
Akila yang melihat Elbara berlalu pergi meninggalkannya, lantas langsung menggeliat seperti layaknya seekor ular yang kepanasan. Tubuhnya benar benar terasa panas sedangkan area intinya terasa sangat berdenyut, hingga Akila terus saja menggeliat seperti cacing yang kepanasan.
Akila yang sudah tidak tahan lagi akan tubuhnya yang terasa panas, lantas langsung membuka kemeja yang ia kenakan dan melemparnya ke sembarang arah, dan hanya menyisakan bra sport berwarna hitam yang melekat menutupi dua gunung kembar miliknya.
Akila menatap ke arah sekeliling mencari sesuatu untuk meredakan dahaganya, hingga pandangannya terhenti pada kamar mandi yang pintunya terbuka dengan lebar, membuat Akila langsung bangkit dan melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi.
"El..." panggil Akila yang melihat Elbara tengah mengecek suhu air di bath up.
Elbara yang mendengar namanya di panggil, lantas dengan spontan langsung menoleh ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya Elbara, ketika ia menoleh dan ternyata melihat Akila yang sudah melepas kemeja bagian atasnya dengan rambut yang sudah acak acakan, membuat Elbara langsung tertegun seketika di saat melihat pemandangan yang tersaji begitu indah di hadapannya.
"El... tolong aku" ucap Akila lagi yang lantas membuat Elbara langsung tersadar dari lamunannya.
"Apa yang kau lakukan Ki... di mana baju mu?" ucap Elbara sambil bangkit berdiri hendak menuju ke arah Akila.
Akila yang melihat Elbara hendak mengambil pakaiannya, lantas langsung dengan spontan masuk dan menutup pintu kamar mandi setelah itu memasukkan kuncinya ke dalam bra miliknya, membuat langkah kaki Elbara langsung terhenti seketika.
"Jangan bermain main Ki, kali ini aku masih mencoba untuk menahannya..." ucap Elbara dengan nada suara yang serak.
"Jika kamu mau ambil saja El, aku sangat senang jika kamu melakukannya sekarang!" ucap Akila dengan senyum yang nakal membuat Elbara langsung memijat pelipisnya dengan pelan ketika mendengar jawaban absurd dari Akila.
Elbara yang bingung harus bagaimana lagi, lantas memberikan isyarat kepada Akila agar mendekat ke arahnya.
"Apakah kamu sungguh mau melakukannya El?" ucap Akila dengan senyum yang mengembang.
"Iya kemarilah..." ucap Elbara dengan tersenyum.
Akila yang melihat Elbara sudah mengiyakan ajakannya, lantas langsung berlarian dan naik ke pangkuan Elbara layaknya bayi koala yang besar, sedangkan Elbara yang mempunyai niat terselubung lantas perlahan lahan melangkahkan kakinya tanpa Akila sadari menuju ke arah bath up yang penuh dengan air bercampur es batu.
__ADS_1
"Maafkan aku Ki mungkin ini akan sedikit menyakitkan." ucap Elbara kemudian yang lantas membuat Akila mendongak menatap ke arah Elbara dengan tatapan yang bingung.
"Apa maksud mu?" tanya Akila dengan tatapan yang bingung.
Byur...
Tanpa di duga duga Elbara tiba tiba saja membawa tubuh Akila berendam di dalam bath up yang penuh dengan air es, membuat Akila lantas terkejut bukan main akan tindakan Elbara yang tiba tiba barusan.
"Dingin El... dingin... lepaskan aku..." teriak Akila sambil berusaha melepas pelukan Elbara dan hendak bangkit keluar dari bath up, namun sayangnya tangan Elbara malah mencengkram tubuh Akila dengan kuat.
"Tenanglah Ki... aku tahu ini sangat dingin tapi aku janji aku akan melewatinya bersama mu, ini akan lebih baik dari pada ketika kau sadar nanti kau akan menyesal atas permintaan mu yang meminta ku untuk bermain." ucap Elbara dengan lirih sambil terus menahan tubuh Akila agar diam dan tidak terus memberontak.
