
Pagi ini adalah sidang putusan perceraian Akila dan juga Delvano.
Dari arah gerbang depan terlihat mobil milik Elbara berhenti tepat di depan gedung pengadilan.
"Aku akan menjemput mu satu jam dari sekarang, aku minta maaf karena tidak bisa menemanimu dalam sidang Ki." ucap Elbara dengan raut wajah yang menyesal.
Akila yang tadinya gelisah lantas berusaha tersenyum ke arah Elbara untuk menenangkan Elbara.
"Tidak perlu khawatir santai saja, kau tahu? ini adalah hal kecil, apa yang membuat mu begitu khawatir?" ucap Akila sambil tersenyum ke arah Elbara walau sebenarnya ia tengah tegang saat ini.
Elbara yang mendengar ucapan Akila barusan, lantas mengusap rambut Akila secara perlahan kemudian menggenggam tangan Akila dengan lembut.
"Kabari aku jika ada apa apa, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku secepatnya.. aku janji." ucap Elbara yang lantas di balas Akila dengan anggukan kepala.
"Aku pergi dulu ya.." ucap Akila kemudian sambil melangkahkan kakinya turun dari mobil dan melambaikan tangannya ke arah Elbara.
****
Ruangan pengadilan
Sidang perceraian berlangsung dengan damai dan tanpa perlawanan apapun dari Delvano. Akila bahkan sampai melirik beberapa kali ke arah Delvano karena Akila merasa ada yang aneh dengan Delvano.
Delvano kali ini lebih banyak diam dan hanya mengikuti prosesi persidangan tanpa mengatakan sepatah kata apapun.
"Mengapa diamnya Delvano malah semakin membuat ku takut?" ucap Akila dalam hati sambil sesekali melirik ke arah Delvano yang tengah duduk dengan khusuk menatap lurus ke arah depan.
Hingga beberapa menit berlangsung sebuah suara putusan mulai terdengar menggema di ruangan tersebut.
"Saudari Akila Nafasya Humairah dan juga saudara Delvano Sebastian dengan ini saya putuskan kalian berdua resmi bercerai."
Mendengar hal tersebut perasaan lega langsung menyapa hati Akila, ini pertama kalinya Akila merasakan perasaan yang seperti ini, bebas dari seorang Delvano adalah sebuah berkah yang tidak akan pernah Akila rasakan jika bukan karena bantuan dan dorongan yang berasal dari Elbara.
__ADS_1
"Aku bebas" ucap Akila dalam hati dengan senyum yang tak henti hentinya mengembang di wajahnya.
Setelah mendengar putusan tersebut, Akila kemudian bangkit dari kursinya begitu pula dengan Delvano.
Dengan perlahan lahan Delvano terlihat mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Akila dan langsung memeluknya dengan erat. Membuat Akila yang tadinya mengira pelukan itu hanyalah sebuah pelukan perpisahan, lantas menjadi kaku seketika di saat mendengar bisikan dari Delvano barusan.
"Ini hanyalah sebuah permulaan Ki, aku tidak pernah membiarkan mu benar benar bebas dari genggaman tangan ku!" bisik Delvano tepat di telinganya, membuat tubuh Edrea langsung membeku seketika tepat ketika mendengar ucapan dari Delvano barusan.
Setelah membisikkan hal tersebut, Delvano terlihat tersenyum dengan tipis ketika menyadari Akila tengah terdiam membeku karena ucapannya.
"Hari ini aku bukanlah kalah Ki tapi aku hanyalah mengalah... jaga dirimu baik baik hingga tiba saatnya aku akan menjemput mu kembali." ucap Delvano sambil mengusap dengan perlahan rambut Akila kemudian berlalu pergi dari sana.
Sedangkan Akila yang masih kaget akan ucapan dari Delvano, hanya diam termenung menatap kosong ke arah depan.
"Ki.." panggil sebuah suara yang lantas membuyarkan lamunannya dengan seketika.
