
Ferdi pun segera mengambil dua piring, satu untuknya, satu untuk Anabel. Kemudian mengambil capcay goreng dan nasik. Dengan tersenyum Ferdi mempersiapkan semuanya.
Kemudian Ferdi menuju dispenser untuk mengambil air putih kemudian menuju arah kulkas untuk mengambil jus .
Setelah semua siap, Ferdi segera kembali lagi ke kamarnya.
kreeeeek ( pintu terbuka)
Ferdi Masuk dengan hati hati, dan membawanya bergantian. Sedangkan Anabel memperhatikan setiap gerak gerik Ferdi, dan tanpa sadar itu membuat Anabel tersenyum sendiri.
Setelah semua Ferdi taruh, Ferdi segera menutup pintu dan duduk di kursi dekat tempat tidur Anabel.
"Sayang, makan ya? mas suapin. Ini mas buat sendiri loh." ucap Ferdi dengan tersenyum.
"Hemm, baiklah ." ucap Anabel.
"Tapi setelah ini aku bolehkan juga menyuapimu? Tapi nanti setelah aku merasakan bubur dan capcay goreng rasa buatanmu." ucap Anabel kembali.
"Wah serius yank? boleh banget." ucap Ferdi dengan tersenyum.
Tanpa Ferdi sadari, Anabel sengaja mengerjainya karena Anabel tau Ferdi tidak suka bubur dan capcay sebab itu Anabel berkata ingin menyuapinya.
Ferdi yang sedang jatuh hati ke Anabel melupakan tentang hal itu.
"Eh tapi yank aku kan gak suka bubur dan capcay yank? biar ku beli aja ya yank? " tanya Ferdi kembali, setelah ia menyadarinya.
"Hahahaha, kamu harus mau pokoknya. Kamu Uda janji kan ke aku? ucap Anabel benar benar membuat Ferdi tak bisa berkata apa lagi kecuali menyetujuinya.
"Yaudah tapi kamu dulu ya yang mas suapin?" ucap Ferdi dan Anabel pun menyetujuinya.
"aaaaaaa." ucap Ferdi saat menyuapi Anabel.
"His, gak udah gitulah . Emang aku anak kecil apa?" ucap Anabel kesal di prilakukan seperti anak kecil.
"Ya ya sorry deh." ucap Ferdi Kembali.
"Hemm yank, enak loh buburnya." ucap Anabel tiba tiba, saat telah merasakan bubur tersebut. Dan ucapan Anabel benar benar membuat Ferdi tersenyum sendiri.
"Yakin ni kamu masak sendiri? kok aku gak percaya ya? hemm..apa aja sih bumbunya? tanya Anabel.
Dengan senang hati Ferdi pun menjelaskannya
"Ya , yank aku masak sendiri. Jadi tadi itu,
aku segera mengeluarkan 10 udang dari kulkas, 1 wortel besar , 1 brokoli, 1/2 kembang kol, sedikit kapri, sedikit jamur kuping, sedikit jagung muda. Ferdi juga mempersiapkan bumbu bumbu untuk di masak, 3 bawang putih lalu di cincang, 1cm jahe, di cincang, 2 sdm saos tiram, 1 sdm kecap asin, 1/2 kecap ikan, 1 sdm kecap Inggris, 1 sdm maizena ( di larutkan dengan 3 sdm air ), garam, air secukupnya." ucap Ferdi menjelaskan.
"Hemm, ternyata kamu tau juga ya yank bumbu masakan, gak nyangka deh." ucap Anabel.
"Ohya kamu lihat dari mana yang tutorial buat capcay goreng?" tanya Anabel.
"Dari youtobe yank, meski dulu pas ku masih ngekos juga pernah beberapa kali masak termasuk buat capcay goreng.Tapi karena aku gak suka, biasanya ku kasih temenku." ucap Ferdi menjelaskan ke Anabel.
"Owh begitu yank, yauda sekarang harus di biasakan dong hihi." ucap Anabel.
"Ohya lanjut yank, terus gimana cara membuatnya?"tanya Anabel.
"Oke yank." dengan senang hati Ferdi menjelaskan ke Anabel.
"Jadi cara membuatnya , cuci dan potong sayur, terus tumis bawang putih sampai wangi terus masukkan jahe cincang dan udang sampai berubah warna, masukkan wortel lalu air secukupnya dan bumbu lainnya, terus di cicipi yank.lalu masukkan semua sayur kecuali brokoli, jangan masuk terlalu lama, kira kira sayur setengah mateng, terakhir masukkan brokoli, lalu aduk sebentar, lalu larutkan maizena,aduk air sampai berubah kental lalu matikan api. Dah matang sayang." ucap Ferdi menjelaskan dengan senang hati.
"Wah aku gak nyangka loh yank, kamu bisa juga." ucap Anabel.
"Iya dong yank, hehehe." ucap Ferdi.
"Yank hemm, aku pengen deh kita kencan seperti dulu pas belum nikah atau awal nikah, romantis gitu." ucap Anabel.
"Hemm boleh juga yank."ucap Ferdi.
"Serius yank?"ucap Anabel.
"Iya yank, sayangku." ucap Ferdi dengan tersenyum.
"aaaaa makasih suamiku hehe." ucap Anabel.
"Yank, tapi nanti kita mau kencan ke mana?terus anak anak taruh mana? tanya Anabel.
"Hemm untuk ke mananya aku belum tau yank, nanti kita pikirkan bersama ya.Tapi untuk anak anak, kira bisa titipkan ke mama April, papa Hery atau ibuku, bu Nila dan pak Anang. Gimana menurut mu yank? karena menurutku kalau mau bisa romantis seperti dulu ,ya untuk sementara waktu anak anak di titipkan dulu yank." ucap Ferdi.
"Hemm boleh deh yank." ucap Anabel.
"Oke yank." ucap Ferdi. .
Tiba tiba Ferdi teringat sesuatu..
"Yank, astaga aku belum jemput David yank." ucap Ferdi.
"Ya Tuhan.. yaudah yank gih cepat jemput David." ucap Anabel.
"Yaudah yank, aku jemput David dulu ya."
"Iya yank hati hati." ucap Anabel.
Ferdi pun lekas membereskan sisa makanan dan lalu menjemput David.
Walau ada mama April, tapi Ferdi tak ingin merepotkan mertuanya itu untuk membersihkan sisa makanan istri atau anak anaknya.
\==================
Ketika Cinta Harus Memilih - Obrolan Ferdi Dengan Temannya
Setelah perbincangannya dengan Anabel tadi malam, Ferdi bertekad ingin melaksanakan rencananya yaitu melakukan kencan bersama Anabel. Tapi jujur Ferdi masih bingung tentang hal itu, sehingga Ferdi menelfon sahabat terbaiknya sekaligus manager nya untuk bertemu dengannya di restoran dekat kantornya, karena Ferdi juga ingin membahas masalah kantor.
Setelah menyiapkan makanan untuk Bulan, Bintang, David lalu Ferdi mengantarkan mereka ke sekolah. Ferdi kembali ke rumah untuk menyiapkan makanan untuk Anabel yang sedang tertidur saat ini lalu tak lupa Ferdi menuliskan surat cinta untuk Anabel dan membereskan sisa masakan atau makanan yang di buatnya.
Setelah itu Ferdi pun segera pamit ke mama April untuk bertemu teman kerjanya membahas masalah kantor. Sebenarnya Ferdi berniat ingin meminta saran juga ke mama April tapi ia masih malu. Jadi Ferdi meminta pendapat temannya dulu.
Menempuh perjalanan hampir 1 jam, Ferdi sampai di restoran tempat mereka janjian.
Ferdi segera menemui sahabatnya.
"Halo bro, sorry ya gue lama." ucap Ferdi ke temannya.
"Ya gak papa pak Ferdi, ngomong ngomong pak Ferdi ini jarang sekali ke kantor , hemm sibuk atau Sok sibuk ni pak , haha." ucap temannya.
"Udah deh jangan gitu Lo, lagipula ngapain panggil pak sih? kalau di luar kantor panggil nama aja, sob." ucap Ferdi.
"Ya gue sibuk ngurus isteri gue lagi sakit. Ya kali gue biarin istri gue yang lagi sakit gitu." ucap Ferdi.
"Hahahaha oke oke gue paham sob, sekalian bermesraan sama istri ya sob, bulan madu juga lah sob haha." ucap temannya yang masih tengah asyik menggoda Ferdi.
"Isssh udahlah." ucap Ferdi sebal.
"Hahahaha lagi kesal sama gue sob? oke oke sorry." ucap temannya.
"Baiklah sorry sob, ohya ke sini mau ngomong apa sepertinya penting banget, sampe Lo belain buat ke sini." ucap temannya kembali.
"Gini sob, gue pengen banget ..." tiba tiba ucapan Ferdi berhenti, Ferdi takut ucapannya akan di tertawakan.
"Napa sob , kok berhenti? ngomong aja gak papa." ucap temannya kembali.
"Gue takut Lo tertawain sob." lanjut Ferdi.
"Ampun, gak bakal sob." ucap temennya.
"Sob, gue ada rencana ingin adain kencan dengan istri gue, tapi gue bingung di mana dan ke mana? hemm." ucap Ferdi.
