Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Ustad Yusuf


__ADS_3

15 menit kemudian..


"Assalamualaikum perkenalkan saya ustadz Yusuf, acara pengajian di mulai ya.."


masing masing mencari tempat duduk antara laki laki dan perempuan ada pembatasan nya.


"Untuk pertama tama, saya ingin bilang agar di sini jangan ada yang menyimpan dendam atau kebencian satu sama lain karena dengan begitu kita bisa menyimak acara kajian ini dengan baik .


Ustad Yusuf pun memulai ceramahnya hingga selesai.


"Nah seperti hadist Rasulullah dan firman Allah yang saya sebutkan tadi manfaat berteman dengan orang shalih dan tidak saling membenci , maka apa kita masih ingin terus bermusuhan satu antara lain terlebih kita saat ini sedang duduk di kajian." ucap ustadz Yusuf


"Saya beri kalian waktu barangkali mau maaf maafan dulu karena bentar lagi kita mulai membaca kitab suci Al-Qur'an." lanjut ujar ustdz Yusuf.


Amel pun menangis , menyadari kesalahannya setelah mendengar ceramah tersebut, ia pun segera mencari Anabel dan Ana kalau perlu untuk meminta maaf kepada mereka, ia menyesal sikap nya benar benar kekanak-kanakan.


Dari kejauhan ia melihat Anabel duduk di depan, sedangkan Ana di bagian belakang. karena terlalu jauh untuk kedepan dan berdesak-desakan akhirnya Amel memilih mendatangi Ana dulu.


"mbak An." sapa Amel kepada Ana.


"Loh Amel ya? Masya Allah duduk sini Mel, ohya kok gak sama Anabel ya? ucap Ana.


"hemm mbak cari Anabel ya?." tanya Amel.


"Hehehe enggak gitu juga, mbak nanya aja kok kamu gak bareng Anabel..hemm jangan cemburulah, masih marahan dengan Anabel? tanya Ana.


"Enggak mbak, Amel nyesel..ini mau minta maaf ke Anabel,tapi Anabel duduk di depan jauh." ucap Amel.


"Jadi aku ke mbak dulu ,sekalian mau minta maaf ke mbak dan ajak mbak bareng kita ke Anabel." ucapnya lagi.


"Baik yuk kita ke Anabel, bentar mbak pamit dulu ke teman mbak ya." ucap Ana.


"Iya mbak, makasih ." ucap Amel.


Setelah Ana berpamitan dengan temannya, mereka pun segera ke tempat Anabel.


"Yuk Mel" ajak Ana.


"Bel.." ucap Ana dan Amel setelah melihat Anabel , mereka pun segera duduk di dekat Anabel.


"mbak duduk Sinii ya." ucap Ana.


"loh mbak An, Amel kalian..Uda baikkan? Alhamdulillah, iya silahkan duduk sini." ucap Anabel.


"Mel, kamu Uda gak marah kan sama aku?" tanya Anabel.


"enggak, maafin ku juga ya Bel." ucap Amel.


"Mbak An, Amel juga minta maaf sama mbak." ucap Amel


"iya mbak Uda maafin, cieee yang Uda baikan nih." goda Ana terhadap Amel dan Anabel.


Tak lama kemudian ustdz Yusuf datang kembali..


"Ayo kita mulai acara taddaburi Al Qur'an nya ya." ucap ustadz Yusuf.


"Kita mulai surah Al Qiyammah dulu ya." ucapnya.


"Nah pengertian surah Al Qiyammah menceritakan tentang penciptaan manusia dan penyesalan mereka di hari kiamat kelak." ucap ustdz Yusuf.


Semua yang hadir menangis termasuk Ana, Anabel dan Amel.


"Oke kita lanjutkan Ar Rahman tapi sebentar aja ya , karena ini juga udah mau magrib, Saya harus segera pulang." ucap ustadz Yusuf.


