Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 22


__ADS_3

Ferdi benar benar bahagia dengan kabar kehamilan Anabel, namun entah mengapa Ferdi seakan tak begitu senang mengenai kabar kehamilan Ana.


Bukan berarti ia membenci calon bayinya yang di kandung oleh Ana, hanya saja Ferdi merasa kecewa dengan Ana yang telah menjebaknya sehingga ia hamil dan karena pernikahan ini ia tak lagi bisa dekat dengan Anabel dan ketiga anaknya.


Ferdi benar benar merasa menyesal dengan pernikahan ini dan kecewa pada Ana sehingga tanpa sengaja ia menunjukkan sikap tak suka kepada Ana, yang mungkin saja itu akan menyakiti perasaan Ana.


"Tante Ana juga hamil ya?" tanya Bulan.


"Iya Bulan, tante juga hamil." Ana menjawab perkataan Bulan, dengan sesekali melirik ke arah


Ferdi dan Anabel yang sedang bermesraan.


"Sudah sewajarnya suami istri bermesraan seperti itu terlebih saat mengetahui Istrinya tengah hamil."


sindir April yang semakin membuat Ana kesal.


"Berarti nanti dedek bayi lahirnya bersamaan dong ya terus bisa main bareng, yeee asyiiikkkk...." Bulan meloncat loncat kegirangan.


"Humm iya mungkin." Ana seakan malas menjawab perkataan Bulan.


"Ohya Ma, Ferdi boleh gak tinggal di sini buat menemani Anabel? karena bagaimanapun Ferdi ini suaminya yang juga ingin menemani Anabel yang tengah hamil saat ini, boleh kan?"


"Mas..." Ana segera berdiri menghampiri Ferdi, ia tak terima dengan Ferdi yang akan menemani Anabel.


"Tolong pahami Ana, saya ini masih suami sah Anabel. Saya juga harus adil dengan kedua


Isrti mas, lagipula mas juga ingin menemani Anabel yang tengah hamil, mas ingin berada di dekat istri dan calon anak mas. Salah??" tegas Ferdi.


"Ah, terserah kamulah mas. Lalu aku bagaimana?" tanya Ana yang menghampiri Ferdi.


"Itu... istrimu gak terima, kalau kamu di sini. Dia ingin menguasaimu dan tidak menginginkanmu untuk adil," sindir April.


"Mas akan tetap mengunjungimu di rumah itu. Tapi bila memang kamu di izinkan tinggal di sini bersama, tentu mas juga senang.


Tapi sepertinya tidak mungkin, jadi mas akan mengunjungimu ke sana. Mas hanya ingin adil membagi waktu mas di sini dan di sana."


"Kamu kan selama ini juga sudah mas dampingi terus selama kamu hamil. Mas ingin juga mendampingi Anabel yang tengah hamil juga, apa salahnya??" tanya Ferdi.


"Baiklah mas, silahkan jika itu inginmu. Lebih baik aku pulang saja ya dari pada di sini meganggu ke mesraan kalian." sindir Ana kesal, dan segera berdiri untuk pulang.


"Tunggu, karena kamu sudah jauh jauh ke sini untuk mengunjungi kami dan rindu pastinya pada kami, seperti perkataanmu tadi. Jadi ibu membolehkan kamu menginap di sini untuk beberapa hari, jika kamu mau. Bagaimana? ibu baik kan?" tawar April, ia sengaja menawarkan Ana untuk menginap karena April ingin Ana tau bagaimana rasa cinta


Ferdi kepada Anabel dan agar Ana tidak berbangga diri karena telah berhasil merebut Ferdi dari Anabel.

__ADS_1


"Hummmm ...." Ana bingung, harus menjawab apa.


"Iya boleh juga, dengan begitu Ana bisa lebih dekat dengan Anabel dan bisa saling sharing juga berbagi tips kehamilan. Ide bagus Ferdi setuju." Ferdi tersenyum dan setuju dengan ide dari April.


"Baik, oke. Ana ingin main sama anak anak juga dan melepas rindu dengan Anabel, ya kan Bel?" ucap Ana dengan tersenyum. Ana berfikir ini kesempatan yang bagus untuknya membuat


Anabel cemburu,ia juga ingin membuktikan kepada Anabel bila Ferdi juga bisa lebih peduli kepadanya daripada ke Anabel.


"Okee, Mama akan siapkan kamar untuk Ana ya. Mama permisi dulu." April pun segera berlalu, mempersiapkan kamar untuk Ana menginap.


"Yaudah Ana kamu bisa main sama anak anak, silahkan. Dan buat kamu sayang, mas mau ngupas buat buat kamu ya," ucap Ferdi segera berlalu ke dapur.


"Tanteeeee, ayo main sama kami, kami rindu tante Dina." ucap Bulan.


