
Setelah perbicangan mereka di hari
lalu, tentang kepindahan Bintang.
Anabel dan Ferdi pun segera mengurus
kepindahan Bintang ke pondok pesantren.
Beberapa hari kemudian, tepatnya hari
ini Bintang akan pamit ke sekolahnya untuk ke pindahannya ke pondok pesantren.
Anabel dan Ferdi membawa beberapa kue,
juga beberapa bingkisan sebagai kenang kenangan ke sekolah Bintang, atas
kepindahan Bintang di hari ini.
Setelah sesampainya di sekolah mereka
segera menuju kantor guru dan kelas Bintang.
"Humm, Bintang, murid ibu juga
teman kalian hari ini akan pindah sekolah. Jujur pasti sedih ya, hemm mari
sampaikan apa yang ingin di sampaikan ke Bintang, sebelum Bintang benar benar
pergi dari sekolah kita." ujar ibu guru mewakili pembicaraan tersebut, dan
para murid.
Murid murid pun mengucapkan beberapa
kalimat perpisahan dan rindu kepada Bintang.
"Bintang, mungkin ada yang ingin
Bintang sampaikan?" tanya guru tersebut pada Bintang.
Bintang pun megangguk dan segera ke
depan untuk mulai pembicaraan yang ingin ia sampaikan.
"Bismillah, saya ingin
menyampaikan beberapa kalimat terimakasih dan perpisahan kepada teman teman dan
guru di sini." ujar Bintang yang memulai pembicaraannya, dan berhenti
sejenak mengambil nafas sebelum memulai kembali pembicaraannya.
"Assalamualaikum....Pada hari ini
izinkanlah saya sejenak, menyampaikan sepatah dua patah kata perpisahan kepada
teman teman ataupun ibu guru di kelas ini.
Hari ini adalah hari yang bersejarah
bagi saya selaku murid di sini, hari ini saya akan berpisah dengan teman teman
dan ibu atau bapak guru di sini, jujur saja rasanya sedih. Tidak ada lagi akan
saya dengar suara lembut ibu guru saat mengajari saya menulis, membaca atau
senyum ikhlas ibu ketika saya keliru.
Namun, walau demikian ibu tetaplah
guru di hati saya, semua nasehat yang ibu berikan akan selalu saya ingat serta
saya amalkan. Kemanapun saya pergi nantinya, ibu selalu ada di hati saya.
Dan terima kasih atas segala yang
telah ibu berikan dan ajarkan pada saya, terima kasih karena ibu dengan tulus
mengajari saya, terima kasih pula karena ibu degan ikhlas membimbing saya. Saya
menyadari bahwa saya tidak akan mampu membalas segala jasa ibu, tapi saya yakin
bahwa Allah telah memberikan pahala yang besar kepadamu Bu. Setiap peluh ibu
akan diganti Allah dengan pahala, setiap kesabaran ibu telah dicatat Allah
sebagai amal yang akan membawa ibu kedalam surga Nya. Surga firdaus.
Dan untuk teman teman terimakasih
sudah menjadi teman terbaik saya dan mau menerima saya sebagai teman bagian
dari kalian, begitupun untuk sahabat saya.
Saya pasti akan merindukan ibu guru,
teman teman, sahabat saya.. Saya pasti
akan merindukan kalian semua, kebersamaan kita dan saya juga pasti akan
merindukan suasana kelas di sini, juga suara canda tawa teman teman. Bagi saya,
kalian memiliki porsi masing masing di hati saya yang takkan saya lupakan dan
akan selalu saya rindukan." ujar Bintang yang menyampaikan beberapa
kalimat perpisahannya dengan gemetar menahan tangis dan tanpa sadar bulir bulir
__ADS_1
air matanya pun membasahi pipinya.
Begitupun dengan teman teman Bintang
juga guru Bintang yang terenyuh dengan tiap kalimat yang Bintang sampaikan,
sangat menyentuh hati.
Setelah Bintang penyampaikan kalimat
perpisahannya, teman temannya ataupun gurunya saling memeluknya secara
bergantian.
Suasana kelas untuk beberapa saat di
liputi suasana haru.
Setelah beberapa menit kemudian,
Anabel, Ferdi, Bintang dan Bulan membagikan bingkisan dan kue kepada teman
temannya.
Tak lupa mereka juga melaksanakan foto
bersama sebagai kenang kenangan.
Setelah selesai semuanya, mereka
bercakap cakap sejenak dan melepas rindu kembali sebelum benar benar berpisah.
Beberapa menit kemudian Anabel, Ferdi
pun pamit mengajak Bintang kembali, agar pelajaran di kelas pun bisa di mulai
kembali.