."Alhamdulillah, Sedangkan surah Ar Rahman ini mengajarkan untuk kita selalu mensyukuri nikmat Allah." ucap ustdz Yusuf


"Alhamdulillah acara kajian telah selesai , kita bisa ke penutup acara yaitu bikin kue dan eskrim bersama ya, bahan bahan sudah du sediakan dan kue atau eskrim yang telah di buat bisa di bawa pulang..yang perempuan sama perempuan yang laki sama laki." ucap ustdz tersebut


 


 


\====================


 


Saat ini Anabel, Ana dan juga Amel sedang bikin kue. Hanya saja, Anabel dan Ana lebih dekat sehingga Amel merasa tak di hiraukan. Hingga setengah jam kemudian, hp Amel berbunyi.


Dringggg( suara handphone berbunyi)


Amel. pun sedikit menjauh saat tau handphone nya berbunyi.


"Iya ya, yaa Tuhan..baiklah aku akan segera ke sana Bu." ucap Amel kepada seseorang di sebrang telfon sana


"Siapa?" tanya Anabel


"Sudahlah gak usah sok peduli, anakku lagi mogok makan,aku harus ke sana. ya dah beberapa hari anakku sakit. ibuku ni telefon.yaudah ku mau ke sana." ucap Amel dengan nada ketus.


"Yaa Allah aku benar benar gak tau, Yaudah yuk sekarang kita ke rumah mu ya "


" Gimana mau tau? kamu aja mesra mesraan dengan sahabat baru mu. sekarang juga, sudahlah ku mau ke rumah ibuku sendiri, kalian terusin keseruan kalian, aku gak akan ganggu kok." ucap Amel dan berlalu pergi.


"Gak gitu Mel.." ucap Anabel sedih.


"Maafkan mbak ya Bel, lagi lagi mbak buat kalian marahan, mungkin Amel butuh waktu sendiri nenanangin dirinya." ucap Ana.


"Gak gitu juga mbak An, mbak gak salah dan aku tetap mau ke rumah Amel eh ibu Amel biasanya kalau anaknya sakit ia akan tanya ke aku , beberapa hari karena kami bertengkar jadi dia gak kasih tau aku.Yaudah mbak An aku duluan ya , mbak gak ikut juga gak papa." ucap Anabel


"Mbak ikut kalau gitu Yaudah kita ke sana ikutin Amel." ucap Ana.


Dan mereka pun ke sana untuk menjenguk anak Amel dan berharap Amel mau memaafkan Anabel kembali dan bersahabat kembali.


***


Sesampainya di rumah ibunya, Amel segera menghampiri anaknya yang sedang susah makan saat ini.Jujur saja udah beberapa hari anaknya sulit makan, Amel pun sedih, ingin bertanya dan sharing kepada Anabel tapi saat itu ia sedang marahan dengan Anabel. Amel benar benar cemas dengan kondisi anaknya saat ini, semakin hari semakin kurus dan susah untuk makan. Anabel dan Ana pun menghampiri Amel untuk mencoba menenangkan nya.


"Mel, aku tau kamu sedang sedih, tapi jangan nangis seperti itu ya.Karena semakin nangis, nanti anakmu semakin sedih ." ucap Ana.


"Terus aku harus gimana? mana mungkin aku gak sedih sebagai seorang ibu mbak? mbak belum jadi seorang ibu jadi mbak gak tau gimana rasanya jadi aku. Lagipula ngapain kalian disini? di rumah ibuku? kalian ngikutin aku? " ucap Amel dengan kesal.


"Mbak bilang seperti itu bukan karena mbak gak pernah merasakan nya atau itu hanya teori saja. Memang betul mbak belum menikah apalagi punya anak kan? Tapi mbak sering ngasuh anak anak di panti sehingga mbak tau tentang hal tersebut.


Buka hanya teori saja, mbak pun sering mempraktekkan nya kepada anak anak di panti itu, dan memang benar seperti itu." ucap Ana dengan tersenyum.


