Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 32


__ADS_3

Sesampainya di sekolah barunya Bintang dan Bulan segera ke kelasnya dan setelahnya akan kembali kelapangan untuk melaksanakan upacara dan mos bagi murid baru..


Beberapa murid baru lainnya juga memperkenalkan diri kepada Bulan dan Bintang. Bulan pun berbincang bincang dengan mereka hingga tanpa sadar Bulan melupakan kehadiran Bintang dan berjalan terlebih dahulu menuju kelas dengan teman barunya, sedangkan Bintang di tinggal olehnya.


Bintang sedikit kesal karena Bulan melupakannya,dan Bintang pun melanjutkan berjalan seorang diri menuju kelasnya.


Mereka kali ini di kelas yang sama.


Namun saat Bintang berjalan menuju kelas, dengan sengaja seorang lelaki menubruk Bintang yang juga membawa buku-buku di tangannya hingga buku yang di bawa Bintang pun terjatuh.


"Eumm, sorry gue sengaja...." ucap cowok yang menubruk Bintang dengan sengaja, hingga buku


yang di bawanya terjatuh.


"Sengaja kau bilang?" Bintang menatap tajam lelaki itu, Kemudian Bintang pun menunduk untuk mengambil buku bukunya yang terjatuh.


"Ya, makanya lo jangan ngelamun." ucap lelaki itu tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Sini gue bantu.." ucap lelaki itu, segera merunduk dan meletakkan buku yang ia bawa di samping buku Bintang yang terjatuh, kemudian membantu Bintang memunguti bukunya yang terjatuh.


Bintang pun terdiam, menunduk mendengar ucapan lelaki itu dan memungut buku bukunya, setelahnya Bintang berlalu pergi dari hadapan lelaki itu, dan tanpa Bintang sadari ia membawa buku


lelaki itu..


"Tunggu, lo gak mau makasih uda gue bantu? dan gue belum selesai bicara sama lo. Kok lo dah mau ninggalin gue begitu saja sih?" lelaki itu memegang tangan Bintang untuk mencegah langkahnya.


"Lo ada masalah apa? lagi galau? boleh curhat ke gue. Gue baik kan?" lelaki itu tersenyum pada Bintang dan membuat Bintang terpanah dengan senyumnya untuk beberapa saat.


"Astaghfirullah, apaan sih lepasin saya. Kita bukan makhrom dan makasih uda bantu." ucap Bintang ketus, kemudian Bintang menghempaskan tangan lelaki itu dan menatap tajam padanya.


"Oke, sorry gue minta maaf. Ohya lo cantik juga. Kulit lo putih, lo memiliki wajah yang manis, senyum manis dan mata teduh. Ah andai lo lepasin itu hijab lo, lo pasti lebih cantik dengan rambut terurai lo." lelaki itu menggoda Bintang.


"Akhhh, woi lo mau ke mana?" lelaki itu mengaduh kesakitan dan berteriak kepada Bintang yang menatap tajam ke arahnya juga telah menginjak kakinya, dan berlalu pergi begitu saja.


"Ah, gadis cantik. Sayang galak. Ini ni yang membuat gue penasaran, akan gue kejar terus lo hingga lo tertunduk dan sulit melepaskanku apalagi kehilanganku... lihat saja." Lelaki itu tersenyum


"Ah, iya hampir saja lupa mau ambil buku gue." Lelaki itupun segera mencari bukunya yang ia letakkan di lantai tadi.

__ADS_1


"Loh kok gak ada?? mana buku gue? dan ini buku siapa? apa buku perempuan itu ya?... jangan jangan buku gue juga terbawa perempuan tadi. Ah, yasudalah nanti juga pasti ketemu dia lagi, gue


akan tanya dan balikkan buku ini. gue harus ke kelas dulu nih sebelum mos dan ucapara di mulai." ucap lelaki itu dan berlalu pergi setelahnya.


"Eh, Bintang kenapa bete' gitu mukanya?" Bulan yang terheran liat raut wajah Bintang seperti sedang kesal.


"Ngapain nanya? emang masih peduli denganku?" ucap Bintang dengan ketus.


"Kamu kenapa sih Bintangku sayang? kok jawabannya gitu amat? kayak kesal sama aku? aku kan nanya baik baik..." ucap Bulan.


"Ihh gak peka... Aku bete' Bulan sama kamu, kamu tadi uda ninggalin aku begitu saja... dan aku juga kesal, tadi aku ketemu lelaki yang ngeselin banget dan bikin aku benar benar kesal." Bintang pun duduk dengan menahan rasa kesalnya.


"Jangan marah lah sayang, sorry deh... hehe.


Ohya, Hah siapa lelaki itu? emang ada yang berani gangguin kamu? Lelaki siapa sih yang berani gangguin perempuan seperti kamu gini Bintang?" Bulan terheran heran dengan lelaki siapa yang berani meganggu saudaranya itu, sementara selama ini penampilan Bintang tertutup dan Bintang pun tidak terlalu banyak bicara pada orang baru.


