Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 57


__ADS_3

Hari ini Anabel sangat bahagia, karena


anaknya yang telah besar dan di luar kota akan segera pulang dan mereka akan


berkumpul di rumahnya.


Anabel tak menyangka kini mereka telah


tumbuh dewasa, begitupun dengan Afnan yang menginjak remaja.


Sungguh waktu tak terasa, kala itu


mereka masih kecil, kini mereka telah tumbuh dewasa bahkan telah melanjutkan


sekolahnya di luar kota, hingga ia benar benar merasa kehilangan kehadiran


anaknya.


Begitupun dengan Afnan dan Bulan,


meski berada di rumah tapi seringkali di sibukkan dengan urusan sekolah, dan


Bulan pun sebentar lagi akan melanjutkan pendidikannya dan kuliah, Bulan tak


lama lagi akan pergi meninggalkannya dari rumah ini seperti David dan Bintang.


Kini Bintang pun telah menyelesaikan


sekolahnya di pondok pesantren dan akan melanjutkan kuliahnya, yang tentu tidak


akan berada di rumah ini lagi untuk beberapa tahun ke depan.


Hari ini Anabel sengaja membuatkan


masakan spesial untuk menyambut kedatangan keempat anaknya yang akan pulang.


Hari ini Anabel memasak di bantu


David, karena David sudah datang semenjak subuh tadi.


Anabel memasak ayam rica rica, sayur


asem, sayur lodeh, ikan pindang, dan gulai ayam.


Hampir dua jam Anabel memasak beberapa


makanan di dapur hingga selesai.


Anabel pun tersenyum dan segera


menyiapkan di meja makan.


"Alhamdulillah sudah selesai ya


Bunda, masakan bunda enak hari ini.


Tinggal nunggu kedatangan Bulan,


Bintang, Afnan dan ayah pulang kita bisa makan bersama. David gak sabar memakan


masakan bunda, karena sudah cukup lama gak makan masakan bunda dan David juga


rindu suasana kebersamaan karena sudah cukup lama kan David tidak pulang ke


rumah ini." ujar David kepada bundanya.


"Iya nak, bunda juga gak sabar.


Bunda juga rindu suasana kebersamaan kita dulu, gak terasa kalian sudah tumbuh


besar secepat itu." ujar Anabel.


"Iya bunda gak terasa waktu


berlalu begitu cepat dan David juga rindu suasana masa kecil kita." ujar


David kembali.


"Iya nak, bunda pun merasakan hal


demikian." ujar Anabel dengan tersenyum dan membayangkan.


Anabel membayangkan tentu Ferdi pun


akan sangat menikmati makanan tersebut setelah ia pulang kerja dan mereka akan


makan bersama, menikmati makanan itu bersama keempat anaknya.


Beberapa jam kemudian, Afnan pun

__ADS_1


datang terlebih dahulu karena Afnan lah yang sekolahnya paling cepat.


Tak lama kemudian, Ferdi pun datang


hanya untuk makan siang sebentar sebelum ia balik kembali ke kantor.


Sedangkan Bulan pulang cukup sore


karena ia ada les tambahan, dan Bintang pulang cukup malam karena kereta yang


ia tumpangi datang terlambat hingga ia sampai rumahnya pun cukup malam.


Malam harinya, mereka berkumpul


kembali di meja makan dan bercengkrama juga bercanda tawa.


"Ayuk makan, masakan bunda enak


loh. Pasti kalian juga rindu masakan bunda kan.


Yuk makan, Ayah rindu banget suasana


seperti ini, sudah cukup lama kita gak pernah merasakan suasana kumpul seperti


ini.


Karena satu persatu anak ayah dan


bunda telah pergi untuk melanjutkan sekolahnya, ayah senang tapi juga merasakan


kesepian dan kehilangan suasana kebersamaan yang dulu di rasakan ya kan


Bunda?" ujar Ferdi.


"Iya mas, aku juga rindu suasana


seperti ini. Sudah cukup lama tidak merasakannya, suasana kumpul seperti


ini." ucap Anabel dengan tersenyum.


"Iya, Bintang juga rindu..


terlebih setelah mondok juga Bintang gak di rumah lagi. Dan kemungkinan akan


melanjutkan kuliah seperti Bulan. Apa Bintang berhenti sejenak ya, Ayah, Bunda?


tidak melanjutkan kuliah dulu, selama 1 tahun di rumah supaya bisa kumpul


"Bintang, bunda paham kamu rindu


pasti, sangat merindukan suasana rumah ini dan kebersamaan kita dulu tapi bunda


gak ingin sampai itu mengusik Bintang untuk melanjutkan pendidikan.