"Pas awal awal mbak masuk panti ini, mbak selalu panik liat anak anak yang susah makan, tantrum atau sejenisnya. Dan kepanikan atau kesedihan mbak yang berlebihan itu terlebih kepanikan atau kesedihan mbak benar benar nampak dan mbak gak bisa tutupi itu hingga ia semakin menjerit, susah makan atau gak mau di atur.


Jadi kita harus tenang, tenang saat menghadapi mereka itu kuncinya. Kalau kita panik, yang ada semakin gak bisa kita kendalikan. Bukan berarti gak sedih, wajar kok sedih terlebih lihat si kecil atau anak sendiri seperti itu ya kan? Tapi tolong kondisikan agar kita gak terlalu terbawa emosi tersebut saat menghadapi mereka dan mereka merasakannya pada akhirnya." ucap Ana.


"Terus aku harus gimana mbak An ?" tanya Amel dengan sedih .


"Aku harus gimana mbak? sudah beberapa hari ia tak mau makan dan itu membuat kondisinya semakin kurus, dan sekarang semakin sulit untuk mau makan. Kalau kemarin masih mau buah, sekarang makin susah buat makan buah, terus ku gimana mbak? harus gimana? kemarin lusa ingin tanya ke Anabel, biasanya aku sharing sama dia, tapi karena lagi marahan dengan nya jadi aku urung tanya dan gak ingin ganggu keseruan kalian." ucap Amel dengan emosi.


"Hemmmmm sabar Mel, Nah emosi lagi kan? Kamu harus tenang, jangan mudah terbawa emosi.Kalau kamu emosi gini, gimana mau menghadapi anak yang seperti ini? yang ada anakmu pun semakin sulit kamu atur kalau gitu." ucap Ana mencoba memberikan nasehat ke Anabel.


"Iya terusss aku harus gimanaaaa mbak An?" tanya Amel dengan sedikit emosi.


"Iya mbak akan kasih tau kamu, mbak Uda bawa bukunya dan mbak akan ajarkan kamu tapi kamu harus tenang dulu, kalau kamu emosi gini gak akan masuk apa yang ku ajarkan dan anakmu pun akan merasakan emosi Mel." ucap Ana.


"Hemmmmm baiklah aku gak akan emosi mbak, maafkan Amel ya mbak." ucap Amel yang sudah melunak.


"Nah kamu harus tenang dulu." ucap Ana


"Bel, tolong kamu ajak anak Amel dulu, temani dia main dulu ya. Mbak mau ajarkan Amel dulu untuk agar bisa tenang mempraktekkan nya nanti." ucap Ana lagi.


"Iya mbak siaaaaaapppp." ucap Anabel.


Anabel pun mengajak anak Amel untuk bermain ke taman dan membawa beberapa buku cerita untuk di bacakan nanti.sedangkan ibu Anabel melanjutkan kembali memaasaknya.


"Yuk Mel, ini kita baca sama sama." ucap Ana.


"Iya mbak." ucap Amel.

__ADS_1


 


 


 


\===================


 


1 Minggu telah berlalu...


Hari ini Ana akan merayakan perayaan kecil semacam syukuran di panti ini. Ana pun mengundang Anabel, Amel, Bulan, Bintang, David untuk memeriahkan acara tersebut. Ana memang tidak bilang sebelumnya ke Anabel ataupun Amel jika ia akan membuat perayaan kecil di panti ini. Jadi ia hanya mengundang mereka dari chat singkat agar mereka memenuhi undangannya.


****


Hari ini Anabel ataupun Amel sudah janjian untuk ke panti bersama. Setelah menyusui Afnan dan menyuapi Bintang juga Bulan , Anabel pun segera berangkat ke panti bersama afnan, Bulan,Bintang,David dan Amel. Ya karena hari ini perayaan panti dan kebetulan anak anak libur, Anabel pun sengaja mengajak mereka ke panti.


"Mel, kita hemm beli kado hadiah apa ya buat anak anak panti? masa' kita gak bawa oleh apa apa hemmmmm? " ucap Anabel yang sedang berfikir.