Sedangkan Bulan tetap berada di kelas
tersebut karena ia masih harus mengikuti mata pelajaran di kelas yang di
ajarkan hingga selesai.
**************
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya
ya 😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah keluar dari kelas tersebut,
Anabel dan Ferdi meminta Bintang untuk menunggu di kursi dekat sana, karena ia
untuk membeli beberapa keperluan mereka.
Bintang pun menunggu di tempat
tersebut, seperti permintaan kedua orangtuanya.
Di temani semilir angin, Bintang
menikmati suasana di sana, suasana terakhir yang akan ia rasakan di tempat ini.
Tanpa sadar ketika mengingatnya,
dadanya terasa sesak dan bulir bulir air mata mulai membasahi pipinya tanpa
bisa ia cegah.
Di tengah lamunannya dan kekalutan
hatinya, Cleo menghampirinya.
"Bintang, kamu di sini
sendirian?" tanya Cleo.
"Orang tua kamu di mana? boleh
aku berbicara sebentar denganmu?" tanya Cleo kembali, yang membuyarkan
lamunan Bintang.
"Cleo?" lirih Bintang, yang
telah tersadar dari lamunannya karena ucapan Cleo.
"Iya, boleh aku duduk di sini?
ada hal yang ingin aku tanyakan dan bicarakan denganmu. Humm tapi maaf
sebelumnya, orang tua kamu ke mana? kenapa kamu sendirian di sini?" ucap
Cleo mulai membuka percakapannya.
"Silahkan, kan ini tempat duduk
umum. Humm, maaf kenapa kamu bertanya mengenai orang tuaku?" tanya Bintang
kembali.
"Terimakasih,.." ucap Cleo
yang segera duduk di tempat tersebut.
__ADS_1
"Iya, aku sudah tau tentang kabar
kepindahmu. " ujar Cleo lemah, seakan menginsyaratkan kesedihan dan
keterlukaan.
"Humm..." hanya gumaman yang
keluar dari bibir Bintang.
"Benarkah kamu akan pindah? ke
mana? ke pondok pesantren? Ah, aku pasti akan sangat kehilanganmu." ucap
Cleo kembali yang menginsyaratkan keterlukaan dan kesedihannya.
"Hummm iya, aku akan pindah ke
pondok pesantren dan akan meninggalkan sekolah ini." ucap Bintang lemah
yang juga menginsyaratkan kesedihannya tentang perpisahannya dengan sekolah
ini.
"Kamu juga sedih akan pindah dari
sini? aku kira kamu akan bahagia.. Jujur aku sangat sedih karena aku akan
kehilangan calonku hahahaha, calonku yang selama ini jual mahal denganku, ya
kan Bintang sayang, hahahaha. Gak papa kok masih banyak perempuan di sini yang
ngantri denganku dan gak jual mahal lagi seperti calonku satu ni, yang akan
meninggalkanku, hahaha" ucap Cleo mencoba menghibur dirinya sendiri.
Sedangkan Bintang hanya mampu membalas
ucapan Cleo dengan tersenyum miris, karena ia benar benar bingung harus
menjawab apa.
Bintang tau Cleo selama ini seperti
menyukainya, dan mungkin benar benar menyukainya.
Bintang juga tau Cleo sangat terluka
dan kecewa tentang kepindahannya.
Namun ia bisa apa?
Membalas perasaan Cleo?
Itu tak mungkin baginya, karena
dirinya pun tak mencintai Cleo.
Dan dirinya pun juga sebenarnya sedih
dan terluka tentang perpisahannya sebentar lagi dengan sekolah ini, juga dengan
teman temannya dan gurunya.
Namun dirinya tak bisa melakukan
apapun untuk mengubahnya, mengubah keputusan yang telah ia ambil, bagaimanapun
ini yang terbaik, untuk kebaikan bersama.
Karena dirinya juga tak ingin ribut
terus dengan Bulan, saudaranya sendiri.
Ia pun tak ingin terjebak dengan
hubungan cinta yang rumit juga salah.
Bintang juga ingin menambah hafalannya
dan benar benar memperdalam agamanya yang menurutnya ia masih minim dalam
mempelajari dan mengetahuinya.
Oleh sebab itu, baginya mondok di
pesantren adalah pilihan terbaik yang tak mungkin ia batalkan begitu saja,
meski rasa sedih juga rindu di sekolah ini juga kebersamannya bersama mereka
akan ia rindukan dan selalu di rindukannya, begitupun rasa kehilangan yang tak
bisa di elakkan.
Terlebih membayangkan harus
beradaptasi dengan lingkungan baru baginya, yang dirinya juga tak mudah dalam
bergaul atau introvert, tentu itu tak mudah namun harus tetap ia jalani
bagaimapun caranya.
\=\=\=\=\=
Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya
😁
__ADS_1