
Resto
Akila terlihat tengah melangkahkan kakinya dengan perlahan masuk ke dalam Resto, kali ini tujuan Akila datang ke mari adalah untuk memenuhi panggilan dari Sarah setelah pagi tadi Sarah menelponnya melewati petugas room servis di Hotel milik Elbara.
Akila mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Sarah, hingga seorang pelayan Resto menghampiri Akila yang tengah fokus mencari keberadaan Sarah.
"Dengan bu Akila?" tanya pelayan tersebut yang langsung membuat Akila menoleh seketika ke arah sumber suara.
"Iya" jawab Akila
"Mari saya antar." ucap pelayan tersebut sambil menunjukkan jalan kepada Akila.
Akila yang mendengar ucapan pelayan tersebut, lantas mulai mengikuti langkah kaki pelayan itu yang membawanya ke ruangan VVIP di Resto tersebut.
"Silahkan masuk, anda sudah di tunggu." ucap pelayan tersebut sambil membukakan pintu agar Akila bisa masuk ke dalam ruangan tersebut.
Akila yang di persilahkan masuk, lantas mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Sarah sambil mengatur nafasnya secara perlahan karena gugup.
"Siang ma" sapa Akila sebelum akhirnya mendudukkan bokongnya tepat di kursi bagian depan Sarah.
Sarah yang mendengar ucapan Akila hanya membalas sapaan Akila dengan anggukan kepala saja, kemudian membenarkan posisi duduknya.
"Karena kamu sudah datang, mama rasa tidak perlu lagi berbasa basi.. mama dengar kamu mengajukan gugatan cerai kepada Delvano?" ucap Sarah menjeda kalimatnya membuat Akila lantas langsung mendongak seketika karena tebakan tentang maksud dari pertemuannya kali ini adalah benar.
"Apakah mama keberatan akan hal itu?" tanya Akila dengan nada yang terdengar ragu ragu.
Sedangkan Sarah yang mendengar ucapan Akila barusan lantas tersenyum, membuat Akila malah menjadi bingung akan ekspresi yang di tunjukkan oleh mertuanya itu.
"Mama kira ini adalah jalan terbaik untuk keluar dari permasalahan yang tengah kalian berdua hadapi saat ini, katakan pada mama apa yang kamu inginkan setelah bercerai dari Delvano?" ucap Sarah dengan nada yang santai.
__ADS_1
"Apa maksud dari ucapan mama?" tanya Akila tidak mengerti akan pilihan yang di berikan oleh Sarah.
"Maksud mama itu semacam harta peninggalan setelah kalian berdua resmi bercerai, apa yang kamu minta dari keluarga kami?" tanya Sarah lagi.
Akila yang mendapat tawaran dengan cuma cuma tersebut lantas langsung terdiam seketika, bukankah ini waktu yang tepat untuk memulai sebuah perhitungan? mengingat bagaimana Akila di siksa oleh Delvano, bukankah sudah sepantasnya Akila meminta bagian paling besar?
"Sepertinya aku... aku tidak memerlukan apapun ma." jawab Akila yang lantas membuat Sarah menatap dengan bingung ke arah Akila.
"Apa kamu yakin? jarang sekali seseorang yang menyianyiakan kesempatan seperti ini, apa kamu yakin melewatkannya begitu saja?" tanya Sarah lagi kepada Akila, namun jangankan berpikir Akila malah langsung dengan mantap menggelengkan kepalanya dengan yakin.
"Tidak perlu ma, yang aku butuhkan saat ini hanyalah sebuah kebebasan." ucap Akila dengan nada yang yakin membuat Sarah lagi lagi tersenyum ketika mendengarnya.
"Baiklah kalau kamu tidak menginginkannya, aku rasa aku sudah mengetahui alasan di balik Delvano sangat menggilai dirimu." ucap Sarah dengan nada yang menyindir terhadap Akila, membuat Akila semakin di buat bingung akan ucapan dari Sarah barusan.
"Maksud mama?" tanya Akila dengan raut wajah yang penasaran.