"Hemmmmm iya bawa, tapi aku bingung bawa apa." ucap Amel dengan kebingungan nya.


"Gimana kita beliin boneka, sama Al Qur'an juga tasbih?" tanya Anabel.


"hemm boleh juga, tapi yang boneka apa gak buat sendiri aja Bel, kan dulu jaman SMA kamu pintar bikin itu?" tanya Amel.


"Iya sih hehe, kamu masih ingat aja Mel. Ya mungkin bikin sendiri lebih hemat, tapi habisin waktu karena kita harus segera ke sana kan?" jawab Anabel.


"Iya juga ya , hemmmmm." ucap Amel.


"Yaudah Mel, yok kita ke toko supaya bisa segera ke panti." ucap Anabel.


"okeee Bel, yuuuk." ucap Amel.


***


Sesampainya di toko , Anabel pun segera memilih barang barang yang menurutnya cocok untuk di berikan ke anak panti. Begitupun dengan Bulan, Bintang, dan David memilih barang yang ingin mereka beli.


"Bel kamu beli apa?" tanya Amel.


"Hemm, mungkin aku akan beli baju untuk mereka sama setelan celana panjang, jilbab, kopiah , handuk terus..humm apalagi ya." ucap Anabel sambil menimbang nimbang.


Amel tau Anabel orang kaya yang takkan pilih pilih dalam memilih terlebih untuk anak yatim , Amel yakin Anabel akan membelikan barang yang banyak dan tentunya harganya cukup atau sangat mahal.


"Hemm, terus aku mau beliin mereka mainan mobil mobilan, boneka, Monopoli 5 in 1 Internasional Mainan Board Game, ludo, halma, dan ular tangga, Paket Uno Stacko and Uno Kartu, Lego Medium Creative Brick Box, Bestway Soccer Net,Tenda Keranjang Mandi Bola, hemmmmm terus apalagi ya Mel?" tanya Anabel.


"udah Bel, hemm itu Uda banyak menurut ku. Lagipula kamu belikan mereka mainan seperti monopoli 5 in atau sejenisnya?" tanya Amel yang tak mengerti cara berfikir Anabel.


"Aku belikan mereka seperti itu supaya buat mereka bermain dan dapat merangsang otak kerja mereka.Belajar sambil bermain kan seru? ucap Anabel ke Amel.


"Lagipula gak ada salahnya kan Mel? ya kan? tanya Anabel.


"Hehehe iya sih." ucap Amel.


Sebelum berpindah ke tempat lain, Anabel pun bertanya kepada David, Bulan juga Bintang, barang yang ingin mereka beli.


"Mau beli apa kalian?" tanya Anabel.


"Hemmmmm Bulan dan Bintang mau beli boneka satu aja Bun, terus kita juga ingin belikan beberapa barang buat anak panti , boleh? tanya Bulan.


"Hemm boleh dong kasih anak panti, tapi kalau beli boneka bukannya, boneka Bintang juga Bulan ada banyak ya di rumah? ingat jangan mubazir, menumpuk terlalu banyak tapi tak di gunakan." ucap Anabel.


"Hehehe satu aja bun, please.." ucap Bulan dengan memohon.


"Hemm baiklah, tapi satu aja ya?" ucap Anabel.


"iyaaa satu buat Bulan, satu buat Bintang, hehehe." ucap Bulan.


Sedangkan Bintang hanya tersenyum.


"Bintang, Bintang mau beli apa? beli boneka aja? yakin mau beli boneka? boneka Bintang kan masih banyak? tanya Anabel.


"Yaudah gak papa, Bintang beli boneka satu ya kayak Bulan? ucap Anabel, karena ia tak tega bila Bintang tak beli apa apa. Bukan maksud dia pelit dengan anaknya sendiri, tapi Anabel ingin mengajarkan anaknya tak boros dan menghambur hamburkan uang untuk hal yang gak terlalu penting agar kelak mereka dewasa tidak seperti itu, sebab itu Anabel ajarkan itu kepada mereka.


