaduh kesakitan saat seorang lelaki tak sengaja menabraknya lagi.


"Kamu....?" Bintang terkejut ternyata lelaki yang sama, yang menabraknya.


"Jangan ngelamun, oke..." lelaki itu pun kemudian berlalu setelah berucap seperti itu.


Bintang pun melanjutkan berjalan ke lapangan dan mengabaikan lelaki itu.


"Assalamualaikum, bismillah mari kita mulai upacara dan mos ini..." ucap salah satu seorang guru yang memulai pidato tersebut.


Hampir 2 jam acara upacara dan mos pun telah selesai dan para murid berhamburan ke kelas mereka masing masing.


Ada beberapa dari mereka tumbang di pertengahan karena tidak sanggup berdiri lama lama di terik panasnya matahari bahkan ada beberapa juga dari mereka yang pingsan meski beberapa juga ada yang bisa bertahan hingga acara upacara dan mos selesai.


Begitupun dengan Bintang dan Bulan ke kelas mereka. Mereka berada dalam satu kelas yang


sama..


"Ya Tuhan, panas banget tadi di lapangan.." ucap Bulan pada Bintang.


"Iya, panas banget.. syukurlah kuat ya gak pingsan hehe..." ucap Bintang.


"Sssst, ada bapak dan ibu guru yang mau masuk ke kelas...ayo kita jangan berisik." bisik bisik murid saat melihat seorang guru datang.


"Assalamualaikum pagi pagi anak..." ucap ibu guru tersebut.


"Waalaikumussalam..." ucap mereka.


"Perkenalkan saya ibu Hasnah, wali kelas kalian dan guru matematika.


Tapi karena saya saat ini ada tugas lain, jadi pelajaran matematika akan di gantikan di ajar oleh pak Samsul,.beliau juga guru bahasa Inggris." jelas ibu Hasnah kepada muridnya.


"Silahkan pak Samsul memperkenalkan diri." ibu Hasnah mempersilahkan pak Samsul untuk


memperkenalkan diri kepada muridnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum pagi semua... sehat dan semangat kan?" ucap Samsul, memulai pembicaraan.


"Waalaikumussalam, Alhamdulillah sehat dan masih semangaaaat..." murid murid serentak dan bersemangat untuk menjawab.


"Bagaimana upacara dan mos tadi? pasti capek ya, tapi semoga masih tetap semangat ya..." Samsul berusaha menyemangati muridnya.


"Iya pak, alhamdulillah masih semangaaaat...." ucap para murid.


"Baik, saya mulai untuk memperkenalkan diri ya.. Perkenalkan saya Samsul, umur 28. Saya di sini akan mengajar pelajaran matematika, menggantikan ibu Hasnah untuk sementara waktu dan saya juga mengajar pelajaran bahasa Inggris." Samsul memperkenalkan diri kepada muridnya.


"Baik, Pak..."


"Sudah menikah pak?..."


"Minta no handphone nya dong pak...?"


"Minta no Whatsapp nya dong pak...?" ucap beberapa para murid, setelah pak Samsul memperkenalkan diri. Sedangkan Samsul hanya mampu tersenyum menjawab beberapa pertanyaan murid di sana.


"Pak, saya permisi dulu ya. Saya di panggil dan ada urusan yang harus saya selesaikan." ibu Hasnah untuk pamit dan kemudian berlalu pergi.


"Iya silahkan Bu..." Samsul mengangguk.


"Oke... karena ini hari pertama kita, saya ingin adakan kuis , jadi tidak ada pelajaran dulu ya..." Samsul pun memulai mencoret coret papan untuk kuis yang akan ia mulai.


"Oke, kuis yang akan kita mulai jadi seperti ini ......" lanjut Samsul menjelaskan lagi, mengenai kuis


yang ia mulai.


"Sudah paham kan? Yasudah yuk kita mulai kuisnya..." Dan kuis pun di mulai.


Para murid benar benar bersemangat danbahagia dengan kuis yang di adakan oleh pak Samsul. Hampir 1 jam kuis pun selesai dan para murid berhamburan keluar untuk beristirahat.


"Alhamdulillah, kuis hari ini selesai ya.. kalian boleh beristirahat, bapak juga mau permisi keluar dulu." pamit Samsul yang keluar terlebih dahulu dari kelas, dan diikuti oleh para murid lainnya setelahnya.


"Keluar yuk.. di kelas terus nanti suntuk. Kita beli bakso yuk ke kantin..." Bulan mengajak Bintang.


