Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Sebuah rumor


__ADS_3

Sementara itu di sebuah ruangan di salah satu perusahaan dengan brand kosmetik terbesar di Indonesia. Seorang laki laki tengah terlihat mengetuk ketukan jari tangannya ke meja secara berulang kali dengan tatapan yang serius.


Dia adalah Valdi Ardian Baskoro, nama itu tertulis dengan jelas pada ukuran keramik yang tertata rapi di atas meja kerjanya.


Di saat Valdi tengah termenung memikirkan sesuatu, dari arah pintu masuk Reno asistennya terlihat melangkahkan kakinya masuk ke dalam dengan langkah yang bergegas mendekat ke arah Valdi.


"Ini laporan profit keuntungan kosmetik kita yang terus mengalami penurunan di bulan ini pak. Setelah produk terbaru kosmetik dengan brand ABa di luncurkan, kosmetik milik kita terus mengalami penurunan yang drastis." ucap Reno memberikan laporan bulanan kepada Valdi.


Valdi yang mendengar ucapan Reno barusan, lantas memijat pelipisnya secara perlahan yang terasa berdenyut sambil memejamkan matanya sebentar.


"Apa kau sudah melakukan apa yang aku suruh padamu kemarin?" tanya Valdi kemudian sambil mendongak menatap ke arah Reno yang masih senantiasa berdiri di hadapannya.


"Tentu pak, hanya saja... apakah anda yakin dengan cara seperti ini akan berhasil mengguncang Elbara pak?" tanya Reno dengan ragu ragu, jujur saja nama Elbara sudah banyak terdengar di kalangan bisnis, walau dalam hal kosmetik dan kecantikan ia baru beberapa bulan terjun, tetapi hal itu tidak akan berpengaruh besar terhadap Elbara, tentu saja akan sangat sulit bukan untuk menyaingi pebisnis handal seperti Elbara.


"Memang tidak akan mengguncang secara keseluruhan, tapi mungkin akan sedikit berpengaruh dalam rumah tangganya. Bukankah keduanya terkenal sebagai pasangan teromantis di kalangan pebisnis tanah air?" ucap Valdi dengan senyum yang sinis menatap lurus ke arah depan seakan yakin caranya kali ini akan berhasil.


"Tentu saja pak, saya yakin rumor yang beredar kali ini mungkin akan sedikit memukul Elbara." ucap Reno yang ikut tersenyum setelah mengatakan hal tersebut.


***


Sementara itu di mansion Elbara.


Viona yang baru saja menyelesaikan sarapannya, lantas terlihat asyik berselancar di dunia maya melihat beberapa barang branded menggunakan ponsel miliknya.


"Sepertinya ini lucu... ah tidak yang ini lebih cantik." ucap Viona sambil tersenyum ketika melihat sebuah gambar tas salah satu brand ternama dengan corak dan warna yang beraneka ragam.


Ketika Viona sedang asyik melihat beberapa barang di ponselnya, sebuah deringan notifikasi miliknya lantas terdengar disertai dengan munculnya pesan singkat di jendela layar ponselnya.


"Siapa sih? mengganggu saja..." gerutu Viona ketika melihat sebuah pesan singkat muncul dengan nomor asing di kontaknya.


Viona yang tadinya ingin mengabaikan pesan singkat tersebut, lantas terpaksa membukanya karena deringan notifikasi kembali terdengar dan mengganggu aktifitasnya.

__ADS_1


Dengan perasaan yang kesal Viona dengan perlahan mulai membuka isi pesan singkat tersebut, yang ternyata berisi foto foto Elbara dengan seorang wanita di taman terbuka hijau. Di dalam foto tersebut hubungan Elbara dengan wanita tersebut sangatlah intim hal itu nampak terlihat dari Elbara yang memberikan bahunya kepada wanita itu.


Memang Viona tidak bisa melihat siapa wanita tersebut, hanya saja dengan melihat kedekatan keduanya tentu saja hubungan mereka sangat spesial bukan?


"Apa... apaan ini!" ucap Viona yang terkejut akan isi dari pesan singkat tersebut.


