Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 6


__ADS_3

Keesokannya, Dina pun kembali datang ke rumah Anabel, untuk mulai bekerja hari ini.


"Assalamualaikum.." ucap Dina dengan mengetuk pintu beberapa kali.


"Waalaikumussalam, Dina kamu sudah datang? yasudah silahkan masuk.," ucap Anabel.


"Terimakasih Bu." ucap Dina yang kemudian masuk ke dalam rumah Anabel.


"Maaf Bu, rumah kok sepi Bu? mereka sudah pada berangkat ya Bu?" tanya Dina.


"Iya Din, anak anak sudah berangkat sekolah, dan Ferdi sudah berangkat kerja." ucap Anabel.


"Oooh gitu ya Bu. Ohya Bu hari ini saya mulai masak, berberes atau bagaimana Bu?" tanya Dina.


"Humm, masak dulu saja ya, bantuin Bu Dina.


Karena tadi pagi Bik Ina sudah bersih bersih rumahnya." ucap Anabel.


"Oh, baik Bu." ucap Dina.


"Yasudah, saya pamit mau ngurus Afnan dulu ya." ucap Anabel.


"Wah, Masya Allah.. Jadi ibu punya anak yang masih belum sekolah ya Bu? baik Bu, silahkan " ucap Anabel.


"Iya, masih baru berapa bulan umurnya. Yasudah, saya permisi dulu ya Din." ucap Dina.


"Iya silahkan, Bu." ucap Dina, yang kemudian berlalu, setelah kepergian Anabel.


"Bik Ina, apa yang perlu saya bantuin? saya bantuin ya." ucap Dina.


"Oh, kamu Dina ya, pembantu baru itu? Iya Dina silahkan bantu Bibik iya.." ucap Bik Ina.


"Iya Bik, Bibik mau masak apa hari ini? biar aku bantu." ucap Dina.


"ini ada ikan, kacang panjang, sama bahan buat sayur lodeh, humm.. enaknya di bikin apa ya Dina?" ucap Bik Ina.


"Humm, bagaimana jika kita buat pepes ikan, sayur asem sama sayur lodeh Nik?" tanya Dina.


"Wah, bolehhh juga Din.Yaudah yuk masak." ucap Bik Ina. Dan mereka pun segera memasak.


***Ya Tuhan, Afnan kenapa dahinya panas seperti ini?... Aku harus panggil Bibik ni, buat bantu aku bawa Afnan ke rumah sakit." ucap Anabel, yang segera memanggil Bik Ina di dapur.


"Bik, bik..Tolong bantu saya, bawa Afnan ke rumah sakit ya, dia lagi panas sekarang badannya." ucap


Anabel.


"Ya Tuhan, baik Nyonya. kita sekarang ke rumah sakit ya. Ayuk Nyonya, ohya Dina tolong terusin masaknya ya. Saya mau bantu Nyonya buat bawa Afnan ke rumah sakit." ucap Bik Ina.


"Iya Bik, baiklah. Semoga den Afnan lekas sembuh ya, hati hati Bik Ina dan Nyonya." ucap Dina.

__ADS_1


"Saya berangkat dulu ya Dina. Titip rumah ya Din. Sekali lagi terimakasih dan maaf merepotkan." ucap Anabel.


"Iya Nyonya gak papa. Saya akan masak dan jaga rumah." ucap Dina.


"Iya Din. Ohya Din, kalau mas Ferdi pulang, tolong siapkan makannya dan air panasnya ya Din. Yasudah saya permisi dulu ya Din, Assalamualaikum." ucap Anabel.


"Oke Nyonya, baiklah. Waalaikumussalam Nyonya." ucap Dina.


Setelah mengantarkan kepergian Anabel, Afnan dan Bik Ina, Dina pun melanjutkan memasaknya dan berberes.


"Aku tidak tau, apakah ini yang di namakan keberuntungan bagiku?" lirih Dina, dengan tersenyum.


"Assalamualaikum Bel, Mas pulang." ucap Ferdi yang beberapa kali mengetuk pintu rumah.


"Tuan..." ucap Dina.


"Loh, Kamu... yang kemarin kan? kok di sini?


Kenapa kamu yang bukain? istri saya mana?" tanya Ferdi.


"Iya Tuan Ferdi, perkenalkan saya Dina. Iya saya yang kemarin, saya meminta perkerjaan sama Nyonya Anabel kemarin dan saya hari ini mulai di pekerjakan sama Nyonya." ucap Dina.


"Oooh begitu, hemm baiklah. Rumah kok sepi ya? humm Istri saya ke mana ya? Bik Ina juga ke mana?" tanya Ferdi.


