
Sesampainya di rumah Anabel segera mengetuk pintu rumahnya dan memeluk April.
"Yaa Allah, kenapa sayang? mama kan sudah bilang, kenapa kamu gak pulang sejak tadi bila tau gini kamu akan sakit hati.." ucap April.
"Ma, sebenarnya Anabel tadi menunggu di sana hingga acara selesai, ingin memberitahukan Ferdi, bila Anabel hamil." ucap Anabel berkata lirih.
"Masya Allah kamu hamil?" tanya April.
"Iya Ma, sebenarnya aku ingin kasih tau kabar bahagia ini ke Ferdi, walau aku jujur ragu bahagiakah dia dengan kabar ini? sementara di sisi lain saat ini dia tengah bahagia dengan
pernikahannya." ucap Anabel sedih.
"Ya Tuhan, sabar ya sayang. Ferdi pasti senang dapat kabar ini kan? " ucap April.
"Ohya, kamu sudah memberitahukan Ferdi kan tentang kabar ini? " tanya April kembali.
"Belum Ma.. tadi.. Ferdi memang bertemu aku dan ingin berbicara padaku, namun entalah mungkin hatiku sudah terlanjur terluka sehingga aku lebih memilih meninggalkannya dan tak ingin
berbicara padanya terlebih memberitahu tentang kabar ini." ucap Anabel.
"Sayang sabar ya. Mama tau perasaanmu, tapi kamu harus beritahu Ferdi. Karena Mama yakin, Ferdi pasti senang mendapatkan kabar ini. Dan mama yakin pasti Ferdi akan lebih meluangkan
__ADS_1
waktunya lebih banyak untukmu daripada perempuan itu. Kamu jangan mau kalah
dari perempuan itu untuk merebut dan memiliki hati Ferdi." ucap April.
"Iya Ma, aku pasti akan memberitahu Ferdi mengenai kabar ini. Tapi tunggu waktu dulu ya Ma, Mama sabar... Anabel mohon . Dan ini bukan tentang kalah atau menangnya kami dalam merebut hati Ferdi, bukan seperti itu Ma, ini pernikahan. Anabel harap Mama paham.." ucap Anabel.
"Mama paham nak, tapi yasudalah terserah kamu saja. Mama hanya harap kamu segera memberitahukan ke Ferdi ya.. yasudah mama mau lanjut masak, dan mama minta tolong jangan menangis terus apalagi sampai anak anakmu tau, mama gak ingin cucu mama liat kamu nangis. Kamu sabar, kamu harus tabah karena kamu juga kan yang menyetujui Ferdi menikah lagi." ucap April mencoba menasehati Anabel, dengan menepuk nepuk pundak Anabel.
Dan kemudian ia segera berlalu pergi.
Sedangkan Anabel hanya bisa menangis dalam diam, ia bingung kapan waktu yang tepat memberitahu kepada Ferdi mengenai kabar kehamilannya.
Dan jujur ia bingung, apakah Ferdi akan bahagia mendengar kabar ini?
Namun kini keadaannya berbeda, dan ia benar-benar bingung dengan keadaan ini seperti ini.
Tapi ia berjanji akan memberitahukan Ferdi mengenai kabar kehamilan ini, namun entah kapan waktu yang tepat.
Dan ia harap dengan kabar kehamilan ini Ferdi akan lebih banyak waktunya untuknya juga anak anaknya, namun ia tetap menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu tentang kabar kehamilan ini.
Dan Anabel benar benar tak sabar menunggu respon Ferdi saat tau ia hamil. Lalu bagaimanakah saat Ferdi tau mengenai kabar kehamilan Anabel ??
__ADS_1
Hari ini Ana benar benar tidak sabar memberitahukan kepada Ferdi mengenai kabar kehamilannya.
Sehabis shalat subuh tadi Ana merasakan mual mual, dan Ana sangat bersyukur karena di beberapa minggu lalu, setelah acara pernikahan itu di gelar, ia menyediakan beberapa tespect untuk dia simpan.
Dan saat ini ia merasakan tanda kehamilan dan Ana pun segera mengambil tespect untuk mengecek apakah ia hamil atau tidak.
Dan ia benar benar senang karena garis
dua merah tertera dalam tespect tersebut. Ia tak sabar untuk memberitahukan Ferdi mengenai kabar ini dan agar Ferdi segera mengajaknya cek ke dokter kandungan untuk memastikan apakah ia hamil atau tidak.
Hari ini Ana segera mempersiapkan makanan yang sederhana tapi cukup lezat untuk di makan mereka pagi ini. Ana segera mempersiapkan nasi goreng, telur ceplok, dadar,sawi, dan sambal yang telah ia buat untuk sarapan pagi mereka kali ini.
Dan ia berencana akan memberitahukan Ferdi mengenai kabar ini. Ia tersenyum dan merasa bahagia, karena Ferdi akan mencintainya dan kemenangan padanya. Sedikit demi sedikit Ferdi akan mencintainya dan dendamnya akan terbalaskan, walau jujur hatinya merasakan
perasaan bersalah dan ingin menghentikan ini semua.. Tapi ia tak ingin mundur karena perasaannya ini.
Dan hari ini Ana berencana ingin ke rumah April setelah ia ke rumah sakit mengecek kehamilannya. Ana ingin menemui ketiga anaknya Anabel untuk mengambil hati mereka kembali, karena sudah cukup lama Ana tidak ke sana beberapa hari ini karena kondisinya yang di landa rasa mual dan lemas.
Semenjak mereka menikah, April meminta Ferdi keluar dari rumahnya sehingga mereka mengontrak.
*********
__ADS_1
"Gimana yank, enak?" tanya Ana pada Ferdi mengenai masakan yang ia masak.
"Humm, enak juga..." ucap Ferdi dingin, karena menurutnya masakan terenak tentu masakan Anabel istrinya.