Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Ketika Cinta Harus Memilih - Belajar Sambil Bermain


__ADS_3

Hari ini keluarga besar Anabel berencana akan ke kebun binatang karena Bulan, Bintang juga David sudah sejak lama ingin sekali ke sana. Kebetulan hari ini , hari minggu dan Afnan memasuki usia 6 bulan membuat Anabel dan Ferdi memutuskan untuk ke kebun binatang


Belajar sambil bermain. Afnan pun tentunya sudah bisa melihat hewan hewan di kebun binatang ini. tentunya akan sangat menyenangkan liburan mereka kali ini.


Pagi pagi sekali Anabel segera berberes dan menyiapkan sarapan untuk makan mereka sebelum berangkat ke sana. Begitupun dengan Ferdi yang membeli makanan ringan untuk menemani perjalanan mereka dan untuk makanan mereka di sana nantinya.


"Bulan, Bintang, David, ayo segera makan dulu sebelum berangkat." ucap Anabel.


"Iya bundaaaa." ucap Bulan, Bintang juga David. Dan mereka segera memakan bersama.


"Ayah mana bunda? gak ikut makan? Apa nunggu Ayah?" tanya David.


"Ayah masih keluar sebentar sayang, mau membeli cemilan untuk kita di sana, gak papa kalian makan aja duluan." ucap Anabel.


"Horeee asyiiikkkk." ucap Bulan, Bintang, juga David.


Beberapa menit kemudian Ferdi pun datang dengan membawa beberapa cemilan yang akan di bawa nantinya.


"Banyaaaak banget yah, cemilannya." ucap Bulan.


"Iya dong, buat cemilan kita nanti di sana ya." ucap Ferdi.


"Yaudah yuk siap siap. Uda siap semua kan? " tanya Ferdi.


"Bentar mas, aku belum makan nungguin kamu.Kita makan dulu. Biar anak anak nyelesaikan makannya juga. Setelah itu aku mau beres beres sisa makanan ini sama keperluan apa aja yang di bawa, anak anak juga harus bersiap siap dulu.


"Oke deh yank, aku makan dulu ya." ucap Ferdi.


"Iya yank." ucap Anabel.


Mereka pun makan bersama. Setelah selesai Anabel segera membereskan sisa makanan yang ada dan menyiapkan keperluan bagi dirinya atau anak anaknya.


Butuh waktu hampir 1 jam untuk bersiap dan membersikan semuanya hingga selesai, mereka pun segera berangkat pergi ke kebun binatang.


"Uda siap semua ya? Yaudah yuk berangkat." tanya Ferdi.


"Ya, mas yuk." ucap Anabel, dan merekapun segera berangkat.


Menempuh perjalanan hampir 2 jam , mereka pun sampai di kebun binatang.


"Ayo turun, tapi hati hati ya turunnya." ucap Anabel ke Bulan, Bintang juga David setelah mereka sampai di kebun binatang.


"Yaudah yuk kita masuk. me dalam. ucap Anabel ke ketiga anaknya.


Setelah cukup memasuki area kebun binatang, mereka mulai melihat hewan hewan yang berjalan atau di kurung di sekitar kebun binatang tersebut.


"Itu hewan apa bun?" ucap David saat melihat zebra dan gajah berjalan di daerah tempat tersebut.


"Itu hewan gajah dan zebra, David sayang." ucap Anabel.


"Waowww hewannya besar banget ya bun." ucap David.


"Iya bun, besar bangeeeet." ucap Bulan.


"Hehehe iya sayang."ucap Anabel.


"Jadi Gajah itu mamalia besar dari famili Elephantidae dan ordo Proboscidea sayang.Gajah merupakan hewan herbivora yang dapat ditemui di berbagai habitat, seperti sabana, hutan, gurun, dan rawa-rawa. Mereka cenderung berada di dekat air. Gajah dianggap sebagai spesies kunci karena dampaknya terhadap lingkungan. Sedangkan ciri hewan gajah ini Memiliki ekor yang panjang dengan ujung yang ditumbuhi rambut, Memiliki sepasang gading yang runcing di antara belalai. Memiliki daun telinga yang lebar dan besar.Merupakan Hewan Mamalia (menyusui). Mempunyai Belalai yang panjang.


Sedangkan zebra itu binatang dari famili kuda yang tubuhnya berbelang-belang hitam dan putih. Habitat hewan ini tersebar di Afrika Selatan, Afrika Barat, dan Afrika Timur. Ada tiga jenis zebra yaituzebra gunung (Equus zebra), zebradataran (Equus quagga) dan zebraprimitif (Equus grevyi).Berbeda dengan kuda polos biasa.


Ciri khusus binatang zebra ini ada pada corak tubuhnya yang khas yaitu corak belang hitam putih. Corak belang-belang yang terdapat pada tubuh Kuda Zebra ini berfungsi untuk membantu sistem keamanan Kuda Zebra ini terhadap predator. Corak belang yang ada di tubuh kuda Zebra ini dapat membuat bingung pemangsa. Begitu sayang.


" ucap Anabel menjelaskan tentang hewan gajah dan zebra kepada Bulan, Bintang juga David. Sementara Afnan kegirangan dan terkadang menangis melihat hewan hewan di kebun binatang ini terlebih hewan seperti gajah, zebra yang besar.


"Oooh gitu ya bun. Kereeen ya bun, berarti hewan gajah dan zebra ini termasuk jenis hewan langkah ya bun? Dan hewan zebra juga kereen cara melindungi atau mengelabui dari musuhnya." ucap David, sedangkan Bulan dan Bintang setia mendengarkan.


"Iya, kereeen dong. Masya Allah, karena yang menciptakan hewan hewan ini Allah. Jadi kita jangan lupa selalu bersyukur kepada Allah dan mengucapkan (Masya Allah atau subhanaAllah) ketika melihat hewan hewan ini sayang dan ketika menaiki hewan tersebut juga kita harus bertasbih memuji Allah yang telah menciptakannya dan menundukkan untuk kita." ucap Anabel dengan tersenyum.


"Iya bun, Maha besar Allah , Maha suci Allah yang telah mengizinkan kita melihat hewan hewan tersebut dan menundukkan bagi kita. Begitu sempurnanya Allah menciptakan hewan tersebut ya bun?" ucap David.


"Iya sayang betul. Subhanallah."ucap Anabel.


Kemudian mereka melanjutkan melihat lihat kembali hewan hewan di sekitar sana, namun baru beberapa langkah tiba tiba Bulan mulai bertanya kembali tentang hewan yang ia lihat saat ini.


"Bundaa itu hewan apa?" tanya Bulan.


"Itu monyet sayang. Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) itu hewan yang paling biasa berinteraksi dengan manusia dan sering dipelihara sebagai hewan timangan, hewan sirkus, atau percobaan laboratorium. Jadi bisa di bilang hewan monyet ini, hewan yang seringkali di gunakan untuk membantu pekerjaan manusia sehari-hari dalam mencari nafkah." ucap Anabel menjelaskan kembali kepada Bulan juga David dan Bintang.


"Owh begitu ya bunda, pantes aja David seringkali lihat hewan monyet buat jadikan sirkus.Pasti itu David agak bingung kok sama mereka di pekerjakan hewan sirkus ini , David kira hewan hewan tersebut adanya hanya di kebun binatang dan tidak di piara oleh manusia."ucap David kepada Anabel.


"Hehehe iya sayang, jadi beberapa hewan memang di piara manusia juga, yang seringkali di pekerjakan oleh mereka." ucap Anabel kepada David.


"Seperti sirkus seringkali pakek untuk pertunjukan itu ya bun? ." tanya David.


"Iya sayang, betull banget." ucap Anabel.


"Tapi bun, kasian jg monyetnya ya bun.." ucap Bintang sedih


"Kasian kenapa sayang? kok kasian?" tanya Anabel.


"Iya kasian bun, buat pertunjukan gitu monyetnya." ucap Bintang sedih.


"Hemmmmm." ucap Anabel. jujur Anabel bingung harus merespon apa, karena apa yang di katakan Bintang benar juga, dan ia gak berfikir sejauh itu.


"Yaudah yuk kita lihat hewan selanjutnya."ucap Anabel.


"Iya bun." ucap Bulan, Bintang juga David. Mereka pun berjalan meneruskan perjalanan mereka untuk melihat hewan hewan selanjutnya di kebun binatang tersebut.


"Bun itu hewan apa? kok ngerii,geli Bulan, takut." tanya Bulan saat melihat hewan ular di kandang tersebut.


"Itu ular sayang, hewan berbisa. Makanya di kandangi. " ucap Anabel.


"Hewan ular ini biasa mendiami daerah-daerah berumput basah dan lembab seperti area persawahan, ladang, selokan, sungai, atau padang rumput. Ular ini juga biasa ditemukan di kebun atau pekarangan rumah serta area berair seperti kolam ikan, tambak, dan tempat pemancingan. Jadi hati hati kalau bertemu dengan hewan ular ini ya. Karena bisa di mana aja kita menemukan terutama daerah basah." ucap Anabel menjelaskan kepada ketiga anaknya.


"Iya bun, kami akan berhati hati. Ngerii juga kalau bertemu hewan ini. David gak mau ketemu ular.. bayangin aja ngeri." ucap David.


"Yaudah yuk bun kita lihat hewan lainnya, David gak ingin lama lama kuat ular. Ngeriii, untung di kandangi." ucap David kembali.


"Iya sayang, yuk lanjut lihat hewan lainnya." ucap Anabel. Dan mereka melanjutkan perjalanan untuk melihat hewan selanjutnya.


 


\===================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Singa


"Bunda, bunda itu hewan apa?" tanya Bintang kembali, saat melihat hewan singkat yang di kurung dalam kandang tersebut.


"Hemm oh itu hewan singa sayang." ucap Anabel.


"Singa?" tanya Bulan.


"Iya hewan singa sayang, jadi singa ini hewan yang memiliki kekuatan dan ditakuti oleh hewan-hewan lainnya di hutan. Singa memang diciptakan sebagai hewan untuk berburu. Jadi, tubuh mereka sangat kuat. Kaki-kakinya mampu melompat dan berlari dengan kencang. Kuku-kukunya sangat kuat dan tajam. Kuku-kuku itu bisa keluar dari jari-jarinya sehingga lebih panjang lagi. Begitu juga dengan gigi-giginya. Mampu menggigit dan mencabik-cabik hewan lain." ucap Anabel menjelaskan kepada Bulan, Bintang juga David.2pp


"Waowww kereeen ya bun hewan singa ini." ucap David .


"Iyaaa kereeen sekaligus menakutkan." ucap Bulan.


"Hehehe iya sayang. Begitulah subhanallah ya." ucap Anabel.


Sementara Afnan tiba tiba menangis saat melihat hewan singa itu mengaung dan menatap ke arahnya. Membuat mereka terkejut dengan tangis Afnan tiba tiba, kemudian tawa mereka pecah dan mencoba menenangkan Afnan.


"Gak jadi foto ni sama Singanya?"tanya Anabel ke mereka.


"Gak ah bun, takut." ucap Bulan.


"Iya takut." ucap Bintang.


"Buat ayah gak papa buat kenang kenangan,boleh juga. gak usah takut kan di kandangi singanya . " ucap Ferdi.


"Gitu ya yah?." tanya David.


"Iyaaa." ucap Ferdi.


"Tapi Bulan takut." cicit Bulan.


"Bintang juga." ucap Bintang.


"Ayah kan ikut menemani, insyaAllah gak papa.ayooook." ucap Ferdi kepada ketiga anaknya, mencoba menenangkan mereka.


"Yaudah yuk yah."ujar David.


Mereka pun mendekati kandang singa tersebut dan berfoto di dekat kandang tersebut.


"creeek,creeek,creeek" . Setelah cukup puas berfoto , mereka melanjutkan berfoto dengan hewan hewan lainnya di sekitar sini.


"Yuk, kita berdiri di dekat hewan itu.' tunjuk Ferdi ke hewan tersebut, dan seterusnya seperti itu berdiri dari hewan satunya ke hewan satunya untuk mengabadikan momen kenangan, hingga mereka akan kembali pulang.


"Yaudah yuk pulang, uda dapat semua kan foto fotonya?" tanya Ferdi ke Anabel dan ketiga anaknya.


