Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 51


__ADS_3

Setelah perbicangan mereka di hari


lalu, tentang kepindahan Bintang.


Anabel dan Ferdi pun segera mengurus


kepindahan Bintang ke pondok pesantren.


Beberapa hari kemudian, tepatnya hari


ini Bintang akan pamit ke sekolahnya untuk ke pindahannya ke pondok pesantren.


Anabel dan Ferdi membawa beberapa kue,


juga beberapa bingkisan sebagai kenang kenangan ke sekolah Bintang, atas


kepindahan Bintang di hari ini.


Setelah sesampainya di sekolah mereka


segera menuju kantor guru dan kelas Bintang.


"Humm, Bintang, murid ibu juga


teman kalian hari ini akan pindah sekolah. Jujur pasti sedih ya, hemm mari


sampaikan apa yang ingin di sampaikan ke Bintang, sebelum Bintang benar benar


pergi dari sekolah kita." ujar ibu guru mewakili pembicaraan tersebut, dan


para murid.


Murid murid pun mengucapkan beberapa


kalimat perpisahan dan rindu kepada Bintang.


"Bintang, mungkin ada yang ingin


Bintang sampaikan?" tanya guru tersebut pada Bintang.


Bintang pun megangguk dan segera ke


depan untuk mulai pembicaraan yang ingin ia sampaikan.


"Bismillah, saya ingin


menyampaikan beberapa kalimat terimakasih dan perpisahan kepada teman teman dan


guru di sini." ujar Bintang yang memulai pembicaraannya, dan berhenti


sejenak mengambil nafas sebelum memulai kembali pembicaraannya.


"Assalamualaikum....Pada hari ini


izinkanlah saya sejenak, menyampaikan sepatah dua patah kata perpisahan kepada


teman teman ataupun ibu guru di kelas ini.


Hari ini adalah hari yang bersejarah


bagi saya selaku murid di sini, hari ini saya akan berpisah dengan teman teman


dan ibu atau bapak guru di sini, jujur saja rasanya sedih. Tidak ada lagi akan


saya dengar suara lembut ibu guru saat mengajari saya menulis, membaca atau


senyum ikhlas ibu ketika saya keliru.


Namun, walau demikian ibu tetaplah


guru di hati saya, semua nasehat yang ibu berikan akan selalu saya ingat serta


saya amalkan. Kemanapun saya pergi nantinya, ibu selalu ada di hati saya.


Dan terima kasih atas segala yang


telah ibu berikan dan ajarkan pada saya, terima kasih karena ibu dengan tulus


mengajari saya, terima kasih pula karena ibu degan ikhlas membimbing saya. Saya


menyadari bahwa saya tidak akan mampu membalas segala jasa ibu, tapi saya yakin


bahwa Allah telah memberikan pahala yang besar kepadamu Bu. Setiap peluh ibu


akan diganti Allah dengan pahala, setiap kesabaran ibu telah dicatat Allah


sebagai amal yang akan membawa ibu kedalam surga Nya. Surga firdaus.


Dan untuk teman teman terimakasih


sudah menjadi teman terbaik saya dan mau menerima saya sebagai teman bagian


dari kalian, begitupun untuk sahabat saya.


Saya pasti akan merindukan ibu guru,


teman teman, sahabat saya.. Saya pasti


akan merindukan kalian semua, kebersamaan kita dan saya juga pasti akan


merindukan suasana kelas di sini, juga suara canda tawa teman teman. Bagi saya,


kalian memiliki porsi masing masing di hati saya yang takkan saya lupakan dan


akan selalu saya rindukan." ujar Bintang yang menyampaikan beberapa


kalimat perpisahannya dengan gemetar menahan tangis dan tanpa sadar bulir bulir

__ADS_1


air matanya pun membasahi pipinya.


Begitupun dengan teman teman Bintang


juga guru Bintang yang terenyuh dengan tiap kalimat yang Bintang sampaikan,


sangat menyentuh hati.


Setelah Bintang penyampaikan kalimat


perpisahannya, teman temannya ataupun gurunya saling memeluknya secara


bergantian.


Suasana kelas untuk beberapa saat di


liputi suasana haru.


Setelah beberapa menit kemudian,


Anabel, Ferdi, Bintang dan Bulan membagikan bingkisan dan kue kepada teman


temannya.


Tak lupa mereka juga melaksanakan foto


bersama sebagai kenang kenangan.


Setelah selesai semuanya, mereka


bercakap cakap sejenak dan melepas rindu kembali sebelum benar benar berpisah.


Beberapa menit kemudian Anabel, Ferdi


pun pamit mengajak Bintang kembali, agar pelajaran di kelas pun bisa di mulai


kembali.