"Wah menurut gue bagus itu sob, coba ajak kencan ke tempat romantis selama 3 hari , sob." ucap temannya.
"Nah iya sob, makanya aku nanya kamu. Kencan ke mana ? aku gak ada ide sob. " ucap Ferdi.
"Tunggu deh sob, maksud Lo sob 3 hari ?
"Gini loh sob, ajain kencan ya selama 3 hari itu di tempat berbeda sob. Itu dulu pengalaman gue sob. Pasti istri Lo senang deh. Percaya sama gue." ucap temannya.
"Hemm,boleh juga ide Lo bagus. Terus kencannya ke mana aja sob? kasih ide gue dong, sob." ucap Ferdi.
"Hemm, bisa kencan di dekat danau, pantai atau di tempat tempat romantis lainnya. Misal yang penuh bunga dan lilin hemm." ucap temennya.
"Iya boleh juga ya sob, ah ide Lo bener bener kereeen sob. Makasih banyak ya sob." ucap Ferdi.
"Ok. sob." ucap temennya.
"Yaudah gue pulang dulu ya sob, keburu istri gue curiga ntar kok gue lama." ucap Ferdi.
"Eh,eh.. gak mau ngopi atau pesan makanan dulu sob? terus kata Lo mau nanya bentar juga tentang perusahaan ini ? gak jadi? ." ucap temennya..
"Eh, iya ya lupa.. hehe. Jadi lah, gue bos macam apalah kalau gak peduli dengan perusahaan gue." ucap Ferdi.
"Hemm, baiklah aku juga mau pesan sama seperti punyamu. Kita bahas kerjakan ni sambil makan aja ya sob. Gue juga lapar, tadi pagi belum makan. Cuman sempat masakkin buat istri dan anak doang , gue mah. " ucap Ferdi.
"Yaudah, gue pesankan buat lo juga ya sob." ucap temennya
"Makasih sob." ucap Ferdi.
Beberapa menit kemudian, pesanan datang.
"Permisi, ini pak pesanannya." ucap pelayan tersebut.
"Iya terimakasih." ucap temennya.
Setelah pelayan pergi, mereka membuka obrolan kembali.
"Sob, kita makan dulu aja ya, baru nanti bahas kerjakan lagi." ucap temannya.
"Yaudah deh sob." ucap Ferdi.
Mereka pun makan..
"Sob , ini enak banget. Aku pengen deh beliin buat anak sama istri gue juga. Sebelum balik aku pesan ya buat keluarga gue. " ucap Ferdi.
"Hemm iya sob, di sini emang terkenal masakannya. Boleh sob. buat keluarga Lo, anak sama istri aja?" ucap temannya.
"Enggak sob, sama mertua juga." ucap Ferdi.
Setelah mereka selesai makan, Ferdi pun segera membahas tentang pekerjaan dan perusahaan yang di kelolanya.
Hingga hampir 2 jam berada di lestoran tersebut, Ferdi pun pamit untuk pulang.
"Sob, yuk pulang Uda hampir 2 jam kita di sini." ucap Ferdi.
"Ya sob, yuk pulang. Bentar aku mau bayar dulu." ucap temannya.
Setelah membayarnya, mereka segera ke mobil.
"Sob, lo pulang bareng gue aja ya. gue anter sampe rumah." ucap temannya.
"Wah makasih sob sebelumnya, lo emang teman gue paling the best. Tapi gue tadi Uda bawa mobil sob, hehe. Jadi kita naik mobil sendiri sendiri ya sob, hehehe." ucap Ferdi.
"Okee lah, ati ati sob." ucap temannya.
"Jangan senyum senyum sendiri sob karena terbayang-bayang rencana kita, nanti di kira orang gila kamu karena senyum sendiri hahahaha." ucap temannya.
"Hahahaha, oke sob. emang ketara ya?" tanya Ferdi.
"Iyalah sob. Hahahaha." ucap temannya.
"Yaudah sob, Byeeee." ucap Ferdi.
"Byeee juga sob , hati hati."ucap Ferdi.
\===================
Ketika Cinta Harus Memilih - Kado Kencan
Ferdi selama perjalanan senyum senyum sendiri, membayangkan betapa bahagianya Anabel dengan kado kencan ini. Ferdi juga yakin mertua nya pasti juga setuju dengan rencananya. Setelah pulang , Ferdi akan meminta pendapat juga kepada mertuanya.
Setelah sampai di rumah, Ferdi segera mencari kehadiran mama April dan pak Hery.
Ketika Ferdi masuk ke ruang tengah, melihat April, Hery , Anabel sedang berbincang ringan dan bercanda. Membuat Ferdi mengurungkan niatnya untuk memberitahu kepada mama April dan Papa Hery.
Ferdi pun menghampiri mereka dan turut gabung bersama mereka.
"Ma, Pa, Bel." sapa Ferdi.
"Duduk sini Fer." ucap Hery.
"Iya Fer sini, ikut gabung ngobrol sama kami." ucap April.
"Iya ma, pa." ucap Ferdi.
"Yank, gimana kabar Uda enakkan?" tanya Ferdi ke Anabel yang sedang tertawa.
"Alhamdulillah yank." ucap Anabel ketus.
"Kok nada bicara begitu lagi sih yank? ada apa sih?" tanya Ferdi.
"Gimana apanya? kan kamu nanya kabar. Yaudah ku jawab, kan? terus salahnya di mana?" ucap Anabel kesal.
"Ya benar jawabanmu, tapi nada bicara mu itu loh yank." ucap Ferdi kembali.
"Kamu kenapa sih?" tanya Ferdi sekali lagi.
"Gak, gak kenapa napa." jawab Anabel lagi dan memalingkan wajahnya.
Sikap Anabel membuat Hery dan April geleng geleng kepala dan tersenyum sendiri.
"Anabel itu ngambek karena kamu tadi pagi ninggalin dia, apa kamu gak ada bilang ke dia Fer kalau mau pergi?" ucap April yang menjawab kebingungan Ferdi. Karena April yakin, menunggu Anabel menjawabnya akan tidak menemukan jawaban.
"Ya Tuhan, maafin aku yank. Aku uda tulis surat untuk Anabel, pamit mau pergi hari ini. Mungkin Suratku belum kamu baca ya yank?" ucap Ferdi.
"Ishhh mama dan papa ngapain bilang sih?" ucap Anabel kesal.
"Udah ku baca, tapi tetap aja berbeda." ucap Anabel kesal.
"Lah berarti Ferdi Uda izin dong , Bel ke kamu?" ucap April.
"Iya Uda tapi berbeda, ih tau ah." jawab Anabel dengan kesal.
"Berbeda apasih sayangnya papa nih?" tanya Hery.
"Ya beda ma, pa dengan izin langsung atau melalui surat." ucap Anabel.
"Ya mas juga maunya gitu yank. Tapi kan kamu lagu tidur." ucap Ferdi.
"Nah, Anabel tidur? terus gimana Ferdi izin ke kamu nya kalau gak melalui surat?" tanya April ke Anabel...
"Ya kan bisa bangunin aku dulu ." ucap Anabel.
"Yakin? bisa bangun?seingat mama dulu pas masih gadis kalau di bangunin susahnya minta ampun kadang menggerutu dulu hihihi ." ucap April.
Sementara ucapan April, membuat Anabel benar benar kesal dan berlalu pergi .
"Ih , mama jahat. Yang sebenarnya anak mama ini aku atau Ferdi sih? Auh ah." kata terakhir Anabel sebelum berlari dari ruangan ini. Dan sikap Anabel membuat Ferdi, Hery juga April tawanya pecah.
"Ma, Pa..Ferdi mau ngomong sesuatu sama mama dan papa sekalian minta pendapat." ucap Ferdi. Membuat tawa Hery dan April seketika berhenti.
"Ya Fer, mau ngomong apa? ngomong aja." ucap April.
"Ya, Fer ngomong aja, gak usah malu-malu. Papa juga Uda anggap kamu seperti anak sendiri." ucap Hery.
"Hehehe, makasih. Aku ada rencana ingin ngajakin Anabel kencan seperti keinginan Anabel tadi malam. Kencan indah selama 3 hari untuk Anabel, gimana menurut mama dan papa?.ucap Ferdi.
"Wah bagus itu Fer.Papa setuju sih, pakek banget malah."ucap Hery.
"Mama juga setuju sih Fer, pasti Anabel senang." ucap April.
"Iyakah ma? Anabel pasti senang ya? karena ini juga permintaan dia untuk ingin kencan seperti jaman dia sebelum nikah atau pertama kali nikah. Katanya seperti itu ma, pa." ucap Ferdi.
"Iya Fer, ide bagus malah. Sesekali meski Udah nikah dan punya anak. Kita harus seperti orang pacaran, mesra dan romantis gitu. Dulu mama dan papa juga gitu ya kan ma? ucap Hery.
"Betul Fer, tetap sisakan waktu untuk berdua." ucap April.
"Iya ma,pa. Makasih nasehatnya." ucap Ferdi.
"Ohya ma, pa kira kira selama 3 hari kencan tempat yang menurut mama dan papa romantis juga indah di mana?" tanya Ferdi.
