
Setelah kepulangan mereka dari liburan kemarin, membuat mereka ingin beristirahat untuk hari Minggu ini.
Badan mereka terasa lelah dan seakan patah, sehingga mereka memutuskan untuk beristirahat saja di hari minggu ini.
"Liburan kemarin seruu ya Bunda, nanti lain kali ajak kami liburan lagi ya bunda. Please.." ucap Bulan.
"Humm, jadi Bulan senang ya sama liburan kemarin ? " tanya Anabel.
"Iya Bunda, Bulan senang banget." ucap Bulan .
"Lain kali ke sana lagi ya Bunda, plese." ucap Bulan.
"Oke sayang, lain kali kita ke sana ya. " ucap Anabel.
Walau hatinya masih kacau dengan liburan mereka yang kemarin.
Namun Anabel tetap tak ingin Bulan tau bila ia tak bahagia dengan liburan kemarin.
Anabel lebih memilih memendam segalanya sendiri.
Jujur saja ia pun sedih, liburan yang
di harapkan akan membuat bahagia dan agar memperbaiki hubungan mereka, nyatanya
yang terjadi justru sebaliknya.
Meski begitu Ferdi dan Anabel berusaha
agar anak anak tidak mengetahui tentang hal ini.
"Ayaaaaah ...." panggil Bulan saat melihat Ferdi berjalan di depan mereka.
"Iya Bulan, ada apa ni sayangnya ayah kok panggil panggil ? kangeeeeen ayah ya?" tanya Ferdi.
"Iya Ayah, aku rindu Ayah. Aku pengen deh Ayah kita bisa nonton bioskop bersama seperti waktu itu. " ucap Bulan dengan cemberut.
Untuk sejenak Anabel dan Ferdi saling
memandang, namun hanya sebentar. Setelahnya mereka memutuskan kontak antara
mereka, dan Ferdi pun menjawab ucapan yang terlontar dari Bulan.
"Humm, jadi Bulan pengen ke bioskop lagi ya seperti waktu itu ? Boleh juga, tapi coba Bulan bilang sama Bunda. Bunda mau gak di ajak ke bioskop ?" ucap Ferdi .
__ADS_1
"Lah, kok aku Mas ? kan keputusan ada di kamu mau ajak mereka ke bioskop atau tidaknya. " ucap Anabel, yang terlihat kesal dengan Ferdi.
"Iya, tapi kan juga sama kamu sayang. Kan mereka maunya kita pergi bersama ke bioskopnya. Bukan hanya sama ayah saja, ya kan Bulan ?" ucap Ferdi.
"Iya betull. Maunya bareng Bunda juga, sama Bintang, kak David dan Eyank juga." ucap Bulan.
"Ayah mau ajak kami ke bioskop ? Yeee, uda lama gak ke bioskop dan sudah pengen banget.." ucap David yang tiba tiba datang.
"Kalau Bintang gak ingin ke bioskop ? tanya Ferdi yang melihat Bintang hanya diam saja dan tidak sesenang saudaranya.
"Bintang mau, tapi Bintang gak mau kita nonton horror lagi Ayah. Bintang takut, bintang gak ingin nonton horror lagi seperti kemarin akhirnya Bintang di hantui oleh mereka. Meski hanya sebentar, tetap saja Bintang takut dan tak ingin mengalaminya lagi, Ayah, Bunda." ucap Bintang.
"Ooooh begitu.. jadi yang waktu itu kita nonton horror di bioskop setelahnya Bintang di hantui oleh mereka? Kok sereummm ya. Ayah jadi takut dan merinding deh Bulan.
Udah ya, gak usah di bahas hehehe." ucap Ferdi.
"Okee Ayah janji, kita kalau ke bioskop gak akan nonton horror lagi, ya kan Bunda?" tanya Ferdi.
"Humm, iya." ucap Anabel lemah.
