
Di dalam mobil yang di kendarai oleh Viona
Terlihat Viona tengah mengemudikan mobilnya dengan perasaan yang tidak habis pikir sekaligus bingung akan pemandangan yang baru saja ia lihat di parkiran Resto barusan.
Viona benar benar tidak menyangka, jika selama ini selingkuhan dari suaminya adalah Akila, istri dari seorang Delvano Sebastian penyiar berita terkenal yang sedang tersandung kasus KDRT belakangan ini.
"Wah gila... bagaimana bisa aku tidak menyadarinya? hahahaha... apakah aku sebodoh itu?" ucap Viona dengan nada yang masih tidak percaya sambil terus melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota.
"Tapi sejak kapan?" imbuhnya lagi sambil membenarkan anak rambutnya dengan kasar.
Tin tin tin
Suara klakson yang di tekan berulang kali oleh Viona, membuat beberapa penumpang risih akan aksi wanita itu. Sedangkan Viona si pelaku utama dari aksi tersebut tidak merasa bersalah sama sekali dan terus melakukan hal tersebut, sebagai bentuk kekesalannya ketika mengetahui Akila adalah selingkuhan dari suaminya selama ini.
Hingga ketika ia sedang sibuk mengebut sambil membunyikan klakson mobilnya dengan kesal, sebuah sepeda motor mendadak menyalip dan langsung menukik di depannya, membuat Viona menjadi terkejut dan langsung dengan spontan menginjak rem dengan cepat.
Ckit....
Suara rem yang di injak dengan mendadak membuat suara decitan mulai terdengar di sana, beruntung kala itu suasana jalan raya sedang senggang sehingga tidak sampai menyebabkan kecelakaan beruntun karena aksi Viona yang tiba tiba mengerem mendadak setelah kebut kebutan di jalan.
"Ah... sial sial! bahkan hal seperti ini saja tidak berjalan sesuai dengan keinginan ku... benar benar sial!" teriak Viona dengan kesal sambil memukul stir mobilnya beberapa kali saking kesalnya.
****
Sementara itu di dalam mobil yang di kendarai oleh Elbara.
Elbara terlihat sesekali melirik sekilas ke arah Akila yang sedari tadi hanya terdengar menghela nafasnya panjang tanpa mengucapkan sepatah kata apapun kepada Elbara, membuat Elbara semakin menjadi penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi ketika di Resto tadi.
__ADS_1
"Apa ada sesuatu yang mengganggu mu Ki? apakah mertua mu menindas dirimu? katakan saja Ki biar aku nanti...." ucap Elbara namun terhenti ketika tangan Akila langsung mengarah ke pundak Elbara yang langsung menghentikan ucapan Elbara.
"Jangan salah paham, tidak ada pembicaraan serius ataupun kata kata intimidasi yang keluar dari mulut mertua ku, ia malah menawari ku harta gono gini namun sayangnya langsung aku tolak karena aku memang tidak tertarik akan hal itu." ucap Alia sambil fokus menatap ke arah depan sementara Elbara mendengarkannya bercerita.
"Jika memang berjalan dengan lancar, mengapa sedari tadi aku malah mendengar helaan nafas mu saja? bukankah harusnya kamu senang?" tanya Elbara dengan raut wajah yang penasaran.
"Entahlah, aku hanya merasa seperti orang yang jahat selama ini karena mengira mertua ku itu wanita yang jahat ataupun otoriter karena sikapnya yang tegas selama ini. Namun setelah pertemuan barusan, pandangan ku tentangnya benar benar berubah. Menurut mu, apa aku sudah melukai hatinya karena bercerai dengan Delvano?" ucap Akila kemudian sambil sesekali melirik ke arah Elbara mencoba melihat ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh Elbara ketika mendengarkan ceritanya.
Elbara yang mendengar ucapan Akila barusan, lantas menghela nafasnya panjang kemudian tersenyum secara sekilas lalu kembali fokus melihat ke arah jalanan siang itu.
