
Akila yang baru saja selesai mencuci mukanya agar tidak terlalu berantakan, lantas mulai merapikan rambutnya hingga kemudian sebuah notifikasi ponselnya berbunyi dan menghentikan aktifitasnya.
Tidurlah lebih dulu dan jangan menunggu ku karena aku akan langsung masuk ke berita tengah malam..
jangan lupa untuk makan dan meminum obat mu
^^^Love^^^
Akila yang melihat pesan itu berasal dari Delvano, lantas langsung terduduk dengan lemas di depan meja rias, Akila beruntung kali ini karena aktifitas Delvano yang super sibuk hingga ia tidak akan bertemu dengan Delvano setidaknya sampai esok pagi.
"Ah aku selamat hhhhhhh..." ucap Akila sambil mengatur nafasnya yang masih terengah engah karena terburu buru hendak pulang sedari tadi.
Bruk...
Suara pintu yang di buka secara tiba tiba, lantas mengejutkan Akila yang baru saja mengistirahatkan dirinya sejenak.
"Ayo Ki keburu Delvano pulang..." ucap Elbara yang terlihat tepat ketika pintu kamar terbuka dengan lebarnya.
"Tak perlu El, Delvano tidak pulang malam ini..." ucap Akila yang lantas langsung membuat Elbara bernafas dengan lega.
"Ah syukurlah... aku bahkan tadi sampai mandi dengan terburu buru agar kau bisa sampai di rumah tepat waktu." ucap Elbara dengan nada yang lega sambil melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di sana.
Akila yang mendengar ucapan Elbara lantas tersenyum kemudian melangkahkan kakinya ke arah Elbara dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Elbara.
Hahahaha
Suara gelak tawa lantas mendadak terdengar memenuhi ruangan kamar tersebut ketika keduanya mengingat kembali kehebohan mereka yang nampak seperti orang gila.
Hingga kemudian suara perut keroncongan mulai terdengar di pendengaran Akila, yang lantas membuat Akila langsung sedikit mendongak dan menatap ke arah Elbara.
"Apa kamu lapar?" tanya Akila kemudian.
__ADS_1
Sedangkan Elbara yang mendapat pertanyaan tersebut lantas langsung tersenyum seperti orang bodoh, membuat Akila lantas langsung bangkit dan menatap ke arah Elbara dengan bersendekap dada.
"Baiklah.. ayo kita lihat apa yang kamu punya di dapur..." ucap Akila kemudian memberikan ide.
"Kamu mau masak?" tanya Elbara kemudian.
"Tentu, kamu meremehkan ku ya..." ucap Akila yang tidak terima akan tatapan meremehkan dari Elbara.
"Tidak tidak... kalau begitu ayo kita langsung ke dapur saja." ucap Elbara kemudian sambil menarik tangan Akila dan melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur.
**
Dapur
Akila yang sedari tadi blusukan dan mencari bahan makanan hanya menemukan satu mie instan, telur, dan juga sosis di almari, membuat Akila lantas mulai memutar otaknya hendak membuat makanan apa untuk Elbara.
"Apa kamu tak apa dengan mie instan?" tanya Akila kepada Elbara yang saat ini tengah duduk di depan minibar hendak melihat keahliannya untuk memasak.
"Apa kamu sungguh tidak tahu rasanya? ini adalah makanan paling enak di dunia tahu..." ucap Akila seakan tidak terima jika Elbara tidak pernah menyicipinya sama sekali.
"Bukan yang paling enak, yang paling di hindari karena itu adalah makanan yang tidak sehat Ki..." ucap Elbara meralat perkataan Akila.
"Kamu mengatakan hal itu karena belum pernah menyicipinya. Aku akan membuatkan mu satu yang spesial dan aku jamin kamu pasti akan langsung menyetujui ucapan ku yang mengatakan bahwa mie instan adalah makanan terenak di dunia." ucap Akila dengan senyum yang mengembang.
