Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Cambuk kepemimpinan


__ADS_3

Akila menatap dengan kosong ke arah depan, pikirannya kini bahkan sudah melayang jauh membayangkan apa yang baru saja ia terima di supermarket tadi.


Perkataan demi perkataan pedas yang keluar dari mulut ibu ibu dan juga Viona tadi, benar benar membekas di benaknya membuat helaan nafas terus terdengar sedari tadi yang berasal dari Akila.


Sebuah tangan kokoh mendadak menyentuh di bahunya, membuat Akila lantas langsung menoleh seketika di saat Akila merasakan sebuah tangan hangat menyentuh pundaknya.


"Bagaimana kelanjutannya El?" tanya Akila ketika melihat Elbara mengambil duduk di sebelahnya.


"Tidak perlu kamu pikirkan aku sudah membereskan segalanya, kenapa kamu tadi hanya diam saja di sana Ki? harusnya kamu melawan bukan?" ucap Elbara sambil membersihkan sisa sisa telur yang sudah hampir mengering di rambut dan juga tubuh Akila.


Akila yang mendapat pertanyaan tersebut hanya menghela nafasnya dengan panjang.


"Aku sudah mencoba melakukannya, tapi mantan istri mu malah memprovokasi yang lainnya... aku kalah jumlah El, tidakkah kamu tahu bahwa ibu ibu kalau sudah marah sangatlah mengerikan?" ucap Akila sambil bergidik ngeri ketika menceritakannya kembali.


"Kamu benar benar ya, di saat saat seperti ini masih sempat sempatnya bercanda seperti itu." ucap Elbara dengan nada yang menggoda sambil bersendekap dada menatap ke arah Akila.


Sedangkan Akila yang melihat hal tersebut, hanya tersenyum ke arah Elbara namun detik berikutnya berubah menjadi masam ketika Akila menatap ke arah manik mata Elbara dan teringat akan ucapan Viona kembali.


"Ada apa Ki?" tanya Elbara kemudian ketika melihat perubahan mimik wajah Akila.


"Apakah langkah yang kita berdua ambil adalah sebuah kesalahan El? aku rasa ucapan Viona tidaklah sepenuhnya salah bukan? hubungan kita berdua terjalin sejak kita masih sama sama memiliki pasangan, jadi jika semua orang mengetakan aku merebut mu dari Viona, itu tidaklah sepenuhnya salah bukan?" ucap Akila dengan nada yang lirih namun sambil menatap ke arah depan seakan enggan untuk menatap manik mata Elbara.


Elbara yang mendengar ucapan Akila barusan, lantas menghela nafasnya dengan kasar kemudian dengan perlahan lahan mengarahkan Akila untuk menatap ke arahnya.


"Lihat aku Ki!" ucap Elbara sambil mengarahkan wajah Akila agar fokus dan hanya menatap ke arahnya.

__ADS_1


"Sudah berapa kali ku bilang kamu bukanlah penyebab keretakan dalam rumah tangga ku, jangan dengarkan ucapan mereka Ki karena mereka sama sekali tidak tahu apapun tentang kehidupan kita. Jika memang orang orang menyalahkan kita saat ini biarkan saja dan jangan di dengarkan, aku yakin suatu saat nanti mereka akan di perlihatkan yang sesungguhnya, jadi aku minta pada mu stop untuk memikirkan yang tidak perlu. Yang harus kamu lakukan sekarang adalah terus berjalan di samping ku sampai kapan pun, apakah kamu bisa?" ucap Elbara dengan nada yang lembut.


Akila yang mendengar ucapan Elbara tentu saja terharu, ia benar benar beruntung bisa bertemu dengan sosok laki laki seperti Elbara walau di waktu yang salah, namun keduanya tetap berjalan di jalan yang benar tanpa melakukan hal hal yang tidak sepantasnya.


Akila tersenyum dengan bahagia kemudian masuk ke dalam pelukan Elbara, Akila memeluk Elbara dengan eratnya dan tidak ingin lagi melepas pria itu.


"Aku berjanji padamu El" ucap Akila dengan nada yang lirih membuat Elbara langsung tersenyum seketika di saat mendengar ucapan Akila barusan.


