Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 3


__ADS_3

Humm apa mereka sudah jauh dari sini ya ? lalu bagaimanakah Tuan dan Nyonya menemukan mereka ? bila mereka sudah terlalu jauh melangkah dan mungkin tersesat.


Ya Tuhan semoga Allah selalu melindungi di manapun mereka berada, begitupun dengan Nyonya dan Tuan Ferdi. Semoga mereka segera di temukan juga, Aamiiin." ucap Bik Ina pada dirinya


sendiri, saat seseorang tersebut telah pergi dari rumah Anabel. Setelahnya Nik Ina segera berlalu ke arah dapur untuk berberes dan memasak kembali.


"Saya harus menemukan ketiga anaknya, sebelum kedua orangtuanya menemukan mereka. Ah, aku merasa keberuntungan ada di aku saat ini. Aku tak boleh


menyia nyiakannya." ucap seseorang tersebut, yang kemudian melanjutkan perjalanannya.


****


"Yaa Allah Mas, gimana ini... di mana ya mereka...


Kenapa belum di temukan juga, Bunda khawatir kepada mereka." ucap Anabel.


"Kita harus cari mereka di mana lagi ? yasudah ayo kita cari mereka lagi Mas, semoga segera bertemu." ucap Anabel kembali.


"Aamiin sayang, jangan nyerah ya. Yuk kita cari mereka, ke manapun kita harus tetap cari mereka." ucap Ferdi, berusaha menguatkan hati Anabel, dengan menggemgam tangan Anabel.


"Makasih ya Mas, selalu di sampingku dan menguatkan aku." ucap Anabel yang segera menyandarkan kepalanya di dada bidang Ferdi, bersamaan bulir bulir air matanya yang membasahi pipinya karena cemas dengan ketiga anaknya yang tak kunjung pulang.


"Iya sayang kita kan suami istri, tentu harus saling menguatkan antara satu lainnya." ucap Ferdi dengan berusaha tersenyum menguatkan Anabel.


"Kamu jangan khawatir ya, Mas yakin insya Allah kita akan menemukan mereka. Yang terpenting kamu jangan terlalu cemas ya dan khawatir.


Dan kita harus saling menguatkan." ucap Ferdi kembali dengan berusaha tersenyum, menguatkan


Anabel. Dan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk menemukan ketiga anaknya.


"Kak David, kita harus ke mana lagi ini , agar bisa keluar dari tempat ini. Sepertinya kita benar benar tersesat deh kak." ucap Bintang, dengan cemas.


"Tenang ya dek, kita pasti bisa kembali pulang." ucap David mencoba menenangkan hati adiknya.


"Yaudah yuk kita lanjut jalan dan mencari jalan keluar lagi ya." ucap David kepada Bintang juga Bulan.


"Iya kak..." ucap Bulan dan Bintang. Dan mereka pun melanjutkan kembali perjalanan dengan sesekali meminta tolong, berharap ada yang mendengar suara mereka.

__ADS_1


"Ah, sepertinya ada suara anak anak yang meminta tolong, hemmm. Aku harus segera menghampiri mereka." ucap seseorang tersebut, yang segera menghampiri David, Bulan dan Bintang.


"Di mana ya mereka...?" ucap seseorang tersebut, yang sesekali berjalan mencari arah suara yang meminta tolong.


"Nah, itu sepertinya ada anak anak. Apa itu mereka? aku harus segera menghampiri mereka." ucap orang itu kembali.


"Halo sayang, kok kalian ada di sini ? tersesat ya ? " ucap orang tersebut.


"Iya kak, kami tersesat dan tidak tau arah jalan pulang. Hiks," ucap Bulan yang menangis.


"Astaga Ya Tuhan, hemm pasti orang tua kalian mencari kalian saat ini." ucap seseorang tersebut.


"Iyaaa, pasti Bunda dan Ayah mencari kami dan cemas karena kami tak kunjung pulang.