"Baiklah kita lihat saja nanti." ucap Elbara dengan tatapan yang tidak yakin.
"Setuju" ucap Akila.
Setelah mengatakan hal tersebut Akila langsung melakukan tugasnya dan mulai memasak mie instan untuk Elbara. Akila memasak dengan sepenuh hati dan menambahkan sosis dan juga telur dalam mie instan tersebut dan berniat mematahkan opsi Elbara tentang mie instan.
Beberapa menit berkutat dan memasak di dapur, Akila kemudian lantas membawa semangkuk mie instan dengan toping sosis dan juga telur mata sapi di atasnya, begitu cantik dan menggairahkan membuat Elbara lantas langsung menelan ludahnya ketika bau masakan Akila mulai menyeruak pada indra penciumannya.
__ADS_1
"Cobalah sekarang dan katakan pendapatmu tentang ini." ucap Akila sambil tersenyum ke arah Elbara.
Elbara yang mendengar hal tersebut lantas mulai menyendok mie instan kuah tersebut dan menikmatinya perlahan. Satu suap, dua suap, tiga suap Elbara benar benar terbawa akan kenikmatan yang tersaji dalam mie instan kuah buatan Akila. Hingga Akila yang melihat Elbara makan dengan lahapnya lantas tersenyum dengan puas ketika melihat respon dari Elbara.
***
Stasiun televisi
"Sekian berita petang hari ini, saya Delvano Sebastian pamit undur diri dan sampai jumpa..." ucap Delvano mengakhiri siaran beritanya.
"Cut" ucap Sutrada mengakhiri siaran berita kali ini.
Tepat setelah kata kata pamungkas itu terdengar, beberapa orang terlihat berhamburan dan mulai melakukan tugasnya masing masing.
Delvano terlihat mulai mencopoti klip on yang ia kenakan dan memberikannya kepada kru. Hingga kemudian terlihat Sasha mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arahnya dengan malu malu.
Beberapa kru yang melihat kedatangan Sasha, lantas terlihat mulai melipir dan meninggalkan keduanya di sana tanpa ingin nimbrung atau ikut campur akan urusan mereka.
"Aku dengar kamu tidak pulang dan langsung melanjutkan siaran berita tengah malam, jadi aku ingin memberikan mu bekal ini sekaligus multi vitamin agar daya tahan tubuh mu tidak lemah di saat padatnya aktivitas mu." ucap Sasha dengan nada yang lirih namun bisa di dengar oleh Delvano yang terlihat sibuk membaca skrip.
"Ah terima kasih banyak, kamu bisa meletakkannya di sana nanti aku akan memakannya." ucap Delvano dengan acuh tak acuh, membuat Sasha yang mendengar ucapan Delvano barusan lantas di buat sedikit kecewa akan respon yang di tunjukkan oleh Delvano.
"Apa kamu tidak ingin memakannya dahulu?" tanya Sasha dengan nada yang penasaran karena Delvano sama sekali tidak melirik ke arahnya barang sedikitpun.
"Tak perlu, aku masih harus menghafalkan skrip jadi kamu bisa menaruhnya di sana nanti pasti akan aku makan." ucap Delvano lagi dengan nada yang datar.
Membuat Sasha lantas hanya bisa menghela nafasnya panjang dan mengikuti kemauan Delvano kemudian berlalu pergi begitu saja.
Sebelum kepergiannya Sasha sempat melirik sekilas ke arah Delvano yang terlihat masih sibuk membaca skrip beritanya. Sasha yang melihat hal tersebut hanya bisa menghela nafasnya panjang dan berlalu pergi dari sana dengan perasaan yang kecewa.
"Tidak bisakah kamu melihat ku sekali saja? aku sudah lelah berada di dalam hubungan yang bertepuk sebelah tangan, namun aku juga tidak bisa berbuat apapun selain terus menyimpannya di dalam hati entah sampai kapan." ucap Sasha dalam hati sambil melangkahkan kakinya pergi dari sana.
__ADS_1
Bersambung