"Hemm, ke pantai Fer di Bali, atau hanymoon sekalian Fer. Hihihi." ucap April.
"Hehehe mama bisa aja." ucap Ferdi hanya bisa menjawab dengan senyuman.
"Gak usah terlalu jauh juga sih menurut papa sampai keluar kota, karena kasian anak anak juga. " ucap Hery.
"Hemm, ke danau atau pantai atau ke mana gitu cuman bentar bentar aja, besok lagi sampai selama 3 hari itu Fer. Itu saran papa aja sih.ucap Hery, memberikan usul.
"Iya pa. Ferdi setuju. Maksud Ferdi juga begitu." ucap Ferdi.
"Makasih ya pa, ma, sarannya. Doakan Ferdi semoga dengan ini Anabel senang dan gak merajuk lagi sama Ferdi" ucap Ferdi kembali.
"Iya Fer, mama doakan rumah tangga kalian baik baik aja, bahagia selalu ." ucap April.
"Papa pun juga doain seperti itu." ucap Hery.
"Terimakasih ma, pa. Ferdi pamit duluan ya mau ke kamar nemenin Anabel." ucap Ferdi.
"Iya Fer." ucap Hery dan April bersamaan.
Ferdi pun segera berlalu dan menuju ke kamarnya. Sedangkan Hery dan April melanjutkan obrolan mereka.
"Yank." ucap Ferdi ketika membuka pintu kamarnya dan melihat Anabel yang sedang duduk membaca majalah kecantikan. Sedangkan Anabel hanya melirik sekilas dan melanjutkan membaca majalah yang ia pegang.
"Yank." ucap Ferdi lagi mencoba mendekati Anabel.
"Yank, kencan yuk." ucap Ferdi, dan sukses membuat Anabel kali ini menjawabnya.
"Kencan?" tanya Anabel.
"Iya yank, kencan." Jawab Ferdi dengan tersenyum.
"Kencan ke mana?" tanya Anabel kembali.
"Kamu maunya ke mana yank, kalau di kasih pilihan." ucap Ferdi.
"Bener nih yank, boleh milih? " ucap Anabel kembali.
"Iya yank boleh milih, kan kencan ini di persembahkan untukmu. Jadi boleh milih selama 3 hari nanti kita mau kencan kemana aja." ucap Ferdi dengan tersenyum.
"Aaaa, makasih yank." ucap Anabel segera memeluk Ferdi.
"Ya sama sama yank." ucap Ferdi dengan tersenyum.
"Hemm tapi ke mana ya yank?" ucap Anabel berfikir.
"kalau aku ada ide yank, bisa ke danau, pantai sama tempat yang bertabur bunga juga lilin. Gimana menurut mu yank? kamu bisa milih yank, hari pertama mau ke mana dulu?" ucap Ferdi.
"Hemm, boleh juga yank. Ide bagus. Aku mau ke Danau dulu hari pertama, hari kedua ke pantai, hari ketiga ke tempat yang bertabur bunga juga lilin dan bisa lihat bintang bintang di langit.Gimana yank, setuju?" ucap Anabel.
"Okee boleh juga. Mas setuju." ucap Ferdi.
"Ohya besok kita packing nya atau sekarang yank?" ucap Ferdi.
"Lah, berangkatnya kapan? " tanya Anabel.
"Bisa kapan aja yank , sesuai yang kamu inginkan. " ucap Ferdi.
"Mulai besok juga boleh." ucap Ferdi Kembali.
"Boleh , mulai besok atau lusa ya yank. Sekarang aku coba packing dikit dikit aja dulu ya.Nanti nunggu anak anak pulang kita omongin ke mereka dulu ya yank." ucap Anabel.
"Iya yank, oke." ucap Ferdi.
" Menurut mas, insyaAllah ini gak akan buat anak anak di tinggal karena cuman bentar, terus kita pulang. Besoknya lagi sampai 3 hari . Kata mama papa juga ini ide bagus, karena bagaimanapun meski Uda nikah dan punya anak kita harus tetap luangkan waktu berdua untuk berpacaran seperti dulu sebelum nikah atau pertama kali nikah masih romantis." ucap Ferdi.
"Iya betul itu mas, berarti mama sama papa Uda tau ya?" ucap Anabel.
"Iya yank." ucap Ferdi.
\==============
Ketika Cinta Harus Memilih - Anabel Masak
"Yank kamu masak?" tanya Ferdi saat melihat Anabel berdiri di depan kompor dengan peralatan masak .
"Iya mas, kan ini juga uda siang, bentar lagi Bulan, Bintang dan David pulang. Buat makan mereka belum ada, jadi aku harus masak yank." ucap Anabel.
"Hemm masak apa nih? biar mas aja yank masak, gimana?" tanya Ferdi dengan memeluk perut Anabel dan menghirup bau rambut Anabel yang menjadi candu baginya.
"Gak usah di bantuin yank, aku pengen masakkin buat anak anak. Uda beberapa hari Absen gak masak." ucap Anabel.
"Isssh yank, jangan gini ih. Risih tau, terus kalau anak anak pulang tiba tiba lihat kita gini, aku juga malu yank." ucap Anabel.
"Issh pakek malu , malu sayangku ini hehe. Apalagi mama , papa lihat ya yank?" ucap Ferdi menggoda Anabel.
"Auh ah." ucap Anabel kesal dan membiarkan Ferdi seperti itu, karena beberapa kali mencoba menyingkirkan tangan dan tubuh Ferdi darinya tetap saja mendekat lagi hingga Anabel lelah dan membiarkannya.
"Hemm, romantis kali pasangan ini." ucap Hery dan April yang membuat Ferdi juga Anabel salah tingkah.
Ferdi pun melepaskan pegangan tangannya di tubuh Anabel dan berlalu pergi. Sedangkan Anabel tersenyum malu. Hery dan April pun tersenyum sendiri.
Setelah masakan matang, Anabel pun menaruh di meja makan .
Hari ini Anabel memasak nasi goreng dan bakso juga sayur lodeh. Betapa puasnya masakannya matang tak butuh waktu lama dan terlihat berhasil.
Anabel pun segera ke kamarnya dan menemui Ferdi untuk menjemput Bulan, Bintang juga David.
"Yank, kita jemput anak anak yuk." ucap Anabel ketika sudah di kamarnya.
"Iya yank. Bentar lagi." ucap Ferdi.
"Kok bentar lagi sih yank? ini waktu mereka pulang loh. ucap Anabel.
"Iya yank tapi sekarang jadwal mereka emang agak telat yank. Aku biasa jemput mereka jadi aku juga tau yank." ucap Ferdi.
"Oooh gitu, tapi gak papa yank . Kita jemput lebih awal nunggu di sana." ucap Anabel.
"Hemm baik , aku berangkat sekarang ya jemput anak anak." ucap Ferdi, karena tidak ingin berdebat dengan Anabel.
"Aku ikut yank." ucap Anabel lagi.
"Owh kamu ikut yank? yakin?" tanya Ferdi.
"Iya yank." ucap Anabel.
"Yaudah aku siap siap dulu ya yank." ucap Anabel.
"Oke yank, siap." ucap Ferdi.
"Kamu juga siap siap yank." ucap Anabel.
"Iya yank." ucap Ferdi.
Setelah beberapa menit, Anabel dan Ferdi pun telah selesai bersiap siap dan segera berangkat menjemput David, Bulan juga Bintang.
"Yuk yank." ucap Anabel.
__ADS_1
"Yuk." ucap Ferdi.
",Eh, tunggu yank. Afnan sama siapa? di ajak? tanya Ferdi.
"Enggak yank, di titipin sama mama juga papa.
"Owh syukurlah, yasudah yuk." ucap Ferdi.
"Iya yank" ucap Anabel.
"Ma, pa , Anabel berangkat jemput anak anak dulu ya , titip Afnan." ucap Anabel.
"Iya sayangnya mama, kamu ikut jemput? Ferdi yang ajakkin atau kemauanku?. tanya April.
"Iya aku ikut ma, aku yang mau ikut." ucap Anabel.
"Owh yasudah hati hati. Jangan terlalu lama juga, kasian kalau Afnan di tinggal terlalu lama." ucap April.
"Siapp ma, kita cuman jemput ke sekolah aja ma terus pulang." ucap Anabel.
"Assalamualaikum ma." ucap Anabel dan Ferdi.
"Waalaikumussalam." jawab April dan Hery.
Selama perjalanan Anabel tersenyum sendiri memikirkan ekspresi Bulan, Bintang juga David ketika di jemput nya. Anabel juga tersenyum sendiri ketika memikirkan rencana kencan mereka yang romantis dan indah itu.
Sesampainya di sekolah..
"Yank, kok sepi belum pulang?" tanya Anabel.
"Iya emang yank, seperti kataku tadi." ucap Ferdi.
"Yaudah yuk yank, ke sana bentar beli gulali sama bakso juga es teh sambil nunggu anak anak." ucap Anabel.
"Kamu lapar ya yank? Yaudah yuk boleh." ucap Ferdi.
Anabel dan Ferdi pun segera ke penjual gulali lalu ke penjual bakso dan es teh sambil menunggu anak anak pulang.
"Ini manis banget gulali nya." ucap Anabel ke Ferdi.