"Udah yah, makasih ya mas." ucap ucap Anabel pada Ferdi.


"Udah yah, aku sendili ampe akuuuut melihat hewan hewan itu." ucap Bulan sedih.


"Maafin ayah ya, gak papa gak perlu takut,takut sama Allah yang Uda menciptakan hewan tersebut. Hewan tersebut bisa tunduk ketika kita memuji nama Allah." ucap Ferdi kepada ketiga anaknya.


"Gitu ya yah, seperti yang di ucapkan bunda waktu itu ya?." tanya Bulan. Sedangkan Bintang dan David menyimak dan mendengarkan apa yang di katakan Ferdi ke mereka.


"Iya sayang, betul bangeeeet." ucap Ferdi dengan memberikan jempol pada mereka, hingga mereka tersenyum dan tertawa.


"Yaudah yuk pulang." ujar Ferdi kembali.


"Iya yah, tapi mau lihat hewan di bagian sana sepertinya tadi terlewatkan, belum ke sana."ucap David menunjuk.


"Iya ya, ayah lupa.Astagaaaa."ucap Ferdi.


"Yaudah yuk kita ke sana dulu, setelah itu pulang ya." ucap Ferdi.


"Siapp ayah." ucap Bulan , Bintang , juga David dan Anabel, hingga membuat Ferdi tersenyum sendiri.


"Tapi mas,sebelum pulang kalau bisa beli cemilan atau makanan dulu dekat daerah sini. Karena kita pasti lapar, nunggu sampai rumah kelamaan." ucap Anabel.


"Iya ya ok, hbs lihat hewan di sana, beli makanan atau cemilan setelah itu pulang ya." ucap Ferdi .


"Okeeee siappp ayah." ucap Anabel, Bulan, Bintang juga David.


Mereka pun segera melanjutkan untuk melihat hewan selanjutnya ke arah sana, Namun tiba tiba Anabel melihat Amel juga di sana.


"Anabel." sapa Amel.


"Loh, Amel kamu di sini juga , sama...?" tanya Anabel, yang cukup terkejut dengan kehadiran Amel yang tiba tiba di sini terlebih Amel tidak sedang sendiri, tapi di temani suaminya. Sedangkan yang Anabel tau mereka sedang marahan Kala itu, walau Anabel tetap bersyukur apabila mereka sudah baikkan.


"Iya lagi sama suamiku nih, Hehehe." ucap Amel kepada Anabel.


"Owh, Alhamdulillah.Uda baikkan Mel dengannya?" tanya Anabel.


"Iya Alhamdulillah." Amel dengan tersenyum.


"Alhamdulillah syukurlah, aku bahagia kalau kalian Uda baikkan." ucap Anabel.


"Ini semua berkat kamu juga, aku ikutin saranmu. Alhamdulillah berhasil." ucap Amel dengan tersenyum.


"Alhamdulillah senang dengarnya." ucap Anabel dengan tersenyum.


"Ohya sore ini ada kelas mengenai tumbuh kembang bayi di acara ini, datang ya. sore lagi bareng aku." ucap Amel kepada Anabel dengan menyerahkan selembaran kepada Anabel.


"Oooh oke insya Allah datang aku sama Ferdi juga Bulan, Bintang dan David buat jaga Afnan supaya aku bisa fokus memperhatikan materinya hehe. boleh juga. Kebetulan Afnan umur 6 bulan hari ini. Gimana menurut mu mas?" tanya Anabel kepada Ferdi.


"Boleh juga sayang. Mas setuju banget sih." ucap Ferdi ke Anabel dengan memeluknya.


"Kita bareng aja gimana? sepertinya seru" tanya Anabel kepada Amel juga Ferdi.


"Boleh, Setuju , gimana menurut mu mas? " ucap Amel kepada Bayu .


"Iya mas, setuju juga." ucap Bayu dengan memeluk Amel.


"Yaudah yuk, kita lihat binatang di sini dulu , setelah itu sorenya nanti langsung ke sana ya." ucap Amel Kepada Anabel juga suaminya.


"Oke boleh, setuju aku."ucap Anabel.


"Oke sayang, mas setuju." ucap Bayu.


"Iya saya juga setuju, ide bagus. Seru dan tentunya bermanfaat untuk kita sebagai orang tua." ucap Ferdi.


"Iya di sana nanti juga di sediakan mainan untuk anak anak ,wahana permainan juga taman bermain sehingga mereka gak bosen." ucap Amel kepada Anabel.


"Wah seruuu ya Mel. Aku jadi kepengen ke sana. ucap Anabel.


"Iya nanti kita bareng okee." ucap Amel.


"Oke Mel, makasih uda memberikan ku info ini." ucap Anabel


"Iya sama sama Bel." ucap Amel.


Setelahnya mereka berjalan jalan sebentar untuk melihat binatang sekitar sini dan melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah dan bersiap untuk sore harinya ke acara tumbuh kembang bayi.


Anabel benar benar bahagia ini pengalam baru untuk Afnan melihat binatang dengan berbagai jenisnya. Termasuk Bulan dan Bintang terlihat sangat antusias karena beberapa hewan yang tak mereka temui di luar, mereka menemukannya di sini.


 


\=================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - MPASI


Sesampainya di rumah, Anabel segera membuat kan MPASI untuk Afnan dan melihat majalah tumbuh kembang bayi untuk mempelajarinya kembali. Meski ia sudah punya 2 anak sebelumnya, bagaimanapun ia harus belajar kembali mengenai tumbuh kembang anaknya dan apa saja yang harus di perhatikan baik dari makanan atau tumbuh kembangnya.


Anabel bersyukur Amel memberikan selembaran untuk ia datang ke acara sore nanti, dan Anabel berjanji sore nanti ia akan datang bersama Ferdi, Bulan dan Bintang juga David.Tentunya sehabis ashar nanti bareng Amel.


Sore harinya, Anabel segera bersiap untuk ke acara tumbuh kembang bayi bersama Amel , suaminya juga ketiga anaknya.


Anabel mempersiapkan makanan untuk di bawa ke acara agar anak anak tidak bosan.


Sebelum mereka berangkat Anabel meminta ketiga anaknya untuk makan dulu sebelum ke acara tersebut. Begitupun dengannya juga Ferdi. Karena tadi siang mereka tertidur karena kelelahan pulang dari kebun binatang.


Untuk itu Anabel meminta ketiga anaknya tetap makan, walau sedikit. Meski Anabel pun tetap membawakan makanan ringan untuk mereka makan di sana selama menunggu Anabel dan Amel di acara tersebut.


"Bulan, Bintang, David ayo makan." ucap Anabel.


"Iyaa Bundaa." ucap mereka yang segera turun untuk makan bersama.


Setelah selesai makan, Anabel segera membereskannya dan mempersiapkan dirinya untuk ke acara tersebut.


Anabel segera menelfon Amel untuk segera datang dan berangkat bersama.


Tak buth waktu lama, setengah jam , Anabel pun sampai bersama suami dan anaknya.


Anabel segera memanggil Bulan, Bintang juga David untuk segera berangkat.Sementara Ferdi telah di luar bersama Bayu.


"Bulan, Bintang, David, ayo berangkat. Tante Amel sudah datang." ucap Anabel Kepada ketiga anaknya.


"Iya bundaaaa." ucap Bulan, Bintang juga David bersamaan. Dan mereka segera berangkat.


Selama di perjalanan Bulan dan Bintang asyik mengobrol, sementara David melanjutkan tidurnya karena masih mengantuk. Begitupun dengan Anabel dan Amel asyik mengobrol karena mereka duduk berdampingan.


Sedangkan Bayu duduk dekat Ferdi yang sedang menyetir dan sesekali mereka mengobrol.


****


Tak butuh waktu lama , hampir perjalanan 1 jam mereka pun sampai.


Sesampainya di sana, suasana sangat ramai sehingga membuat Anabel sedikit takjub.


"Wah rame banget ya Mel." ucap Anabel.


"Hehehe iya." ucap Amel.


"Ohya aku lupa, ini forum khusus ibu ibu, jadi untuk bapak bapak atau anaknya bisa nunggu di luar. Mungkin bisa nemenin anaknya di taman bermain di sana. hihihi." ucap Amel kepada Anabel, Ferdi juga Bayu.


"Okeee siappp." ucap Ferdi.


"Kaciaaan ya nasib kita." ucap Bayu memasang wajah memelas , sehingga membuat semua tertawa termasuk Bulan, Bintang juga David .


"Hahahaha gak papa bro, uda kita nunggu di luar aja." ucap Ferdi menasehati.


"Okeelah brooo." ucap Bayu.


Dan Anabel pun masuk ke dalam forum tersebut bersama Amel .


Sedangkan Ferdi, Bayu, Bulan, Bintang, David menunggu di luar dengan menemani Afnan juga anaknya Amel bermain di sekitar tempat itu dan di taman yang sudah di sediakan.


Suasana Aula tersebut sangat ramai, hingga membuat Anabel juga Amel harus cukup berdesakkan memilih tempat.


Tak seberapa lama ketika mereka baru mendapatkan tempat dan duduk , acara pun telah di mulai.


"Assalamualaikum, Baik kita mulai acara ini. Sebelumnya perkenalkan nama Saya Intan, pembimbing acara tumbuh kembang bayi. " ucap Intan, pembimbing tersebut.


"Di sini saya ingin menjabarkan tentang tumbuh kembang bayi dari 01 hingga 06 bulan. Sehingga Kita para orang tua tak perlu risau, karena terkadang keterlambatan Bayi kita dalam tubuh kembang tersebut tidak benar benar terlambat, tapi memang ada jarak umur berapa bayi berkembang dalam tahap tersebut. Sampai sini paham?" ucap Intan, pembimbing acara tersebut.


"Pahammmm." ucap ibu ibu yang harus termasuk Anabel dan Amel.


"Baik jika paham, kita mulai saja ya." ucap Intan, pembimbing acara tersebut.


Intan pun menjelaskan secara detail. Dan semua yang datang, mendengarkan dengan seksama.


Hingga 90 menit kemudian, Intan pun selesai menjelaskan dan beliau memberikan waktu 30 menit untuk tanya jawab


 


\====================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Bermain di Taman


Sementara di sisi lain, Afnan sedang asyik bermain di taman tersebut di temani Bulan, Bintang , David, juga anaknya Amel. Dan Ferdi juga Bayu pun turut berada di sana.


Dari kejauhan Ferdi dan Bayu melihat Anabel dan Amel ke arah mereka, mereka tersenyum bahagia.


"Bundaaaa." ucap Bulan saat Anabel semakin dekat, Bulan menghampiri Anabel dan memeluknya.


"Halo sayangnya bunda. Maaf ya uda buat kalian nunggu lama." ucap Anabel.


"Iya bunda gak papa. Kita pulang kab bun? capek dan ngantuk banget. Tapi senang di sini bisa main apa aja. Afnan juga terlihat senang." ucap Bulan .


"Alhamdulillah bunda ikut senang sayang, yaudah yuk pulang. Tapi kalian tadi juga jajan kah atau makan makanan yang bunda bawakan?" tanya Anabel.


"Iya bunda, sudah.Alhamdulillah." ucap Bulan dan Bintang.


"Oke Alhamdulillah sayang , yuk pulang." ucap Anabel.


"Aih, Masya Allah Afnan senang banget terlihat." ucap Anabel yang senang melihat Afnan aktif bermain di taman ini, Anabel segera menghampiri Afnan dan mennggendhong nya.


"Terimakasih ya kalian mau Nemani Afnan." ucap Anabel.


"Aih kami senang bunda nemanin Adnan main." ucap David.


"Hehehe iya sayang." ucap Anabel.


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke rumah.


"Ohya gimana tadi di sana bahas apa aja? Bermanfaat beneran kan apa yang di sampaikan di acara tersebut?" tanya Ferdi ke Anabel.


"Iya banyak mas, Alhamdulillah sangat bermanfaat." ucap Anabel.


"Jadi tadi sampaikan tumbuh kembang bayi dari 0-6 bulan tapi ku cater khusus untuk 6 bulan aja, hehehe sesuai umur Afnan." ucap Anabel kembali.


