
Aku tidak menyangka setega itu Ana kepadaku.. Jujur saja saat itu aku tidak menyangka kedatangan kami ke panti hari lalu benar benar membuatku kesal seperti ini, aku harus kehilangan sahabat terbaikku dan dia berpaling dengan teman barunya, tidak lagi memperdulikan aku. Aku benar-benar kesal dengannya, dan aku kecewa padanya.
Ya dia Anabel sahabat terbaik ku yang kini telah menjadi teman terbaik Ana. Sejujurnya sudah berulangkali Anabel menelfonku setelah kepulangan dari panti itu karena aku yang pergi meninggalkan nya begitu saja, mungkin untuk menanyakan aku kenapa atau ingin minta maaf ? entalah..
Tapi telfon darinya tetap tak ku hiraukan,jujur saja hatiku masih sangat kesal. Aku pun tak ingin mempunyai perasaan seperti ini tapi aku tak bisa mengelakkan perasaan ini. Apa aku salah? Apa benar aku cemburu dengan Ana teman baru Anabel ?
Hemmmmm entalah..
Saat itu Anabel menelfonku lagi. Namun tak ku angkat dulu, saat itu aku masih sibuk dengan anakku yang sedang sakit, biasanya aku akan sharing ke Anabel bila anakku sakit , tapi kan aku dengan nya saat itu sedang marahan.
Aku juga tak ingin datang ke rumahnya, biar dia saja ke sini dulu jika ingin ku maafkan.
Ya pikirku saat itu..
Hingga aku pun menceritakan kepada ibuku , dan ibuku menyuruh ku memaafkan nya dan aku yang salah di sini, kata ibuku begitu. Dan aku pun mencoba memendam rasa kesal dan cemburu ku kemarin, egoku pun coba ku runtuhkan hanya untuk bertemu dengan nya. Hingga aku ke rumah nya dan lagi lagi pemandangan yang ku lihat benar benar ingin sekali membuat ku membencinya dan tak ingin lagi memaafkan nya ataupun bertemu dengannya.
Ya, tanpa hati dia bermesraan dengan Ana teman barunya,ah mungkin mereka sudah menjadi sahabat. Mereka tertawa, bercanda tanpa memikirkan ku, Ya Anabel tanpa memikirkan bagaimana kondisi ku, atau menanyakan kabarku. Biasanya ia akan ke rumah ku bila telfon darinya tak ku angkat. Tapi sekarang apa? Ku fikir ia akan khawatir dengan keadaan ku, ternyata ia sudah tidak peduli lagi dan lebih peduli dengan sahabat barunya.
Sakit rasanya..sangat sakit..
***
Pov Anabel
Aku tidak tau harus menyesal atau tidak , setelah aku mengajak Amel ke panti, sepulang dari sana aku bisa melihat jelas kecemburuan Amel terhadap ku dan Ana. Jujur saja saat itu bukan maksudku ingin mengabaikan Amel, tapi saat itu kami sedang di panti, fokus ku ke anak anak panti dan setelah kedatangan Ana sebagai pengurus panti juga, jujur saja aku pun ingin berbincang bincang dengan nya hingga tanpa sadar Amel terabaikan.
Ya, saat kami pulang selama di perjalanan Amel pun tak ingin berbicara dengan ku dan pergi begitu saja meninggalkan ku dan David ketika kami di tengah jalan, hingga membuat David bertanya tanya kepadaku. Dan aku tak menyangka, hari ini Amel ke rumah ku dan harus melihat aku dengan Ana lagi . Ah, jujur saja rasanya kepalaku pening, benar benar ingin pecah saat ini juga.
Biasanya Amel takkan ke rumah ku bila ia sedang marah atau merajuk seperti itu, ya tentu aku pun tidak tau. Kemarin aku pun mengunjungi rumahnya tapi ia tidak ada di rumahnya dan setelahnya aku mencoba menelfon dan mengirim ia pesan beberapa kali tapi telfon nya tidak aktif, lalu aku harus bagaimana? apa di sini aku salah? Aku tau kini ia pun mungkin akan semakin membenciku dan takkan memaafkan ku lagi. Amel, sahabatku maafkan ku sungguh aku pun tak bermaksud mengabaikan mu atau atau menggantikan mu dengan teman baru di hidupku, sungguh tidak.Karena bagiku setiap orang mempunyai porsi masing masing di hati ku yang takkan tergantikan dengan siapapun. Karena setiap setiap mereka mempunyai warna tersendiri di hidupku yang mewarnai hidupku.
Amel.. Tolong pahami itu.
***
Saat ini hati Anabel benar benar kacau, ia ingin curhat tapi bingung harus curhat ke siapa.. Hingga akhirnya ia memutuskan curhat ke Allah. Anabel pun segera mengambil wudhu dan shalat. Tapi..ia juga butuh seseorang untuk teman sharing nya, hingga akhirnya Anabel pun menghubungi Ana.
**
Sore ini Ana ke rumah Anabel karena permintaan Anabel.
"Assalamualaikum." ucap Ana dari luar
"Waalaikumussalam tante Anaaaaaa." ucap Bulan, Bintang dan David barengan
"Ayo masuk tante An." ucap Bulan, Bintang dan David."
__ADS_1
"Iyaaaa mbak An, masuk aja.Soalnya aku lagi nyusui Afnan ini." ucap Anabel dari dalam.