"Tidak perlu terlalu di pikirkan ucapan ku barusan yang harus kamu lakukan adalah datang ke persidangan tepat waktu dan segera akhiri kabar tidak sedap ini dengan perceraian kalian." ucap Sarah dengan nada yang datar kemudian bangkit berdiri dan bersiap untuk pergi dari tempatnya.
"Tidak perlu ma, lagipula..." ucap Akila hendak menolak namun keburu di potong oleh Sarah.
"Jangan menolak karena ini sebuah perintah, mama sudah mengaturkan jadwalnya, besok atau lusa Rafi akan menjemput mu untuk pergi ke Rumah Sakit." ucap Sarah kemudian berlalu pergi begitu saja meninggalkan Akila tanpa menunggu jawaban dari Akila terlebih dahulu.
Akila yang tidak lagi bisa membantah ucapan Sarah, hanya menatap kepergian mertuanya itu dengan tatapan yang bingung. Di saat saat seperti ini entah apa yang harus Akila lakukan, haruskah ia senang? sedih? atau bahkan menyesal karena akan berpisah dengan seorang mertua yang ternyata baik walau kadang di luarnya terlihat kejam dan tidak berperasaan, namun setelah bertemu dan berbicara empat mata dengannya, bagi Akila... Sarah adalah tipikal mertua yang tegas namun juga mengayomi terhadap menantunya.
"Mengapa aku baru menyadarinya sekarang?" ucap Akila pada diri sendiri sambil menatap kepergian Sarah dengan tatapan yang sendu hingga punggung wanita paruh baya itu tidak lagi terlihat pada pandangannya.
***
Sementara itu di Resto yang sama
__ADS_1
Viona yang tengah suntuk sekaligus kesal akan kelakuan dari Elbara, lantas menghabiskan waktunya dengan arisan bersama teman temannya.
Viona tidak lagi memikirkan masalah uang dan terus saya mentraktir teman temannya dengan makanan yang enak dan mahal di tempat tersebut.
"Apakah kalian tidak ingin melanjutkan ronde kedua di club? sayang banget kan jika harus sampai di sini." ucap Viona dengan nada yang memaksa karena sebenarnya ia sama sekali tidak ingin pulang ke rumah saat ini.
"Ini bahkan baru jam makan siang tapi kamu malah mengajak kita pergi clubbing, jangan ngelantur deh Vio..." ucap Salsa salah satu teman arisan Viona yang di balas anggukan kepala oleh yang lainnya.
"Halah palingan ini hanya akal akalan Viona saja, aku berani bertaruh ia pasti tengah kesepian saat ini mangkanya ngajakin kita pergi clubbing tengah hari begini." ucap Vanya ikut nimbrung ketika mendengar permintaan dari Viona barusan.
"Jangan ngaco kalian, kalau kalian gak mau ya sudah aku pergi saja sendiri." ucap Viona dengan nada yang kesal sambil bangkit berdiri dan berlalu begitu saja meninggalkan segerombolan wanita yang menatapnya dengan tatapan yang mengejek.
"Dia ngambek?" tanya Salsa sambil hendak bangkit dan mengejar Viona namun di tahan oleh Vanya.
"Sudah biarkan saja... besok juga balik lagi... ya gak girls ?" ucap Vanya.
"Setuju..." ucap yang lainnya hampir secara bersamaan, membuat Salsa lantas kembali duduk dan tidak jadi mengejar Viona.
**
Viona yang kesal akan ulah teman temannya, lantas langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruang VIP Resto dan menuju ke arah parkiran belakang.
"Benar benar menyebalkan, apa salahnya tinggal ikut aja sih? lagi pula aku juga kan yang bayar... di kasih gratisan kok sok jual mahal!" gerutu Viona sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke arah parkiran belakang.
Viona yang semula kesal lantas langsung menghentikan langkah kakinya begitu ia melihat mobil milik Elbara terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
"Elbara" ucap Viona dengan senyum yang merekah sambil mempercepat langkahnya hendak menghampiri Elbara.
Namun sepersekian detik berikutnya Viona lantas terlihat menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
"Bukankah itu istri Delvano Sebastian? mengapa dia masuk ke dalam mobil Elbara?" ucap Viona dengan menatap bingung akan pemandangan yang baru saja terjadi tepat di depan matanya.
Bersambung