"Apa itu?" tanya Ferdi.


"Hemm , Jadi bayi 6 bulan itu mas, Semakin Pintar Berguling.


"Kemudian kita harus perhatikan Pakaian yang nyaman untuknya.


"Hemm begitu ya yank. Ya ya mas paham. Bermanfaat banget ya, Alhamdulillah." ucap Ferdi.


"Ohya untuk bayi umur 6 bulan kita juga perlu latih, misal membaca buku bersama.


"Kedua kita perlu juga memperhatikan Kemampuan gerak halusnya misal makan sendiri.


" Kita juga perlu memperhatikan kemampuan bersosialisasi dan kemandirian.


"Wah begitu ya, bermanfaat banget, Semoga kita bisa mencotohkan ke Afnan ya Bel." ucap Ferdi .


"Iya mas. Aamiin, semoga Afnan bisa bertumbuh kembang dengan sehat. " ucap Anabel.


"Bundaaa bundaaa." ucap Bulan tiba tiba menghentikan pembicaraan mereka.


"Iya sayang apa?" tanya Anabel.


"Aku mau eskrim itu." tunjuk Bulan ke arah sebrang sana, toko yang menyediakan eskrim.


"Hemmmmm baiklah, yuk." ucap Anabel.


"Tapi gak batuk pilek kan?" tanya Anabel, karena ia hanya ingin memastikan mereka tidak boleh melanggar peraturan yang telah Anabel buat bila sakit tidak boleh jajan.


"Tidak bunda." ucap Bulan.


"Bintang dan kak David boleh juga bunda?" tanya Bintang.


"Boleh dong tentu saja." ucap Anabel.


"Yang penting gak pilek dan batuk." ucap Anabel.


"Gak bunda." ucap Bintang dan David.


"Okeee baiklah yuk. Bunda juga pengen beli hihihi." ucap Anabel.


"Aku juga lah." ucap Amel.


Mereka pun segera menuju ke toko eskrim, memilih nya dan segera membayar ke Kasir untuk melanjutkan ke toko buah dan perjalanan pulang.


"Yank, mampir bentar ya ke toko buah buat bahan MPASI Afnan habis. Beli sedikit aja dulu, di coba. Besok kamu belikan buah dan sayur banyak ya yank. Soalnya kita kan bawa anak anak gak bisa milih banyak.besok kamu pergi sendirian aja." ucap Anabel ke Ferdi.


"Oke yank." jawab Ferdi.


"Gak papa kan Mel, mampir bentar ke toko buah? tanya Anabel ke Amel.


"Iya gak papa Bel." ucap Amel. Dan mereka menuju ke toko buah.


Sesampainya di toko buah, Anabel mencoba mengingat kembali pokok penting pemberian MPASI.


"Ah ya, harus banyak nutrisi, terus rasa aroma tidak kuat , di utamakan sayur juga buah, pilih yang balita suka, harga terjangkau dan murah dan bersih dan aman." ucap Anabel pada dirinya sendiri. Dan segera memilih buah juga sayur.


Hampir 15 menit Anabel memilih pisang, Alpukat, bayam, jagung, wortel juga lainnya dan segera membayar ke kasir untuk melanjutkan perjalanan pulang.


"Yank , uda yuk. Pulang." ucap Anabel.


"Iya yank." ucap Ferdi. Dan mereka kembali pulang .


Anabel benar benar bahagia di umur 6 bulan Afnan ia merasa bisa memberikan jado spesial untuk Afnan hari ini. Anabel tersenyum bahagia.


Menempuh perjalanan hampir 2 jam mereka sampai, Amel pun segera berpamitan untuk pulang ke rumahnya.


"Aku duluan ya Bel." ucap Amel.


"Ok Mel, hati hati. Makasih banyak ya untuk hari ini dan mau mengajak ku ke acara tadi, sangat bermanfaat." ucap Anabel.


"Iya Bel sama sama. Aku pulang duluan ya, assalamualaikum." ucap Amel.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh Mel hati hati." ucap Anabel melambaikan tangannya.


"Hati hati tante Amel." ucap Bulan, Bintang juga David.


Anabel pun sesampainya di rumah, segera membereskan keperluan rumah dan membuat MPASI untuk Afnan, seperti materi yang di sampaikan di acara tadi.


 


\=====================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - MPASI Untuk Afnan


Anabel kali ini ingin membuat pure pisang dan alpukat.


Anabel pun segera mempersiapkan bahan-bahannya. Anabel mengambil satu buah pisang, setengah buah alpukat, mengambil Asi yang sudah ia taruh dalam kulkas . Kemudian Anabel segera membuatnya.


Anabel segera mencuci bersih pisang dan Al pukat yang sudah ia beli tadi,dan mengupasnya, Anabel pun mengeruk bagian dalam Alpukat dan mengambil bagian daging jg buahnya saja, kemudian Anabel memblender pisang juga alpukat yang sudah ia kupas dan keruk kemudian Anabel menambahkan dengan Asi hingga tercampur rata.


Anabel senang ia berhasil buat Mpasi untuk Afnan, meski ini bukan pengalaman pertamanya memberikan MPASI pada anak tapi ia tetap bahagia.


Anabel tersenyum bahagia apa yang ia bikin sudah jadi, kemudian segera ke letakkan di meja makan, dan membereskan sisa buah ini.


Setelahnya Anabel kembali dan memberikan MPASI yang sudah ia buat kepada Afnan sebelum tidur.


"Wah , istriku uda jadi aja buat Mpasi nya pasti senang uda jadi. uda gak bingung ya setelah mengikuti acara tadi di beri materinya, bermanfaat banget yank menurut mas. Kalo ada lagi, ikut aja gak papa. Ya walaupun ini bukan pengalam MPASI pertama'kamu dan sebelumya kamu pernah bikin." ucap Ferdi.


"Iya yank, tentu saja aku akan ikutin untuk menambah ilmu, Alhamdulillah semakin bisa aku .


Terimaksih yank jugs uda izinkan ku ikut." ucap Anabel.


"Iya yank sama sama." ucap Ferdi.


"Iya yank, ku duluan ya ke kamar afnan mau memberikan MPASI ini." ucap Anabel. dan segera berlaru.


Saat memasuki kamar Afnan, Anabel melihat Afnan sedang bermain bersama kakak kakaknya, ia tersenyum dan segera menghampiri mereka.


"Ayo Bulan, Bintang dan David makan dulu ya.Dedek Afnan juga mau makan." ucap Anabel.


"Iya bun." ucap Bulan, Bintang juga David dan segera berlaru untuk makan.


Begitupun Anabel segera membawa Afnan ke ruang tengah untuk makan bersama kakak kakaknya agar ramai. Karena Anabel tidak ingin membiasakan anaknya makan di kamar, sepi juga kurang ramai dan menarik bagi Afnan.


Sesampainya di ruang tengah Anabel segera menyuapi Afnan MPASI yang sudah ia buat , Afnan pun ternyata cukup suka dengan MPASI yang Anabel buat. Membuat Anabel tersenyum bahagia. Dan melihat ketiga anaknya dan suaminya Ferdi makan bersama. Sayang ia belum sempat ikut makan bersama dan harus menahan lapar. Namun baginya gak papa asal anak dan suaminya bahagia juga tercukupi.


Setelah habis Afnan bermain dengan Bulan, Bintang juga David. Sedangkan Anabel segera membereskan sisa makanan.


Ia cukup tersenyum bahagia tidak sampai 15 menit , Afnan telah menghabiskan makanannya.


Setelah membereskan semuanya, tentunya di bantu Ferdi. Mereka sesekali mengobrol dan membicarakan perkembangan Afnan.


Setelahnya Anabel hitung cukup lama jarak makan ke tidur Afnan. Anabel segera menindurkan Afnan dan menyuruh Bulan, Bintang juga David segera tidur.


"Bulan, Bintang , David segera tidur. Sudah malam esok kalian harus sekolah jangan main terus. Nanti gak bisa bangun dan lemas." ucap Anabel menasehati dan mengingatkan anaknya sebelum ia masuk ke dalam kamar untuk menidurkan Afnan kembali. Ferdi pun ikut masuk ke dalam kamar.


Anabel menaruh Afnan di kasur begitupun dirinya, di temani Ferdi.


"Yank, aku bahagia ini pengalam luar biasa untuk Afnan. Mulai esok ku janji akan memberikan gizi yang terbaik untuknya, memperhatikan tumbuh kembangnya dan tidak ingin terlalu panik, khawatir atau down dengan ucapan orang lain mengenai Afnan baik dalam makanannya atau tumbuh kembangnya karena yang terpenting baginya Afnan sehat dan tetap terus bertumbuh. Terlebih pertumbuhan anak beda beda , setelah mendengar acara tadi membuat hati Anabel sedikit tenang karena banyak ilmu baru yang ia pelajari baik jangan terlalu khawatir atau bagaimana tips nya.


Mulai esok Anabel berjanji selain memperhatikan makanannya, ia juga akan mengajak Afnan membaca buku bersama, membelikan buku gambar besar warna warni yang bertekstur . Anabel juga akan memperhatikan kemampuan stimulasi Afnan baik gerak halus atau kasarnya.


Anabel juga turut bahagia karena Berat badan Afnan normal, tidak terlalu kurus atau berat karena di sana tadi sempat di timbang bagi bayi dan anak.

__ADS_1


Yang Anabel tau dari penjelasan materi yang di sampaikan tadi untuk anak berumur 6 bulan Berat badan bayi yang normal antara 6,4-9,7 kg.


Panjang badan bayi: 63,6-71,6 cm.


"Yank, Alhamdulillah ya barat badan Afnan termasuk normal karena 7 kg hampir 8 kg." ucap Anabel ke Ferdi.


"Iya yank, syukur Alhamdulillah mas juga senang dengarnya. mulai 6 lebih hingga 9 lebih kan berat badan normal umur 6 bulan ya yank?" tanya Ferdi ke Anabel.


"Iya yank betul, Alhamdulillah." ucap Anabel.


"Aku juga ingat tadi yang di sampaikan yank , kalau setiap anak tumbuh dan berkembang dengan kecepatan dan tahapan berbeda-beda. Sebaiknya kita sebagai orang tua tidak membandingkan kemampuan Afnan si Kecil kita, pada usia tertentu dengan anak lain. Kita harus ingat itu yank, pertumbuhan bukanlah perlombaan. Kita sebagai orang tua harus sering memberikan stimulasi dan rangsangan sesuai tahapan tumbuh kembangnya.


Konsultasikan seluruh perkembangan bayi dengan dokter anak jika ada hal-hal yang memengaruhi kesehatan anak. Saat kunjungan dokter dan jadwal vaksinasi, informasikan seluruh perkembangan bayi, termasuk berat dan tinggi badan. Dokter juga akan memberikan saran untuk tumbuh kembang bayi yang optimal." ucap Anabel menjelaskan kepada Ferdi.


"Ah siappp, iya yank bener banget." ucap Ferdi yang membuat Anabel tersenyum sendiri.


"Ohya yank, besok jangan lupa belikan buah dan sayur yang banyak ya buat Afnan.


" ucap Anabel.


"Iya yank sippp, siappp." ucap Ferdi.


Anabel pun segera mencium Afnan dan mereka tidur bersama.


 


\=================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Membuat Puree Jagung Manis dan Bayam


Setelah menunaikan shalat subuh, Anabel mendapatkan telfon dari Amel ingin bertemu dengannya.


Anabel pun menyetujuinya hanya saja Anabel ingin menunggu anak anaknya sudah pergi ke sekolah dan Ferdi berangkat kerja. Amel pun setuju dan mengatakan pukul 9 pagi, mereka akan bertemu.


Setelah selesai shalat subuh, Anabel segera membangunkan Ferdi untuk bersiap siap Begitupun membangunkan Bulan, Bintang juga David.


Setelahnya Anabel segera membereskan dapur dan mulai memasaknya.


Hari ini Anabel segera menggoreng nasi goreng.


Anabel segera menyajikan masakannya di meja makan, ruang tengah.


Kemudian Anabel melanjutkan membuat puree jagung manis dan bayam untuk Afnan.


"Humm aroma harumnya masakan istriku Masya Allah kali, membuat perut suaminya ini lapar, ingin segera menyantap masakan istrinya." ucap Ferdi dengan tersenyum dan menggoda Anabel.


