Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 61


__ADS_3

Hari ini Anabel merasakan perasaan


yang tak menentu antara bahagia juga sedih.


Karena Bulan dan Bintang akan kembali


melanjutkan pendidikannya untuk kuliah.


Anabel bahagia mereka melanjutkan


pendidikannya tapi ia juga sedih karena merasa kehilangan kedua anaknya lagi.


Tapi Anabel masih bersyukur karena


David masih akan pulang ke rumah meski David juga bekerja hingga sampai sore


bahkan larut malam terkadang, begitupun dengan Afnan yang masih menetap di


rumah meski pulang sekolahnya hingga larut sore karena sering ada les tambahan


di sekolahnya.


Namun Anabel masih tetap bersyukur,


karena sebelum keberangkatan mereka masih menyempatkan waktu untuk makan


bersama pagi ini.


Hari ini Anabel pun membuatkan makanan


spesial untuk mereka dan cukup banyak agar mereka membawanya karena Bulan dan


Bintang sering mengatakan akan merindukan masakan Anabel.


Sejujurnya pagi ini, Anabel juga ingin


memberitahukan kepada Ferdi dan keempat anaknya mengenai kabar bahagianya.


Jika kini telah tumbuh janin di


rahimnya, ia semenjak fonis kala itu dan dokter meminta Anabel mengangkat


rahimnya, Anabel tak ingin kehilangan rahimnya dan kehilangan ia mengandung


kembali hingga mereka mengeluarkan biaya cukup banyak untuk ke beberapa rumah


sakit di luar kota bahkan di luar negeri hanya untuk kesembuhan Anabel tanpa


pengangkatan rahim tersebut.


Anabel pun bersyukur, usaha mereka tak


sia sia karena hingga beberapa bulan kemudian bahkan 2 tahun kemudian Anabel


sembuh total tanpa melakukan pengangkatan rahim hingga dokter mengatakan ia


bisa mengandung kembali meski butuh waktu beberapa tahun lagi dan tidak secara


langsung ia bisa mengandung kembali.


Pagi ini Anabel telah mempersiapkan segalanya


untuk memberitahu kepada mereka mengenai kabar bahagianya kini.


Namun makan pagi mereka kali ini dalam


hitungan detik berubah menjadi suasana tegang saat kedatangan tamu tersebut.


"Biar Ayah yang bukain ya."


ucap Ferdi yang segera berdiri untuk membukakan pintu tersebut.


"Iya mas." jawab Anabel, dan


kembali bercengkrama dengan keempat anaknya.


**********


"Ana? ngapain kamu ke sini? dan


bagaimana bisa kamu di sini? dan untuk apa? lalu ini siapa? ..... " tanya


Ferdi yang terkejut dengan kedatangan Ana.


"Assalamualaikum mas Ferdi,


tenang dong. Terkejut dengan kedatangan saya? humm oke saya paham, tapi


tanyanya satu satu dulu ya, biar aku bisa menjawabnya." jawab Ana dengan


tersenyum, walau hatinya sendiri sedang tak menentu.


"Ini siapa bunda? ini ayah?"


tanya Syakira pada Ana, yang membuat Ferdi cukup terkejut dengan pertanyaan

__ADS_1


yang Syakira lontarkan pada Ana.


Belum hilang terkejutannya, Anabel


yang dari belakang menghampiri Ferdi.


"Mas Ferdi, siapa yang bertemu


pagi pagi?" tanya Anabel yang menghampiri Ferdi.


Dan untuk beberapa saat mereka bertiga


cukup terkejut dan saling pandang.


"Humm, Ana yang datang... seperti


yang kamu lihat. " ucap Ferdi lemah.


"Iya, aku tau..siapa gadis kecil


ini?" lirih Anabel lemah.


"Assalamualaikum Anabel, senang


bisa bertemu kembali." ujar Ana dengan tersenyum kepada Anabel.


"Ana, kamu datang kembali? iya


senang bisa bertemu kamu juga.. akhirnya kamu kembali, sudah lama


menunggumu.." ujar Anabel yang berhenti sejenak, untuk mengambil pasokan


oksigen untuk ia bernafas.


"Kami sudah lama mencarimu,


terlebih Ferdi, ya kan? Ferdi pasti rindu ingin bertemu anaknya terlebih


setelah kematian anakku, tentu ia merasa kesepian dan kehilangan buah hatinya


dan harus kehilangan anakmu juga Ana, yang juga anaknya. Ohya ini siapa? gadis


kecil ini? apa ini.. anak kamu dan Ferdi? ia sudah besar ya.. jadi gadis kecil


yang cantik sama sepertimu." ujar Anabel dengan menahan tangisnya.


"Iya ini anakku dengan Ferdi,


tapi mungkin lebih tepatnya ini anakku. Karena nyatanya Ferdi tak


meneruskan ucapannya tentu itu akan melukai hati Syakira dan ia tak ingin


Syakira mengetahui kenyataan itu.