"Iya bun." ucap Bintang.


"David ingin beli apa?" tanya Anabel karena David sejak tadi diam saja dan hanya memperhatikan.


"Hemmmmm David gak ingin beli apa apa bunda, David hanya ingin beliin buat anak anak panti. Karena barang David juga masih banyak dan bagus bagus." ucap David yang membuat Anabel terharuuu.


"Masya Allah boleeeeh yuk ,David mau beli apa buat anak panti? tanya Anabel.


David pun segera memilih..


"Sudah selesai David?" tanya Anabel yang menunggu.


"Sudah bun, terimakasih ya bun.Yuk kita ke kasir atau mau ke mana dulu bun? tanya David.


"Iya sama sama sayang,bunda yang harusnya terimakasih karena David sudah mau berbagi ke anak panti." ucap Anabel.


"Hemm ke mana ya? Kita tanya tante Amel dulu ya mau beli apa." ucap Anabel dengan menimbang nimbang.


"Ohya Mel, terus kamu sendiri mau beli apa Mel ?" tanya Anabel.


"Hemmmmm apa ya?." ucap Amel sambil berfikir.


"ooh..aku beli makanan ringan aja kali ya untuk anak anak gimana menurut mu Bel ?" tanya Amel.


"Hemm boleh juga." ucap Anabel.


"Yaudah yuk kita ke tempat makanan ringan?" ajak Anabel kepada Amel.


"Yuuuuukkkk." jawab.


Amel dan Anabel pun jalan jalan memilih barang apa saja yang harus yang terbeli.


Anabel setelah memilih barang yang ingin ia beli, ia segera menemani Amel memilih makanan ringan untuk terbeli.


Begitupun dengan David, Bulan dan Bintang memilih beberapa cemilan atau makanan ringan untuk mereka sendiri ataupun untuk anak panti. Setelah cukup memilih, Anabel dan Amel pun segera ke kasir untuk membayar barang atau makanan yang mereka beli. Setelahnya mereka pun segera menuju panti.


 


\===========


 


Beberapa minggu kemudian....


"Yank, aku tadi ngomong sama Amel, besok kita jadikan liburan bareng? biar couple gitu hehehe." ucap Anabel ke Ferdi.


"Iya yank boleeeeh bangeeeet, aku juga tadi udah bilang ke Bayu gitu." jawab Ferdi.


"okeeee deh yank,gak sabar aku yank nunggu besok liburan bareng, pasti seru." ucap Anabel.


"Iya yank, hehe.Yaudah gih cepat tidur, supaya besok bisa bangun buat nyiap nyiapin." ucap Ferdi.


"Iya yank." ucap Anabel.


Mereka pun tidur...


*******


"Yank, nanti kita bareng mobilnya Bayu dan Amel kah berangkatnya atau pakek mobil sendiri?." tanya Anabel ke Ferdi suaminya.


"Pakek mobil sendiri aja yank, Bayu memang kemarin sempat nawarin buat naik tumpangan bersama, tapi aku tolak. Bukan karena apasih yank, tapi kan anak kita ada tiga yank, gak enak aja kalau numpang di mobil orang, meski punya teman sendiri. Karena anak anak pasti pengen bebas dan pasti bikin berisik, kasian barangkali Amel,Bayu dan anaknya mau tidur, nanti terganggu dengan suara anak anak. Kamu juga pasti gendhong Afnan, pengen sambil sandaran dan agak luas tempatnya kan? jadi enak mobil sendiri aja sih yank menurut ku."ucap Ferdi mencoba menjelaskan ke Anabel.


"Iya yank,kamu bener juga.Yaudah deh nanti ku chat Amel, supaya dia bisa langsung ke sana tanpa perlu jemput kita terlebih dahulu ke sini." ucap Anabel.


"Sip yank." ucap Ferdi.


"Tapi yank sepertinya nanti mereka tetap ke sini deh, karena aku kemarin aja Uda bilang gitu ke Bayu tetap ngotot mau jemputin ke sini sama mau titipin berkas ke rumah ini, karena takutnya hilang berkas itu kalau di bawa liburan terlebih berkas penting." ucap Ferdi.