"Bunda, mau ke kamar dulu ya, ingin istrirahat . Bunda capek, tubuh bunda lelah. " ucap Anabel yang segera berlalu dari ruang tamu.
"Ayah, Bunda kenapa ? kok bunda terlihat gak suka ya kami ajak ke bioskop ? kenapa begitu Ayah ? " tanya Bulan.
"Okeeee deh Ayah, biar bunda istirahat dulu . Mungkin nanti setelah bunda isrtihat, bunda pasti mau kita ajak ke bioskop bareng lagi." ucap Bulan.
"Iya, pasti itu." ucap Ferdi.
"Humm, Ayah mau ke kamar bunda dulu ya ? gak papa kan ? karena Ayah ingin menemani bundamu. Kalian bermain dulu aja ya, tapi ingat di dalam rumah saja mainnya jikapun harus keluar rumah
jangan jauh jauh ya.
Ingat pesan ayah ini." ucap Ferdi, yang segera berlalu ke kamarnya.
"Baik Ayah." ucap Bulan.
"Yuk, kita main di luar aja ya. Bosan di dalam rumah terus." ucap Bulan.
"Tapi..." ucap Bintang, yang teringat ucapan ayahnya.
"Gak papa kok, kan kita mainnya cuman bentar aja. Nanti setelah itu kita segera pulang, lagi pula ayah tadi bilang gak papa asal mainnya gak jauh jauh." ucap David berusaha meyakinkan.
"iyalah, terserah kalian saja. Bintang gak mikut ya, Bintang di rumah aja." ucap Bintang.
__ADS_1
"Kok kamu gitu sih ? ihh gak asyik dan seru deh Bintang. Ayolah ikut kita main." ucap Bulan, berusaha membujuk Bintang.
"Humm, iya yaudah deh aku ikut." ucap Bintang yang mengalah, karena kasihan Bulan dan David juga yang terus membujuknya. Ia juga gak ingin bila hubungan persaudaraan mereka retak karena dirinya yang tak mau mengalah ." ucap Bintang.
"Iya udah yuk...." ucap David.
"Yuk...." ucap Bintang dan Bulan bersamaan, dan mereka pun keluar dari rumahnya. Bintang mengucapkannya dengan lemah, sedangkan Bulan dengan semangat 45.
Bulan, Bintang dan David pun bermain di luar hingga tanpa mereka sadari telah bermain terlalu jauh...
Setelah mengobrol dengan anak anak Ferdi pun menghampiri Anabel yang sedang beristirahat di kamarnya.
Ia ingin berbicara pada Anabel.
Kreeek (suara pintu kamar di buka)
"Sayang, sudah tidur kah kamu?" tanya Ferdi.
"Yank, kalau belum ada yang ingin mas bicarakan denganmu. Apa bisa ?" tanya Ferdi.
"Yank, Mas minta tolong ke kamu, jangan seperti ini di depan anak anak. Kasian mereka.
Jangan sampai mereka tau konflik di antara kita. Kamu harus bisa bersikap bijak, jangan kenal Kanakan Seperti ini.
Kamu harus bisa menempatkan mana sikap
yang harus kamu perlihatkan pada mereka atau tidak .
Tolong jangan seperti ini, Mas gak suka kalau kamu seperti ini.
Kamu harus bersikap bijaksana sebagai
seorang ibu, bukan kekanak Kanakan Seperti ini.
Mas gak mau tau nanti malam, kamu harus ikut nonton bersama kami. " ucap Ferdi yang segera berlalu ke kamar mandi.
Sedangkan Anabel yang tadi hanya memejamkan matanya tapi tidak benar benar tidur, perlahan ia membuka matanya dan hanya bisa menangis dalam diam.
Mengapa dirinya harus di paksa bersikap bijaksana bahkan saat hatinya tengah kacau dan bersedih seperti ini.
Seakan tiada yang mampu memahami
perasaannya.
__ADS_1
Anabel pun melanjutkan memejamkan matanya kembali saat mendengar pintu kamar mandi di buka.