"Aih, bisa aja suamiku menggoda isterinya ini." ucap Anabel dengan tersenyum.


"Iya bundaaa mau harumnya membuat kami laperrr, Bulan jadi laper juga." ucap Bulan.


"Hehehe bisa aja kalian ini sayang, Yaudah lekas di makan ya." ucap Anabel.


"Ashhhiapppp bundaaa." ucap David, yang membuat semuanya tersenyum dan tertawa.


Mereka pun segera menyantap masakan Anabel. Tidak sampai 10 menit, masakan Anabel telah habis tanpa sisa. Mereka benar-benar menyukai nasi goreng yang telah Anabel buat.


"Alhamdulillah dah habis aja ya?" tanya Anabel.


"Iya Alhamdulillah syukaaaaa." ucap Bintang.


"Enaaaak bangeeeet." ucap David.


"Buatin lagi ya bun?." ucap Bulan.


"Oke sayang, nanti bunda buatin lagi ya


insya Allah." ucap Anabel


"oceeeee, makasih bundaaa." ucap mereka bersamaan.


Begitupun tak terasa Afnan pun telah habis memakan puree jagung manis dan bayam buatan Anabel. Membuat Anabel tersenyum.


"Alhamdulillah udah habis ya, syukaaaaa ya Afnan? ." ucap Anabel Kepada Afnan .


"Iya dong pastinya suka hehe. " ucap Ferdi mewakili.


"Hehehe mas." ucap Anabel, tanpa sadar ucapan Ferdi membuat Anabel tersenyum.


"Alhamdulillah ya Afnan suka, syukur Alhamdulillah." ucap Ferdi.


"Iya mas , syukur Alhamdulillah." ucap Anabel dengan tersenyum.


"Yaudah yuk setelah kita beres beres ini piring ,lekas berangkat keburu telat." ucap Ferdi kepada Bulan, Bintang juga David.


"Siappp ayah." ucap mereka bertiga.


"Gak usah mas , biar Anabel yang membereskannya. Kalian cepat berangkat gih, keburu telat loh." ucap Anabel kepada Ferdi.


"Gak papa sayang, biar kita ikut bantu membereskannya bagaimanapun kita ikut makan kan?." ucap Ferdi.


"Hemm, baiklah terserah kalian saja." ucap Anabel.


"Hemm jangan ngambek dong, kan kita niat bantu." ucap Ferdi dengan tersenyum dan mencoel coel pipi Anabel.


"Issh apaan sih mas." ucap Anabel yang sedang merajuk dan merasa risih. Dan memutuskan melepaskan tangan Ferdi daripada pipinya. Semakin membuat Ferdi gemas dan mencubit pipi Anabel.


"Auh mas sakit tauk." ucap Anabel, saat Ferdi mencubit pipinya.


"Ohya mas, aku izin ya nanti mau pergi sama Amel." ucap Anabel.


"Hemm, baiklah. Mas izinkan." ucap Ferdi.


"Aaaa, makasih mas." ucap Anabel.


"Sama sama sayangku." ucap Ferdi. Membuat Anabel tersenyum.


"Ohya ayuk segera bereskan piring ini terus kita berangkat supaya ndak telat." ucap Ferdi.


"Iya ayah siappp." ucap Bulan, Bintang juga David. Dan mereka segera membereskan piring piring ataupun gelas itu.


Setelahnya, mereka segera pamit untuk berangkat.


"Bun, berangkat dulu ya." ucap Bulan.


"Oke hati hati. Gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Anabel kepada ketiga anaknya.


"Gak ada bun, yaudah bun kami berangkat dulu ya." ucap David.


"Iya sayang, hati hati ya." ucap Anabel kepada ketiga anaknya.


"Yank, mas berangkat dulu ya, hati hati." ucap Ferdi.


"Iya yank hati hati juga. Semangat kerjanya. Aku ntar pamit ya yank pergi sama Amel." ucap Anabel .


"Iya yank, sayangku . Pergi dulu ya assalamualaikum. ucap Ferdi, dan Mereka pun segera berangkat.


"Iya yank, hati hati. Waalaikumussalam." ucap Anabel.


 


\======================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Nitip Martabak


Sementara Beberapa menit kemudian Hery dan April baru bangun tidur.


"Sudah berangkat ya mantu mama?" tanya April.


"Iya uda ma, barusan. " ucap Anabel.


"Yah, padahal mama mau nitip martabak kalau pulangnya nanti." ucap April pura pura ngambek.


"Hehehe, kan bisa ma nitip nanti aku chat ya mas Ferdi. " ucap Anabel.


" Biar aku aja yank yang belikan." ucap Hery pada April dengan memeluknya.


"Isssh tapi beda rasanya yang kamu belikan sama yang mantuku belikan." ucap April.


"Yaudah nanti biar aku titip ke Ferdi ya ma." ucap Anabel kembali.


"Yeee gitu dong horeee." ucap April kegirangan.


"Terserahlah." ucap Hery pura pura ngambek dan pergi dari tempat tersebut.


"Gak mama ikutin itu papa ngambek karena mama kan? upss." ucap Anabel.


"Gak ah, buat apa? biar aja dia ngambek, mama mau masak. Kalau mama gak masak ya gak ada masakan." ucap April dan berlalu ke dapur.


Sedangkan Anabel hanya bisa menggeleng kepalanya dan berucap "Mama, mama" dengan tersenyum.


"Ohya Astagaaa aku lupa." ucap Anabel dan segera berlalu ke dapur menyusul April.


"Ma." ucap Anabel memanggil April, saat Anabel telah di dapur.


"Apa Bel?." ucap April dengan mencoba mencari bahan masakan untuk di masak.


"Mama gak usah masak, tadi Anabel sudah masak nasi goreng sekalian. Kalau mama mau sama papa makan nasi goreng aja buatan Anabel. Dan tolong jagain Afnan dong ma." ucap Anabel meminta kepada April.


"Loh kamu masak nasi goreng? Boleh deh makan masakanmu dari pada mama harus masak lagi kan?. Yauda Sinii biar mama jagain dan main sama Afnan." ucap April.


"Iya ma, Anabel siapin mama makan ya? Mama jagain Afnan aja. Biar Anabel yang siapin makan." ucap Anabel.


Mama makannya nanti dulu, mama jagain Afnan dulu aja ya." ucap April.


"Tapi tadi mama mau masak kan? pasti lapar? ." tanya Anabel.


"Enggak tadi niatnya masak doang, pumpung masih pagi , dan Alhamdulillah kamu uda masak . Yaudah tinggal makan aja, tapi nanti aja hehehe. Masih mau main sama Afnan mama." ucap April.


"Hemm oke baiklah ma." ucap Anabel.


"Anabel siap siap dulu ya ma karena mau ada pergi sama Amel, uda janjian. Terimakasih ma, uda mau jagain Afnan." ucap Anabel.


"Oke sayang, sama sama. siap siap gih. Mau jalan jalan atau shoping nih? tanya April.


"Hehehe bukan shopping ma, ketemuan di restoran aja. Bukan jalan jalan juga sih." ucap Anabel.


"Mau makan makan ya ? " tanya April.


"Hehehe enggak ma , ada yang ingin di obrolkan." ucap Anabel .


"Yaudah ma, Anabel siap siap dulu ya." ucap Anabel yang segera bersiap siap.


"Iya Bel." ucap April yang segera menuju kamar Afnan.


Setelah beberapa menit, Anabel pun telah selesai bersiap siap dan keluar kamarnya.


" Ma aku berangkat dulu ya, tolong pamitkan ke papa juga ya ma, karena Anabel gak ingin ganggu tidurnya. "'ucap Anabel.


"Oke siap sayang." ucap April.


Anabel pun segera mencium Afnan dan bersiap untuk pergi.


"Ma, Anabel pamit ya, Amel uda chat Anabel ini kalau dia Uda mau sampai. Assalamualaikum ma ." ucap Anabel mencium April berlalu pergi.


"Waalaikumsalam Bel, hati hati." ucap April.


Hampir perjalanan setengah jam, Anabel pun telah sampai di restoran.


Anabel pun segera mencari keberadaan Amel dan menemui nya.


"Uda nunggu lama?" tanya Anabel saat telah berada di dekat Amel.


"Eh Bel, uda dateng? enggak, masih baru kok Mel." ucap Anabel.


"Oooh syukurlah, Alhamdulillah." ucap Anabel dan segera duduk di dekat Amel.


"Ohya Bel kamu uda pesan?" tanya Anabel.


"Belum, nungguin kamu." ucap Amel.


"Lah itu apa? tunjuk Anabel jus yang di pegang Amel.


"Eh iya ya lupa, iya pesan ini aja tadi sambil nunggu kamu. Soalnya aku haus." ucap Amel.


"Oooh okey." ucap Anabel.


"Ohya Mel, kamu mau bicarakan apa? katanya manggil aku ke sini karena ada yang ingin di bicarakan ?." ucap Anabel.


"Iya nih, tapi nanti dulu aja ya ngobrol nya. pesan makanan dulu, soalnya aku lapar." uvL Amel.


"Oooh yasudah, oke deh Mel." ucap Anabel.


"Waiters." ucap Amel.


Tak begitu lama waiterss pun datang, dan memberikan mereka daftar menu untuk mereka pesan.


Anabel dan Amel pun memilihnya, dan waiterss kembali untuk menuliskan menu yang mereka pesankan, setelahnya pamit undur diri.


Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang dan di sajikan oleh waiterss tersebut.


Anabel dan Amel pun segera memakannya, saat waiterss tersebut sudah undur diri.


"Enak ya Mel makan di restoran ini.,," ucap Anabel yang mulai tadi sudah lapar, karena mulai pagi ia belum makan.


"Iya Bel, makanya aku ajak kamu ke sini selain untuk ngobrol, menu makanan di sini enak juga." ucap Amel.


"Iya Bel sama sama , yuk lanjut makan. Setelah itu kita ngobrol." ucap Amel.


"Iya Mel." ucap Anabel. Dan mereka pun melanjutkan makan kembali.


 


\===================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Amel Ragu Terhadap Bayu


Setelah beberapa menit kemudian, makanan mereka pun habis.


"Alhamdulillah kenyang. " ucap Anabel. Sedangkan Amel hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya.


"Ohya Mel, mau bicara apa? katanya ada yang mau di bicarakan? ." tanya Anabel kembali.


"Iya,ini mau cerita." ucap Amel.


"Mel, aku kok ragu ya sama Bayu." ucap Amel.


"Ragu kenapa toh?" ucap Anabel.


"Entah mengapa, aku merasa Bayu ada simpanan di luar sana selain aku.


"Ah masa' sih Mel? Bayu kan terlihat sangat mencintaimu." ucap Anabel.


"Ferdi kan juga pas itu juga Bel, bahkan Ferdi mencintaimu sejak kapan kan, dah lama.. tapi ternyata?." ucap Amel, mencoba menyakinkan Anabel, hingga membuat Anabel mulai memikirkan hal tersebut dan ragu juga mempertanyakan cinta Ferdi.


"Hemmm iya sih, tapi..." ucap Anabel yang ragu .


"Tapi kamu jangan gegabah Mel, kamu harus benar benar buktikan itu benar atau tidak. Jangan sampai penyesalan akhirnya yang kau rasakan." ucap Anabel.


"Maksudku gini Mel, kamu harus bisa buktikan apa yang kamu katakan dan prasangka benar gak nya , setelah itu kamu bisa ngambil keputusan atau 2 membicarakannya pada Bayu suamimu." ucap Anabel mencoba menasehati Amel.


"Hemm, iya sih kamu benar. Maka nya sampai detik ini aku belum mengambil tindakan apapun, maka nya aku coba bicarakan sama kamu Bel." ucap Amel.


"Hemm, menurut ku untuk saat ini , kamu cari tau dulu baru nanti kamu bisa ambil keputusan." ucap Anabel.