"Bel, ada apa? sampai kamu tadi telfon nangis minta aku ke sini, ada apa sebenarnya? ucap Ana.
"Iyaaa mbak An, tadi mbak juga lihat kan, pas mbak mau pulang, Amel datang dan dia langsung pergi sepertinya..Aku tau dia cemburu saat melihat kita." ucap Anabel penuh sesal.
"Iyaa Bel, mbak An tau..Tapi mbak An bingung harus lakuin apa? sementara kamu tau sendiri mbak sama dia gak saling kenal. mungkin kalau saling kenal mbak bisa langsung datengin dia dan ajak dia bicara." ucap Ana.
"iya mbak itu juga bikin aku bingung harus bagaimana terlebih Amel kalau sudah cemburu payalah aku mbak." ucap Anabel dengan sedih.
"Bel, dengerin mbak ..kamu jangan terlalu sedih ya, kita boleh memikirkan caranya bagaimana agar Amel tidak ngambek lagi, mbak juga akan pikirkan caranya.Tapi kamu jangan terlalu sedih seperti ini.
Kamu masih ingat kan de firman Allah
yang berbunyi :
“Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Yunus: 65)"
"Coba kalau kamu sedang bersedih berdoa meminta kepada Allah meminta perlindungan dari kesedihan
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat kikir dan pengecut, lilitan hutang, dan dikuasai orang lain.” (HR. al-Bukhari no. 2736).
"Dan kesedihan kita bisa menjadi penghapus dosa dosa kita de."
Tidaklah seorang mukmin ditimpa sebuah kesedihan, kegundahan dan kerisauan, kecuali Allah pasti akan menghapus sebagian dosa-dosanya.” (Hadits shahih)
Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS Yusuf: 86).
"Memperbanyak istighfar/ meminta ampunan pada Allah de " ucap Ana
“Barangsiapa menetapi istigfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kebebasan dari setiap kesedihan, dan Dia akan memberinya rizki dari arah yang tidak diperhitungkannya,” (HR. Abu Daud, Ibn Majah dan Imam Ahmad).
"Memperbanyak sedekah de" ucap Ana
“Sedekah dapat merubah takdir yang mubram (yang pasti)”. (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad).
" Masya Allah mbak terimakasih banyak..iyaaa mbak ana makasih ya uda nasehatin aku" ucap Anabel.
"iya sama sama de." ucap Ana.
"Aku merasa sangat beruntung bisa mengenal sosok mbak An" ucap Anabel lagi.
"Mbak juga merasa sangat beruntung bisa mengenal sosokmu de.'' ucap Ana.
"Yaudah sekarang kamu coba chat Amel atau telfon supaya kesalahpahaman ini gak terjadi terus menerus." ucap Ana.
__ADS_1
"Nomernya tidak aktif mbak." ucap Anabel.
"Hemmmmm coba chat aja de, mungkin sekarang gak masuk karena handphone nya mati, mungkin nanti aktif kembali." ucap Ana.
"Tidak mbak, bukan karena handphone nya mati tapi sepertinya emang sengaja di matiin karena dia sudah tidak aktif semenjak kepulangan kami kemarin dari panti itu mbak."ujar Ana dengan sedih.
"Hemmmmm, mungkin dia butuh waktu sendiri dulu de, menurut mbak seperti itu." ucap Ana.
"Tapi kalau kamu ingin bertemu dengan nya dan menjelaskan nya , gimana nanti coba ke rumahnya lagi? mungkin Amel sudah ada di rumahnya.gimana Bel? tanya Ana.
"Boleeeeh mbak, karena kalau tidak di jelaskan sekarang, kesalahpahaman ini akan terus berlanjut mbak." ucap Anabel dengan sedih.
"Iyaaaa de, mbak paham." ucap Ana.
"Yaudah sekarang wudhu, ngaji dan shalat Dzuhur yuk, Afnan nanti coba minta jagain David, Bulan atau Bintang.Karena kita juga perlu meminta pertolongan Allah untuk masalah ini agar gak semakin rumit." ucap Ana.
"Iya mbak." ucap Anabel dengan tersenyum.
Anabel dan Ana pun segera mengambil wudhu dan menunggu adzan Dzuhur.
"Bel, nunggu adzan Dzuhur kita buat ngaji dulu yuk." ucap Ana .
"okeee mbak An boleeeeh juga" ucap Anabel.
"Bel, kamu mau surah apa?" tanya Ana.
"hehe terserah mbak aja." ucap Anabel.
"Oke surah Ar Rahman yuk, sambil kita taddaburi artinya ya." ucap Ana.
"iya mbak." ucap Anabel..
"Alhamdulillah.. " ucap Anabel
"Alhamdulillah..Gimana bel, hati jadi tenang kan?" ucap Ana
"iya mbak, Alhamdulillah." ucap Anabel.
"setelah ini kita ke rumah Amel ya, semoga setelah ini Allah memudahkan urusan kita ya."
"Iya mbak." ucap Anabel.
"Yaudah yuks kita shalat Dzuhur dulu terus ngaji bentar lagi hehe." ucap Ana.
Mereka pun telah selesai shalat_
__ADS_1
"Yuk mbak bentar lagi kita ke rumah Amel, tapi aku mau nyiapin dan nyuapin anak anak bentar ya mbak." ucap Anabel.
"Sipp Bel, biar mbak yang jaga Afnan." ucap Ana.