Akila membalik badannya dengan spontan dan melihat Elbara tengah melangkahkan kakinya secara perlahan ke arah dirinya saat ini.
"Tidak ada El" jawab Akila dengan singkat.
"Apa kamu yakin?" tanya Elbara tidak langsung percaya begitu saja perkataan dari Akila barusan.
"Iya, kamu tidak perlu khawatir." ucap Akila mencoba untuk meyakinkan Elbara lagi.
"Baiklah jika memang tidak ada, sebaiknya kita pergi sekarang karena aku sudah lapar sekali." ucap Elbara dengan nada yang lirih membuat Akila langsung tersenyum seketika ketika mendengar ucapan dari Elbara barusan.
Entah mengapa, ketika Elbara berada di dekatnya Elbara selalu saja terpikirkan makanan lagi dan lagi. Membuat Akila bahkan sampai geleng geleng kepala akan tingkah laku Elbara yang selalu saja minta makan ketika bersama dengan dirinya tanpa mengenal waktu.
"Ayo kita pulang, aku akan memasakkan mu makanan yang enak nanti." ucap Akila kemudian yang lantas di balas Elbara dengan anggukan kepala.
"Benar ya... jangan menipu ku kali ini." ucap Elbara dengan nada bicara yang menggoda sambil melangkahkan kakinya bersama Akila keluar dari ruangan pengadilan tersebut.
__ADS_1
Sedangkan tanpa mereka ketahui, dari arah yang tidak jauh dari posisi Akila dan juga Elbara. Delvano yang melihat interaksi antara Elbara dan juga Akila hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kesal tanpa bisa marah ataupun melabrak keduanya.
Delvano memang sedang berusaha menahan, jika bukan karena pemberitaan di luaran sana Delvano pasti sudah menyeret Akila untuk pulang saat ini.
"Baiklah... untuk saat ini aku akan membiarkan kalian berdua. Tapi jika pemberitaan di luaran sana sudah meredup, jangan harap kalian berdua bisa memasang senyuman di wajah kalian!" ucap Delvano pada diri sendiri sambil menatap tajam ke arah kepergian Elbara dan juga Akila hingga keduanya menghilang dari pandangannya.
*****
Resto Kenanga
Viona yang kali ini ada janji Arisan, lantas terlihat mulai melangkahkan kakinya memasuki area Resto mencari keberadaan teman temannya.
Dengan langkah yang ringan, Viona terlihat mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah meja teman temannya tanpa memperdulikan sama sekali tatapan dari teman temannya yang menatapnya dengan tatapan yang aneh.
"Hei, apa kalian sudah menunggu lama? jalannya macet banget, gila bikin kepala pening tau gak sih?" ucap Viona nyerocos sambil mengambil duduk tepat di sebelah Salsa.
Vanya yang mendengar ucapan dari Viona barusan hanya memutar bola matanya dengan jengah, seakan malas akan kehadiran Viona di tengah tengah acara Arisan mereka.
"Gengs kalian mau tahu hot news gak?" tawar Vanya kemudian yang lantas membuat lainnya langsung menatap ke arah Vanya dengan spontan, termasuk juga Viona yang baru saja datang dan bergabung di sana.
"Berita apaan sih Van?" tanya Salsa dengan raut wajah yang penasaran begitu pula yang lainnya.
"Ada apaan sih?" tanya Viona yang juga penasaran akan berita yang di maksud oleh Vanya.
Vanya yang melihat lainnya sudah mulai memasang wajah penasaran lantas langsung tersenyum.
"Kalian tahu? kemarin aku bertemu dengan seseorang di Dufan dan dia mengatakan bahwa dia baru saja bercerai dengan istrinya. Kalian tahu apa yang menjadi plot twist dari cerita ini?" ucap Vanya sengaja menjeda ucapannya agar membuat rasa penasaran teman temannya semakin memuncak.
"Apaan?" ucap yang lainnya hampir secara bersamaan.
Bersambung
__ADS_1