
"Bintang, aku ingin berbicara
serius denganmu." ujar Cleo, yang lagi dan lagi membuyarkan lamunan
Bintang kembali.
Sedangkan Bintang hanya mampu menatap
Cleo dalam diam dan segera menunduk kembali.
"Aku menyukaimu dan aku rela
melakukan apapun asal aku tidak perlu kehilanganmu lagi, aku menyukaimu
Bintang, apa kamu tau itu? apa kamu tau perasaanku ini?" lirih Cleo.
Sedangkan Bintang sedikit terkejut dengan pernyataan Cleo padanya, jika Cleo
benar benar menyukainya. Meski ia pun tau akan hal itu dan menduganya akan hal
tersebut, tapi Bintang tidak tau bila Cleo akan mengungkapkan perasaannya
dengan serius padanya, tapi Bintang hanya mampu menjawab ucapan Cleo dengan
diam.
"Bintang, aku tau kamu tidak
ingin berpacaran dan sebentar lagi kamu akan melanjutkan mondok kan di
pesantren?" ucap Cleo kembali.
"Iya, Cleo..." ucap Bintang,
singkat.
karena ia pun bingung harus menjawab
bagaimana, dan ia pun tak mengerti maksud atas pertanyaan yang Cleo lontarkan
padanya.
"Apa bisa kelak jika kita
berjodoh? karena tidak mungkin saat ini kita berpacaran, tentu kamu tidak ingin
dan kamu kan ingin melanjutkan mondok di pesantren." ujar Cleo kembali,
yang membuat Bintang terdiam sesaat.
"Wallahualam Cleo, semua atas
izin Allah mengenai kelak kita berjodoh atau tidak.
Aku juga gak yakin kelak berjodoh
denganmu karena kita beda agama dan aku tidak mungkin menikah dengan orang yang
beda agama Cleo." ujar Bintang kembali.
"Kamu benar, jodoh tanya Tuhan
yang tau, terlebih kita beda agama. Tapi jika kita satu agama, tidak menutup
kemungkinan kita berjodoh kan? dan seandainya kamu berjodoh denganku mau kan?
jika aku satu agama denganmu?" tanya Cleo kembali.
"Maksudnya??" tanya Bintang
yang bingung maksud Cleo.
"Aku ingin masuk Islam."
lirih Cleo, yang membuat Bintang terdiam dan sedikit terkejut.
"Kamu ingin masuk Islam? serius?
__ADS_1
karena aku?" tanya Bintang yang terkejut dengan ucapan Cleo barusan.
"Hummmm..." Cleo hanya mampu
menjawab dengan gumaman.
"Cleo, untuk masuk Islam harus
benar benar dari hati, bukan karena paksakan atau karena manusia, karena itu
panggilan hari antara diri dengan Tuhan." ucap Bintang, mencoba
mengingatkan Cleo.
"Iya kamu benar, maaf aku
salah... Aku memang sejak awal pernah sempat tertarik Islam, karena dulu ibuku
Islam sedangkan ayahku tidak.
Dulu aku pun sempat masuk Islam dan
mempelajari Islam ketika kecil tapi tentu tanpa sepengetahuan Ayah.
Semenjak ibu meninggal, aku marah pada
Tuhanku, mengapa ia mengambil ibuku saat aku benar benar ingin mempelajari
Islam.
Dan sejak saat itu, aku mengikuti
agama ayahku. Dan itu sudah semenjak lama..
Dan pertemuanku dengan beberapa murid
di sini yang mereka selalu melaksanakan ibadah Sunnah di tengah aktivitas
mereka sekolah ini membuatku berfikir mengapa mereka mau melakukannya sedangkan
Tapi semua fikiranku berubah semenjak
bertemu denganmu Bintang, kamu membuat cara berfikirku berbeda, aku kagum
padamu walau fikiran itu sempat terbesit ketika melihatmu.
Aku kagum denganmu yang tetap
menguatkan imanmu di tengah pergaulan anak zaman sekarang.
Aku kagum denganmu Bintang, aku
kagum..
Islam begitu kamu pegang erat dan tak
kamu lepaskan bagaimana seharusnya prinsip menjadi muslimah." ujar Cleo
mengungkapkan perasaannya, yang membuat Bintang terdiam dan kelu untuk beberapa
saat setelah mendengar penuturan Cleo.
"Masya Allah jadi kamu pernah
mempelajari Islam? hanya saja semua berubah semenjak kematian ibu kamu?
Innalilahi wa innailaihi raji'un, aku turut berduka cita ya dan aku benar tidak
mengetahui tentang hal ini." ujar Bintang sedih, ketika mengetahui
pernyataan dari Cleo mengenai dirinya.
"Humm, Cleo, maaf sebelumnya,
sebaiknya kamu tidak perlu kagum denganku.
Karena aku tidak ingin kamu kecewa
__ADS_1
nantinya dan aku hanya menjalankan seharusnya yang sudah agamaku tetapkan
sebagaimana seharusnya aku menjadi seorang muslimah." ujar Bintang
kembali, mencoba memberikan penjelasan kepada Cleo.
"Iya begitulah, aku pernah
menjadi Islam dan mempelajari agama tersebut sebelum kematian ibuku dan merubah
cara pandangku terhadap Islam hingga aku mengikuti agama ayahku." ujar
Cleo.
"Dan kamu tak perlu khawatir
dengan aku yang akan kecewa nantinya, karena aku sudah menyiapkan hati untuk
kecewa semenjak awal aku mengenalmu, semenjak aku pun tau perempuan sepertimu
tak mungkin menyukaiku. Tapi ini beda, aku mengagumi bukan hanya tentang
kecantikanmu dan aku tau kamu mencoba menjalankan sebagaimana seharusnya
menjadi seorang muslimah. Tapi kamu beda dari teman temanmu, kamu tidak
berpacaran, kamu tidak mendengarkan musik seperti teman teman, kamu lebih
banyak menghabiskan waktumu untuk ibadah, membaca Al Qur'an, dan pakaianmu
tertutup, kamu juga selalu menjaga batasanmu dengan lawan jenis, aku kagum
denganmu sebagaimana kami menjaga aturan agamamu dan menjadi muslimah
seharusnya yang secara kaffah ya.." ucap Cleo dengan tersenyum.
"Maafkanku ya bila membuatmu
kecewa.. dan Aamiin, semoga aku bisa menjadi muslimah secara kaffah ya. Doakan
saja dan jangan terlalu mengagumi aku ya karena gak baik juga nanti jatuhnya
kecewa, dan mereka seperti itu mungkin karena mereka belum memahaminya, cukup
doakan mereka juga ya." ucap Bintang dengan tersenyum.
"Iya, gak papa karena untuk
mengagumimu perlu menyiapkan hati yang luas untuk rasa kecewa yang kapan saja
akan aku rasakan. Dan aku juga akan selalu mendoakanmu juga mengagumimu dalam
diamku." ujar Cleo kembali.
"Terimakasih.." lirih
Bintang, hanya kata tersebut yang mampu ia ucapkan.
"Hemm yasudah aku permisi duluan
ya, aku harus masuk kelas lagi karena beberapa menit kemudian pak Hamdan guru
yang terkenal killer akan masuk kelas, dan kalau telat bisa kena hukuman."
ujar Cleo yang tersenyum, dan membuat Bintang beberapa saat terpanah dengan
senyumnya.
Cleo pun segera pergi berlalu ke
kelasnya
\=\=\=\=
Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya
😁
__ADS_1