"Hemmm, iya oke yuk." Ana berusaha tersenyum dan menyetujui ajakkan Bulan, karena ia pun juga ingin mengambil hati ketiga anak dari Anabel.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sedangkan Anabel hanya mampu tersenyum menyasikkan percakapan Ana dan ketiga anaknya. Anabel tak bisa ikut turut bermain karena kondisinya yang tengah lemah saat ini.


"Maaf, ya aku gak bisa ikut bermain dengan kalian," ucap Anabel.


"Iya, gak papa kamu harus banyak istirahat." Ana sengaja mengatakan hal tersebut saat melihat Ferdi datang dari dapur dengan membawakan buah yang telah di kupasnya.


"Nah, mas suapin ya. Kamu harus makan buah yang banyak karena ibu hamil harus makan buah." Ferdi pun segera menyuapkan buah kepada Anabel.


"Makasih Mas, buahnya segar dan manis. Ohya mas, Ana gak di kasih juga? gak enak ah, dia kan juga hamil mas dan perlu makan buah." lirik Anabel yang tak enak hati ke Ana.


"Iya nih, mas pilih kasih." sindir Ana yang tak terima.


"Kasihlah, Mas.."


"Hemmm, tapi yank? ini kan buat untukmu. Lagipula dia bisa ngupas buah sendiri kan?" ucap Ferdi dengan melirik ke arah Ana.


"Tapi Mas ... aku gak enak," ucap Ana.


"Ana keadaannya tidak selemah kamu Anabel. Ana bisa ambil buah sendiri dan mengupasnya." tegas Ferdi.


"Tidak usahlah Bel, buah itu kamu makan sendiri. Ferdi benar, aku jika ingin buah bisa ambil dan ngupas sendiri. Maaf aku tadi bercanda..."


"Yasudah, aku ingin istirahat dulu ya capek. Sudah di siapkan kamarnya? " pamit Ana dengan kesal, dan Ferdi pun mengangguk.


"Ihh kesal deh, bisa lama lama tua aku di sini terus karena batin, hati dan fisikku lelah liat mereka

__ADS_1


bermesraan. Lihat saja nanti, aku akan buat kamu yang cemburu." lirih Ana yang segera ke kamarnya yang sudah di sediakan.


**********


"Ayo Fer, Bel, Bulan , Bintang dan David, makan siang yuk. Ohya Ana mana? panggil Ana gih buat makan." ucap April yang sedang menyiapkan makan siang untuk mereka makan bersama.


"Iya mas, ajakkin Ana makan siang gih."


"Humm, biar anak anak aja deh yang panggilin atau kamu."


"Mas, jangan begitu, kamu kenapa sih? jika kalian ada masalah selesaikan, tapi jangan seperti ini, bagaimanapun Ana juga istrimu."


"Humm, aku malas Bel. Tapi baiklah jika itu inginmu, aku panggil dia dulu ya." Ferdi pun segera ke kamar Ana.


"Yasudah yuk makan dulu. Nanti Ayah sama tante Dina nyusul," ucap April.


"Kami nunggu Ayah sama tante Dina saja, gak papa kok," kekeh Bulan.


"Baiklah...." April pasrah.


April melihat Ana yang sudah tiba menuju ke ruang makan dengan Ferdi di belakangnya. Namun April seakan merasa aneh mengapa mereka tidak berjalan berdua? dan raut wajah Ana juga terlihat


kesal. April juga heran mengapa setelah mereka menikah justru sikap Ferdi ke Ana terlihat berbeda, tidak sepeduli ataupun sedekat dulu.


April bertanya tanya dengan fikirannya sendiri namun April segera mengeyahkan pikirannya saat Ferdi dan Ana telah semakin dekat menuju meja makan.


"Kenapa itu, raut wajah Ana istrimu kok terlihat kesal?" tanya April.


"Hehe gak papa Ma, tadi Ana kesal karena saat sedang nyenyak beristirahat, Ferdi bangunkan untuk makan." ucap Ferdi yang berbohong, karena ia tak ingin April tau bila Ana marah karena


Ferdi menolak permintaan Ana yang mengajaknya untuk bermesraan.


"Oooh begitu...."


"Yasudah yuk makan, anak anak uda nunggu kalian sejak tadi." ucap April, dan mereka pun segera makan bersama.


"Mas, aku ambilkan lauk pauk buat kamu makan ya." tawar Ana, berusaha mengambil hati Ferdi dan membuat Anabel cemburu .


"Tidak perlu, aku bisa ambil sendiri." Ferdi menolak tawaran Ana dan mengambilnya sendiri.


"Ambilkan untuk aku ya tante sama suapin. Bulan rindu di suapin tante dengan di dongengin."


"Hemm, baiklah." Ana menyetujui perkataan Bulan dengan terpaksa karena ia tak ingin namanya jelek di mata Ferdi.

__ADS_1


__ADS_2