Bunda tidak ingin, Bintang berhenti


dan tidak melanjutkan kuliah Bintang." ujar Anabel.


"Iya bunda, Bintang rindu. Sebab


itu Bintang memilih jalan ini, dan itu hanya sejenak kok bunda jika pun Bintang


harus berhenti sejenak." ujar Bintang kembali.


"Sayang, kita bisa kumpul lagi


nanti jika ada waktu luang meski sama sama dengan kesibukan kita masing masing.


Bunda sih ya terserah kamu, itu


pilihan yang ingin kamu ambil.


Barangkali Bintang masih jenuh, untuk


melanjutkan belajar kembali dan ingin berhenti sejenak juga menikmati suasana


rumah ini, ya bunda gak papa. Tapi jika kamu tanya, ya bunda gak papa tapi


jujur bunda kurang setuju. Karena seperti Bulan pun ia juga kuliah dan tentu


akan juga menyempatkan waktu untuk kumpul bersama, seperti kakakmu David waktu


pas kuliah, ya kan David?" ujar Anabel.


"Iya, Papa juga terserah Bintang,


itu pilihan Bintang dan tentu Bintang tau apa yang terbaik untuk diri kamu.


Tapi jika pun di tanya, ayah juga kurang setuju, karena sayang sekali, umur

__ADS_1


kamu akan semakin bertambah jika kamu menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ayah


ingin Bulan dan Bintang lulus bersama nantinya, melihat anak ayah lulus sarjana


bersama, ya kan Bunda? itu juga pasti keinginan Bunda kamu." ujar Ferdi.


"Iya benar Ayah, yang Ayah


katakan semua benar dan itu juga keinginan bunda." ujar Anabel, berhenti


sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.


"Bunda, harap kamu paham nak,


tapi bunda juga gak maksa Bintang dan keputusan ada di Bintang." ujar


Anabel.


"Iya bunda, ayah, Bintang paham,


terimakasih nasehatnya dan sarannya. " ucap Bintang.


"Iya Bintang, saranku juga kamu


lanjut aja dulu, kita berjuang kuliah sama sama ya. Supaya nanti kita bisa


lulus sama sama dan kumpul bersama, karena aku juga rindu kamu." ucap


Bulan padanya.


"Betul itu de, kakak juga setuju,


sayang umur kamu yang kian bertambah apabila kamu gak gunakan lanjut kuliahmu


dan biasanya keburu lupa pelajaran yang pernah kita pelajari bila terlalu lama


di rumah." ujar David, mencoba mengingatkan Bintang.


"Iya Bulan, makasih ya sarannya.


Insya Allah.. aku juga rindu kamu, sudah cukup lama kita tak bertemu dan


bercerita, aku pun merasa kehilangan saudara sekaligus sahabat terbaikku."


ucap Bintang dengan tersenyum.


"Dan terimakasih juga kak David


atas sarannya pada Bintang dan nasehatnya mengingatku. Insya Allah Bintang akan


pikirkan lagi keputusan Bintang ini." ucap Bintang kembali.


"Iya Bintang, aku pun demikian,


merasa kehilangan teman, saudara juga sahabat terbaikku. Aku gak lagi punya


teman bercerita atau bermain bersama, aku kan sendirian di rumah ini, Afnan mah


cowok dia sesuka hati pergi ke man apun asyiknya.


Aku merasa sendiri, kalau kamu mungkin


tidak terlalu merasa sendiri dan kehilanganku kan? karena di sana kamu juga uda


punya banyak teman yang tinggal bareng, beda sama aku." jawab Bulan sedih.


"Bulan, enggak begitu. . . Aku


juga merasa kehilanganmu dan merasa sendiri karena meski aku sama mereka


tinggal bareng, kamu sendiri tau kan aku bukan orang yang mudah dekat dengan


orang lain ? kamu sendiri juga tau aku ini seorang introvert yang gak mudah


berbaur bersama mereka terlebih cerita masalah pribadi." ujar Bintang


kembali.


"Aku rindu kamu Bintang."


ucap Bulan yang segera memeluk Bintang.


"Sama, aku juga." Bintang


pun memeluk Bulan kembali.


Untuk sejenak mereka saling berpelukan


dan melepas rindu.

__ADS_1


Anabel dan Ferdi pun tersenyum haru


melihat mereka yang sudah baikkan dan melepas rindu seperti itu.


__ADS_2