
Hari ini Bulan, Bintang dan David begitu senang karena mereka akan menginap di rumah eyang mereka, Pak Anang dan Bu Nila. Setelah mereka bersiap siap, Anabel menyuruh mereka menjaga adiknya Afnan karena Anabel harus bersiap siap juga.
"Dek Afnan" ucap Bulan dengan mentoel toel pipi Afnan agar bangun
"ih jangan gangguin dedeknya, jangan di bangunin dong Bulan.Nanti bunda tau kamu kena marah loh." ucap David memperingati Bulan.
"Ih aku kan gak gangguin, cuman pengen ajak Adek Afnan main, makannya aku bangunin." ucap Bulan membela dirinya.
"jangan Bulan, benar apa yang di katakan kak Afnan, biarin dedeknya bobok.Nanti kalau sudah bangun dedeknya kan bisa main, kasian dedeknya kalau di bangunin sekarang." ucap Bintang menjelaskan ke Bulan.
Bulan pun mayun mayun dan memasang wajah sedih. Keributan mereka pun terhenti, karena Anabel masuk kamar.
"Ada apa ini anak bunda? kok diam diaman ? terus kenapa ekspresi wajah Bulan seperti itu?" tanya Anabel.
Ketika David hendak membuka suara ..tapi urung karena Ferdi masuk ke kamar dan mengajak mereka agar segera turun untuk berangkat. Dan mereka pun turun, Anabel menggendong Afnan, Begitupun David di gendhong oleh Ferdi untuk turun dari tangga, sedangkan Bintang dan Bulan segera turun. Setelah memasuki mobil, mereka mencari posisi ternyaman, ada yang tidur, ada yang mengobrol begitupun dengan Bulan yang mulai bernyanyi lagu anak anak selama perjalanan tersebut.
Ferdi sempat menghentikan mobilnya, dan mampir ke toko terdekat untuk membeli makanan kecil, setelahnya mereka melanjutkan perjalanan kembali. Tak terasa perjalanan selama 2 jam , mereka telah sampai di rumah pak Anang dan Bu Nila.
"Eyaaaaangggg" ucap Bulan segera berlari memeluk Bu Nila.
"Eyaaaaangggg, Bulan rinduuu" ucap Bulan lagi
__ADS_1
"iya nak Bulan, cucu eyang. Eyang juga rindu sama Bulan, Bintang, David, Afnan,Anabel, Ferdi dan Bu April.
"Yaudah ayuk masuk" ajak bu Nila.
Mereka pun masuk dan berbaur ke sana kemari. Anabel , April, Hery sedang di ruang tengah bersama Bu Nila dan Pak Anang. Sedangkan Bulan, Bintang, David berada di kebun bersama Pak Anang. Tak terasa telah memasuki waktu siang, Bu Nila memanggil cucu nya dan suaminya untuk makan siang. Bulan, Bintang, David dan pak Anang pun segera masuk. Hari ini Bu Nila memasak ikan laut, sambal , sayur,bakso dan es campur. Mereka pun makan bersama dengan sesekali mengobrol ringan. Bulan, Bintang dan David pun tak hentinya tersenyum, karena bagi mereka ini momen yang jarang sekali mereka rasakan.
"Bulan,Bintang dan David.. Bagaimana jika besok eyang mengajak kalian jalan jalan ke desa ini dan ke sawah, apa kalian mau?" tanya bu Nila kepada cucu nya.
"Mauuuuuuu eyankkkk" ucap Bulan,Bintang dan David serempak.
"Ohya Gimana masakan eyank Nila ini enak kan?" tanya April kepada kepada Bukan, Bintang dan David.
"Tuh, Bu Nila masakanmu ini enak loh, cucu mu sampai suka gitu, tuh liat David sampe mau nambah gitu" ucap April kepada Bu Nila. Sedangkan bu Nila hanya menanggapi dengan tersenyum. Dan David hanya cengengesan malu.
"Aku mau nambah juga eyankkkk." ucap Bulan tak mau kalah dari David.
"Iya tambah aja sebanyak banyaknya, eyankn senang karena eyank emang sengaja masakkin ini buat kalian. Kalau kalian suka ya Alhamdulillah." ucap Bu Nila.
Bulan dan David pun nambah, Sedangkan Bintang segera menyelesaikan makanannya dan mencuci piringnya untuk segera menjaga Afnan yang berada di kamar. Setelah selesai semua, Mereka pun segera membereskan sisa makanan dan beristirahat. Sore harinya , Bulan , Bintang dan David kembali bermain di kebun, menanam buah buahan, berlarian dan bermain air. Hingga tanpa terasa waktu Magrib telah tiba, dan mereka pun masuk. Setelah selesai shalat isya, pak Anang dan Bu Nila mengajak Hery, April, Bulan, Bintang, David untuk makan di luar dengan menikmati keindahan malam. Mereka benar-benar senang dan mungkin menjadi momen yang tak terlupakan.
********
__ADS_1
Esok harinya, seperti janji Pak Anang kepada cucunya. Ia akan mengajak mereka berkeliling desa ini dan ke sawah milik temannya. Bulan, Bintang dan David sangat bersemangat untuk ke sana.Mereka menempuh berjalan kaki dengan menikmati keindahan desa ini , sesekali anak anak di sana menyapa Bulan,Bintang dan David. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke sawah dan berkeliling desa ini. Hingga tiba di sawah, Pak Anang menyuruh mereka untuk turun dan berbaur bersama. Dan siang hari mereka kembali pulang. April dan Bu Nila sontak terkejut melihat cucu nya kembali dengan keadaan kotor dan menyuruh mereka segera membersihkan diri.
"Pak, piye kok cucu kita bapak ajak turun ke sawah kotor kotor gitu, gak enak Karo Bu April dan Pak Hery Iki pak" ucap Bu Nila kepada pak Anang, suaminya.
"Gak papa toh Bu, anak anak senang kok" jawab Anang.
"Bu,Pa, maaf ya anak anak jadi kotor" ucap Bu Nila penuh sesal kepada Bu April dan Pak Hery.
"Gak papa, Bu. Mereka juga sesekali perlu belajar dan bermain di luar, saya senang kok melihat anak anak juga senang" jawab April kepada bu Nila
"Iya Bu, betul itu. Lihat anak anak senang, kami ikut senang.Mungkin ini akan menjadi momen yang gak mungkin mereka lupakan." ucap Hery.
"Bersyukur juga meski David pakai kursi roda tapi tetap bisa main di luar juga ya Ma" ucap Hery kepada April.
Setelah David, Bulan dan Bintang membersihkan diri dan berganti pakaian, mereka segera makan siang .
"Ohya nanti sore siapa yang mau nemenin eyank ngejus buah buahan."? tanya Bu Nila kepada cucu nya.
"Akuuuuu." jawab David, Bulan dan Bintang serempak.
setelah makan siang selesai, mereka segera membereskan nya dan istrirahat agar nanti sore bisa bangun dan ngejus bareng eyangnya.
__ADS_1