Sedangkan Bulan tetap berada di kelas


tersebut karena ia masih harus mengikuti mata pelajaran di kelas yang di


ajarkan hingga selesai.


**************


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya


ya 😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah keluar dari kelas tersebut,


Anabel dan Ferdi meminta Bintang untuk menunggu di kursi dekat sana, karena ia


untuk membeli beberapa keperluan mereka.


Bintang pun menunggu di tempat


tersebut, seperti permintaan kedua orangtuanya.


Di temani semilir angin, Bintang


menikmati suasana di sana, suasana terakhir yang akan ia rasakan di tempat ini.


Tanpa sadar ketika mengingatnya,


dadanya terasa sesak dan bulir bulir air mata mulai membasahi pipinya tanpa


bisa ia cegah.


Di tengah lamunannya dan kekalutan


hatinya, Cleo menghampirinya.


"Bintang, kamu di sini


sendirian?" tanya Cleo.


"Orang tua kamu di mana? boleh


aku berbicara sebentar denganmu?" tanya Cleo kembali, yang membuyarkan


lamunan Bintang.


"Cleo?" lirih Bintang, yang


telah tersadar dari lamunannya karena ucapan Cleo.


"Iya, boleh aku duduk di sini?


ada hal yang ingin aku tanyakan dan bicarakan denganmu. Humm tapi maaf


sebelumnya, orang tua kamu ke mana? kenapa kamu sendirian di sini?" ucap


Cleo mulai membuka percakapannya.


"Silahkan, kan ini tempat duduk


umum. Humm, maaf kenapa kamu bertanya mengenai orang tuaku?" tanya Bintang


kembali.


"Terimakasih,.." ucap Cleo


yang segera duduk di tempat tersebut.

__ADS_1


"Iya, aku sudah tau tentang kabar


kepindahmu. " ujar Cleo lemah, seakan menginsyaratkan kesedihan dan


keterlukaan.


"Humm..." hanya gumaman yang


keluar dari bibir Bintang.


"Benarkah kamu akan pindah? ke


mana? ke pondok pesantren? Ah, aku pasti akan sangat kehilanganmu." ucap


Cleo kembali yang menginsyaratkan keterlukaan dan kesedihannya.


"Hummm iya, aku akan pindah ke


pondok pesantren dan akan meninggalkan sekolah ini." ucap Bintang lemah


yang juga menginsyaratkan kesedihannya tentang perpisahannya dengan sekolah


ini.


"Kamu juga sedih akan pindah dari


sini? aku kira kamu akan bahagia.. Jujur aku sangat sedih karena aku akan


kehilangan calonku hahahaha, calonku yang selama ini jual mahal denganku, ya


kan Bintang sayang, hahahaha. Gak papa kok masih banyak perempuan di sini yang


ngantri denganku dan gak jual mahal lagi seperti calonku satu ni, yang akan


meninggalkanku, hahaha" ucap Cleo mencoba menghibur dirinya sendiri.


Sedangkan Bintang hanya mampu membalas


ucapan Cleo dengan tersenyum miris, karena ia benar benar bingung harus


menjawab apa.


Bintang tau Cleo selama ini seperti


menyukainya, dan mungkin benar benar menyukainya.


Bintang juga tau Cleo sangat terluka


dan kecewa tentang kepindahannya.


Namun ia bisa apa?


Membalas perasaan Cleo?


Itu tak mungkin baginya, karena


dirinya pun tak mencintai Cleo.


Dan dirinya pun juga sebenarnya sedih


dan terluka tentang perpisahannya sebentar lagi dengan sekolah ini, juga dengan


teman temannya dan gurunya.


Namun dirinya tak bisa melakukan


apapun untuk mengubahnya, mengubah keputusan yang telah ia ambil, bagaimanapun


ini yang terbaik, untuk kebaikan bersama.


Karena dirinya juga tak ingin ribut


terus dengan Bulan, saudaranya sendiri.


Ia pun tak ingin terjebak dengan


hubungan cinta yang rumit juga salah.


Bintang juga ingin menambah hafalannya


dan benar benar memperdalam agamanya yang menurutnya ia masih minim dalam


mempelajari dan mengetahuinya.


Oleh sebab itu, baginya mondok di


pesantren adalah pilihan terbaik yang tak mungkin ia batalkan begitu saja,


meski rasa sedih juga rindu di sekolah ini juga kebersamannya bersama mereka


akan ia rindukan dan selalu di rindukannya, begitupun rasa kehilangan yang tak


bisa di elakkan.


Terlebih membayangkan harus


beradaptasi dengan lingkungan baru baginya, yang dirinya juga tak mudah dalam


bergaul atau introvert, tentu itu tak mudah namun harus tetap ia jalani


bagaimapun caranya.


\=\=\=\=\=


Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya


😁

__ADS_1


__ADS_2