"Kamu cobain deh yank." ucap Anabel.
"Hemm boleh." ucap Ferdi menerima suapan Anabel.
"Gimana yank?" tanya Anabel kembali.
"Iya manis banget." ucap Ferdi.
Ferdi dan Anabel pun memakan gulali itu hingga habis.
Setelah gulali habis , Anabel segera memakan bakso juga es teh yang telah di pesan, Begitupun dengan Ferdi.
Hampir setengah jam mereka menunggu di depan sana, terlihat anak anak mulai berhamburan keluar kelas.
"Yank, itu David." ucap Ferdi ke Anabel, menunjuk David di depan sama yang sedang berjalan.
"Yaudah aku jemput Ferdi dulu ya yank." ucap
"Iya yank." ucap Anabel yang mengikuti langkah Ferdi.
Namun langkah Anabel terhenti saat melihat Bulan, Bintang juga David dari sebrang sana.
Anabel pun segera menghampiri Bulan dan Bintang.
"Halo sayang." ucap Anabel saat melihat Bulan dan Bintang di hadapannya. Bulan dan Bintang pun segera memeluk Anabel.
"Loh bunda jemput ke sini sama siapa?." tanya Bintang.
"Iya bun, ucap Bulan.
"Sama papa." ucap Anabel.
"Loh mana papa?" tanya Bulan. Sedangkan Bintang melihat ke segala arah untuk mencari papanya.
"Ada itu, di arah sana ada kak David juga. Papa lagi sama kak David. " ucap Anabel.
"Tadi bunda juga di sana, tapi lihat kalian di sini jadi bunda hampiri kalian. " ucap Anabel.
"Yuk ke sana." ucap Anabel mengajak mereka ke Ferdi dan David.
Anabel,Bulan juga Bintang pun menghampiri Ferdi dan David.
"Papa." ucap Bulan dan Bintang saat melihat Ferdi.
"Kak David." ucap Bulan.
"Mau beli sesuatu?" tanya Ferdi.
"Hemm mau ini, itu." ucap Bulan dan Bintang memilih. Setelah mereka memilih, Ferdi menanyai mereka kembali.
"Ada yang ingin di beli lagi?" tanya Ferdi.
"Enggak ayah." ucap Bulan.
"Yaudah yuk pulang." ucap Ferdi.
"Iya yah." ucap mereka.
Selama di mobil mereka ada yang menyandarkan kepalanya untuk tidur seperti David, ada yang bernyanyi seperti Bulan juga Bintang. dan ada yang mengobrol seperti Anabel dan Ferdi.
Sesampainya di rumah, Anabel menyuruh anak anak cuci dulu setelah itu makan.
"Cuci dulu ya , baru makan." pesan Anabel sebelum mereka menuju ruang tengah untuk makan.
Selesai makan, Anabel mengajak mereka semua berbicara.
"Mulai besok, tiap malam selama 3 hari bunda dan ayah mau berdua boleh?" tanya Ferdi hati hati.
"Hemm, boleh yah." ucap Bulan, Bintang juga David.
"Makasih anak anak papa, Uda pengertian sama papa.
Setelah selesai makan Ferdi dan Anabel menuju kamar mereka, juga melihat Afnan yang sedang tertidur. Sedangkan Bulan, Bintang juga David menuju kamar mereka untuk bermain.
**
"Yank syukur ya anak anak pengertian." ucap Anabel.
"Iya yank, syukur Alhamdulillah." ucap Ferdi.
"Kita jadi besok kah berangkat yank?" tanya Ferdi.
"Iya yank, jangan di tunda lagi aku sudah membayangkan loh hehe." ucap Anabel.
"Ok, sip yank." ucap Ferdi.
"Yank, kita packing sekarang yuk." ucap Anabel.
"Iya yank." ucap Ferdi.
"Tapi yank, kita packing bawa ringan aja, kan gak nginep yank paling bawa tas kecil aja." ucap Ferdi.
"Iya yank." ucap Anabel.
"Ohya yank, nanti Afnan gimana?" tanya Anabel risau.
"Di titipin mama dulu yank, mama kan juga setuju." ucap Ferdi.
"Iya ya yank, okelah." ucap Anabel.
"Yaudah yank, yuk segera packing terus tidur agar besok bisa kencan romantis kita hehe, ya walaupun kencannya nunggu malam.
"Iya yank." ucap Anabel dengan senyum senyum sendiri membayangkannya.
Anabel berharap ini awal yang baik. Begitupun harap Ferdi. Mereka pun segera packing. Setelah selesai packing mereka segera tidur untuk persiapan besok .
**
Hemm, kira kira besok mereka kencan romantis ke mana ya?? ...
Apakah kencan romantis awal hubungan mereka kembali membaik? atau akan ada ujian yang menghampiri rumah tangga mereka kembali?
\====================
Ketika Cinta Harus Memilih - Pilih Pakaian Untuk Anabel
Hari ini tepatnya nanti sore, Anabel dan Ferdi berencana akan memulai kencan pertama mereka.
Setelah mengantarkan anak anak sekolah, Anabel segera membereskan rumah, mengurus Afnan dan mempersiapkan dirinya dengan penampilan terbaik untuk kencan nanti sore ini.
Anabel mencoba menelfon Amel karena ingin meminta Amel mengantarkannya ke toko dan memilih pakaian yang tepat untuk ia kencan, karena Amel paling jago dalam hal ini. Semenjak SMA , Amel memang seringkali memperhatikan penampilannya dan penampilan Anabel sebagai sahabatnya. Walau Anabel ragu, apakah Amel sudah memaafkannya?.
Namun sudah panggilan ketiga kalo, Amel tak mengangkat telfon darinya, hingga Anabel menyerah dan memilih pesan singkat kepada Amel sebagai usaha terakhirnya.
Tak seberapa lama hp Anabel berbunyi dan ada balasan pesan singkat dari Amel
"oke" . Tanpa sadar membuat Anabel tersenyum sendiri.
Anabel pun segera bersiap untuk ke tempat yang ia janjikan bersama Amel.
Setelah bersiap , Anabel segera meminta izin ke mama April dan papa Hery juga menitipkan Afnan. Setelahnya Anabel segera bersiap untuk ke tempat tersebut.
Anabel kali ini meminta sopir mengantarkannya, karena memang Amel tidak datang ke rumahnya untuk menjemputnya.
Hampir 15 menit perjalanan, Anabel pun sampai ke tempat mereka janjian.
Anabel meminta Supir untuk meninggalkannya, karena Anabel berpesan bila ia pulang akan meminta di jemput.Bila supirnya menunggu di sini, yang di khawatirkan akan lama .
Setelahnya Anabel segera memasuki lestoran cotfe tersebut dan mencari keberadaan Amel. Tak buruh waktu lama, Anabel melihat Amel duduk di pojok yang sedang membaca majalah dan coffe yang tersedia di depannya.
Anabel pun segera menghampiri Amel.
"Mel." sapa Anabel dengan tersenyum pada Amel. Sedangkan yang di sapa, hanya melirik sebentar dan menyeruput coffe nya kembali yang telah di belinya. Jujur saja sikap Amel benar benar membuat Anabel tak menentu dan tak mengerti.
"Apakah Amel masih marah padanya? Tapi jika ia, mengapa mau datang ke sini?" seperti itulah pertanyaan yang selalu menghampiri Anabel.
Anabel pun segera duduk di samping Amel, lagi dan menyapa Amel.
"Mel, aku bingung deh, hari ini aku insyaAllah akan kencan dengan Ferdi nanti malam, dan aku bingung harus pilih pakaian mana yang bagus. Hemm, kamu mau gak bantu aku pilihkan pakaian? Tapi sebelum itu, kita makan dulu juga boleh. Untuk ngisi tenaga sebelum berjalan jalan, hehehe." ucap Anabel.
Setelah mereka makan, Anabel pun segera mengajak Amel berjalan jalan mengelilingi toko.
"Mel, menurutmu pakaian mana yang cocok untukku malam ini kencan ?" tanya Anabel.
"Hemm, mau kencan ke mana ?" tanya Amel.
"Ke seperti pinggiran sungai atau danau, tempat yang tenang seperti orang berpacaran gitu deh." ucap Anabel.
"Cieeeee." ucap Amel menggoda Anabel.
"Issh Amel mah, hahaha." tawa Anabel pun pecah.
"Mel, kamu Uda maafin aku kan?" tanya Anabel kembali.
"Hemm tergantung." ucap Amel.
"Maksudnya?" tanya Anabel.
"Ya tergantung, mungkin aku bisa memaafkanmu tapi lain kali awas aja ada teman baru kau tinggalkan ku." ucap Amel.
Dan Anabel tau jika Amel sudah berkata demikian, berarti Amel sudah memaafkannya.
"aaaa makasih Amel, sahabatku." ucap Anabel dengan memeluk Amel.
"Yaudah yuk katanya mau milih pakaian." ucap Amel.
Amel pun memilihkan beberapa pakaian yang cocok untuk di gunakan oleh Anabel selama kencan terindah 3 hari itu.
Setelah memilih, mereka membayar ke kasir dan Amel mengajak Anabel ke salon kecantikan khusus perempuan untuk mempercantik Amel.
