
Setelah selesai makan mereka pun melanjutkan obrolan mereka kembali...
"Ohya yuk mau ke kelas gue? buat ambil buku lo? nanti gue juga mau ke kelas lo ya...gue pengen liat kelas lo juga." ujar Cleo.
"Hummm, oke." jawab Bintang.
"Tunggu lo mau ke mana?" Cleo mencegah langkah Bintang saat akan berdiri.
"Aku mau bayar baksonyalah."
"Lo, mau bayarin kita makan bakso?" tanya Cleo.
"Cieeee ada yang perhatian nih, takut di bayarin." goda Bulan ke mereka.
"Enggaklah, aku mau bayar punyaku aja. Punya kalian ya bayar masing masing lah. Lagipula aku juga gak mau traktir kalian." Bintang pun segera berlalu dan mencatat bakso yang telah di makannya, karena ia tak ingin berlama lama mengobrol dengan lelaki seperti Cleo.
"Hahahaha uda geer ya Cleo... Hahahaha Wkwk" Tawa Bulan pun pecah dengan memegang perutnya.
"Aissh lo ya nyebelin juga. Eh ngapain lo pegang perut lo? sakit?" tanya Cleo.
"Hahahaha, aduh perutku kram. Iya nih karena kebanyakan ketawa, karena lo sih." ujar Bulan.
"Lah kok karena gue? lo yang ketawa, gue yang di salahin." Cleo yang tak terima di salahkan Bulan.
"Eh tunggu, gue juga sepertinya tadi bagi list lo deh... lo kan yang injek sepatu gue terus berlalu gitu aja kan? pas gue teriak nama lo dan minta lo tanggung jawab karena injek kaki gue, lo justru ngomel ngomel ke gue. Dah sama lo kayak Bintang, tapi Bintang masih kalem, lo bar bar banget." ucap Cleo kesal.
"Oooh itu... Hahahaha, ya ya ya.. gue juga inget lo. Enak aja bilang gue bar bar, lo dulu juga yang mulai. Ohya omong omong aku dan Bintang saudara." ucap Bulan.
"Saudara? serius kalian saudara? kakak Adek gitu?" tanya Cleo heran.
"Iya kita saudara, tapi bukan kakak adek..." Bulan sengaja menggantung ucapkan agar Cleo penasaran.
"Terus...? oooh saudara ketemu Gedhe hahaha.." Cleo sedang kebingungan.
"Bukan, kami saudara kembar." ujar Bulan akhirnya.
__ADS_1
"Jadi, kalian..." ujar Cleo yang sedikit terkejut.
Dan perbicangan mereka terhenti saat Bintang telah kembali.
"Yaudah yuk, ke kelas... " ajak Bintang.
"Yaudah yuk." Bulan pun segera berdiri untuk membayar dan lekas ke kelasnya.
"Tunggu kita ke kelas dia dulu, buat ambil bukuku. Atau gini aja.. Kamu sekarang ke kelasmu ambil bukuku dan aku ke kelasku ambil bukuku, nanti kita ketemuan di sini buat ambil buku, gimana?" Bintang mencoba memberikan saran kepada Cleo.
"No, gue gak setuju. Lo ke kelas gue dan gue akan ke kelas lo setelah itu, buat ambil buku gue." ucap Cleo.
"Yaudah terserah lo, yaudah yuk ke kelas lo setelah itu ke kelasku." Bintang pun menyetujui ajakkan Cleo, karena ia tak ingin berdebat dengan Cleo.
Mereka pun segera ke kelas Cleo untuk mengambil buku Bintang, dan setelahnya ke kelas Bintang untuk ambil buku Cleo.
_Teeeeet_
"Alhamdulillah Bel pulang uda berbunyi tu Bintang, yuk pulang." ajak Bulan.
*******
Anabel pun segera memasak capcay, Indomie seblak macaroni, jamur saus tiram, sayur asem, ikan gembung goreng dan sambel balado.
Anabel sengaja memasak agak banyak karena ia ingin menyambut suami dan ketiga anaknya dengan masakan enak agar mereka bersemangat setelah rasa lelah mereka dan agar cinta dan kasih sayang hadir kembali di keluarga mereka. Karena Anabel ingin mengakhiri kesedihannya.
Ia tak ingin terlarut dalam kesedihannya dan mulai hari ini ia ingin bangkit, sebab itu ia memasak sedikit banyak hari ini dan agar ketiga anaknya yang mulai memasuki sekolah baru agar lebih bersemangat, begitupun dengan Afnan dan suaminya Ferdi.
"Alhamdulillah selesai juga." ucap Anabel lega, karena hampir satu jam, Anabel telah selesai
memasak.
Anabel pun segera menyajikan di meja makan, makanan yang telah ia buat dan membereskan sisa makanan di dapur.
Tak seberapa lama, Anabel mendengar pintu rumahnya di ketuk dan Anabel pun segera membukakannya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Bunda..." Salam Bulan, Bintang dan Afnan yang telah pulang sekolah.
"Waalaikumussalam, Alhamdulillah sudah pulang ya. Loh ini Afnan sama Bulan dan Bintang pulangnya barengan ya?" tanya Anabel.
"Iya Bunda karena ini hari pertama kami masuk sekolah jadi pulangnya cepat dan kebetulan ketemu Afnan di sini." ucap Bulan, mencoba menjelaskan ke Anabel, bundanya.
"Owh Alhamdulillah, kalau begitu...Yaudah yuk masuk, makan masakan bunda." Anabel pun mempersilahkan ketiga anaknya masuk.
"Wah masakannya enak ya... jadi laperrrr..." ucap Afnan.
"Iya nih, jadi laper...." ujar Bulan dan Bintang juga.
"Hehehe, yaudah lekas makan ya tapi ingat cuci tangan dulu, ke kamar mandi dulu ya ganti baju juga." Anabel mencoba mengingat ketiga anaknya.
"Iya Bundaaa..." jawab ketiga anaknya yang segera berlalu ke kamar mandi. Dan Anabel pun menunggu
ketiga anaknya di meja makan dengan mempersiapkannya.
"Sudah selesai? yuk makan." ucap Anabel saat melihat ketiga anaknya yang telah selesai ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya.
"Alhamdulillah sudah bunda. Iya Bismillah.." ucap Afnan mengawali.
"Bismillah..." mereka pun mengikutinya.
"Enak bunda makanannya, sayang ya kak David dan Ayah gak bisa ikut makan bersama kita." ucap Afnan, sedih.
"Iya sayang, gak papa. Nanti malam kan bisa makan bersama.." Anabel berusaha tersenyum dan menenangkan ke-tiga anaknya.
"Iya Bunda, Bunda juga ya jangan sedih terus, kalau bunda sedih, kamu juga sedih." ucap ketiga anaknya.
"Iya anak bunda, makasih ya.. Bunda berjanji mulai hari ini Bunda tidak akan sedih terus dan bunda akan bangkit. " Anabel berusaha tersenyum dan menyakinkan ketiga anaknya dan mereka pun segera memeluk Anabel, begitupun Anabel memeluk ketiga anaknya, rasa haru hadir di antara mereka.
"Yaudah yuk lanjut makan.." ucap Anabel kepada ketiga anaknya.
"Iya Bunda ....." Dan mereka pun melanjutkan makanannya.
__ADS_1