
Hotel star
Akila yang bingung harus membawa Elbara ke mana, pada akhirnya memilih Hotel Star di kamar yang sama seperti kemarin Elbara membawa Akila ke sana. Bukan karena apa? hanya saja Akila tidak ingin ibunya dan juga suster berpikiran yang tidak tidak ketika mengetahui Elbara mabuk berat saat ini.
Akila menuntun Elbara secara perlahan keluar dari lift menuju ke arah kamarnya, namun saat di pertengahan lorong hotel, Elbara malah langsung berdiri dengan tegak kemudian duduk di lantai dan memasang pose tiduran ala ala di pantai sambil menatap ke arah Akila, membuat Akila yang melihat kelakuan Elbara lantas terkejut bukan main.
"Apa yang kau lakukan El? ayo bangkit sekarang!" ucap Akila sambil menarik tangan Elbara agar bangkit dari posisinya.
Elbara yang mendengar ucapan dari Akila barusan, malah tersenyum dengan bahagia kemudian mengibaskan tangannya seakan tidak ingin ketika diajak Akila untuk bangkit berdiri dari posisinya. Akila yang tidak berhasil membuat Elbara bangkit, lantas langsung berkacak pinggang dengan menatap kesal ke arah Elbara yang kini seperti tengah menikmati suasana.
"Kemarilah istri ku, pasir pantai begitu sangat menyenangkan." ucap Elbara dengan nada yang gembira membuat Akila langsung melongo seketika di saat mendengar ucapan dari Elbara barusan yang malah menganggap bahwa lantai hotel sebagai pasir pantai.
"Jangan bercanda El, Ini memalukan... ayo bangkit sekarang dan pergi dari sini." ucap Akila lagi dengan berkacak pinggang sambil menatap kesal ke arah Elbara yang masih asik bermain dengan lantai koridor hotel.
Elbara yang melihat Akila berkacak pinggang, bukannya takut dan langsung bangkit dari posisinya, malah menarik tangan wanita itu hingga Akila tersungkur dan jatuh tepat di dada bidang milik Elbara, membuat Akila menjadi terkejut seketika di saat tangan Elbara tiba-tiba menariknya hingga membuat Akila jatuh tersungkur. Beruntungnya posisi kamar Elbara yang terletak di atas dan di khususkan untuk pemilik hotel jadi tidak ada orang yang melihat aksi Elbara ketika mabuk saat ini.
Akila yang jatuh tersungkur, langsung bangkit dari posisinya dengan seketika kemudian langsung menyeret tangan Elbara agar berpindah tempat dan bangkit dari posisi namun sayangnya Elbara malah menikmati tarikan tangan Akila dan terus dalam posisi terlentang agar Akila terus menariknya.
"Permainan apa ini sayang? benar benar menyenangkan." ucap Elbara dengan tawa yang riang ketika Alia mulai berusaha untuk menyeret tubuh Elbara sekuat tenaganya.
"Permainan palamu botak, ah benar-benar menyebalkan... ku kira tadi dia benar-benar selingkuh eh ternyata malah mabuk dan tingkahnya melebihi anak kecil seperti ini, tahu gitu aku enggak akan mau menyusulnya hingga pergi ke klub malam." ucap Akila dengan menggerutu kesal sambil terus menyeret tubuh Elbara agar masuk ke dalam kamar tersebut.
__ADS_1
Bruk...
Setelah perjuangan yang keras pada akhirnya Akila berhasil membawa Elbara masuk ke dalam kamar, Akila yang sudah kelelahan karena menarik Fabian yang berat tubuhnya berkali kali lipat dari dirinya, lantas langsung mendudukkan dirinya di lantai sebentar untuk beristirahat.
"Akhirnya sampai juga..." ucap Akila sambil mengusap dahinya yang penuh dengan peluh berkeringat saat ini.
Ebara yang melihat Akila duduk di lantai lantas langsung bangkit dari posisinya kemudian berganti tengkurap dan langsung merayap ke atas Akila, membuat Akila terkejut bukan main ketika melihat tingkah Elbara saat ini.