Setelah selesai, mereka segera pulang.
\========================
Ketika Cinta Harus Memilih - Anabel Ikut Perawatan Lagi
"Assalamualaikum." ucap Anabel sesampainya di rumah.
"Waalaikumussalam." ucap April yang sedang membukakan pintu.
"cari siapa? eh tapi kok kamu seperti anakku ya? ." ucap April.
"Aih, aku emang anakmu ma. Ih mama mah." ucap Anabel ngambek.
"Lah ini beneran Anabel kok cantik benar?" ucap April.
"Iyalah aku kan emang cantik ma." ucap Anabel dengan percaya diri dan membuat April tersenyum.
"Hahaha Percaya diri banget nih anak mama, niru siapa sih? niru mama gituloh yah hehehe." ucap April.
"Yaudah yuk masuk." ucap April mengajak Anabel masuk.
"Ohya, tadi kamu bukannya sama Amel ya janjiannya? kok Amel gak ikut antar kamu?" tanya April.
"Iya ma, Amel langsung pulang karena anaknya rewel , tadi aku sempat sih mampir ke rumah Amel bentar, tapi karena ada mertua dan suaminya datang , kagak enak. Aku minta jemput supir tapi supir kagak bisa Yaudah cari taxi." ucap Anabel.
"Hemm gitu ya." ucap April.
"Ohya kamu kok cantik banget, mama sampai pangling gitu." ucap April.
"Hehehe iya ma, ini semua atas usaha Amel juga yang mencarikan ku tempat kecantikan dan membujukku agar mau ke sana. Amel juga memilihkan beberapa pakaian yang bagus untuk ku. Sebab itu aku minta sarannya dalam hal fashion dan kecantikan, Amel jago nya uda sejak ku berteman dengannya di bangku SMA." ucap Anabel.
"Aku dulu juga bisa merawat kecantikan tapi sejak ada anak anak, aku merasa sedikit terabaikan memanjakan diriku sendiri." ucap Anabel kembali.
"Iya tapi tetap jaga kecantikan buat suamimu ya Bel." ucap April.
"Iya ma." ucap Anabel.
Anabel pun segera pamit ke kamar, dan mencoba beberapa pakaian yang tadi ia beli. Anabel memilih pakaian apa saja yang cocok untuk di pakai kencan untuk beberapa hari kedepan.
Tak seberapa lama Ferdi pun datang, Anabel segera menyembunyikan Pakaiannya karena ia ingin menjadi kejutan untuk Ferdi ketika ia memakainya nanti.
"Yank." ucap Ferdi mencari keberadaan Anabel.
"Iya yank."jawab Anabel keluar kamarnya.
"Habis ngapain sih kamu yank? kok lama banget jawab panggilanku tadi aja aku datang ketuk pintu gak kedengaran kan? mama yg bukain akhirnya." ucap Ferdi
"Iya maaf yank.Kan aku tadi masih sibuk lempit lempit pakaian buat nanti malam." ucap Anabel jujur.
"Oooh yasudah gak papa." ucap Ferdi.
"Ohya yank nanti malam mau ke mana dulu ? Hemm." ucap Ferdi dengan merangkul pinggang ramping Anabel dan mencium khas rambut Anabel.
"Hemm, sepertinya ke pinggir danau. Tapi ini kamu ngapain gini sih yank? aku geli tauk." ucap Anabel.
"Hehehe gak papa kan ke istri sendiri. Nanti malam kita juga harus lebih romantis dari ini." ucap Ferdi yang mulai menyenderkan kepalanya di pundak Anabel.
"Iya yank, romantis tapi bukan macam anak alay lah." ucap Anabel kesal.
"Hahahaha." tawa Ferdi pecah.
"Uda makan yank?" tanya Anabel.
"Belum yank." ucap Ferdi.
"Yaudah aku persiapkan makanan dulu ya, sekalian buat anak anak pulang nanti ini." ucap Anabel.
"Loh anak anak belum pulang yank? aku jemput mereka dulu ya. Ya Tuhan aku tadi lupa yank." ucap Ferdi penuh sesal.
"Gak usah yank, kamu juga pulang kerja pasti capek . Biar supir aja, tadi ku juga Uda ada bilang supir." ucap Anabel.
"Ooh gitu ya yank, okee deh, makasih ya yank." ucap Ferdi.
"Iya yank." ucap Anabel dengan tersenyum.
\==================
Ketika Cinta Harus Memilih - Bersiap-siap Untuk Berangkat Kencan
Setelah selesai shalat ashar sekitar pukul 4 sore, Anabel segera bersiap untuk berangkat kencan bersama Ferdi. Sedangkan Ferdi sedang membelikan makanan ringan untuk di makan di sana atau selama di perjalanan.
Bulan dan Bintang melihat Anabel yang berdandan segera di hampiri.
"Bunda, Bunda cantik sekali." ucap Bulan juga Bintang.
"Makasih sayang." ucap Anabel dan melanjutkan berdandannya.
Beberapa menit kemudian, Ferdi pulang dan mereka pun berencana akan segera berangkat untuk melaksanakan kencan pertama mereka.
"Gak makan dulu? mau langsung pergi?" tanya April , saat melihat Ferdi ataupun Anabel telah bersiap.
"Hemm sepertinya enggak deh ma, soalnya nanti kenyang gak bisa makan di sana. Kan kita juga pengen makan romantis di sana , ya kan mas?" ucap Anabel.
"Hehehe, kalau mas terserah kamu aja . Kalau mau makan duluan silahkan, kalau mau nanti juga gak papa." ucap Ferdi.
"Umpama aku gak makan di rumah, nanti di sana kita makan kab?" tanya Anabel.
"Iya sayangku." ucap Ferdi.
"Yank, aku Uda siap. Tinggal nyusuin Afnan bentar. Terus kita berangkat ya yank." ucap Anabel.
"Ok yank." ucap Ferdi.
Anabel pun berlalu dan ke kamarnya untuk menyusui Afnan sebentar sebelum berangkat.
Tak terasa sebentar lagi Afnan umur 6 bulan. Dan itu membuat Anabel terharu.
Setelah menyusui dan menidurkan Afnan, Anabel segera keluar kamar untuk segera pergi dengan Ferdi.
"Ma , Afnan Uda ku kasih Asi dan ku tidurin. Sekarang tidur, kalau umpama bangun ada persediaan Asi yang Uda ku pompa di kulkas nanti kasih ke Afnan ya ma." ucap Anabel.
"Iya , nanti mama kasih Asi yang uda kamu pompa ya seumpama Adnan terbangun." ucap April.
"Makasih ya ma. Mas yuk berangkat." ucap Anabel.
"Iya, assalamualaikum ma, kami pamit dulu." ucap Ferdi.
"Iya ma, assalamualaikum." ucap Anabel.
"Iya nak, hati hati ya kalian." ucap April. Dan mereka berlalu untuk pergi.
"Mas, aku gak sabar deh untuk segera sampai." ucap Anabel ketika sudah berada di dalam mobil.
"Sabar ya sayang, haha." ucap Ferdi.
Butuh waktu hampir setengah jam untuk sampai di sana. Rencana mereka sore ini, ingin menikmati sunset di dekat danau lebih tepatnya di dalam perahu yang sudah di sediakan di sana. Dan malamnya mereka ingin menikmati makan malam dekat danau di sini.
Tak butuh waktu lama, beberapa menit kemudian.. Anabel dan Ferdi sudah dapat menikmati sunset sore di perahu.
Anabel dan Ferdi segara ke penjaga Perahu untuk menyewa perahu tersebut. Mereka pun segera naik ke dalam perahu tersebut. Tak butuh waktu lama sunset sore hari sudah dapat di nikmati dengan beberapa kemerlap lampu di dekat sana,menambah suasana semakin romantis.
Ferdi mencoba dan Anabel saling berpegang agar tak jatuh dan mereka sesekali mencoba mengayuh dayung perahu tersebut mengikuti pemandu perahu tersebut. Ferdi juga sesekali mencoba menyandarkan kepalanya di pundak Anabel begitupun Anabel yang mencoba menyandarkan kepalanya di pundak Ferdi dengan menikmati sunset di sore hari dan deburan ombak tersebut. Ferdi dan Anabel benar benar menikmati kencan mereka kali ini. Menurut keduanya ini kencan romantis yang takkan terlupakan.
"Makasih ya mas, uda ajakkin aku ke sini. Menurut ku ini kencan yang romantis dan terindah." ucap Anabel dengan tersenyum.
"Sama sama yank, mas juga senang bisa ajakkin kamu ke sini. Mas juga menikmati pemandangan di sini, sunset sore hari atau deburan ombaknya dengan kita berada di kapal seperti ini dan bisa berdua saja menikmatinya, mas benar benar seperti kita kembali ke masa pacaran." ucap Ferdi.
Mereka menikmati keindahan tersebut hingga sunset telah menghilang bersamaan perahu mereka yang berhenti . Perahu mereka mengelilingi danau ini dengan sangat pelan mengikuti sunset yang perlahan tenggelam.
Setelahnya mereka segera turun dari perahu, dan mencari masjid untuk Anabel dan Ferdi shalat magrib ataupun isya.
