
Bintang dan Bulan pun segera ke kantin untuk membeli bakso, namun tak ada yang tau bila Bintang akan bertemu lelaki itu kembali di kantin.
"Lo....?" ucap lelaki itu yang tak menyangka bila bisa bertemu Bintang lagi.
Sedangkan Bintang yang di sapa olehnya benar benar terkejut dan Bulan pun bertanya tanya.
"Kamu kenal dia Bintang??" tanya Bulan pada Bintang.
Sedangkan Bintang yang di tanya hanya diam saja untuk beberapa saat, karena Bintang pun bingung harus menjawab apa..
Bintang hanya tidak ingin Bulan semakin menggodanya bila ia mengatakan siapa lelaki ini.
"Tentu kenal dong, kan tadi pagi kita bertemu, ya kan Bintang??" jawab lelaki itu tiba tiba, yang sontak membuat Bintang terkejut dan membuat Bulan semakin bertanya tanya.
"Bertemu? pagi tadi? bener itu Bintang?" tanya Bulan kembali.
"Oooh...jangan jangan dia....??? Bulan teringat pembicaraannya dengan Bintang di kelas tadi, ingatan Bulan tentang lelaki itu sontak membuat Bintang menoleh ke arah Bulan.
"Iya dong bener, ya kan princess" goda lelaki itu kepada Bintang, yang membuat Bintang menatap
tajam ke arah lelaki itu, namun sontak membuat gelak tawa lelaki itu tak tertahankan karena melihat Bintang yang marah padanya dan menatap tajam ke arahnya seperti itu...
Bintang pun segera berbalik untuk kembali ke kelas karena rasa kesalnya tak mampu ia tahan lagi, namun langkah Bintang terhenti karena Bulan mencegahnya.
"Tunggu, mau ke mana? kok uda berbalik aja sih Bintang? kan kita belum makan." Bulan mencoba
__ADS_1
mengingatkan pada Bintang tujuan awal mereka ke kantin ini.
"Aku uda kenyang, jadi aku ingin ke kelas dulu ya, maaf... kamu makan dulu aja di kantin, gak papa kok . Lagipula di kantin kan juga ramai, banyak temennya, kamu gak akan merasa sendirian."
"Iya tapi Bintang, aku kan mau di temanin kamu makan di kantinnya seperti janji kita tadi. jadi kamu gak mau nih nemenin aku makan di kantin? kenapa tiba tiba begini sih? Apa karena lelaki ini?" tanya
Bulan pada Bintang.
"Kamu juga... ini semua karena kamu. Kamu ada masalah apasih dengan Bintang? kenapa kamu gangguin Bintang sih?" Bulan yang semakin kesal karena lelaki itu Bintang jadi tidak mau menemaninya ke kantin.
"Loh kok gak jadi nyalahin aku sih? aku kan cuman nyapa Bintang saja, apa salah? " lelaki itu menatap
Bulan dan Bintang. Sedangkan Bulan yang di tatap seperti itu pun risih dan segera menoleh ke arah Bintang.
"Ayolah Bintang, plesss.. temenin aku ya...? " Bulan memohon pada Bintang. Dan Bintang pun pada
"Yee, serius mau nemenin aku, Bintang? Aaaa.... makasih ya." Bulan senang akhirnya Bintang mau
menemaninya ke kantin, dan Bulan pun memeluk Bintang.
Dan mereka pun segera mencari tempat duduk dan memesan bakso...
"Ohya, perkenalkan nama gue Cleo, aku tadi pagi memang bertemu dengan Bintang..." Cleo memperkenalkan dirinya.
"Oooh Cleo nama kamu..." ujar Bulan.
__ADS_1
"Tunggu, tau dari mana kamu namaku?" tanya Bintang yang kebingungan.
"Tadi pagi buku kamu jatuh, dan aku temukan. Bukumu ada di aku. Dan pas aku lihat nama di buku itu, tertera nama itu.. nama kamu kan, Bintang?" Cleo mencoba menjelaskan.
"Berarti buku saya ada di kamu? yaudah mana balikin?" Bintang meminta kembali bukunya.
"Tunggu, santai dong.. Bukumu ada, tapi di tasku dan...tasku ada di kelas, jadi ntar aja ya aku ambilnya. Dan kemungkinan bukuku juga ada di kamu kan? ntr balikkin ya..." ujar Cleo.
"Oke, tapi nanti jangan lupa balikkin. Ohya buku kamu ya?..... hummm...?" Bintang berfikir tentang buku yang di maksud Cleo.
"Buku yang pas di kelas itu loh Bintang, pas aku tanya ke kamu buku siapa...jangan jangan buku dia ?" Bulan mencoba mengingatkan Bintang.
"Oooh iya... astagaaa jadi itu buku kamu? ya nanti aku balikin, tapi balikin juga bukuku." ujar Bintang.
"Oke, nanti kita balikinnya barengan." ujar Cleo menyetujuinya.
"Yasudah kita makan bakso dulu deh, keburu jam istirahatnya selesai. Nanti di lanjut lah obrolannya atau tentang buku itu." ujar Bulan.
"Okeeee.... yuk makan." ucap Cleo, dan mereka pun memakan baksonya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Alhamdulillah sudah selesai berberes rumah, aku mau lanjut masak spesial buat keempat anakku. " Anabel pun tersenyum.
"Ah, seandainya waktu itu bayiku lahir selamat mungkin anakku lima." raut wajah Anabel pun berubah menjadi sedih.
__ADS_1
"Aku gak boleh nangis dan terpuruk seperti ini, aku harus lanjut masak .." Anabel segera menghapus
bulir air matanya dan berlalu ke dapur untuk memasak....