"Tidak perlu menyesali sesuatu yang sudah terjadi, jadikan saja semua itu pembelajaran untuk ke depannya agar kamu tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama lagi." ucap Elbara sambil mengusap rambut Akila dengan perlahan kemudian kembali fokus menyetir.
"Kamu benar, menyesal pun saat ini semuanya sudah terlanjur terjadi jadi yang perlu aku lakukan saat ini hanyalah fokus dan melangkah ke depan, bukankah begitu?" ucap Akila kemudian dengan senyum yang mengembang.
"Itu lebih baik" ucap Elbara sambil tersenyum sekilas kemudian kembali fokus menatap ke arah jalanan sekitar.
Suara perut yang keroncongan mendadak berbunyi, membuat Elbara lantas langsung menoleh seketika ke arah samping.
"Apa kamu lapar?" tanya Elbara yang langsung membuat Akila tersenyum dengan garing karena ternyata Elbara mendengar suara perutnya yang keroncongan.
"Ah benar benar memalukan." ucap Akila dalam hati.
"Jika kamu lapar, kita bisa mampir ke Rumah Makan sebentar untuk mengisi perut karena aku sebenarnya juga belum makan sama sekali." ucap Elbara kemudian yang langsung membuat Akila menoleh ke arahnya.
"Kamu belum makan?" tanya Akila memastikan lagi sambil melirik ke arah jam yang terletak di layar dashboard.
"Belum" jawab Elbara dengan nada yang santai.
__ADS_1
"Sebenarnya aku ingin memasak untukmu, tapi pasti peralatan yang ada di hotel tidaklah lengkap jadi..." ucap Akila dengan nada yang lirih namun masih bisa di dengar oleh Akila.
"Serahkan saja padaku." ucap Elbara yang langsung memotong ucapan Akila barusan sambil tersenyum simpul, membuat Akila lantas menjadi kebingungan ketika mendengarnya.
"Apa maksud mu El?" tanya Akila.
"Kamu lihat saja nanti." ucap Elbara masih dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
****
Apartment Elbara
Akila dan Elbara terlihat baru saja keluar dari lift dan mulai melangkahkan kakinya menyusuri lorong Apartment menuju unit Apartment milik Elbara.
"Apa yang kita lakukan di Apartment mu? bukankah kamu bilang tadi kamu lapar?" tanya Akila lagi sambil terus melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Elbara.
"Bukankah kamu ingin memasak? jadi aku membawamu ke sini untuk memasak dan makan bersama dengan ibumu juga, beliau pasti senang jika merasakan masakan putrinya setelah sekian lama." ucap Elbara dengan nada yang santai namun malah membuat Akila terharu seketika hingga menghentikan langkah kakinya.
"Bagaimana? apakah kamu senang?" tanya Elbara sambil melirik ke arah sebelah namun ternyata Akila tidak ada di sana, membuat Elbara lantas menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah belakang.
"Ada apa?" tanya Elbara ketika melihat Akila menghentikan langkah kakinya sambil menatap ke arahnya, membuat Elbara lantas kebingungan akan tingkah dari Akila.
Akila yang mendengar pertanyaan dari Elbara barusan lantas dengan spontan menggeleng secara perlahan kemudian tersenyum menatap ke arah Elbara. Membuat Elbara yang melihat tingkah Akila menjadi semakin kebingungan.
Akila kemudian lantas mulai melangkahkan kakinya ke arah Elbara dengan senyum yang mengembang, menghampiri sosok laki laki yang kini sudah sepenuhnya mengisi ruang hatinya yang sudah kosong setelah sekian lama.
"Aku melangkahkan kaki ku menuju ke arah pria itu, ya pria yang teristimewa dan selalu memberikan ku segalanya yang terbaik. Apakah aku melakukan sebuah kesalahan dengan melangkahkan kaki ku ke arahnya? aku tidak bisa berhenti dan terus menulikan pendengaran ku, walau aku tahu mencintai suami orang adalah sebuah kesalahan, namun entah mengapa kata hatiku malah menuntun ku untuk terus melangkah." ucap Akila dalam hati sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke arah Elbara.
__ADS_1
Bersambung