"Ah istriku... istriku benar benar cantik sekali." ucap Elbara dengan senyum yang mengembang.
Posisi Elbara yang berada tepat di atas Akila, tentu saja membuat Akila semakin merasa canggung dan juga salah tingkah, hingga kemudian Akila berusaha hendak mengarahkan tubuh
Elbara agar pergi dari sana, namun sebelum Itu semua terjadi Elbara mendadak langsung jatuh dan menimpa tubuhnya dengan seketika, sepertinya laki-laki itu tengah pingsan saat ini atau lebih tepatnya tertidur setelah mengalami mabuk berat.
Akila menghela nafasnya secara perlahan lahan sambil menatap langit langit kamar dan beralaskan lantai. Seulas senyum kemudian terbit dari wajah Akila ketika ia mengingat dengan jelas setiap tingkah laku Elbara yang sangat lucu ketika sedang mabuk. Secara perlahan Akila kemudian mulai menggeser tubuhnya ke posisi miring dan menatap ke arah Elbara yang saat ini tengah memejamkan matanya dengan tenang.
"Baru kali ini aku melihat bulu mata milik pria selentik ini." ucap Akila sambil memegang bulu mata Elbara hingga membuat Elbara langsung mengganti posisinya miring ke arahnya karena merasa terganggu akan sentuhan tangan Akila yang mengeksplor area bulu matanya.
Akila tak henti hentinya menatap ke arah Elbara dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya, melihat Elbara dari jarak sedekat ini membuat jantung Akila berdegup dengan kencang. Di rabanya area pipi Elbara dengan lembut kemudian mengelusnya dengan perlahan masih sambil dengan tersenyum.
"Semoga kamu menjadi terakhir di hidup ku, aku tidak akan meminta lebih kepadamu hanya saja tetaplah bersama ku seperti ini El..." ucap Akila dengan nada yang lirih sambil menatap ke arah wajah Elbara dengan lekat dan penuh cinta.
__ADS_1
Akila menggeleng dengan cepat kemudian hendak bangkit dan memindah Elbara ke atas ranjang, namun tanpa Akila duga Elbara malah menarik tangan Akila dan memeluknya dengan erat dalam posisi tidur yang saling berpelukan di lantai.
"Jangan pergi istri ku, tidurlah bersama ku di sini." ucap Elbara dengan mata yang terpejam membuat Akila kembali mengulum senyum ketika mendengarnya.
***
Sementara itu di ruangan Delvano
Terlihat Delvano dan juga Viona tengah terduduk dengan raut wajah yang kusut menatap kosong ke arah depan.
Viona yang merasakan kegagalan dalam rencananya, lantas langsung berdecak dengan kesal kemudian melirik sekilas ke arah Delvano yang sedari tadi hanya diam saja sambil mengetuk ketukan jarinya tanpa melakukan hal lainnya.
"Sudah ku bilang ide mu ini buruk! tapi kau malah bersikukuh melakukannya." ucap Viona dengan nada yang kesal menatap ke arah Delvano.
Delvano yang mendengar gerutuan dari Viona barusan hanya menoleh sekilas ke arah Viona kemudian tersenyum dengan sinisnya.
"Setidaknya rencana ku sedikit lebih masuk akal dari pada rencana gila mu itu!" ucap Delvano dengan tersenyum sinis menatap ke arah Viona.
"Kau hanya belum tahu saja bagaimana dahsyatnya rencana ku." ucap Viona sambil memutar bola matanya dnegan jengah ketika mendengar ucapan Delvano yang terus saja meremehkannya.
"Memangnya apa rencana mu itu? jika itu rencana yang kemarin.. aku tetap tidak setuju karena itu sangatlah tidak masuk akal." ucap Delvano yang dengan kekeh tetap menolak rencana Viona.
__ADS_1
"Jangan meremehkan ku seperti itu..." ucap Viona dengan senyum mengembang.
Bersambung