"Em... jadi... ayo kita pulang sekarang, tidakkah kamu harus mandi dan membersihkan semuanya?" ucap Elbara kemudian, membuat Akila langsung menghentikan senyumannya ketika baru mengingat bahwa tubuhnya kini penuh dengan telur yang tentu saja berbau amis dan juga lengket.


"Bodoh kau Ki!" gerutu Akila dalam hati sambil dengan spontan melepas pelukannya kepada Elbara dan menggeser tubuhnya agak menjauh dari Elbara.


"Ada apa?" tanya Elbara yang tidak mengerti akan tingkah Akila.


Elbara menatap ke arah Akila dengan tatapan yang bingung, kemudian detik berikutnya langsung bangkit dan mendekat ke arah Akila dan langsung menarik tangannya untuk bangkit.


"Apa sih El? aku bau jangan mendekat!" ucap Akila memperingati.


Namun sayangnya, bukannya menurut Elbara malah terus semakin mendekatkan tubuhnya pada Akila dan melangkahkan kakinya sambil merangkul pinggang Akila dengan sangat erat.


"Sudah diam saja, bukankah begini lebih baik Ki? kita berdua jadi sama sama kotor, itu sangatlah bagus." ucap Elbara dengan nada yang berbisik sambil tidak henti hentinya mengulum senyum ke arah Akila.


"Dasar" ucap Akila sambil membuang muka namun malah berhasil membuat gelak tawa terdengar dari Elbara.


**

__ADS_1


Sementara itu tak jauh dari keduanya berada, tanpa Elbara dan juga Akila sadari Viona sedari tadi menyaksikan segala interaksi keduanya.


Tatapan mata Viona benar benar memanas melihat kedekatan keduanya yang begitu intim dan terlihat seperti pasangan yang sesungguhnya.


"Heh... benar benar menyebalkan! aku bahkan berusaha untuk bangkit setelah perceraian itu, tapi dia malah asyik bercinta dan bersenang senang dengan wanita lain secara terang terangan!" ucap Viona dengan tatapan yang tidak suka ke arah Elbara dan juga Akila.


"Lihat saja apa yang akan ku lakukan pada kalian berdua karena telah bersenang senang di atas penderitaan ku." ucap Viona dengan nada penuh amarah.


****


Sementara itu di perusahaan SB Company


Rapat darurat mendadak di adakan pagi ini, membuat beberapa pemegang saham lantas bertanya tanya agenda apa yang akan di bahas dalam rapat kali ini, mengingat jadwalnya yang di lakukan secara tiba tiba.


Beberapa orang yang telah hadir di sana nampak berbisik bisik seakan sedang membicarakan kemungkinan yang akan di bicarakan dalam agenda rapat kali ini. Hingga kemudian sebuah suara langkah kaki terdengar semakin mendekat, membuat beberapa orang yang hadir di sana lantas langsung mengkondisikan mulut mereka agar tidak menimbulkan kebisingan.


Sarah nampak mengambil posisi tepat di depan orang orang yang sudah hadir lebih dulu sebelum dirinya, kemudian mempersilahkan yang lain untuk kembali duduk dan menempati posisi mereka.


"Selamat pagi semuanya, saya minta maaf karena tiba tiba mengumpulkan kalian dan membuat keributan di pagi hari. Tujuan saya mengadakan rapat dadakan kali ini adalah untuk mengumumkan kepada semuanya bahwa mulai hari ini kursi kepemimpinan akan saya serahkan sepenuhnya kepada putra saya Delvano sebastian." ucap Sarah dengan raut wajah yang bahagia sambil mempersilahkan Delvano masuk ke dalam ruang rapat.


Begitu mendengar pengumuman dari Sarah, kebisingan mulai terdengar menggema di ruangan tersebut, mengikuti setiap langkah kaki Delvano yang terlihat mulai masuk dan berjalan mendekat ke arah ibunya.


"Katanya pejabat tertinggi perusahaan, tapi tingkahnya udah kayak pasar pindah yang tidak tahu tempat dan terus saja menggunjing orang di hadapannya." ucap Delvano dalam hati sambil terus melangkahkan kakinya dengan sesekali menatap sinis ke arah mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2