"Yasudah aku maafin, awas lain kali kamu ulangin ninggalin aku gitu aja dan melupakan keberadaan aku. Humm soal lelaki itu, mana aku tau.. namanya saja aku gak tau, bagaimana mungkin kenal, ya kan? tapi yang aku bingung kenapa dia ngeselin banget dan gangguin aku?" ucap Bintang yang masih kesal.


"Hehehe iya, maaf deh.. Ohya Mungkin lelaki itu suka sama kamu, hehe cieeee." goda Bulan.


"Suka hah? amit amit deh, amit amit cabang bayi. Gak mungkin juga, orang suka sama seseorang itu, gak mungkin bikin orang yang di sukainya jadi kesal dan bete' gini. Lagipula jika pun dia suka, aku gak suka dia.." Bintang mengucapkan dengan nada ketus seakan tak menyukai dengan pernyataan yang Bulan katakan barusan itu.


"Hahahaha..." tawa Bulan pecah.


"Hah, iya ya buku siapa? sepertinya bukan bukuku deh. Dan aku gak pernah pinjem atau bawa buku seperti ini." Bintang terheran heran.


"Ah ya, buku aku ke mana juga? kok gak ada? duh, jangan jangan terjatuh.." Bintang segera mencari


bukunya.


"Lah bukumu juga hilang Bintang? terus ini buku siapa juga dong yang kamu bawa? kalau bukan buku kamu...tapi bisa di kamu tu bukunya." tanya Bulan.


"Aku juga gak tau Bulan, jangan jangan ini buku..... dan bukuku jangan jangan juga terbawa dia atau


terjatuh.... Astagaaaaa..." ucap Bintang.


"Emang buku siapa dan dia siapa yang kamu maksud Bintang?" Bulan terheran dengan ucapan dan sikap Bintang.

__ADS_1


"Dia itu ya lelaki itu, dan buku lelaki itu juga jangan jangan, kan dia tadi nabrak aku..." Bintang


menjawab malas pertanyaan Bulan.


"Omg... jangan jangan pertanda....??" Bulan menggoda Bintang.


"Apaansih? pertanda apa emang?" Bintang semakin kesal dengan pernyataan Bulan.


"Pertanda.... jodoh.. Hahahaha." Bulan semakin agresif menggoda Bintang.


"Ihhh ngesalin, Bulan... Gak lah, naudzubilah, amit amit cabang bayi....amit amit gak deh, jangan sampai jodoh gue dia." Bintang mengomel sendiri setelah mendengar ucapan Bulan.


"Ya kan bener, buku kamu kemungkinan di dia dan bukunya di kamu...terus pertanda apa dong? kalau bukan pertanda jodoh? dan pasti kalian akan bertemu lagi" Bulan masih asyik menggoda Bintang.


"Ah, ngaco kamu.... jangan sampai deh ketemu dia lagi, cukup sekali tadi.Ih ngeselin banget juga kamu ini.." ucap Bintang dengan nada ketus.


"Hahahaha..." tawa Bulan pecah.


"Bintang sayang, kalau kamu gak ketemu dia, terus gimana bukumu akan kembali? dan kamu mengembalikan bukunya?" tanya Bulan.


"Iya juga sih...tapi kan aku bisa kasih ke kantor guru supaya ngumumin siapa yang kehilangan buku ini dan pasti ada namanya juga di buku ini. Dan bukuku kan juga bisa aja terjatuh atau sudah di temukan nanti di bawa ke kantor guru untuk di umumkan.


Bukan berarti harus lelaki itu dan bertemu dengannya lagi kan?" Bulan menjawab pertanyaan Bintang dengan nada kesal dan berusaha mencari alasan.


"Hahahaha yaudah deh terserah kamu... yauda liat lah namanya di buku itu." ucap Bulan kembali kepada Bintang.


"Ogah, ngapain harus lihat namanya?" tanya Bintang semakin kesal dengan pernyataan Bulan.


"Ya, supaya kamu bisa kasih itu buku ke kantor guru seperti katamu tadi . .." ujar Bulan memberikan saran kepada Bintang.


"Iya ya, eh biarlah nanti gurunya aja yang liat nama lelaki itu, aku ogah banget..."


"Yasudah deh terserah kamu... Hahaha cieee yang kesal." goda Bulan.


"Apaansih..." Bintang semakin kesal dengan godaan Bulan padanya.


"Hahahaha cieeee ada yang kesal, cieeeee...." Bulan menggoda Bintang lagi, sedangkan Bintang berakhir diam dan berusaha tak menggubris ucapan Bulan, karena ia sudah terlalu kesal dengan

__ADS_1


ucapan Bulan padanya.


__ADS_2