Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 5


__ADS_3

"Aku harus benar benar mempercantik diriku hingga mereka tidak mengenaliku lagi." ucapnya dengan


lirih.


"Aku harus melakukan penyamaran ini dengan sempurna." lirihnya kembali, dan segera bersiap bersiap, setelahnya ia pun segera mengunci rumahnya untuk pergi ke rumah seseorang...


***


Toktoktok ( seseorang mengetuk pintu)


Seseorang mengetuk pintu rumah keluarga Anabel, yang saat ini sedang makan pagi bersama.


"Siapa ya Mas? kok pagi pagi uda bertamu?" tanya Anabel ke Ferdi. Mas juga gak tau. Biar mas aja ya yang bukain." ucap Ferdi.


"Iya siapa ya Pa?" tanya April ke suaminya.


"Entah Ma, biar Papa ya yang bukain." ucap Hery.


"Biar Ferdi aja, Pa. ucap Ferdi, yang kemudian berdiri.


"Iya, sebentar..." ucap Ferdi sedikit keras agar sesenang yang mengetuk mendengarnya.


Kreeeeek ( Suara pintu di buka) .


Untuk beberapa saat Ferdi dan seseorang tersebut saling menatap, seakan ada sesuatu di antara mereka.


"Humm, maaf cari siapa?" tanya Ferdi, memutuskan tatapan mereka.


"Maaf, Pa. Boleh saya bertemu dengan Nyonya di rumah ini ?" tanya seseorang tersebut.


"Humm, ooh iya, boleh silahkan masuk. Tunggu di ruang tamu saja ya, karena istri saya masih sedang makan bersama keluarganya." ucap Ferdi.


"Iya, terimakasih. Saya izin masuk dulu ya Pak" ucap ucap seseorang tersebut.


"Iya, silahkan." ucap Ferdi, mempersilahkannya untuk masuk., dan seseorang tersebut pun segera masuk dan menunggu di ruang tamu. Begitupun Ferdi segera masuk dan memberitahu Anabel


bila ada tamu.


"Bel, ada tamu yang ingin menunggumu. Dia lagi nunggu di ruang tamu." ucap Ferdi.


"Oooh, siapa ya Mas? dan ada perlu apa ya? Hemm yauda nanti aku temui dia, tapi aku mau menyelesaikan makan dulu ya Mas, sama mau berberes dan nyiapin anak anak mau ke sekolah dulu Mas." ucap Anabel.


"Oke deh Bel, nanti setelahnya temui saja ya. Kasian kalau terlalu lama menunggu tamunya." ucap Ferdi.


"Yaudah, Mas pamit berangkat kerja dulu ya." ucap Ferdi.

__ADS_1


"Loh, Mas gak nunggu antar anak anak dulu? biasanya kan nunggu anak anak dulu Mas." ucap Anabel.


"Oh iya ya, Mas lupa. Anak anak belum selesai ya makannya ? Setelah anak anak selesai, Mas mau lekas antar mereka ke sekolahan karena mas hari ini ada meeting." ucap Ferdi.


"Oke Mas. Iya Mas, mereka masih belum selesai makannya." ucap Anabel.


Beberapa menit kemudian mereka pun telah selesai makan, dan Ferdi pun segera mengantar anak anak sekolah setelahnya ia akan berangkat ke kantor.


"Mas, antar anak anak sekolah dulu ya. Kamu temui tamunya ya supaya gak kelamaan nunggu, kasian." ucap Anabel.


"Iya Mas, ini aku mau temui dia setelah mengantar anak anak ke depan." ucap Anabel.


Setelah makan dan bersiap sekolah, mereka berpamitan ke Anabel untuk berangkat ke sekolahnya.


"Loh ini Tante baik dan cantik yang kemarin ya?" tanya Bulan.


"Iya ini tante..maaf ya, Tante datang ke sini lagi." ucap seseorang tersebut.


"Tante cantik dan baik ?" tanya Anabel.


"Iya, ini Tante yang menolong kami kemarin, pas kami tersesat." ucap Bulan.


"Owh, ini toh yang kemarin kalian maksud Tante cantik dan baik ?" ucap Anabel.


"Iya Bunda, ini Tante cantik dan baik yang kemarin nolong kami." ucap Bulan.