"Iya Bel, makasih ya. Makasih uda mau mendengarkan curhatanku. Ku harap suami kita benar benar bisa menjaga kepercayaan janji suci pernikahan ya. Menjaga kepercayaan yang sudah kita berikan kepadanya. Semoga rumah tangga kita di di jauhkan dari namanya orang ketiga ya dan suami kita di jauhkan dari jatuh cinta pada perempuan lain selain isterinya. Ku harap siapapun yang berusaha menghancurkan rumah tangga kita atau merebut suami kita semoga ia di tiadakan untuk selamanya Bel, Termasuk Ana.!! ." ucap Amel tiba-tiba, yang membuat Anabel cukup terkejut seketika.


"Astaghfirullah Mel, kenapa kamu bawa bawa Ana sih? semua udah berlalu dan Aku setuju yang kamu katakan bahkan hampir saja aku Aamiin kan , tapi setelah mendengar kalimat terakhir mu jujur aku jadi ragu. Mengapa kamu begitu bencinya sama Ana? Ia sudah berusaha menghindar dari mas Ferdi dengan pergi dari kota ini, meninggalkan panti juga anak yatim. Ia merelakan rasa cinta itu dan sudah berusaha meninggalkannya. Lalu salah Ana di mana? ia bukan perebut seperti yang kamu katakan, Ia sudah berusaha meninggalkan itu semua, meninggalkan perasaan yang ia rasakan dengan pergi meninggalkan kota nya, bukankah begitu?" tanya Anabel ke Amel.


"Ia kan benar, Ana emang sudah merebut hati suamimu. Aku hanya ingin rumah tangga mu tidak terjadi apa apa Bel. Jujur sudah beberapa hari ini aku merasa bahwa rumah tangga kita akan di uji dengan ujian tiada batas terlebih kemarin aku sempat membaca zodiak kemarin" ucap Amel.


"Astaga Mel, Niatmu emang baik tapi yang kamu katakan tentang Ana gak sepenuhnya benar. Satu lagi sejak kapan membaca zodiak kamu? jangan percaya dengan zodiak. Apa kamu tau sama aja ketika kita membaca zodiak maka sholat kita selama 40 hari tidak di terima, tau kan? itu sama saja seperti kita datang ke dukun tau'. Dan bila kamu mempercayainya maka sama saja kamu sudah keluar Islam " ucap Anabel mencoba menjelaskan ke Amel.


"Ah,masa'? kan aku cuman iseng. Aku gak mempercayai sepenuhnya. Meski ada sih rasa percaya itu tapi cuman dikit." ucap Amel.


"Astaghfirullah Mel, seperti yang ku katakan tadi, kalau kamu hanya iseng tetap saja dosa dan hukumnya seperti kamu mendatangi dukun dan shalat mu selama 40 hari tidak di terima karena kamu sudah membacanya kan? terlebih kamu mempercayainya maka kamu seperti telah keluar islam. Terlihat sekali kok kamu mempercayainya buktinya kamu begitu khawatir tentang ujian yang akan menerpa rumah tangga kita hanya karena kamu sudah membaca zodiak. Padahal mau kamu baca zodiak atau tidak, ujian rumah tangga tetap ada , itu pasti. " ucap Anabel.


"Hemm gitu ya, boleh kamu sebutkan hadist nya? aku gak percaya yang kamu katakan karena temanku lainnya banyak kok yang baca zodiak bagian yang sudah berhijab juga banyak." ucap Amel.


"Okey, kalau itu yang kamu minta.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,


“Bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang beranggapan sial atau membenarkan orang yang beranggapan sial, atau siapa saja yang mendatangi tukang ramal atau membenarkan ucapannya, atau siapa saja yang melakukan perbuatan sihir atau membenarkannya.”[2]


Siapa saja yang mengklaim mengetahui perkara ghaib, maka ia termasuk dalam golongan kaahin (tukang ramal) atau orang yang berserikat di dalamnya. Karena ilmu ghaib hanya menjadi hak prerogatif Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat,


“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah” (QS. An Naml: 65).


"Begitu Mel, Aku dulu juga sering iseng membaca zodiak meski gak sepenuhnya, tapi ketika aku telah mengetahui hadist ini ya jujur takut, sayang kalau shalatku gak di terima karena keisenganku ini." ucap Anabel mencoba menjelaskan kepada Amel .


"Hiks, terus gimana shalatku di terima gak? apalagi aku mempercayai nya. Hiks gimana Bel?." tanya Amel.


"Sungguh , aku baru mengetahui hal ini. Hiks aku menyesal sudah membaca zodiak apalagi mempercayai nya. hiks ." lanjut Amel.


"Udah, udah gak papa. Mohon ampun istighfar kembali kepada Allah, syahadat lagi dan berjanji gak mengulangi membaca zodiak meski iseng saja apalagi mempercayai nya." ucap Anabel kembali, mencoba menenangkan Amel.


"Aku dulu juga gitu, dan menyesal banget. Tapi emang saat itu aku gak tau, beda kalau udah tau tapi masih melakukannya makin berdosa. Dan sejak saat itu aku menghentikan membaca zodiak meski kadang pengen karena sudah terbiasa. Bukan untuk mempercayainya tapi untuk iseng sih aku biasanya. Cuman kembali ketika mengingat sayang shalatku gak mau lagi meski iseng apalagi jangan sampai mempercayainya." ucap Anabel kembali.


"Iya Bel, aku menyesal dan takkan mengulanginya lagi. Makasih ya Bel, sudah mengingatkan ku. Kamu memang sahabat till Jannah ku." ucap Amel dengan memeluk Anabel.


"Iya Mel sama sama, itulah gunanya sahabat." ucap Anabel dengan tersenyum dan memeluk Amel.


"Ohya soal Bayu yang tadi kamu bicarakan sama aku, coba kamu cari tau dulu kebenaranya gimana dan seperti apa. Baru kamu bisa mengambil tindakan atau pilihan yang harus kamu pilih Mel. Karena takutnya bila kita gegabah karena di liputi emosi kita maka yang ada penyeselan yang kita dapatkan. Itu saranku, karena aku juga pernah konflik seperti sama Ferdi, Mel." ucap Anabel mencoba menasehati Amel kembali.


"Hemm, baiklah. Makasih sarannya ya Bel. Aku akan coba cari bukti dulu kebenarannya seperti apa, seperti yang kamu bilang ini." ucap Amel.


"Tapi jujur Bel, rasanya hatiku sakit dan ingin menumpahkan emosiku padanya, ingin segera mempertanyakannya. Tapi ku takut bila bertanya tanpa bukti kebenaran, yang ada Bayu bisa marah seperti itu. Dan aku kalah tetap tak menemukan jawabannya kecuali Bayu akan semakin ketat menutupinya dan aku akan kesulitan menemukan jawaban tersebut." ucap Amel.


"Iya Mel, banyak banyak istighfar aja ya, apabila emosi itu meliputi kamu. Boleh bertanya padanya tapi lihat situasi juga dan bertanya jangan sampai seperti menuduh begitu. Karena jika begitu yang ada Bayu ya marah, dan itu wajar. Terlebih bila kamu takut seperti itu, takut Bayu marah dan akan menutupinya yang membuat mu akan kesulitan menemukan jawaban itu kecuali berujung pertengkaran, Lebih baik jangan. Cari dulu kebenarannya gimana, dan bila kamu di liputi emosi coba tenangkan hatimu baca istighfar, itu saranku sih Mel. Aku mencoba belajar dari pengalaman dan dari buku terapis pernikahan yang pas itu kita baca." ucap Anabel.


"Iya Bel, makasih ya. Aku akan coba saranmu karena itu lebih baik sepertinya dan tidak beresiko antara hubungan ku dengan Bayu. Kamu benar, seringkali rasa emosi itu tak mampu di bendung lagi tapi mengingat bila berujung pertengkaran, percuma lebih baik tidak usah di katakan dan menahan rasa emosi ini." ucap Amel.


"Yups, itu betul banget. Aku doakan semoga tidak terjadi, semoga rumah tanggamu baik baik aja dan tidak ada orang ketiga. Semoga kamu pun segera menemukan bukti kebenaran itu ya. Semoga berhasil dan baik baik saja semuanya." ucap Anabel.


"Aamiin, makasih Bel, kamu memang sahabat terbaikku." ucap Amel memeluk Anabel.


"Iya sama sama." ucap Anabel memeluk Amel.


"Ohya yuk pulang, soalnya aku juga Uda ninggalin Afnan cukup lama. Dan kebetulan uda 1 jam kita di sini, sepertinya ini waktunya anak anak mau pulang juga. Jadi sekalian aku mau chat supirku supaya datang kemari jemputku dan nyusul anak anak sekalian di sekolah setelah itu segera pulang aku. Kasian Afnan sudah terlalu lama aku tinggal. Mama juga pasti capek jaga Afnan terus." ucap Anabel.


"Iya Bel, yaudah yuk pulang." ucap Amel.


"Iya yuk, kita bayar dulu." ucap Anabel.


"Biar aku aja yang bayar, gak papa." ucap Amel.


"Loh jangan, biar aku aja." ucap Anabel.


"Gak papa Anabel, aku ingin menantraktir kamu." ucap Amel.


"Loh dalam rangka apa nih? hehe.Beneran jangan aku gak enak sama kamu atau gak kita bayar masing masing aja makanan kita hehe, gimana?" ucap Anabel.


"Gak papa, biar aku aja. Aku juga ingin menantraktir kamu karena kamu uda baik banget kasih ku nasehat ini dan itu ke aku. Jadi plese kali ini izinkan aku menantraktir kamu, jangan nolak. ucap Amel.


"Hemm baiklah. Makasih ya Mel." ucap Anabel kembali.


"Iya sama sama." ucap Amel.


"Waiterss." ucap Amel memanggil waiterss.


Beberapa menit kemudian waiterss pun datang.


"Iya mbak, mau pesan apalagi?" ucap waiterss tersebut.


"Enggak mbak, saya bukan mau pesan lagi hehe. Saya mau bayar note pembayaran aja ini." ucap Amel kepada waiterss tersebut, dengan menyerahkan selembaran uang.


"Oooh baik mbak, terimakasih." ucap waiterss tersebut dan berlalu pergi.


"Yaudah yuk Bel." ucap Amel yang mulai berdiri.


"Iya Mel." ucap Anabel yang mulai bersiap dan berdiri meninggalkan restoran tersebut.


 


\===========================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Menjemput Mereka Pulang Sekolah


Sesampainya depan restoran, Amel menawari Anabel untuk pulang bersamanya tapi Anabel tidak mau dan meminta Amel untuk pulang duluan saja, karena ia ingin menyusul anaknya sekalian.


"Yuk pulang bareng aku Bel." ucap Amel menawari Anabel.


"Makasih Mel sebelumnya, uda menawariku tumpangan bareng kamu. Tapi aku sepertinya meminta supirku untuk menjemputku deh, karena aku ingin Menjemput Bulan, Bintang sama David sekalian di sekolah nanti. Jadi pas nanti supirku menjemputku aku akan meminta sekalian ke sekolah anak anak, untuk menjemput mereka. Tapi sebelumnya makasih ya Mel, uda nawarin aku. ucap Anabel.


"Oooh oke deh, aku pulang duluan ya. Hati hati, semoga supirmu cepat jemput kamu ya. Apa aku tunggu kamu aja di sini sampai supirmu datang Bel? karena jujur aku juga cemas kamu." ucap Amel.


"Hehehe, tidak usah Mel, makasih sebelumnya. Kamu pulang duluan saja gak papa. Jangan cemas, apa yang perlu kamu cemaskan sih? Jangan bilang karena kamu habis baca zodiak yang tadi." ucap Anabel.


"Enggak loh bukan zodiak Bel. Isssh, aku juga Uda gak percaya zodiak gitu, kan uda kamu ingetin. Hehe makasih. " ucap Amel.


"Aku itu cuman cemas aja, karena kamu perempuan sendirian di sini. Gituloh maksudku." lanjut Amel.


"Oalah gitu toh, gak papa kok.Duluan aja. Makasih sebelumnya uda perhatian banget sama aku hehehe." ucap Anabel.


"Oke deh, hati hati ya. Jaga diri kamu. Aku pamit duluan ya, Assalamualaikum. Dadada." ucap Amel dengan melambaikan tangannya menuju mobil.


Setelah mobil Amel hilang dari pandangan, Anabel segera menghubungi supirnya untuk datang menjemputnya.