"Dingin El.. dingin... lepaskan aku... di.. ngin..." ucap Akila sambil terus berusaha naik namun Elbara sama sekali tidak membiarkan hal itu.
"Tenanglah dan maafkan aku..." ucap Elbara lagi.
"Dingin El.. dingin..." rintih Akila dengan tubuh yang sudah menggigil tak karuan.
"Sebentar lagi Ki... sebentar lagi... aku harap kamu bisa menahannya sebentar lagi." ucap Elbara sambil berusaha menguatkan Akila agar bisa melaluinya.
Elbara yang sebenarnya juga merasakan kedinginan yang teramat ketika air es tersebut menyentuh dan masuk ke dalam pori pori kulitnya, hanya bisa menahan diri agar ia juga bisa ikut merasakan apa yang kini tengah di rasakan oleh Akila.
"Aku akan bersama mu Ki... aku berjanji akan selalu berbagi rasa dengan mu, apa yang kamu terima aku juga akan menerimanya." ucap Elbara dalam hati sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Akila agar tidak terlalu merasakan hawa yang dingin menjalar di tubuhnya.
***
Beberapa menit kemudian
__ADS_1
Akila tidak lagi bersuara ataupun merengek seperti sebelumnya, bibirnya kini nampak bergetar menggigil kedinginan. Elbara yang melihat Akila sudah lebih tenang dari sebelumnya, lantas langsung menggendong tubuh Akila dan bangkit keluar dari bath up.
Elbara membawa tubuh Akila keluar dari kamar mandi dan langsung menidurkannya secara perlahan di kasur. Elbara menutupi tubuh Akila dengan selimut dan langsung mengambil kembali selimut tambahan kemudian menutupinya ke tubuh Akila untuk membuat tubuh Akila menghangat dan mengembalikan suhu tubuhnya.
"Maafkan aku Ki... kamu pasti tersiksa bukan? maafkan aku." ucap Elbara dengan lirih pada diri sendiri sambil membaluri telapak kaki Akila dengan minyak angin agar sedikit lebih hangat.
Elbara benar benar khawatir akan keadaan Akila saat ini. Hingga sebuah suara bel pintu lantas langsung membuat Elbara menuju ke arah pintu dan langsung membukanya secara perlahan.
"Kamu sudah membawakan semua yang aku minta?" tanya Elbara ketika melihat Arga sudah berdiri di depan pintu dengan membawa nampan di tangannya.
"Sudah tuan, semuanya sudah ada di sini." ucap Arga sambil menyodorkan nampan yang ia bawa ke arah Elbara.
"Bagus" ucap Elbara kemudian menerima nampan tersebut dan langsung masuk ke dalam sambil menutup pintu kamar begitu saja membiarkan Arga termenung dengan kebingungan di luar sana.
***
Sementara itu di sebuah ruangan kerjanya, Delvano nampak tengah di obati oleh Rani secara perlahan dan hati hati. Hingga sebuah gerakan tangan Delvano, membuat Rani langsung menghentikan gerakannya yang tengah mengobati Delvano sedari tadi.
"Apa kau sudah melakukan apa yang aku suruh?" tanya Delvano kemudian.
"Sudah tuan, saya sudah membuat laporan pada pihak kepolisian tentang penganiayaan dan untuk hasil visum anda mungkin akan baru keluar besok, saya kira hanya dengan ini saja mungkin akan cukup untuk membuatnya masuk ke dalam penjara." ucap Rani menjelaskan.
Delvano yang mendengar ucapan dari asistennya tersebut lantas tersenyum dengan senang, inilah alasannya mengapa Delvano ketika Elbara memukulinya sama sekali tidak bereaksi dan hanya membiarkannya saja. Delvano sengaja melakukan itu agar membuat Elbara masuk ke dalam penjara sedangkan Akila akan ia tarik agar kembali ke tangannya.
"Kita lihat saja apakah Elbara masih bisa lolos akan masalah kali ini." ucap Delvano dengan senyum yang mengembang.
Bersambung
__ADS_1