Viona yang berpikir ini hanyalah sebuah editan saja, lantas berusaha untuk menelpon nomer tersebut. Hanya saja meski ia sudah berusaha menghubunginya selama berkali kali, namun nomor tersebut sama sekali tidak bisa di hubungi. Hingga sebuah pesan singkat kembali muncul di layar ponselnya.


Bagaimana pendapat mu tentang suami mu yang kau anggap paling setia nyatanya bermain dengan wanita lain?


Bukankah ini cukup menarik?


Viona yang terlihat sangat kesal ketika melihat isi pesan tersebut, lantas langsung membanting ponselnya begitu saja hingga membentur dinding dan pecah menjadi beberapa bagian berhamburan di lantai.


Arggggg


Teriak Viona dengan kesetanan sambil melempar bantal sofa dengan keras secara bertubi tubi, membuat beberapa maid terlihat lantas berdatangan dengan gerakan yang berbondong bondong namun tidak berani mendekat ke arah Viona.


***


Sementara itu di ruangan Elbara


Deringan ponsel milik Arga, lantas terdengar menggema memenuhi ruangan kantor membuat Elbara yang tengah fokus menatap ke arah beberapa laporan, lantas langsung mendongak menatap ke arah Arga.


"Saya permisi mengangkat telpon sebentar tuan" ucap Arga yang di balas anggukan kepala oleh Elbara.


Setelah mendapat persetujuan dari Elbara barusan, Arga langsung melangkahkan kakinya menjauh dari Elbara dan mengangkat panggilan telpon tersebut.


"Halo" ucap Arga tepat setelah menggeser ikon berwarna hijau pada layar ponsel miliknya.


"Maaf mengganggu Ar, bisakah kamu memberitahukan kepada tuan Elbara jika nyonya sedang mengamuk saat ini?" ucap kepala maid di mansion Elbara.

__ADS_1


"Apa yang tengah terjadi?" tanya Arga dengan penasaran.


"Saya tidak begitu paham detailnya, hanya saja jika tidak salah dengar nyonya menyebut tentang perselingkuhan dan juga perceraian dengan nada yang meninggi." ucap kepala maid mengingat ingat ucapan dari Viona tadi.


"Apa nyonya sudah tahu hubungan tuan dan juga Akila?" ucap Arga dalam hati setelah mendengar penuturan dari kepala maid barusan.


"Halo... apa kamu masih di sana?" tanya kepala maid lagi karena ia tidak mendengar jawaban maupun sanggahan yang keluar drai mulut Arga setelah mendengar ucapannya barusan.


"Ya, nanti akan saya sampaikan pada tuan." ucap Arga kemudian memutus sambungan telponnya begitu saja.


Setelah mendapat info dari kepala maid barusan, Arga lantas langsung melangkahkan kakinya kembali mendekat ke arah Elbara yang masih terlihat sibuk dengan beberapa laporan yang tertumpuk di meja kerjanya.


"Tuan" panggil Arga.


"Ada apa?" tanya Elbara tanpa menoleh ke arah Arga dan masih fokus menatap laporannya.


"Nyonya di rumah sedang mengamuk tuan, menurut info dari kepala maid barusan nyonya berteriak kesetanan sambil mengucap kata perselingkuhan dan perceraian tuan." ucap Arga memberikan laporan, membuat Elbara lantas dengan spontan meletakkan laporan yang ada di tangannya ke atas meja.


"Darimana dia tahu? apa kau yang memberitahunya?" ucap Elbara penuh selidik.


"Tentu saja bukan tuan..." ucap Arga menggeleng dengan cepat ketika Elbara melayangkan tuduhan tersebut.


"Lalu siapa?" tanya Elbara lagi kepada Arga dengan raut wajah yang penasaran.


***


Malam harinya


Elbara sampai di mansion tepat pukul 12 dini hari, dengan langkah kaki yang ringan Elbara lantas melangkahkan kakinya memasuki mansion secara perlahan.


"Bagus banget kamu baru pulang jam segini, apa kau pergi menemui simpanan mu itu?" ucap Viona dengan nada yang ketus sambil menatap tajam ke arah Elbara, membuat Elbara lantas langsung terdiam seketika.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2