"Okee, Ayuk, tapi setelah ke kantin kalau masih ada waktu istirahat kita ke perpus yuk..." Bintang pun


menyetujui ajakan Bulan dan mengajak Bulan ke perpus setelah mereka ke kantin, dan Bulan pun mengangguk.


Mereka pun segera menuju kantin.

__ADS_1


"Lo??" ucap lelaki itu. Sedangkan Bintang terkejut, dan Bulan pun terheran heran.


"Kamu kenal dia...?" tanya Bulan Kepada Bintang.


"......"


***********


Hummm kira kira Bintang akan menjawab


apa ya? dan siapa lelaki itu??.......


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sedangkan di tempat lain kini Ana hanya bisa menangis nasibnya, kini anaknya mulai memasuki sekolah dasar kelas 1 dan ia harus memikirkan biaya sekolah untuk anaknya yang akan memasuki sekolah dasar.


seharusnya kini Syakira sudah kelas 2 SD hanya saja Ana tak memiliki biaya untuk memasukkan Syakira sekolah, hingga 1 tahun lalu sekolahnya tertunda dan kini Syakira memulai sekolah dasar kelas satu.


Sejujurnya Ana kecewa pada Ferdi, karena Ferdi mengusirnya begitu saja, kini nasib hidupnya dan anaknya tak tentu arah, bahkan selama ini ia sudah cukup bertahan dengan keadaan yang ada.


Tapi sampai kapan ia harus terus menerus bertahan dengan keadaan seperti ini? Sejujurnya jika dirinya sendiri tidak apa apa, tapi Ana seringkali memikirkan nasib anaknya dan bagaimana mencukupi kebutuhan anaknya, ia takut anaknya kekurangan.


Namun ia pun tak bisa menyalahkan Ferdi sepenuhnya, karena setelah pengusiran Ferdi, ia pun pergi ke tempat jauh dari keluarga besar Ferdi dan Anabel, agar ia bisa melupakan mereka dan rasa sakit yang ia rasakan, hingga Ferdi pun tak bisa menemukan kehadirannya dan membiayai kebutuhan anaknya.


Hadirnya Syakira di kehidupan Ana benar benar membuat hidupnya lebih berwarna. Syakira segalanya bagi Ana, dan Ana rela melakukan apapun demi Syakira, anaknya.


Termasuk ia rela pergi jauh dari Ferdi untuk menyelamatkan anaknya agar tak perlu mengetahui jika ia mempunyai seorang ayah yang tak menginginkan kehadirannya, begitupun dengan keluarga besar ayahnya. Dan Ana rela bekerja ke sana ke mari, terik panasnya matahari pun


baginya tak mengapa asal kebutuhan Syakira tercukupi.


Ana melakukan itu hanya untuk Syakira. Meski Ana tau apa yang sedang ia usahakan takkan benar benar bisa memenuhi kebutuhan Syakira, karena seringkali keluhan keluar dari mulut kecil Syakira baik tentang makanan atau biaya sekolah yang nunggak.


Karena seringkali makanan yang di hidangkan Ana untuk mereka makan, makanan yang itu dan itu saja sehingga Syakira seringkali bosan dengan makanan yang di makannya.


Bukan tanpa alasan Ana tak membelikan Syakira makanan seperti keinginan Syakira atau makanan yang harus berbeda tiap harinya, tapi Ana melakukan itu semua untuk agar keuangannya masih tersisa untuk kebutuhan lainnya yang juga tak kalah pentingnya.


Ana harus pintar mengirit keuangan agar mereka bisa tetap makan untuk esok harinya, sehingga seringkali hanya makanan yang sama yang ia hidangkan.


Ana tak mampu lagi membeli makanan yang mahal karena ia harus mengirit keuangannya, sehingga seringkali Ana membeli bahan makanan yang murah meriah dan terjangkau agar mereka tetap bisa makan setiap harinya.


Belum lagi tunggakan listrik, biaya sekolah yang seringkali membuat dirinya pusing 7 keliling dan membuat Syakira malu karena pihak sekolah atau guru seringkali mengatakan pada Syakira baik

__ADS_1


ketika Syakira sendiri atau bersama temannya, dan guru itu akan mengatakan pada syakira bila Syakira tak membayar sesuai tanggal yang di tentukan maka Syakira takkan bisa mengikuti pembelajaran dan ujian yang di adakan oleh pihak sekolah.


__ADS_2