"Aku anaknya bunda dan aku bukan


anaknya ayah. Karena selama ini ayah tak pernah mengharapkan kehadiranku, ayah


tak pernah merindukanku dan meganggapku sebagai anaknya, buktinya ayah tak


pernah peduli dan menjenguk kami." ujar Syakira yang menahan emosinya, dan


ucapan Syakira benar benar membuat mereka di sana terdiam dan cukup terkejut.


"Sayang..." lirih Ana


menahan emosinya dan tangisnya yang rasanya tak sanggup ia pendam kembali.


"Nak Syakira, ayah sayang kamu.


Ya kan Fer?" tanya Anabel kepada Ferdi, dan ia segera merunduk menghampiri


Syakira.


Sedangkan Ana hanya bisa menyaksikan


dengan diamnya karena ia mencoba menenangkan hatinya yang tengah menahan emosi


juga tangisnya yang berusaha ia pendam.


Begitupun dengan Ferdi dan keempat


anaknya hanya bisa menyaksikan semuanya tanpa bisa berkata kata.


Ingatan mereka terasa seolah kembali


ke masa lalu, begitupun dengan David seolah rasa benci itu tumbuh kembali dan


dendam yang pernah dulu ia ucapkan.


Namun ia ragu, haruskah ia benar benar


melakukannya? sedangkan kini ia melihat sendiri bagaimana kebencian Syakira


kepada ayahnya seakan menginsyaratkan keterlukaan dan kekecewaan yang terpendam

__ADS_1


cukup lama, begitupun dengan Ana yang hanya bisa menahan tangisnya, dan David


bisa melihat itu dari ekspresi dan kata yang mereka ucapkan.


Meski David kini telah menjadi dosen


yang mengajar matematika, tapi ia juga pernah cukup lama mempelajari tentang


dunia psikolog sehingga ia cukup tau mengenai ekspresi sikap ataupun perkataaan


orang orang di sekitarnya.


Mereka cukup tegang menanti jawaban


Ferdi, namun sayangnya Ferdi seakan tak memberikan jawaban hingga membuat Syakira


terluka kembali semakin dalam.


"Mas, jawab..!!" tegas


Anabel kembali kepada Ferdi.


"Enggak, ayah gak sayang Syakira


juga bunda. Kalau ayah sayang kami, sayang Syakira, ayah akan menengok kami,


menengok Syakira, sesibuk apapun itu, kecuali ayah benar benar gak merindukan


Syakira dan gak menganggap kami lagi, begitupun gak menganggap Syakira sebagai


anaknya." ucap Syakira menahan tangis, dan untuk sejenak ia berhenti


sebelum melanjutkan ucapannya kembali.


"Teman teman Syakira, ayahnya


juga bekerja dan beberapa dari mereka ayahnya juga ada yang bekerja di luar


kota tapi mereka selalu bisa bertemu ayahnya meski gak setiap hari. Tapi ayah?


...gak pernah menyempatkan waktu untuk menengok kami, menengok Syakira anaknya


ini.


Bunda selalu mengatakan bila ayah sibuk


bekerja untuk membiayai kami, untuk membahagiakan kami. Tapi apa?....Aku dan


bunda selalu bekerja untuk memenuhi kebutuhan kami bahkan untuk sekolahku agar


aku bisa terus bersekolah, ya aku harus bekerja agar aku bisa melanjutkan


sekolah dan agar kebutuhan kami tetap tercukupi. Ayah tak sedikitpun ke rumah


kami dan memberikan kami nafkah, ayah membiarkan bunda bekerja sendiri ke sana


ke mari, tentu aku sebagai anaknya juga tak tega, aku membantu bunda agar kami


bisa tetap makan untuk kebutuhan keseharian kami dan agar aku bisa melanjutkan


sekolahku.


Sebenarnya bunda berulangkali


mengatakan agar aku tak bekerja tapi jika aku tak bekerja, aku tak bisa


melanjutkan sekolahku dan bunda juga ingin aku tetap melanjutkan sekolah agar


aku jadi anak pandai yang kelak membahagiakan bunda, walau berulangkali aku


mengatakan pada bunda gak papa aku bekerja saja, tapi bunda menolak itu dan itu


untukku, karena bunda menyayangiku dan ingin melihatku bahagia, main seperti


anak seusiaku yang tak perlu menanggung kesusahan dan kesulitan hidup, tapi


ayah sementara tak pernah peduli sedikitpun pada kami!! bahkan ayah gak pernah


merindukan kami, karena memang ayah tak pernah peduli pada kami, apapun tentang


kami.!! jadi jangan harap aku rindu juga menyayangi lelaki ini, yang sudah


cukup lama mengabaikan kami, sementara ia bahagia sepertinya di rumah kaya ini


dan keluarganya yang ini ya.!!" ujar Syakira dengan menunjuk Ferdi, dengan


menahan tangis dan emosinya meski bulir bulir air mata mulai membasahi pipinya.


Mereka semua di sana cukup terkejut


dan terdiam setelah mendengar ucapan yang terlontar dari Syakira.


Ada rasa iba di hati mereka masing


masing, untuk Syakira juga Ana.

__ADS_1


__ADS_2