
Hari ini Anabel sangat bahagia, karena
anaknya yang telah besar dan di luar kota akan segera pulang dan mereka akan
berkumpul di rumahnya.
Anabel tak menyangka kini mereka telah
tumbuh dewasa, begitupun dengan Afnan yang menginjak remaja.
Sungguh waktu tak terasa, kala itu
mereka masih kecil, kini mereka telah tumbuh dewasa bahkan telah melanjutkan
sekolahnya di luar kota, hingga ia benar benar merasa kehilangan kehadiran
anaknya.
Begitupun dengan Afnan dan Bulan,
meski berada di rumah tapi seringkali di sibukkan dengan urusan sekolah, dan
Bulan pun sebentar lagi akan melanjutkan pendidikannya dan kuliah, Bulan tak
lama lagi akan pergi meninggalkannya dari rumah ini seperti David dan Bintang.
Kini Bintang pun telah menyelesaikan
sekolahnya di pondok pesantren dan akan melanjutkan kuliahnya, yang tentu tidak
akan berada di rumah ini lagi untuk beberapa tahun ke depan.
Hari ini Anabel sengaja membuatkan
masakan spesial untuk menyambut kedatangan keempat anaknya yang akan pulang.
Hari ini Anabel memasak di bantu
David, karena David sudah datang semenjak subuh tadi.
Anabel memasak ayam rica rica, sayur
asem, sayur lodeh, ikan pindang, dan gulai ayam.
Hampir dua jam Anabel memasak beberapa
makanan di dapur hingga selesai.
Anabel pun tersenyum dan segera
menyiapkan di meja makan.
"Alhamdulillah sudah selesai ya
Bunda, masakan bunda enak hari ini.
Tinggal nunggu kedatangan Bulan,
Bintang, Afnan dan ayah pulang kita bisa makan bersama. David gak sabar memakan
masakan bunda, karena sudah cukup lama gak makan masakan bunda dan David juga
rindu suasana kebersamaan karena sudah cukup lama kan David tidak pulang ke
rumah ini." ujar David kepada bundanya.
"Iya nak, bunda juga gak sabar.
Bunda juga rindu suasana kebersamaan kita dulu, gak terasa kalian sudah tumbuh
besar secepat itu." ujar Anabel.
"Iya bunda gak terasa waktu
berlalu begitu cepat dan David juga rindu suasana masa kecil kita." ujar
David kembali.
"Iya nak, bunda pun merasakan hal
demikian." ujar Anabel dengan tersenyum dan membayangkan.
Anabel membayangkan tentu Ferdi pun
akan sangat menikmati makanan tersebut setelah ia pulang kerja dan mereka akan
makan bersama, menikmati makanan itu bersama keempat anaknya.
Beberapa jam kemudian, Afnan pun
__ADS_1
datang terlebih dahulu karena Afnan lah yang sekolahnya paling cepat.
Tak lama kemudian, Ferdi pun datang
hanya untuk makan siang sebentar sebelum ia balik kembali ke kantor.
Sedangkan Bulan pulang cukup sore
karena ia ada les tambahan, dan Bintang pulang cukup malam karena kereta yang
ia tumpangi datang terlambat hingga ia sampai rumahnya pun cukup malam.
Malam harinya, mereka berkumpul
kembali di meja makan dan bercengkrama juga bercanda tawa.
"Ayuk makan, masakan bunda enak
loh. Pasti kalian juga rindu masakan bunda kan.
Yuk makan, Ayah rindu banget suasana
seperti ini, sudah cukup lama kita gak pernah merasakan suasana kumpul seperti
ini.
Karena satu persatu anak ayah dan
bunda telah pergi untuk melanjutkan sekolahnya, ayah senang tapi juga merasakan
kesepian dan kehilangan suasana kebersamaan yang dulu di rasakan ya kan
Bunda?" ujar Ferdi.
"Iya mas, aku juga rindu suasana
seperti ini. Sudah cukup lama tidak merasakannya, suasana kumpul seperti
ini." ucap Anabel dengan tersenyum.
"Iya, Bintang juga rindu..
terlebih setelah mondok juga Bintang gak di rumah lagi. Dan kemungkinan akan
melanjutkan kuliah seperti Bulan. Apa Bintang berhenti sejenak ya, Ayah, Bunda?
tidak melanjutkan kuliah dulu, selama 1 tahun di rumah supaya bisa kumpul
"Bintang, bunda paham kamu rindu
pasti, sangat merindukan suasana rumah ini dan kebersamaan kita dulu tapi bunda
gak ingin sampai itu mengusik Bintang untuk melanjutkan pendidikan.
