
"Siapa yang menelpon Ki?" ucap sebuah suara yang tentu saja itu adalah suara Delvano suaminya.
Akila yang mendengar suara Delvano dengan tiba tiba, lantas langsung terkejut dan menjatuhkan gagang telpon tersebut secara spontan.
"Kamu... sudah pulang rupanya..." ucap Akila dengan tergagap karena terkejut akan kehadiran Delvano yang datang secara tiba tiba.
"Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ku?" tanya Delvano dengan nada yang penasaran sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Akila.
"Tentu saja tidak ada mas..." ucap Akila sambil berusaha mengambil gagang telepon yang jatuh dan menggantung ke bawah.
Delvano yang melihat Akila sedikit menunduk untuk mengambil gagang telpon yang jatuh, lantas langsung menarik tangannya dengan kasar hingga membuat Akila dengan spontan lantas berdiri dari posisinya dengan raut wajah yang terkejut akan tarikan Delvano barusan.
"Aw" rintih Akila.
"Jangan mencoba menyembunyikan apapun dari ku Ki... kamu tentu sudah tahu apa konsekuensinya bukan?" ucap Delvano sambil menekan area dagu Akila dan menggerakkan ibu jarinya menyapu bibir bagian bawah Akila.
"Ten... tentu saja..." ucap Akila dengan nada yang tertahan karena tangan Delvano menyakiti dagunya.
"Aku akan mandi... siapkan sup hangat untukku, setelah selesai mandi aku akan memakannya." ucap Delvano sambil melepaskan cengkraman tangannya dan berlalu pergi dari sana meninggalkan Akila yang masih menatap dengan kesal ke arah Delvano hingga tak lagi terlihat pada pandangannya.
Akila menggenggam dengan erat sudut meja tepat setelah kepergian Delvano dari sana.
"Syukurlah mas Delvano tidak curiga." ucap Akila dengan nada suara yang lirih.
Akila yang melihat gagang telpon masih menggantung ke bawah, lantas langsung mengambilnya dan menempelkannya kembali ke telinga.
"Halo... halo...." ucap Akila mencoba mencari tahu apakah Elbara masih belum memutus sambungan telponnya. "Ah syukurlah Elbara sudah menutup panggilannya tadi..." ucap Akila dengan lirih kemudian menaruh gagang telpon tersebut kembali ke tempatnya dengan perasaan yang lega karena mengira Elbara tidak mendengar nada ancaman dari Delvano tadi.
***
__ADS_1
Sementara itu tanpa Akila sadari, Elbara yang juga terkejut ketika mendengar suara dari Delvano di seberang sana lantas langsung terdiam seketika dan berusaha untuk tidak menimbulkan suara apapun.
"Aw" rintih Akila, membuat Elbara lantas terkejut ketika mendengarnya.
"Benar benar laki laki brengsek! awas saja kalau sampai terjadi sesuatu kepada Akila." ucap Elbara dalam hati ketika mendengar suara rintihan Akila baru saja.
"Jangan mencoba menyembunyikan apapun dari ku Ki... kamu tentu sudah tahu apa konsekuensinya bukan?" ucap Delvano sambil menekan area dagu Akila dan menggerakkan ibu jarinya menyapu bibir bagian bawah Akila.
Elbara yang mendengar percakapan keduanya hanya bisa diam dan tetap berada di posisinya tanpa bisa membantu Akila ataupun menolongnya dari Delvano.
Hening sesaat...
"Halo... halo...." ucap Akila mencoba mencari tahu apakah Elbara masih belum memutus sambungan telponnya.
Elbara yang mendengar suara Akila kembali di seberang sana, lantas sedikit bisa bernafas dengan lega karena itu artinya Akila masih selamat kali ini dan tidak terjadi apa apa.
"Ah syukurlah Elbara sudah menutup panggilannya tadi..." ucap Akila kemudian terdengar sambungan telponnya terputus begitu saja.
"Harus dengan cara apalagi agar aku bisa mengeluarkan Akila dari jeratan Delvano?" ucap Elbara pada diri sendiri tepat setelah sambungan telponnya terputus baru saja.