Beberapa menit kemudian, supirnya pun datang dan menjemputnya.


Anabel pun segera naik dan berkata "Pak, mampir ya ke sekolah anak anak, kita jemput mereka sekalian setelah itu pulang ke rumah." ucap Anabel.


"Oke non." ucap supir tersebut.


Dan Anabel selama di perjalanan menyandarkan dirinya di kursi mobil dan memejamkan matanya. Tak terasa hampir setengah jam, mereka pun sampai di sekolahan.


"Non uda sampai." ucap supirnya, yang membangunkan tidur Anabel.


"Ah iya pak , terimakasih. Hehe maaf tadi ketiduran pak. Untung bapak bilang." ucap Anabel yang segera turun dari mobil tersebut.


"Ohya pak, tunggu di sini ya, saya mau masuk jemput anak anak dulu." ucap Anabel meminta supirnya menunggunya.


"Ashhhiapppp non, hehe." ucap supirnya.


Setelahnya Anabel pun segera masuk ke dalam sekolah tersebut dan menunggu kehadiran Bulan, Bintang juga David. Karena saat turun , ia melihat anak anak belum bubar dari kelasnya dan masih belajar. Mungkin sebentar lagi, pikir Anabel yang lalu menunggunya saja.


Anabel pun mencoba bertanya kepada orang di sampingnya yang juga menunggu anaknya.


"Bu, assalamualaikum. Maaf boleh Bertanya?" ucap Anabel.


" Waalaikumussalam, ohya silahkan mau nanya apa bu.? ucap ibu tersebut.


"Ini bu, masih lama kah keluarnya anak anak ini? atau bentar lagi waktu pulang? ibu juga nunggu anak ibu ya ?" tanya Anabel.


"Iya bu, sebentar lagi mungkin. Tunggu saja bu, sabar. Hehehe. Karena biasanya memang gak lama lama banget bun, sebentar lagi biasanya anak anak uda bubar dari kelas dan iya saya nunggu anak saya." ucap ibu tersebut.


" Oooh gitu ya bun. Alhamdulillah kalau gak lama lagi. Ohya anak bunda cewek atau cowok bun? dan kelas berapa?" tanya Anabel.


"Iya bun,gak lama lagi kok. Anak saya cewek bun. Masih tk . " ucap ibu tersebut.


"Oooh, anak saya 2 cewek , 1 cowok bun. Kebetulan yang cewek seumuran anak bunda. Yang tk namanya Bulan dan Bintang,kalau kakaknya kelas 2 sd, namanya David. SD nya di sini juga bun , jadi sekalian jemputnya hehe.


." ucap Anabel.


"Ooh iya bun, hehe." ucap ibu tersebut.


"Tapi bun, maaf sebelumnya. Kalau anak tk memang pulang jam 10 bun , kalau yang kelas 1-2 SD itu biasanya pulang jam 12 an bun." lanjut ibu tersebut.


"Ooh gitu ya bun, hemm baiklah mungkin jemput yang tk dulu. Nanti kalau David belum waktunya pulang, aku minta supir jemput lagi kesini. Soalnya aku juga harus segera pulang, uda ninggalin Afnan, adeknya cukup lama." ucap Anabel.


"Hehehe iya bun, lebih baik gitu aja." ucap ibu tersebut.


Tak lama di tengah perbicangan mereka, melihat anak anak sudah bubar dari kelasnya masing masing.


 


\=======================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - David Pulang Lebih Cepat


Begitupun dengan Bulan juga Bintang Mereka pun segera menghampiri Anabel. Dan anak ibu itupun juga menghampiri ibunya.


"Bundaaa." ucap Bintang juga Bulan dan segera memeluk Anabel.


"Halo sayangnya bunda. Gimana pelajaran tadi? ." tanya Anabel, karena prinsipnya untuk menanyakan bagaimana pembelajaran mereka di sekolah meski mereka masih tk.


"Alhamdulillah bunda, tadi belajar membaca, bermain sama dengarkan dogeng dari bu guru. Bulan sama Bintang tadi bisa pas di suruh membaca buku jilid 2 sama bermain bongkar pasang ." ucap Bulan yang berceloteh.


"Syukur Alhamdulillah, bunda senang." ucap Anabel.


"Loh intan?." ucap Bulan melihat anak ibu itu.


"Bunda kenal intan dan ibunya?" tanya Bulan ke Anabel.


"Iya Bulan, Bintang . Ini ibuku. Mama kenal ibunya Bulan sama Bintang?" tanya Intan ke ibunya.


"Iya mama kenal sama ibunya Intan karena baru saja kita mengobrol hehe." ucap Anabel.


"Owhhh.." ucap Bulan, Bintang juga Intan. Jawaban Anabel mewakili pertanyaan mereka.


"Yaudah yuk pulang." ajak Anabel ke Bulan juga Bintang.


"Yuk bunda." ucap mereka.


"Bu, saya izin pamit duluan ya. Cantik pamit dulu ya." ucap Anabel ke ibu dan anak tersebut.


"Iya bu, silahkan. Hati hati." ucap ibu tersebut.


Anabel, Bulan juga Bintang pun segera pulang meninggalkan tk tersebut. Saat melewati SD menuju perjalanan pulang, Anabel sengaja berhenti sebentar untuk melihat apakah anak SD sudah bubar kelas atau belum.


Dari jauh Anabel melihat David dengan memakai ransel sekolahnya bersiap untuk pulang bersama temannya. Dan Anabel pun menghampiri mereka.


"David." panggil Anabel, saat sudah dekat dengan David.


"Bunda? Loh bunda ada di sini juga? Bulan sama Bintang uda pulang juga ya?" ucap David.

__ADS_1


"Iya, bunda jemput Bulan sama Bintang. Maunya tadi bunda juga jemput David, tapi katanya anak kelas 2 SD pulang jam 12 an ya?" ucap Anabel.


"Tapi kok ini kak David uda pulang? kan belum jam 12 bunda?" tanya Bulan.


"Iya bunda biasanya begitu. Tapi ini berhubung ada Rapat pulang cepat." ucap David.


"Ooh begitu, yaudah ini David mau pulang kan? yuk pulang bareng aja. Temen David ajak bareng juga gak papa biar nanti kita anter teman David pulang duluan." ucap Anabel.


"Iya bunda, ini tapi teman David nunggu di jemput juga . " ucap David.


"Sudah telfon orang tuanya teman David? kalau belum bareng aja gak papa biar bunda antarkan atau pinjam hp bunda ? barangkali mau telfon orang tuanya?." ucap Anabel.


"Terimakasih tidak usah tante. Karena tadi Rey uda telfon ayah, pinjam lewat telfonnya bu guru." ucap Rey, teman David.


"Ooh begitu, baiklah. Kami duluan ya." ucap Anabel ke Rey , teman David.


"Tapi apa gak nunggu di jemput dulu Rey nya ma? Kasian kalau nunggu sendirian." ucap David.


"Hemm begitu ya, soalnya mama uda ninggalin Afnan cukup lama. Sedangkan stok ASI mama di kulkas sudah habis." ucap Anabel.


"Iya tante , gak papa David sama tante pulang duluan saja. Rey nunggu sendiri gak papa kok , karena masih banyak juga teman teman di sini dan guru lainnya. Jadi aku gak sendirian David, jangan terlalu khawatir denganku David." ucap Rey .


"Hemm, baiklah. Maaf ya aku duluan, kamu hati hati. Byeeeeee Rey." ucap David.


"Iya David, hati hati juga. Byeeeeee." ucap Rey.


"Tante duluan ya Rey, hati hati. Maaf ya tante duluan." ucap Anabel.


"Iya tante, gak papa. Jangan merasa bersalah begitu karena tante gak salah hehe. Hati hati juga tante, kirim salam sama Afnan. Afnan baik kan tante?" ucap Rey.


"Hehehe iya Rey nanti tante sampaikan ke Afnan oceee. Akham Afnan sehat, tante to nggak di rumah tadi gak tante ajak karena pas bobok. Makanya sekarang tante mau segera pulang karena uda cukup lama juga ninggalin Afnan.


"Oooh iya tante silahkan." ucap Rey.


"Hati hati ya kak Rey , kami pamit dulu." ucap Bulan.


"Iya sama sama, hati hati Bulan , Bintang , David juga tante. " ucap Rey.


Rey mengetahui nama adiknya David karena David sering bercerita tentang mereka dan beberapa kali pernah ke rumah David terlebih kerja kelompok.


Mereka pun segera naik mobil dan pulang.


"Pak, maaf ya tadi nunggu lama." ucap Anabel ke supirnya.


"Hehehe iya gak papa kok bu, tadi saya juga tinggal dulu buat makan karena lapar hehehe." ucap supirnya.


"Ooh iya pak, alhamdulillah kalau begitu. Terimakasih atas pengertiannya pak. ucap Anabel.


"Iya sama sama bu." ucap supir itu.


Dan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.


Di tengah perjalanan mereka, supir Anabel membuka suara untuk memecahkan kesunyian.


"Ohya Den David pulang bareng non Bintang sama non Bulan? ada acara kah Den David sehingga sekolahnya di pulangkan duluan?" tanya sopir.


"Iya pak , ada acara makanya di pulangkan duluan." ucap David.


"Oooh iya Den David, Non Bulan sama Bintang bagaimana kabar di sekolahnya apa yang di ajarkan? Den David juga apa aja? bapak ingin dengar hehehe. Ceritalah." ucap supir tersebut.


"Iya pak tadi di sekolah Bulan sama Bintang di suruh nyanyi, berdongeng ,belajar membaca dan main mengasah otak, bongkar pasang. Alhamdulillah kami bisa." ucap Bulan .


"Alhamdulillah, nyanyi apa toh? ceritanya apa juga?" tanya sopir itu kembali.


"Nyanyi lagu anak anak, boleh pilih. Ceritanya juga apa aja boleh pilih. " ucap Bulan kembali.


"Oooh iya ya non. Kalau David gimana ceritanya di sekolah?" tanya sopir itu kembali.


"Alhamdulillah kelas 2 sudah mulai belajar membaca bahasa Inggris dan berhitung matematika pak. hehe , pelajaran sudah mulai full dan banyak pr beda dengan tk. Hari ini aja David dapat 3 pr ." ucap David.


"Wah Masya Allah ya, semangaaaat den David." ucap supir itu, mengakhiri pembangunannya. Karena ia tidak enak juga terlalu banyak bicara.


"Bun, pengen biskuit." ucap Bintang.


"Iya bun, beliin, sudah lama gak makan biskuit." ucap Bulan.


"Hemm, tapi kan kita sudah di perjalanan sayang, gimana?." ucap Anabel, dengan memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di kursi mobil sejak tadi.


"Mampir bentar ke Alfamart yang dekat rumah hehe." ucap Bulan.


"Hemm oceeeee." ucap Anabel.


"Pak, nanti mampir bentar ya, ke Alfamart dekat rumah. Anak anak pengen beli biskuit soalnya. Jadi sekalian sebelum ke rumah." ucap Anabel.


"Oooh iya bu, baiklah." ucap supir itu.


Mereka pun melanjutkan perjalanan, ada yang menyanyi ada yang mengobrol selama perjalanan. Sedangan Anabel seakan tidak peduli sekitarnya dengan tetap memejamkan matanya.


Hampir 15 menit perjalanan mereka pun hampir sampai rumah, dan mampir sebentar ke Alfamart.


"Sudah sampai Alfamart yang mau beli. " ucap supir.


"Bu, sudah sampai Alfamart."ucap supir itu.


"Bundaaa udah sampai." ucap Bulan juga.


"Hemm iya pak terimakasih. Yuk turun. Tunggu sini ya pak. " ucap Anabel.


"Iya bu." ucap supir itu.


Mereka pun turun dan segera memasuki Alfamart tersebut.


Mereka mulai memilih barang yang ingin mereka beli.


Saat mereka memilih tak sengaja Anabel menabrak bagi seseorang z yang menyebabkan belanjaannya terjatuh.


"Yaa Allah, maaf ya." ucap Anabel.


"Iya gak papa." ucap gadis bercadar itu .


Seketika yang membuat Anabel teringat Ana terlebih melihat mata perempuan itu.


"Ana." ucap Anabel tanpa sadar.