__ADS_1


"Oooh gitu ya yank, okeee deh yank. Loh tapi kenapa gak taruh di rumah nya aja yank berkasnya, maksudnya ya gak usah di bawa berkasnya , daripada harus bolak balik ke sini kan?" tanya Anabel yang tak mengerti juga.


"Iya di bawa karena mau ke kantornya bentar butuh berkas itu, daripada balik ke rumah nya yang lumayan jauh, jadi di titipkan ke sini yank." ucap Ferdi.


"Oooh gitu,okeee deh yank." ucap Anabel.


Tak seberapa lama pembicaraan mereka terhenti, karena Amel, Bayu dan anaknya datang.


"Assalamualaikum Bel." ucap Amel.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh Mel, ayok masuk aja Mel." ucap Anabel.


"Iya Bel, aku masuk ya." jawab Amel.


"Silahkan Amel sahabatku tercinta, hehe. ucap Anabel.


"Aku izin mau siap siap dulu ya, kalau boleh ajakkin anakku main dulu dong. Titip anak anak dulu, tapi kamu harus berangkat sekarang ya? Yaudah gak papa biar Ferdi aja yang jaga anak anak pas aku masih beres beres dan ganti pakaian seperti ini." ucap Anabel.


"Gak papa Bel, siap siap aja kamu atau kalau mau beres beres dulu. Aku mau nya kita berangkat bareng bareng aja biar seru,walau mobilnya sendiri. Ini mas Bayu dan Ferdi mau jalan jalan seperti nya. Jadi biar aku aja yang jagain anak anak, gak papa kok. Sekalian nemenin mereka main,rame juga ada anak anak, jadi aku terhibur gak harus nungguin kamu sampe boring hehe." ucap Amel.


"Oke deh Mel, ohya anakmu mana Mel? gak ikut? tanya Anabel lagi.


"Gak tadi aku titipkan neneknya biar gak bingung nanti aku di sana kalau bawa anak, okee Bel, sippp aku nemenin anak anak main." ucap Amel.


"Ooh iya ya enak gitu,kamu betull. Emang gak nangis atau protes dan minta ikut Mel anakmu? tanya Anabel.


"iya ya awalnya tapi aku kasih pengertian mereka paham." jawab Amel.


"oke Mel, kalau gitu.Aku titip anak anak ya, aku mau lanjut beres beres dan siap siap." ucap Anabel


"Oke Bel,gih siap siap sana." jawab Amel.


*****


Amel pun menemani anak anak bermain


"Ayooo kita main tebak tebakan, mulaiiiii...." ucap Amel.


"Hayoo, Hewan apa yang terdiri satu huruf? hemmmmm ayo apa? coba tebak, siapa yang bisa hemm? yang bisa acung tangan ya." ucap Amel dengan tersenyum karena ia yakin anak anak bingung tak ada yang bisa jawab.


David mengacung.


"Eh iya David ,apa jawabannya?" tanya Amel.


"Hemm jawabannya A yam ?" jawab David .


"Salaaaaah, jawabannya...., serius ini gak ada yang mau nebak lagi? Ayo dong jangan nyerah." ucap Amel.


David mengacung lagi.


"Iya, Uda Nemu jawabannya David? tanya Amel.


"Hemm belum hehe, hemmm apa ya?". ucap David sambil berfikir.


"Hayoo apa?" ucap Amel.


"Bulan mau jawab boleh?" ucap Bulan


"Boleh dong, jawaban Bulan apa?." ucap Amel.


"Hemm, Angsa?." tanya Bulan menebak.


"Salah, hehehe..ayo siapa yang bisa? Bintang? ucap Amel.


"Yahh salah, apa dong?." ucap Bulan dengan cemberut.


"I.kan?." ucap Bintang dengan sedikit ragu.