Setelah shalat, mereka kembali ke dekat danau dengan menikmati indahnya malam di temani kemerlap lampu warna warni menambah suasana di malam hari yang romantis. Beberapa menit kemudian mereka segera ke lestoran dekat danau untuk makan dan dapat menikmati keindahan malam hari di sini, suara ombak di danau, kemerlap lampu warna warni dan bintang yang bertaburan di langit atau cahaya bulan yang mengintip malu malu.Tanpa sadar membuat Anabel menangis haru .
Setelah selesai makan, mereka masih di sana menikmati sebentar pemandangan di sana dengan memakan eskrim yang mereka beli tadi.
Beberapa menit kemudian eskrim pun habis dan asnabrl meminta segera pulang karena ia rindu Bulan, Bintang, David juga Afnan. Dan Anabel meminta untuk membelikan anak anak makanan dan mama papanya Anabel. Dan Ferdi pun setuju. Karena Anabel tak ingin merepotkan mama ataupun papanya.
"Makasih ya mas." ucap Anabel sekali lagi , setelah mereka di dalam mobil.
"Iya sama sama sayang." ucap Ferdi.
\========================
Ketika Cinta Harus Memilih - Pantai
Sesampainya di rumah, Bulan , Bintang juga David menyambut kedatangan mereka. Begitupun dengan Hery dan April.
"bundaaaa." ucap David, Bulan Juga Bintang.
"Gimana kencannya? lancar? tanya April.
"Alhamdulillah ma." jawab Anabel.
"Halo sayang, apa kabar? ini bunda bawa makanan buat kalian." ucap Anabel.
"Kamu beli makanan di sana Bel?" tanya April.
"Iya ma." ucap Anabel.
"Yaudah yuk makan." ucap April.
"Iya eyank." ucap Bulan, Bintan dan David.
"Kamu dan Ferdi gak ikut makan Bel?" tanya April.
"Enggak ma, kami Uda makan tadi. " ucap Anabel.
"Ma,kami izin pamit isrtihat dulu ya, capek." ucap Anabel.
"Iya nak, istirahat gih." ucap April dan Hery.
Anabel dan Ferdi pun segera beristirahat untuk kesan kedua esok hari.
***
Sore ini, Ferdi segera menyusul David yang masih ada kelas les sore tadi, setelah itu Ferdi dan Anabel akan pergi kencan hari kedua tepat sore ini pukul 4 , di pantai tujuan mereka kali ini.
Selama menunggu David dan Ferdi pulang, Anabel bersiap siap.
Anabel sedikit tenang untuk pergi, tidak perlu terlalu cemas dengan apa yang di makan nantinya oleh Bulan, Bintang juga David karena tadi pagi Anabel telah memasakkan untuk mereka.
Setelah Ferdi dan David pulang, mereka pun segera pergi ke tempat tujuan.
Anabel dan Ferdi segera pamit ke April dan Hery.
"Ma, pa kami berangkat pergi dulu ya." ucap Anabel.
"Iya hati hati, selamat kencang sayang." ucap April.
__ADS_1
"Selamat kembali muda." ucap Hery menggoda Anabel dan Ferdi. Sedang yang di goda hanya senyum senyum sendiri.
**
Perjalanan hampir setengah jam , Ferdi dan Anabel pun sampai di pantai tepat pukul setengah 5 sore.
Hari ini Anabel dan Ferdi ingin menikmati sunset sore kembali, tapi kali ini di pantai.
Mereka membeli es kelapa muda untuk menikmati sunset sore hari di pantai ini.
Angin menerpa wajah mereka, membuat suasana semakin membuat mereka menikmatinya.
Anabel dan Ferdi bermain di pinggir pantai , bermain air pantai sesekali bermain pasir dengan menyasikkan sunset sore di temani angin yang menerpa.
Ferdi mengucapkan sesuatu yang membuat Anabel tersentuh dan takkan terlupakan.
"Sayang, I love you." ucap Ferdi dan menggambarkan bentuk love di pasir tersebut yang bertuliskan nama Ferdi dan Anabel.
Biarkan pantai ini yang menyaksikan nama dan cinta mereka Abadi.
Setelah sunset berakhir, mereka melaksanakan ibadah shalat kembali di masjid terdekat kemudian makan di lestoran dekat pantai tersebut di temani angin yang saling menerpa, membuat makan mereka benar benar terasa tenang dan di beberapa meja ada lilin kecil menambah suasana romantis juga deburan ombak di pantai tersebut.
Setelah cukup puas, mereka pun kembali pulang.
Kali ini mereka pulang cukup awal. Sehingga ketika pulang semua keluarga masih berkumpul di meja makan, mama April, papa Hery, Bintang, Bulan juga David.
Dan Anabel juga Ferdi di ajak makan bersama oleh April dan Hery.
" sudah pulang? pumpung masih awal yuk makan bersama." ajak April juga Hery . Sebenarnya Anabel juga Ferdi ingin sekali menolaknya karena perut mereka juga masih cukup kenyang, tapi karena tak enak hati, akhirnya Anabel juga Ferdi menyetujuinya, karena mereka juga berfikir esok akan pulang larut malam.
"Iya ma, pa, kami akan makan bersama." ucap Ferdi, yang juga memberi kode Anabel untuk turut makan bersama.
"Bulan senang deh bun akhirnya kita bisa makan bersama karena sudah beberapa hari sudah tidak lagi." ucap Bulan.
"Iya, maafin mama ya, Kemungkinan besok juga mama pulang larut malam. Tapi mama janji setelah ini kita bisa makan bersama terus ya." ucap Anabel dengan menyatukan jari kelingkingnya dan tersenyum.
Dan mereka pun makan bersama, setelah selesai mereka segera berberes dan istirahat di kamar masing-masing.
"Mas, terimakasih ya untuk kencan hari ini dan kemarin, benar benar indah dan takkan ku lupakan. Terlebih pernyataan cintamu padaku, benar benar membuat ku tersentuh." ucap Anabel
"Iya sama sama sayang, mas juga bahagia lihat kamu bahagia.Dan mas pastikan esok lebih indah dan takkan kamu lupakan." ucap Ferdi lalu mencium kening Anabel dan memeluknya. Mereka pun tidur bersama.
\=====================
Ketika Cinta Harus Memilih - Kencan Terakhir
Hari ini mereka berencana berangkat pergi malam hari untuk kencan mereka.
Anabel memilih baju terbaik untuk kencan terakhir mereka kali ini.
Malam harinya setelah shalat isya, Mereka pun berangkat pergi untuk kencan mereka terakhir ini.
"Bunda, Ayah bantu malam jangan pulang kemalaman lagi ya, kemarin kami nunggu bunda sama ayah gak pulang, kami ngantuk dan tidur duluan deh." ucap Bulan.
"Iya sayang, mama usahakan ya. Tapi kalau seumpama Uda malam, kalian ngantuk . Tidur duluan aja ya gak papa. Jangan nunggu bunda sama ayah, karena kesehatan kalian penting, kalian masih kecil gak baik tidur malam apalagi besok kalian harus pergi ke sekolah kan? nanti bisa telat." ucap Anabel menasehati anaknya.
"Betul, mama, papa setuju sama kamu Bel. " ucap April.
"Eyank setuju dengan apa yang bunda kamu bilang." ucap April kepada cucunya.
"Ma, pa Anabel dan Ferdi berangkat dulu ya." ucap Anabel.
"Iya hari hati ya, semoga kencan terakhir ini lebih romantis dari sebelumnya dan bisa membuat cinta kalian saling menguat apapun ujiannya sayang." ucap April.
"Iya papa setuju." ucap Hery.
"Iya ma, pa. Assalamualaikum." pamit Ferdi dan Anabel.
"Waalaikumussalam." ucap Hery dan April.
***
Tujuan mereka kali ini melakukan dinner romantis di sebuah lestoran ternama yang cukup terkenal di tempat tersebut.
Lestoran ini memang cocok untuk makan malam berdua romantis selain itu makanannya pun terkenal cukup lezat dan banyak pasangan muda mudi yang bernostalgia dengan mengingat kenangan indah mereka di sini. Selain itu di lestoran ini di sediakan lilin kecil yang cukup unik, cahaya yang di hasilkan tidak terlalu terang cukup redup tapi bukan gelap, lilin tersebut tersedia di sekeliling meja, juga bunga yang bertabur di sekeliling meja dan bunga yang berbentuk love cukup besar di tengah meja benar benar menambah suasana romantis dinner di malam hari, di lestoran ini. Di Iringin suara music melodi yang membah suasana baper, cinta juga keromantisan di antara muda mudi tersebut yang hadir.
Setelah makan di lestoran tersebut, mereka sengaja tidak langsung pulang karena ingin menikmati alunan musik melodi hingga selesai.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka memutuskan untuk ke sky rooftop menikmati keindahan malam dari sana sebelum pulang, karena ini kencan terakhir mereka.
Anabel dan Ferdi membeli gulali untuk mereka makan di sana hingga habis, beberapa menit mereka masih menikmati keindahan langit malam dari sana dengan Ferdi yang memeluk Anabel dari belakang. hingga mereka pun memutuskan untuk pulang, karena hari sudah cukup larut malam.