"Maaf saya bukan Ana, perkenalkan saya Siska" ucap perempuan itu yang mencopot cadarnya sebentar , saat berkenalan dengan Anabel.


Dan saat siksa membuka cadarnya, Anabel sempat mengira Siska adalah Ana ,wajah mereka yang hampir mirip. Tapi Anabel mencoba melihat Siska secara detail kembali dan mendengar suara Siska yang berbeda membuat Anabel yakin Siska bukan Ana.


"Ohya , Saya Anabel. Maaf saya kira kamu Ana , sahabat saya yang telah cukup lama menghilang. Saya sudah cukup lama kehilangan kabarnya dan saya rindu sekali dengannya. Kamu tari hampir mirip sekali dengan Ana, sahabat saya itu. Tapi saya perhatikan kembali ternyata bukan, hehehe." ucap Anabel.


"Owh Masya Allah, iya gak papa. Saya doakan semoga kalian lekas bertemu ya. " ucap Siska.


"Iya, Aamiin, terimakasih doanya. " ucap Anabel.


"Biar saya bantu ya." ucap Siksa, yang mulai membantu mengambil belanjaan Anabel yang jatuh tadi.


"Iya Terimakasih." ucap Anabel yang turut mengambil juga.


"Yaudah saya pamit dulu ya, soalnya sudah ditunggu anak dan suami di mobil." ucap Siska.


"Ooh iya silahkan. Saya juga soalnya ninggalin bayi di rumah, mau segera pulang." ucap Anabel.


"Oooh masya Allah masih muda anaknya Uda 4 ya?" tanya Siska.


"Hehehe iya, Alhamdulillah." ucap Anabel.


"Mari." ucap Siska, yang kemudian pergi meninggalkan Anabel terlebih dahulu.


"Bun,ayuk." ucap Bulan.


"Iya bentar ya." ucap Anabel.


Setelah beberapa saat menenangkan hatinya dan mencoba mengatur emosinya Anabel pun segera pulang menuju mobil.


"Yuk sayang, pulang." ucap Anabel.


"Iya bunda. Mereka pun segera berlalu meninggalkan Alfamart tersebut.


Sesampainya di mobil Anabel lebih banyak diam seperti tadi, sedangkan Bulan, Bintang juga David bernyanyi, bercerita dan saling mengobrol Begitupun sesekali sopir ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka.


Tak butuh waktu lama, 10 menitan mereka sudah sampai rumah.


"Hati hati turunnya." ucap Anabel, saat melihat Bulan, Bintang juga David turun bergantian, Setelahnya Anabel pun ikut turun dari mobil.


"Assalamualaikum eyank." ucap Bulan, Bintang juga David saat April dan Hery membukakan mereka pintu. Dan mereka pun segera masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum ma, pa. " ucap Anabel.


"Waalaikumussalam Anabel dan cucu eyank." ucap Hery dan April.


"Ma, pa. Gimana kabar Afnan? gak rewel?" tanya Anabel.


"Alhamdulillah enggak Bel, itu sekarang tidur ." ucap April.


"Alhamdulillah, tapi belum makan siang ya ma?" tanya Anabel.


"Ya belumlah Bel." ucap April.


"Yaudah, Ma , pa. Anabel duluan ya, mau nyiapin Afnan juga anak anak makan sama berberes rumah." ucap Anabel.


"Iya Bel." ucap April. dan segera ikut nimbrung bersama Hery, Bulan, Bintang juga David yang sedang bermain.


"Bulan, Bintang sama David, kalau bisa bersihkan diri dulu sebelum bermain. Ingat pesan bunda." ucap Anabel kembali mengingatkan anaknya. Bagaimanapun Anabel ingin mengajarkan mereka tentang kebersihan.


Bulan, Bintang juga David segera membersihkan diri bergantian kemudian melanjutkan bermain mereka bersama Hery juga April, eyank mereka.


 


\==========================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Bertemu Ana Lagi


Setelahnya Anabel pun segera membersihkan dirinya, berberes rumah, dan menyiapkan makanan untuk Afnan juga Bulan, Bintang dan David.


Setelah semuanya siap, Anabel segera menyajikan makanannya di meja makan.


"Bulan,Bintang , David, ayok makan. Sama bunda siapkan. " ucap Anabel.


"Mama sama papa juga segera makan ya, sudah Anabel siapkan." ucap Anabel kembali.


"Iya bundaaaa." ucap Bulan , yang segera ke meja makan dan diikuti oleh Bintang juga David.


"Iya Bel, yuk makan pa" ucap April yang segera menuju meja makan juga, diikuti oleh Hery.


"Iya ma." ucap Hery.


Anabel pun segera ke kamar Afnan untuk membangunkan Afnan makan bersama.


"Yuk makan ya sayang." ucap Anabel yang segera menggendong Afnan yang sudah bangun.


Sesampainya di meja makan , Anabel pun segera menyuapi Afnan.


"Alhamdulillah habis ya. Loh kakaknya makanannya juga uda habis." ucap Anabel setelah makan Afnan habis.


"Yaudah biar Anabel yang cuci piring ya, kalian tolong jaga Afnan. " ucap Anabel kepada mereka.


Anabel pun segera berlalu dan membereskan sisa makanan juga mencuci piring.


Tak butuh waktu lama, Anabel pun telah selesai mencuci dan membereskan.


Anabel segera ke ruang tengah kembali dan pamit ingin beristirahat duluan karena jujur kepalanya pusing, terlalu banyak yang di pikirkan. Anabel ingin mengistirahatkan dirinya dalam tidurnya.


"Pa, ma, Bulan, Bintang, David. Bunda izin duluan istirahat ke kamar ya karena bunda kurang enak badan dan pusing. Gak papa kan? Boleh minta tolong jagain Afnan." ucap Anabel.


"Baik Bel, kamu gak sakit kan?" tanya April.


"Alhamdulillah enggak ma, hanya kecapean dikit mungkin. Terimakasih ma uda mau jagain Afnan." ucap Anabel.


"Iya bunda gak sakit kan? sehat sehat ya bun. Kami jagain Afnan kok." ucap Bulan.


"Iya bunda gak kenapa napa, cuman gak enak badan saja. Terimakasih ya sayang, uda mau jagain Afnan. Nanti kalian juga jangan lupa tidur siang ya.Mama sama papa juga tidur siang ya, bangunin Anabel nant kalau Afnan belum tidur. ucap Anabel.


"Siap bunda." ucap Bulan.


"Iya Bel." ucap April.


"Anabel pamit isrtihat dulu ya." ucap Anabel yang segera berlalu ke kamarnya.


"Iya Bel." ucap April kembali dan segera bermain bersama cucunya.


Sesampainya di kamar, Anabel pun segera tidur karena rasa pusing menghantamnya kembali yang terlalu memikirkan tentang pertemuannya dengan Siska dan obrolannya dengan Amel .


***


Anabel bingung tiba tiba ia merasa berada di taman. Di tengah kebingungannya, Anabel melihat sosok Ana.


"Mbak Ana?" ucap Anabel yang bingung melihat sosok Ana di depannya.


Sedangkan Ana menatap ke arah Anabel kemudian berlari kembali menjauh dari Anabel.


"Tunggu mbak Ana." ucap Anabel yang mengejar Ana.


Dan Ana pun berhenti di tepi jurang, hampir saja menjatuhkan dirinya ke sana.


Anabel pun segera menarik Ana dan membuat dirinya hampir saja jatuh kedalam jurang tersebut.


"Mbak Ana, awas." ucap Anabel saat menarik Ana dan membuat ia hampir terjatuh kedalam jurang tersebut.


Ana pun segera berlari kembali menjauh dari Anabel, seakan tak peduli dengan kondisi Anabel yang hampir terjatuh ke dalam jurang karena mencoba menyelamatkannya.


Anabel mencoba menyeimbangkan dirinya kemudian berlari kembali menyusul Ana.


"Ana, Mbak Ana tunggu Anabel mbak, tunggu Anabel mbak Ana , jangan berlari terus, Anabel capek mengikuti mbak yang terus berlari." ucap Anabel. Sedangkan yang di panggil seakan tak peduli.


Hingga setelah berlari cukup jauh..


Ana kini telah berlari di jalan raya, sedangkan Anabel pun terus mengikutinya Hingga Ana berhenti di Jembatan yang di bawahnya ada sungai. Begitupun Anabel pun berhenti mengikuti sosok Ana dan segera menghampirinya.


"Mbak Ana, apa yang akan mbak mau lakukan? Tolong Jangan lakukan yang aneh mbak." ucap Anabel dengan menahan emosinya saat melihat Ana berhenti tepat di pembatas jembatan itu yang bawahnya sungai besar.


Sedangkan sosok Ana melihat Anabel sekilas dan segera akan menjatuhkan dirinya ke bawah .


"Tolong jangan lakukan itu mbak, tolong jangan." ucap Anabel.


"Buat apa mbak hidup , jika mbak gak bisa merasakan cinta ataupun di cintai dan tidak bisa mendapatkan atau bersama orang yang mbak cintai? ." ucap Ana berkata lirih.


Sedangkan Anabel bingung harus menjawab apa dan bagaimana. Ia sedikit bingung yang Ana katakan tiba tiba saja, meski ia pun paham yang di maksud Ana, tapi Anabel sungguh tak ingin memahaminya. Anabel ragu apakah yang dimaksud sosok Ana itu adalah Ferdi?.


"Maksud mbak apa? ." ucap Anabel.


"Kamu tau maksudku, jangan pura pura tidak tau." ucap Ana.


Jujur saja ucapan Ana membuat Anabel syok , karena Ana yang ia kenal tidak pernah berkata dengan nada seperti itu.


"Maksud mbak , Mas Ferdi. Suamiku kah?" tanya Anabel ragu untuk mempertanyakannya.


"Iya, kamu lebih memahami yang saya maksud Anabel." ucap sosok Ana.


Sedangkan Anabel hanya diam saja bingung harus berkata apa. Di tengah kebingungan Anabel tiba tiba saja sosok Ana, berbicara kembali.


"Baik bila kamu tidak bisa memutuskan. Kamu serakah ingin memiliki Ferdi sepenuhnya." ucap sosok Ana.


" Kamu lebih memilih kehilanganku kan? daripada membagi suamimu tercinta itu? Baiklah ku wujudkan." ucap Ana yang kemudian menjatuhkan dirinya kedalam sungai tersebut.


Anabel masih bingung mencerna apa yang terjadi.


"Byurrr." suara sungai yang seakan menandakan ada sesuatu yang telah terjatuh dari atas ke bawahnya.


"Anaaaaaa. Mbak Anaaaaaa." ucap Anabel histeris setelah ia sadar dari kebingungannya.


Anabel pun terjatuh, berlutut. Kakinya terasa lemas, hatinya terasa sesak tanpa sadar air matanya jatuh begitu saja . Mencerna apa yang terjadi namun hasilnya nihil ia tetap tak memahaminya.


"Mbak Ana, Anabel berjanji bila mbak kembali, Anabel akan membagi dan mengikhlaskan suami Ana untuk mbak. Tolong kembalilah mbak dan jangan meninggalkan Anabel dengan cara seperti ini. Anabel merindukan mbak." ucap Anabel dengan tangisnya karena hatinya terasa sesak. Sejujurnya ia tak ingin mengucapkan kata tersebut. Seakan hati dan akalnya tak sejalan. Hatinya terasa sakit dengan mengatakan kata tersebut harus membagi dan mengikhlaskan suaminya tapi Ia juga tak ingin kehilangan Ana, sahabat terbaiknya yang juga telah mengajarkan ia segalanya.


"Mbak Ana, mbak Ana." hanya itu yang bisa Anabel ucapkan memanggil sosok Ana.


Di tengah hatinya yang kacau, ia merasa seseorang memegang pundaknya dan memanggilnya.


"Anabel." ucap seorang lelaki itu. Yang Anabel lihat ternyata itu seperti sosok suaminya.


"Anabel , bangun." ucap sosok itu.


"Mas Ferdi." ucap Anabel.


*****


"Yank bangun." ucap Ferdi yang mencoba membangunkan Anabel yang sedang seperti mimpi buruk.