"Alhamdulillah, maaf sekali lagi jika saya ke sini lagi, meganggu ada yang ingin saya bicarakan." ucap seseorang tersebut.


"Masya Allah tidak apa apa, sama sekali tidak meganggu. Iya silahkan, apa yang ingin di bicarakan?..." tanya Anabel.


"Hummm gini Bu.." ucapnya.


"Ohya maaf, saya antar anak sekolah dulu ya. Baru nanti kita bicara." ucap Anabel.


"Oooh iya Bu, silahkan. Saya akan tunggu di sini." ucap seseorang tersebut.


"Ayo Bulan, Bintang, David , salim dulu ya ke Tante ini. Setelah itu berangkat ke sekolah." ucap


Anabel.


"Iya Bunda." ucap David, Bulan dan Bintang yang segera salim dan berpamitan ke Tante tersebut.


"Kami pamit ke sekolah dulu ya." ucap mereka bertiga.


"Iya, sayang hati hati ya." ucap Anabel.

__ADS_1


"Hati hati ya sayang. Semoga kita bertemu kembali." ucap Tante tersebut.


"Aamiin, kita berangkat sekolah dulu ya Tante." ucap Bulan, Bintang juga David yang segera berlalu


berangkat sekolah.


"Saya anter anak anak sekolah dulu ya." ucap Anabel.


"Iya, silahkan." ucap seseorang tersebut.


Setelah mengantarkan ketiga anaknya sekolah, Anabel pun kembali masuk ke dalam dan menemui tamu tersebut.


"Maaf sebelumnya, ini dengan ibu siapa ya? dan ada perlu apa kalau boleh tau?." ucap Anabel.


"Perkenalkan saya Bu Dina, maaf sebelumnya...Saya sebenarnya malu mau bilang seperti ini. Tapi bagaimana lagi, saya membutuhkan pekerjaan.." ucap Bu Dina.


"Hummm, maaf apa di sini ada perkerjaan? saya benar benar membutuhkan pekerjaan, saya bisa bekerja apapun. Baik jadi pembantu atau babysister juga boleh Bu." ucap Bu Dina kembali.


Untuk beberapa saat, Anabel terdiam saat melihat Bu


"Humm, sebenarnya kalau untuk membuka lowongan pekerjaan, di sini gak ada. Untuk pembantu, sebenarnya kami juga sudah punya pembantu. Tapi kalau memang ibu benar benar membutuhkan pekerjaan, baiklah ibu bisa di sini bantu bantu Bik Ina.


Jadi ibu bisa bantu saya mengurus Afnan dan bantu Bik Ina. Nanti saya akan kasih gaji ibu perbulan, tapi maaf mungkin gajinya gak sebesar yang di lainnya. Tapi insya Allah sesuai dari kerja keras ibu dan kami usahakan secukup kami." ucap Anabel.


"Wah, Masya Allah serius? makasih ya. Saya sangat senang dan bersyukur. Untuk bayaran gak papa sesuai kemampuan saja. Yang terpenting buat saya, saya sudah mempunyai pekerjaan dan ada


pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari kami walau gak banyak." ucap Bu Dina, dengan tersenyum.


"Huum sama sama, iya saya serius.. Alhamdulillah. Insya Allah Aamiin. Semangat terus ya, maaf kalau saya gak bisa kasih gaji besar seperti di tempat lain." ucap Anabel.


"Iya Bu, gak papa." ucap Bu Dina.


"Alhamdulillah saya senang bila Ibu juga ikut senang, senang bisa membantu Ibu." ucap Anabel.


"Alhamdulillah, terimakasih banyak Bu sekali lagi." ucap Bu Dina.


"Ohya Bu, maaf saya bisa bekerja di rumah ini dari hari ini atau besok?" tanya Bu Dina.


"Besok saja, Dina.." ucap Anabel.


"Siap Bu, berarti besok saya ke sini ya?" ucap Dina.


"Iya, Besok ke sini lagi ya. Saya tunggu." ucap Anabel.


"Iya Bu, saya izin permisi dulu ya Bu." ucap Bu Dina.

__ADS_1


"Iya, silahkan." ucap Anabel, mengantarkan kepergian Bu Dina.


****


__ADS_2