Karena tau bahwa hari ini mereka akan pulang cukup larut malam , Ferdi membawa kunci rumah tadi saat pergi sehingga tidak perlu membangunkan orang yang berada di rumah.
Bulan, Bintang juga David pun telah tertidur.
Sehingga Anabel dan Ferdi segera ke kamar masing masing untuk beristirahat.
Anabel pun membuka handphonenya dan melihat foto foto selama kencan 3 hari di sana yang sudah ia abadikan.
"Yank, coba lihat deh." ucap Anabel kepada Ferdi untuk melihat foto foto tersebut.
"Iya yank." ucap Ferdi dan ikut turut melihat bersama foto foto, telah mereka abadikan selama di sana. Tanpa sadar membuat Ferdi tersenyum saat melihat foto tersebut begitupun dengan Anabel.
Ferdi dan Anabel menyentuh foto tersebut dan berkata..
"Mas." ucap Anabel.
"Sayang." ucap Ferdi.
(ucap mereka bersamaan)
"Terimakasih untuk kencan terindah kita selama 3 hari ini ya sayang. Aku benar-benar bahagia. dan takkan melupakannya" ucap Anabel.
"Sama sama, mas juga bahagia dan takkan melupakannya. Mas harap ini awal yang baik untuk hubungan kita. Mas akan berusaha menjadi sosok suami yang baik buat kamu, memperbaiki diri mas. Mas harap kamu juga ya sayang. Jika ada yang ingin kamu utarakan ke mas katakan saja, misal kamu kesal dengan mas atau marah dan kecewa sama mas, utarakan saja.Tapi tolong jangan sampai kamu menyimpannya seorang diri dan itu membuat hubungan kita hambar." ucap Ferdi dengan menghadap ke Anabel dan menatap mata Anabel. Ferdi sengaja mengunci pergerakan Anabel agar Anabel bisa merasakan kasih sayang dan cinta Ferdi kepadanya.
"Aamiin, Iya mas.Hiks, maafin Anabel juga bila belum bisa menjadi sosok istri yang sempurna dan terbaik untukmu juga sering buat mas kesal dengan sikap Anabel yang seakan menguji kesabaran mu. Anabel merasa beruntung mempunyai suami seperti mas Ferdi. Iya Anabel berjanji akan berusaha memperbaiki diri Anabel juga dan kita saling terbuka. Anabel janji." ucap Anabel mencoba menautkan jarinya dengan jari Ferdi dan menghadap ke arah Ferdi, mereka saling menatap dan memeluk hingga tertidur, Tapi sebelum tertidur , Anabel merasa Ferdi mencium Anabel berharap ini mimpi indah baginya dan awal hubungan baik untuk rumah tangganya, Begitupun dengan Ferdi yang menggeratkan kembali pelukannya.
\=======================
Ketika Cinta Harus Memilih - Nasi Goreng Untuk Sarapan Pagi
Pagi pagi sekali, Anabel sudah bangun dan segera membangunkan Bulan, Bintang juga David untuk pergi ke sekolah, setelah itu Anabel mulai menyiapkan makanan untuk mereka ke sekolah.
Anabel membuat nasi goreng untuk sarapan mereka hari ini, 10 menit nasi goreng itu sudah jadi.
Anabel segera menyajikan nasi goreng tersebut di atas meja makan.
Anabel pun memanggil mereka untuk turun dan sarapan.
Bulan, Bintang juga David yang sehabis mandi, berganti pakaian segera turun ke meja makan untuk makan bersama.
"Gimana nasi gorengnya enak? hemm? tanya Anabel ke anak anaknya.
"Hemm, ini enak banget nasi gorengnya." ucap Bintang.
"Iya enak, bumbunya terasa .Nendanggg lah pokoknya." ucap David , yang membuat Anabel tersenyum sendiri mendengar yang di katakan David.
"Iya bundaaa Wueeeeenak puollll." ucap Bulan, yang membuat Anabel tertawa akhirinya.
"Masya Allah anak bunda ini pintar kali merayu bundanya. Yaudah makan dulu gih habiskan keburu telat apalagi kalian ada jadwal les pagi kan? sebelum pelajaran di mulai? ". ucap Anabel.
"Iyaaa bunda, kami berangkat dulu ya." ucap Bulan dan David yang akan berangkat duluan. Sedangkan Bintang masih khusyuk dengan yang di makannya.
"Loh, loh kalian mau ke mana? makan dulu, habiskan, baru berangkat." ucap Anabel kepada David dan Bulan. Karena Anabel ingin mengajarkan anak anaknya untuk menghargai makanan. Dan Bukan juga David pun duduk kembali melanjutkan makan mereka.
Setelah selesai makan, Ferdi mengantarkan mereka ke sekolah di temani oleh Anabel.
"Sudah siap?" tanya Anabel kepada ketiga anaknya.
"Sudah Bunda." ucap Bulan, Bintang juga David.
"Yaudah yuk berangkat." ucap Anabel.
"Iyaaaa bundaaa." ucap mereka bersamaan. Dan mereka pun segera menaiki mobil untuk pergi ke sekolah.
"Hati hati." ucap Anabel saat melihat ketiga anaknya menaiki mobil secara bergantian.
Suasana mobil kali ini cukup ramai.
Dengan Bulan dan David yang mulai main tebak tebakan dan bernyanyi. Bintang yang bermain bersama Afnan hingga Afnan tertawa.Juga Ferdi dan Anabel yang saling mengobrol selama perjalanan tersebut.
Kurang lebih menempuh perjalanan hampir 2 jam, mereka sampai di sekolah.
Bulan, Bintang juga David segera turun secara bergantian. Di susul dengan Anabel yang menggendong Afnan dan Ferdi setelah menepikan mobilnya.
Setelah Bulan, Bintang , David juga Anabel turun, Ferdi segera mencari tempat parkiran untuk mobilnya. Setelahnya Ferdi menyusul Anabel dan ketiga anaknya.
"Hati hati ya, dengarkan apa yang guru kalian ajarkan, jadi anak rajin dan jangan pilih pilih dalam berteman, oke?" ucap Anabel kepada David, Bulan Juga Bintang.
"Okeee bunda." ucap mereka.
Bulan , Bintang , David juga Anabel dan Ferdi melakukan kiss bye sebelum mereka berpisah.
Setelah memastikan mereka hilang dari pandangan, Anabel dan Ferdi kembali pulang.
Sesampainya di rumah, Anabel segera berberes rumah, sisa makanan, mengutus Afnan kemudian Anabel memulai ritual memasaknya.
"Bel, Uda siap aja jam segini. Mau masak apa?" tanya April .
"Mau masak bakso ma,ikan salmon sama nasi goreng sosis spesial." ucap Anabel.
"Banyak amat." ucap April.
"Iya ma, karena hari ini mood Anabel sedang sangat baik." ucap Anabel.
"Hemm baiklah, karena kencan tadi malam ya? cieee.. Ohya mau mama bantu?" tanya April.
"Hehehe, mama bisa aja. Iya sih ma karena kencan selama 3 hari , benar benar membuat mood Anabel membaik." ucap Anabel.
"Enggak ma, makasih. Tapi Anabel ingin buat sendiri hehe." lanjut Anabel.
"Hemm baiklah, yauda mama ke kamar dulu ya mau lanjut nonton drama Korea hehe." ucap April .
"Iya ma. Mama nonton drama Korea? aissh Anabel dah lama pengen nonton gak bisa lagi seperti dulu jaman Anabel masih gadis, karena uda riuh dengan bocah tiga ini dan kerjaan rumah." ucap Anabel.
"Hahaha, ya begitulah lah Bel, dulu mama jaman kamu masih kecil jangankan nonton, makan aja suka cepet cepatan keburu kamu bangun dan nangis. Padahal mama pas itu anak satu aja, apalagi kamu. Iya mama juga gak bisa bayangkan juga. Gak papa sabar aja dulu, nanti kalau anak kamu uda besar , kamu bisa melakukan hobi kamu atau apa aja yang ingin kamu lakukan. Untuk sekarang sabar dan bersyukur karena banyak yang di luar sana untuk seperti posisimu Bel, bisa punya anak. " ucap April.
"Dulu mama juga sepertimu, Pas kamu kecil gak bisa ngapa-ngapain, merawat kecantikan mama aja rasanya gak bisa loh. Baru kamu Uda agak besaran mama bisa nyalon lagi, merawat kecantikan mama dan melakukan hobi mama seperti nonton Korea dan drakor." lanjut April.
"Haha, Iya ma. Apa yang mama katakan benar juga, makasih ya ma uda semangatin Anabel." ucap Anabel.
"Iya sayang, sama sama itulah gunanya seorang ibu." ucap April.
"Yaudah mama ke kamar dulu ya, mau lanjut nonton. Dada sayang mama , selamat lanjut masak. Semangat." ucap April yang kemudian berlalu pergi.
Sedangkan Anabel hanya senyum senyum sendiri setelahnya.
\========================
Ketika Cinta Harus Memilih - Bayu dan Amel Bertengkar Hebat
Sedangkan di sisi lain Bayu dan Amel sedang bertengkar hebat.
"Mas, Aku gak mau. Pokoknya gak mau." ucap Amel.
"Kamu jangan egois dong." ucap Bayu.