"Yank, bangun. Kamu mimpi apa? ." ucap Ferdi Kembali , yang mencoba mengguncangkan Anabel kembali.


Tak lama kemudian Anabel pun terbangun ketika merasa tubuhnya guncangkan beberapa kali oleh seseorang.


"Mas Ferdi." ucap Anabel yang masih bingung antara mimpi atau ia telah terbangun.


"Kamu kenapa yank? kamu gak papa kan?." ucap Ferdi yang segera memeluk Anabel untuk menenangkannya.


"Mas Ferdi." ucap Anabel menangis dan segera memeluk Ferdi.


"Yank baca doa dulu yuk, tadi uda baca doa belum?." tanya Ferdi.


"Belum yank , tadi lupa karena kepalaku pusing banget." ucap Anabel yang menyandarkan dirinya ke Ferdi .


Janganlah kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi" (HR Muslim)


Ohya ingat gak yank pesan Rasulullah di sabdanya , yang harus dilakukan ketika mimpi buruk. Ada beberapa hal yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika seseorang mimpi buruk.


Meludah kekiri 3 kali.


Memohon perlindungan kepada Allah Taala dari setan 3 kali, dengan membaca


Audzu billahi minas-syaithanir-rajiim" atau bacaan taawudz lainnya).


Memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut.


Atau sebaiknya ia bangun kemudian melaksanakan Shalat.


Mengubah pisisi tidurnya dari posisi semula ia tidur, jika ia ingin melanjutkan tidurnya, walaupun ia harus memutar kesebelah kiri, hal ini sesuai zahir hadis.


Tidak boleh menafsir mimpi tersebut baik menafsir sendiri atau dengan meminta bantuan orang lain.


Keterangan tentang hal ini terdapat dalam beberapa hadis berikut :Dari Jabir radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


"Jika kalian mengalami mimpi yang dibenci (mimpi buruk) hendaklah meludah kesebelah kiri tiga kali, dan memohon perlindungan dari Allah dari godaan setan tiga kali, kemudian mengubah posisi tidurnya dari posisi semula." (HR. Muslim)


Dalam hadis lain Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


"Ketika kalian mengalami mimpi buruk, hendaknya meludah ke kiri tiga kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan dari dampak buruk mimpi. Kemdian, jangan ceritakan mimpi itu kepada siapapun, maka mimpi itu tidak akan memberikan dampak buruk kepadanya." (HR. Muslim)


Abu Qatadah (perawi hadis) mengatakan,


"Sesungguhnya saya pernah bermimpi yang saya rasa lebih berat dari pada gunung, setalah aku mendengar hadis ini aku tidak peduli mimpi tersebut."


Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


"Mimpi itu ada tiga: mimpi yang benar, mimpi bisikan perasaan, dan mimpi ditakut-takuti setan. Barangsiapa bermimpi yang tidak disukainya (mimpi buruk), hendaklah dia melaksanakan shalat." (HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani). Allahu alam.[Ustadz Ammi Nur Baits].


( sumber https://inilah.com/)


"Jadi begitu yank, seperti yang hadist ku sampaikan apabila kamu bermimpi buruk lakukan ya yank, dan kalau bisa jangan menceritakan mimpi buruk mu ya yank, Rasulullah pernah bersabda kala itu di khutbahnya dan kepada seseorang yang saat itu juga bermimpi buruk dan menceritakan kepada beliau dan Rasullullah bersabda


" Janganlah kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi" (HR Muslim)


"Iya yank, makasih ya." ucap Anabel yang masih menangis dan menyandarkan dirinya di dada Ferdi.


Begitupun pukul 1 Malam Anabel bermimpi buruk kembali. Dan ia segera mengingat yang di sampaikan Ferdi dan mencoba tidur kembali. Namun ia benar benar tak bisa tidur kembali,hingga hampir jam 3 . Anabel benar benar memikirkan mimpi yang berulang itu. Hingga ia memilih turun dan melaksanakan shalat tahajud meski ia tak bisa menampik kekhawatiran tentang mimpi yang berulang tersebut. Yang membuat Anabel sempat memikirkan apa arti mimpi tersebut meski pada akhirnya Anabel mencoba mengelaknya karena mengingat pesan yang di sampaikan Ferdi tadi. Anabel hanya berharap itu sekedar mimpi buruk.


***


Mengapa Anabel bermimpi tentang hal itu berulangkali? Apakah itu hanya sekedar bunga tidur atau memang seakan memberikan Anabel pertanda?


Jika Iya pertanda apakah?


Apakah Ana akan pergi selamanya dari hidup Anabel seperti mimpi tersebut? ataukah Ana akan kembali dan mencoba memiliki hati Ferdi kembali? Lalu siapkah Ana membagi hatinya seperti yang ia ucapkan dalam mimpi tersebut?...


 


\======================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Ana Meninggal


Setelah Bulan, Bintang juga David pergi ke sekolah. Anabel segera membereskan rumah setelahnya Anabel mempersiapkan makan untuk Afnan dan segera menyuapinya.


Anabel pun juga menyalakan tv untuk Afnan menonton acara kartun kesukaannya. Di tengah acara kartun yang mereka tonton, sejenak berita tayang yang membahas tentang kabar kecelakaan pesawat.


" Tanggal 02 Mei 2020 di beritakan telah terjadi tragedi jatuhnya pesawat Lion air, seluruh penumpang tewas dan dari beberapa mereka sudah tidak di kenali wajahnya, akibat kecelakaan tragis tersebut.


Nama yang korban yang sudah tidak di kenali wajahnya ialah Ambar, Razi, Firda, Bima, dan Ana Khoirunnisa." isi berita tersebut.


Membuat Anabel seketika syok dan tanpa sadar Anabel memecahkan piring yang ia gunakan untuk menyuapi Afnan. Piring yang di genggamannya pun terjatuh begitu saja.


Suara piring pecah, membuat Afnan menangis dan membuat April dan Hery segera menghampiri mereka.


"Ada apa toh ini Bel ? kamu kenapa? kok sampai piring pecah seperti ini?" tanya April.


"Kamu melamun? astaga ya Tuhan ini kenapa anak mama?" ucap April heboh sendiri melihat Anabel yang sedang seperti orang linglung.


"Ma." lirih Anabel bersamaan air matanya yang sudah membasahi pipinya.


"Ana, Ma." lirih Anabel kembali bersamaan dengan nafas panjangnya setelahnya.


"Kenapa toh nak dengan Ana? mama gak paham. Terus kamu ini kenapa ?" tanya April.


"Ana meninggal." ucap Anabel tersendat sendat.


"Yaa Allah, Ana teman kamu itu kah? " tanya April tak percaya dengan apa yang di ucapkan Anabel.


"Kamu yang benar Bel? serius?" tanya April kembali.


"Iya ma." ucap Ana.


"Ya Tuhan..mama gak percaya dengan apa yang kamu katakan Bel." ucap April tak percaya apa yang di ucapkan Anabel.


"Apalagi aku ma." ucap Anabel, lemas.


Dan April pun segera memeluk Anabel untuk menguatkannya.


"Ma, Anabel tadi malam mimpi Ana." ucap Anabel.


"Yaa Allah sayang, mimpi apa?." ucap April yang masih terus memeluk Anabel.


"Anabel tadi malam mimpi , tiba tiba Anabel berada di sebuah taman Dan di taman itu Anabel melihat Ana Ma. Anabel terus mengikuti Ana hingga hampir saja Ana menjatuhkan dirinya di jurang. Anabel syok dan segera berlari menyelamatkan Ana. Tapi setelah Anabel menyelamatkan Ana, Ana terus berlari hingga ke jalan raya. Dan Anabel berusaha menyeimbangkan tubuh Anabel lalu mengikuti Ana kembali. Anabel terus mengikuti Ana hingga Anabel melihat Ana tepat berada di jembatan yang bawahnya sungai besar. Lalu Anabel mengikutinya.." ucap Anabel, menarik nafas sejenak.


" Lalu Anabel mengikutinya dan melihat Ana kembali akan menjatuhkan dirinya di bawah sungai besar itu. Anabel berteriak dan meminta Ana jangan melakukannya. Hingga Ana pun berhenti tepat di situ, dan berkata sesuatu, sesuatu yang membuat Anabel sulit memahaminya walau Anabel tau maksud Ana. Anabel juga sulit untuk mengabulkan permintaan Ana, hingga Ana berucap sesuatu dan menjatuhkan dirinya di sungai itu ,hiks karena Anabel tak bisa memenuhi inginnya. Hiks." ucap Anabel yang tak mampu melanjutkan kalimat selanjutnya.


"Ya Tuhan sayang. Kamu tenangkan dirimu ya." ucap April semakin memeluk erat putrinya dan mencoba menenangkannya.


"Kamu tenangkan dirimu ya sayang. " ucap April sekali lagi.


Hingga Anabel sedikit mulai tenang, April mencoba menanyakan kembali tentang pembicaraan Anabel barusan.


"Sayang, kalau mama boleh tau . Ana mengucapkan sesuatu Apa? hingga kamu pun kesulitan mengabulkannya. Karena yang mama tau kamu sayang banget sama Ana dan kalau kamu sayang sama seseorang pasti kamu berusaha wujudkan kecuali itu sesuatu yang di luar kemampuan Anabel atau sesuatu yang sulit dan di luar nalar kamu, apa itu benar?" ucap April.


Anabel hanya mampu terdiam menanggapi ucapan April, mamanya.


"Bel?" panggil April,


"Hiks." lirih Anabel yang langsung memeluk April. Begitupun April langsung memeluk Anabel dan menepuk nepuk nya membuat Anabel agar tenang kembali.


Di tengah obrolan mereka, Telfon rumah berdering membuat pembicaraan mereka terhenti .


Anabel pun pamit untuk mengangkat telfon tersebut.


"Hallo." ucap Anabel.


_____( ucap orang di sebrang telfon)


"Waalaikumussalam." ucap Anabel.


_____


"Bu panti."lirih Anabel.


_____


"Iya Bu, Anabel tau, Pesawat yang Ana tumpangin kecelakaan ya?hiks" ucap Anabel sedih.


_____


"Dan wajahnya sudah tak berbentuk." ucap Anabel kembali dengan lirih.


_______


"Ya Allah Bu, baik Anabel akan segera ke sana ya Bu." ucap Anabel.


______


" Iya Bu, Ibu tunggu Anabel ya. Tenangkan diri ibu, jangan terlalu banyak mikir ya Bu. ucap Anabel.


"Waalaikumussalam Bu, anabel akan segera ke sana." ucap Anabel mengakhiri pembicaraan telfon tersebut.


"Siapa Bel yang telfon ?" tanya bu April saat Anabel meletakkan telfonnya kembali.


"Bu panti Ma." ucap Anabel.


"Kenapa dengan Bu panti bel?" tanya April.


"Bu panti kasih kabar kalau Bu panti juga sudah menonton tentang berita kecelakaan pesawat yang terjadi pagi tadi." ucap Anabel sedih.


"Yaa Allah sayang, pasti Bu panti syok ya?" ucap April.


"Bukan syok lagi Ma, tapi bu panti langsung sesak dadanya . Kesulitan untuk bernafas dan hampir pingsan." ucap Anabel.


"Ya Tuhan, Astaga. Kamu ke sana gih Bel, hampiri Bu panti." ucap April.


"Iya Ma, ini Anabel mau ke sana. Bu panti juga tadi minta agar Anabel segera ke sana." ucap Anabel.


"Ooh syukur Alhamdulillah Bel, yauda lekas berangkat ya. Hati hati." ucap April.


"Iya Ma, makasih . Assalamualaikum." ucap Anabel.


"Waalaikumussalam Bel." ucap April.

__ADS_1


Setelah keluar dari rumah, sejujurnya Anabel bingung haruskah ia memberi tau Amel ? sedangkan ia tau Amel pun tak menyukai Ana. Apa ia lebih baik langsung ke panti ? karena saat ini Bu panti pun sangat membutuhkannya dan menunggu kehadirannya. Atau lebih baik ia memberitahukan Amel setelah ia berada di panti? Hingga Anabel pun memutuskan untuk segera ke panti dulu , setelahnya ia akan mencoba menghubungi Amel nanti ketika telah sampai di panti.


__ADS_2