"Nah Masya Allah betulll.Ihh Bintang hebat hehehe. Kenapa gak jawab mulai tadi?." tanya Amel.


"Hehehe,ragu tante Amel." ucap Bintang.


"Ya gak papa betul kok, kenapa harus ragu? harus pede dong." ucap Amel dengan tersenyum dan memberikan semangat pada Bintang.


"Hehehe iya tante Amel." jawab Bintang.


"Hemmmmm oke, kita main tebak tebakan lagi atau udahan nie?" tanya Amel.


"Lagiiiii." jawab mereka serempak.


"okeee, hemmmmm Lemari apa yang bisa masuk ke dalam saku celana? Hayoo apaaaa? tanya Amel.


"Aku bisa, Aku bisa." ucap David dengan mengacungkan tangannya.


"Aku jugaaaa Bisaaa." ucap Bulan dan anaknya Amel gak mau kalah.


Sedangkan Bintang hanya tersenyum.


"Iyaa apa David? coba tebak." ucap Amel.


"Lemaribuan." jawab David


"Ihh betul loh.." jawab Amel dengan tersenyum sendiri.


"Kalian ya, giliran soal uang aja pertanyaan nya cepat nebak nya hahaha." ucap Amel, karena tak habis pikir dengan anak anak ini.


"Ada apa ini? kok kayaknya seruuu banget ,asyik tertawa." ucap Anabel.


"Hehehe, iya lagi main tebak tebakan ni bunda." ucap Bulan dan David barengan.


"Iya ni Mel,lagi main tebak tebakan. Aih aku gak nyangka Anak anak giliran tebak tebakan nya tentang uang, langsung bisa nebak Hahahaha." ucap Amel.


"Iyakah? Hahahaha, begitulah anak anak kan? giliran nebak tentang uang cepat.giliran nebak lainnya agak loading." ucap Anabel.


"Hahahaha, ohya sudah siap Bel? Kalau sudah siap, aku mau coba chat mas Roby supaya lekas pulang dan kita lekas berangkat ke sana." ucap Amel.


"Sudah Mel, boleh coba kamu chat mas Roby, aku juga mau chat mas Ferdi.supaya mereka gak terlalu keasyikan ngobrol juga jalan jalan di luar." ucap Anabel.


"Okeeee, aku chat mas Roby dulu ya. Selama nunggu mas Roby kita ngapain nih?" tanya Amel.


"Hemm ngapain ya?." ucap Anabel yang sedang berfikir.


"Lanjuuuuut main tebak tebakan aja lagi tante Amel." ucap Bulan


"Betulll, tapi harus ada camilan dan minumannya, lebih enak hehehe." ucap David.


"Issssh Dasar kak David." ucap Bulan.


"Hahahaha ya dong, kan supaya lebih seruuu dan asyiiik main tebak tebakannya hehe." ucap David.


"Hahahaha,David..David." ucap Anabel.


"Hahahaha,David..Oke oke kita main lagi ya tebak tebakan." ucap Amel.


"Hemmmmm bentar tante Amel berfikir dulu, hemmmmm apa ya?." ucap Amel dengan berfikir.2


"Hemm okeeeee Apa perbedaan Pemulung dan pemurung?." ucap Amel.


"Hemm ayooook apa? tebaaaak." ucap Amel.


"Assalamualaikum." suara Bayu dan Ferdi dari luar , menghentikan acara tebak tebakan mereka.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap Amel, Anabel, David, Bulan, Bintang juga anak Amel.


"Yuk berangkat sekarang." ucap Bayu dan Ferdi.


"Yuk" ucap mereka serempak dan mereka segera berangkat.


"Yank nanti kita anter anak anak bentar ke rumah neneknya bu Nila dan pak Anang ya, kita titipkan mereka di sana. Karena gak mungkin kan kita bawa mereka ke sana. Amel juga gitu sebelum berangkat ke sini dia Uda titipkan anaknya ke rumah neneknya." ucap Anabel.


"okeee yank." ucap Ferdi.

__ADS_1


__ADS_2