"Nyonya ke rumah sakit Tuan sama Bik Ina. Afnan sakit Tuan." ucap Dina.


"Rumah sakit? Afnan sakit? yaa Allah sakit apa? saya kok gak di beri kabar ya." ucap Ferdi.


"Oooh begitu, yasudah saya mau mandi dulu ya Dina, tolong persiapkan makanannya ya setelah itu." ucap Ferdi, yang kemudian berlalu ke kamar mandi.


"Iya Tuan. Tuan tunggu, biar saya persiapkan dulu ya air panasnya. Tuan tunggu dulu di sini ya. Saya persiapkan dulu, setelah itu Tuan akan saya panggil." ucap Dina.


"Eh, tidak usah Dina. Gak papa. Gak usah repot repot, biar saya pakai air dingin saja." ucap Ferdi.


"Tidak apa apa Tuan, karena ini pesan Nyonya juga untuk nyiapin air panas buat Tuan mandi. Setelah itu, saya akan mempersiapkan makanan untuk Tuan." ucap Dina.


"Humm begitu, baiklah. Terimakasih Dina," ucap Ferdi.


"Iya sama sama Tuan." ucap Dina, yang segera berlalu menyiapkan air panas kemudian menghangatkan masakan yang telah di masaknya.


Berberapa menit kemudian, Dina memberitahu kepada Ferdi, bila air panasnya telah siap..


"Tuan, air panasnya sudah saya siapkan." ucap Dina.


"Baiklah, Dina. Saya ke kamar mandi dulu. Makasih ya." ucap Ferdi.


"Iya Tuan." ucap Dina, yang setelahnya berlalu ke dapur untuk mempersiapkan makan.


Setelah menghangatkan makanan, Dina pun segera mempersiapkan makanannya di meja makadengan menunggu kehadiran Ferdi keluar dari kamar mandi, sesekali Dina memainkan handphonenya.

__ADS_1


"Din, Saya sudah selesai mandi, makanan sudah kamu siapkan?" ucap Ferdi


"Sudah Pak." jawab Dina.


"Baik Din, saya makan dulu ya." ucap Ferdi, yang kemudian melanjutkan makannya.


"Hummm, ini enak banget Din makanannya." ucap Ferdi.


"Hehehe iya Pak, Bapak bisa aja." jawab Dina.


"Saya serius loh, Din." ucap Ferdi.


"Hehehe, Bapak bisa aja." ucap Dina, dengan sedikit tertawa, mengalihkan perhatian Ferdi yang terus


menatapnya.


"Mengapa aku seperti mengenalnya? di mana?... mana mungkin aku mengenalnya?" lirih Ferdi.


"Ah, iya.. kenapa jika di lihat lihat, dia mirip....? Astaghfirullah, mana mungkin." lirih Ferdi kembali.


"Ohya Pak, sepertinya ada suara pintu di ketuk. Saya coba lihat dulu ya Pak siapanya yang bertamu, mungkin Nyonya atau anak anak yang sudah pulang." ucap Anabel.


"Iya silahkan, Dina." ucap Ferdi.


Dina pun ke ruang tamu untuk membukakan dan melihat siapa yang bertamu.


"Assalamualaikum.." ucap Bulan, Bintang juga David yang baru saja pulang sekolah.


"Tanteeeee cantik dan baik....." ucap Bulan dan Bintang.


"Iya sayang ??" ucap Dina.


"Loh kok Tante di sini?" tanya Bulan, Bintang juga David.


"Rumah kok sepi juga Tante?" tanya Bulan, Bintang dan David.


"Iya, Tante kan bekerja di rumah ini." ucap Dina.


"Rumah sepi karena Bunda kalian sama Bik Ina lagi antar Adek kalian, Afnan sakit di rumah sakit." ucap


Dina.


"Afnan sakit?" tanya Bulan, Bintang juga David.


"Iya, badannya panas, sebab itu di bawa ke rumah sakit." ucap Dina.


"Yaa Allah, adik. Kami ingin ke rumah sakit, apa boleh?" ucap mereka bertiga.


"Humm, boleh dong. Tapi kalian harus bersih bersih badan kalian dulu, makan terus nanti coba tanya Ayah boleh atau enggaknya. Dan mau pergi jam berapa ke rumah sakitnya, tanya Ayah juga ya." ucap Dina.

__ADS_1


"Iya Tante, kami akan bertanya pada Ayah. Kami ke kamar mandi dulu ya, mau bersih bersih. Terus makan dan tanya ke Ayah boleh atau tidaknya. Semoga Ayah membolehkan." ucap Bulan.


"Iya Aamiin, semoga Ayah boleh ya." ucap Dina.


__ADS_2