Bunda tidak ingin, Bintang berhenti
dan tidak melanjutkan kuliah Bintang." ujar Anabel.
"Iya bunda, Bintang rindu. Sebab
itu Bintang memilih jalan ini, dan itu hanya sejenak kok bunda jika pun Bintang
harus berhenti sejenak." ujar Bintang kembali.
"Sayang, kita bisa kumpul lagi
nanti jika ada waktu luang meski sama sama dengan kesibukan kita masing masing.
Bunda sih ya terserah kamu, itu
pilihan yang ingin kamu ambil.
Barangkali Bintang masih jenuh, untuk
melanjutkan belajar kembali dan ingin berhenti sejenak juga menikmati suasana
rumah ini, ya bunda gak papa. Tapi jika kamu tanya, ya bunda gak papa tapi
jujur bunda kurang setuju. Karena seperti Bulan pun ia juga kuliah dan tentu
akan juga menyempatkan waktu untuk kumpul bersama, seperti kakakmu David waktu
pas kuliah, ya kan David?" ujar Anabel.
"Iya, Papa juga terserah Bintang,
itu pilihan Bintang dan tentu Bintang tau apa yang terbaik untuk diri kamu.
Tapi jika pun di tanya, ayah juga kurang setuju, karena sayang sekali, umur
__ADS_1
kamu akan semakin bertambah jika kamu menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ayah
ingin Bulan dan Bintang lulus bersama nantinya, melihat anak ayah lulus sarjana
bersama, ya kan Bunda? itu juga pasti keinginan Bunda kamu." ujar Ferdi.
"Iya benar Ayah, yang Ayah
katakan semua benar dan itu juga keinginan bunda." ujar Anabel, berhenti
sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.
"Bunda, harap kamu paham nak,
tapi bunda juga gak maksa Bintang dan keputusan ada di Bintang." ujar
Anabel.
"Iya bunda, ayah, Bintang paham,
terimakasih nasehatnya dan sarannya. " ucap Bintang.
"Iya Bintang, saranku juga kamu
lanjut aja dulu, kita berjuang kuliah sama sama ya. Supaya nanti kita bisa
lulus sama sama dan kumpul bersama, karena aku juga rindu kamu." ucap
Bulan padanya.
"Betul itu de, kakak juga setuju,
sayang umur kamu yang kian bertambah apabila kamu gak gunakan lanjut kuliahmu
dan biasanya keburu lupa pelajaran yang pernah kita pelajari bila terlalu lama
di rumah." ujar David, mencoba mengingatkan Bintang.
"Iya Bulan, makasih ya sarannya.
Insya Allah.. aku juga rindu kamu, sudah cukup lama kita tak bertemu dan
bercerita, aku pun merasa kehilangan saudara sekaligus sahabat terbaikku."
ucap Bintang dengan tersenyum.
"Dan terimakasih juga kak David
atas sarannya pada Bintang dan nasehatnya mengingatku. Insya Allah Bintang akan
pikirkan lagi keputusan Bintang ini." ucap Bintang kembali.
"Iya Bintang, aku pun demikian,
merasa kehilangan teman, saudara juga sahabat terbaikku. Aku gak lagi punya
teman bercerita atau bermain bersama, aku kan sendirian di rumah ini, Afnan mah
cowok dia sesuka hati pergi ke man apun asyiknya.
Aku merasa sendiri, kalau kamu mungkin
tidak terlalu merasa sendiri dan kehilanganku kan? karena di sana kamu juga uda
punya banyak teman yang tinggal bareng, beda sama aku." jawab Bulan sedih.
"Bulan, enggak begitu. . . Aku
juga merasa kehilanganmu dan merasa sendiri karena meski aku sama mereka
tinggal bareng, kamu sendiri tau kan aku bukan orang yang mudah dekat dengan
orang lain ? kamu sendiri juga tau aku ini seorang introvert yang gak mudah
berbaur bersama mereka terlebih cerita masalah pribadi." ujar Bintang
kembali.
"Aku rindu kamu Bintang."
ucap Bulan yang segera memeluk Bintang.
"Sama, aku juga." Bintang
pun memeluk Bulan kembali.
Untuk sejenak mereka saling berpelukan
dan melepas rindu.
__ADS_1
Anabel dan Ferdi pun tersenyum haru
melihat mereka yang sudah baikkan dan melepas rindu seperti itu.