Sebenarnya ini salah kami, Ayah sama Bunda gak bolehin kami main keluar apalagi jauh jauh tapi kami tak mendengarkan.Dan kini kami benar benar menyesal." ucap Bintang dengan nada sedih dan menyesal.


"Ya Tuhan, kalian tak mendengarkan apa yang orang kalian katakan ya. Humm pasti orang tua kalian akan sangat kecewa pada kalian dan mengkhawatirkan kalian. " ucap orang itu kembali.


"Iya Tante, pasti Ayah sama Bunda kecewa sama kami." ucap Bulan, Bintang, dan David yang menyesal.


"Ini juga salah Bulan kok, bukan salah kak David sepenuhnya." ucap Bulan.


"Bintang juga salah, kenapa akhirnya mau dan gak mencoba mencegah lagi." ucap Bintang dengan sedih.


"Yasudah jangan sedih ya, biar Tante antar kalian pulang. Rumah kalian di mana?" tanya seseorang


tersebut.


"Rumah kita di ......." ucap David.


"Hemm okee, Tante anter pulang ya. Tapi janji jangan nangis atau sedih ya, nanti Tante ikut sedih dong." ucap seseorang itu dengan menghapus air mata Bulan, Bintang juga David.


"Makasih Tante, tolong antarkan kami keluar dari sini ya Tante. Tolong antarkan kami pulang." ucap Bulan.


"Iya Tante akan anter kalian pulang, senyum dulu dong. Mana senyumnya ?" ucap seseorang tersebut, yang membuat Bintang, Bulan juga David tersenyum.


Yasudah yuk, Tante anter pulang ke rumah kalian ya." ucap seseorang tersebut dengan menggandeng tangan mereka.

__ADS_1


"Terimakasih Tante." ucap mereka bertiga, yang melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya bersama orang tersebut.


***


"Nah, uda sampai, ini rumah kalian kan?" tanya orang tersebut.


"Iya Tante, makasih ya uda antar kami pulang." ucap Bulan, Bintang dan David.


"Iya sama sama sayang. Yaudah kalian masuk, Tante pulang dulu ya." ucap orang tersebut.


"Tante masuk dulu ya sebentar. Please buat ketemu Bunda sama Ayahku." ucap Bulan.


"Iya Tante, masuk dulu ya." ucap David dan Bintang.


"Heummm.. untuk apa sayang?"


tanya seseorang tersebut.


"Supaya nanti kami bisa mengenalkan pada Bunda juga Ayah kalau Tante yang Uda menyelamatkan kami. Biar Tante bisa mengenal Bunda sama Ayah kami." ucap Bulan kembali.


"Iya Tante mau yayaya." ucap Bintang dan David.


"Yaudah, Tante mau mampir ke rumah kalian." ucapnya lagi.


"Yeeeee, makasih Tante.Yuk sini...." ucap Bulan, Bintang dan David, yang kemudian menggandeng tangan Tante tersebut.


Sesampainya di depan rumah, Bulan , Bintang juga David segera mengetuk pintu rumahnya.


Bik Inah pun segera membukakannya dan Baik Inak terkejut untuk sesaat sekaligus bersyukur, karena mereka akhirnya pulang juga.


"Alhamdulillah sudah pulang. Bik Ina, dengan membukakan mereka pintu.


"Bibik...., Ayah sama Bunda ke mana Bi ?" tanya Bulan dan Bintang.


"Humm mereka tadi mencari non, non benar benar bikin kami cemas loh. Coba bibik hubungin Nyonya dan Tuan dulu ya." ucap Bik Inah, yang segera ke ruang tengah untuk mengambil handphonenya menghubungi Anabel dan Ferdi, untuk memberitahukan bahwa ketiga anaknya telah sampai di rumah.


"Iya Bi..." ucap Bintang, Bulan, dan David.

__ADS_1


__ADS_2