Sedangkan selang beberapa detik, Arga nampak melangkahkan kakinya mendekat ke arah Elbara yang kini tengah terduduk dengan termenung menatap ke arah depan dengan pandangan yang kosong.
"Tuan, beberapa produk kecantikan brand kita mengalami kenaikan yang signifikan di kalangan wanita usia 20 tahun ke atas, mereka mengklaim bahwa berkat produk kita kulit mereka menjadi lebih bersinar dan juga kencang. Lalu bagaimana pendapat anda tentang hal ini tuan?" ucap Arga memberikan laporan kepada Elbara tanpa sadar bahwa Elbara tengah melamun saat ini dan tidak fokus akan laporan dari Arga barusan.
Sekedar informasi bisnis Elbara memang tidak hanya berfokus pada bidang perhotelan saja, beberapa bulan ini Elbara mencoba untuk melebarkan sayapnya pada bidang kosmetik dan alat kecantikan lainnya. Tanpa di duga duga kosmetik dari brand miliknya langsung laris di pasaran dan tercatat menjadi kosmetik terlaris tahun ini.
Arga yang baru saja memberikan penjelasan, lantas langsung menghela nafasnya panjang ketika ia malah melihat Elbara termenung tanpa memperhatikan ucapannya sama sekali.
"Tuan apakah anda mendengarkan saya..." ucap Arga sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Elbara, membuat Elbara lantas langsung tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Apa sih Ar? ngagetin orang aja!" ucap Elbara dengan kesal ketika melihat tingkah Arga yang mengejutkannya.
Arga yang mendengar omelan Elbara barusan, lantas kembali menghela nafasnya panjang karena lagi lagi malah ia yang kena semprot oleh Elbara saat ini.
"Ini laporan tentang kenaikan kosmetik kita tuan silahkan anda terima dan cermati.." ucap Arga kemudian sambil memberikan iPad yang berisi tentang profit dan kenaikan penjualan kosmetik Elbara bulan ini.
Elbara melihat dengan sekilas ke arah layar iPad tersebut kemudian menggesernya kembali ke arah Arga, membuat Arga lantas langsung mengerutkan keningnya dengan bingung akan tanggapan dari Elbara yang biasa aja.
"Apakah anda tidak ada tanggapan apapun tentang ini tuan?" tanya Arga dengan nada yang penasaran karena Elbara hanya manggut manggut saja sedari tadi.
"Apa yang perlu aku tanggapi, semuanya sudah bagus dan berjalan sesuai rencana, lalu kau menginginkan aku bagaimana?" ucap Elbara dengan santainya, membuat Arga lantas memasang wajah yang kesal namun tidak berani melampiaskannya kepada Elbara.
"Iya juga ya tuan... kadang kadang anda memang benar benar sesuatu hahaha..." ucap Arga kemudian dengan tawa yang garing, saking garingnya Elbara sampai menatap dengan tatapan curiga ke arah Arga.
"Kau menghina ku ya?" ucap Elbara dengan tatapan yang tajam.
"Oh tentu saja tidak tuan, mana berani saya melakukan hal itu..." ucap Arga sambil tersenyum.
"Tentu saja... kau itu bos ter freak yang pernah aku layani..." umpat Arga dalam hati sambil terus tersenyum menunjukkan kebodohannya dalam berakting.
***
Sementara itu di mansion milik Elbara, terlihat Viona tengah menatap ke arah layar ponsel miliknya dengan tatapan yang tidak percaya.
Viona yang terlihat sangat kesal, lantas langsung membanting ponselnya begitu saja hingga membentur dinding dan pecah menjadi beberapa bagian berhamburan di lantai.
Arggggg
Teriak Viona dengan kesetanan sambil melempar bantal sofa dengan keras.
__ADS_1
"Jadi ini alasan mu ingin bercerai dariku El! aku tidak akan membiarkan mu melakukan ini padaku El!" teriak Viona kemudian.
Bersambung