"Egois kamu bilang mas? Aku egois? Baiklah terserah kamu , bila kamu mengatakan aku egois. " ucap Amel.
"Aku egois seperti ini untuk anak kita. Kamu Van ikut merasakan bersih bersih rumah, ngurus anak. Jadi mudah kamu nyuruh dan bicara seperti itu Bay." ucap Amel yang mulai emosinya tak mampu ia tahan lagi.
"Terserah kamu lah ya, kamu itu benar benar egois. Anak kita dan kerjaan rumah kamu jadikan alasan gak mau bantu orang." ucap Bayu.
"Aku bukan gak mau nolong Bay, tapi kamu sendiri tau apa alasanku. Sudah berulangkali aku jelasin ke kamu , apa alasannya. Tapi sepertinya kamu gak paham juga dan gak mau tau tentang hal itu." ucap Amel.
"Sudahlah capek aku Bay." ucap Amel dan berlalu pergi.
Namun baru beberapa langkah, tangan Anabel sudah di cekal oleh Bayu , pergerakan Amel di kunci dan di paksa berhenti.
"Aku ngomong sama kamu, dengerin dulu." ucap Ferdi.
"Jangan egois gitu, gimana nanti aku jelasin ke keluargaku dan beberapa orang yang sudah mengetahui rencanaku sebelumnya. Aku malu jika mengurungkannya Mel. Pikirkan sedikit, jangan egois." ucap ferdi.
"Iya itu salahmu , makanya jangan janji. Ah, terserah kamu ajalah. " ucap Amel yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Bayu.
"Gini aja deh mas Bayu, mas Bayu di sini biar ku pulang ke rumah orangtuaku. Mas Bayu urus sendiri. Aku pusing liat kamu yang bilang ku egois. Nyatanya kamu yang egois." ucap Amel yang sempat berhenti, namun kemudian berlalu pergi.
Amel pun yang kesal pergi meninggalkan rumahnya , mengajak anaknya ke rumah ibunya.
Sesampai di rumah ibunya, Amel segera menangis dan mencurahkan ke ibunya. Hatinya benar benar merasakan sakit, Bayu yang egois tapi dia yang di bilang egois.
Setelah cukup lama di rumah ibunya, sore hari Amel menitipkan anaknya ke ibunya dan bersiap ke rumah Anabel. Amel butuh teman cerita, untuk mencurahkan segala resahnya.
***
"Assalamualaikum Bel." ucap Amel.
"Waalaikumussalam, loh ada tante Amel? ucap Bulan.
"Hello sayang, bunda ada kan?" tanya Amel.
"Hemm tapi kok di luar kamu?sedang nunggu siapa? nunggu tante?" tanya Amel.
"Hehe, nunggu kak David tante. Iya bunda ada kok tante di dalam, masuk aja." ucap Bulan.
Amel pun segera masuk ke dalam, mengikuti langkah Bulan menuju kamar Anabel.
"Bel, lagi apa? nyusuin Afnan kah? aku boleh masuk gak ?" tanya Amel ketika akan memasuki kamar Anabel.
"Owh siapa? Amel kah? kok gak bilang bilang mau datang?." tanya Anabel
"Iya ini aku Amel, boleh ya masuk." ucap Amel.
"Iya, silahkan Mel." ucap Anabel. Dan Amel pun masuk.
"Loh ada Bintang di sini, Halo Bintang apa kabar?" tanya Amel.
"Alhamdulillah baik tante." ucap Bintang.
"Gimana kabar kamu Mel ? kangen aku." ucap Anabel.
"Alhamdulillah, aku ingin curhat Bel." ucap Amel dengan tatapan senduh.
"Bulan, Bintang, main di luar dulu ya, mama mau ngobrol berdua dengan tante Amel bolehkan?" ucap Anabel ke kedu anaknya dan mencoba memberikan mereka pengertian.
"Iya bun." ucap Bulan dan Bintang yang kemudian berlalu pergi.
"Ada Mel? mau curhat apa?" tanya Anabel.
" Huft, aku lagi berantem sama suamiku." ucap Amel.
"Loh kenapa lagi kalian? serius ya berantemnya? karena biasanya kalau masih bisa di selesaikan kamu gak akan ke sini dan menyelesaikan sendiri." ucap Anabel.
"Tunggu, kamu sekarang di rumah ibumu apa masih di rumah mu sendiri" tanya Anabel, untuk memastikan.
"Di rumah ibuku." ucap Amel.
"Hemm, berarti cukup serius ya sampai kamu ke rumah ibumu lagi?." tanya Anabel.
"Iyaaa begitulah." ucap Amel.
"Masalahnya apa ? yang membuat kalian bisa bertengkar seperti ini , kalau boleh ta ?." ucap Anabel.
"Ferdi egois dan dia bilang aku yang egois. Issh nyebelin banget rasanya. " ucap Amel.
"Hatiku rasanya sakit Bel, dia begitu egois padahal sudah berulangkali ku katakan padanya, tapi ia tak mendengarkan dan peduli tentang hal itu ." ucap Amel.
"Tunggu tapi ini tentang apasih Mel? tolong jangan buat teka teki seperti itu padaku. Aku gak paham maksudmu sepenuhnya." ucap Anabel.
"Bayu, ingin datangkan anak anak saudaranya yang banyak buat ke rumah ku, nginap pulak. Mungkin 1 atau 2 kali masih gak papa Bel, lah ini sudah berulangkali dan selama itu pula setelah kepulangan mereka, rumahku selalu kotor seperti kapal pecah, belum lagi mereka suka jaili anakku. Anakku sering di buat nangis oleh mereka. Aku harus beres beresnya ekstrak , buat bersihin belum lagi gak tega liat anakku nangis. Aku Uda kasih penjelasan ini ke Bayu,tapi ia seakan gak mau tau. " ucap Amel.
"Yang sebenarnya egois di sini aku apa dia sih Bel menurutmu?" ucap Amel dengan kesal.
"Hemm, aku bingung Mel." ucap Anabel.
"Bingung?" tanya Amel.
"Iya bingung, karena aku di sisi lain gak tega kasihan ke anakmu. Ya kalau untuk bersih bersih mungkin masih bisa di toleransi walau kitanya capek. Lagipula ngapain sih bawa anak kecil terus ke rumahmu Mel, aku gak habis fikir." ucap Anabel.
"Lah ya itu Bel , dia benar benar nguji kesabaran ku." ucap Amel.
"Seharusnya dia mau mendengarkan saranmu dan berkompromi kan?" ucap Anabel.
"Karena sebagai pasangan suami istri mau saling mendengarkan saran atau curahan dari pasangannya dan berkompromi. Coba deh kamu ngomongnya pas dia uda agak dingin, jangan pas lagi marahan, beri waktu
sampai titik amarahnya mereda. Jadi kalian perlu break dan mengambil waktu masing masing sebelum melanjutkan perbincangan kalian. Karena ya pastinya akan sulit menemukan titik temu dan takkan masuk ke dia nya apa yang kamu bicarakan apabila masih dalam kondisi marah seperti itu. Dan menurutku apa yang kamu lakukan ini sudah benar dengan menjaga jarak dengannya sementara waktu, untuk kalian saling berfikir dan menyadari kesalahan masing masing juga yang di takutkan apabila tetap bertemu dalam kondisi marah makin memperkeruh suasana sih dan konflik tiada usai yang ada." ucap Anabel memberikan saran.
" Tapi ya tetap jangan mudah pergi dari rumah karena gak baik juga kita sebagai perempuan mudah pergi dari rumah kalau dikit dikit ada masalah sama suami gak di bicarakan terlebih dahulu dan langsung pergi terlebih apabila masalah sepele" lanjut Anabel.
"Hemm gitu ya Bel?" tanya Amel .
"Iya Mel, menurutku. Karena aku kemarin juga habis bertengkar dengan Ferdi tapi Alhamdulillah kita sekarang sudah baikkan. Semakin di pendam, masalah itu semakin berlarut dan panjang. Tapi ya memang harus nunggu waktu yang pas untuk menceritakannya. Aku berharap Mel, semoga kamu sama Bayu , juga segera baikkan ya.Aamiin." ucap Anabel.
"Iya Bel, Aamiin. Jadi kemarin kamu sama Ferdi juga habis bertengkar ya?" ucap Amel.
"Iya, ya pasti juga namanya rumah tangga Mel." ucap Anabel.
"Jadi gini Mel , untuk menghentikan perdebatan yang terus menerus antara kamu dan Bayu, coba dekati bayu dan tunjukkan dengan sikap bahwa kamu benar-benar mencintainya Mel." ujar Anabel kembali.
"Ia Bel, aku Uda sering tunjukkan tapi tiap kali aku bahas tentang itu dia seperti itu." ucap Amel dengan sedih.
"Kalau aku Mel biasanya memutuskan untuk tidur ketika aku emosi atau marah karena menurutku itu pilihan terbaik. Memang benar sih banyak yang mengatakan dan menganjurkan jangan pernah tidur dengan memendam rasa emosi. Masalah harus diselesaikan saat itu juga. Tapi, menurutku kondisi ini ternyata tidak selamanya bisa diterapkan pada semua pasangan. Karena setiap pasangan mempunyai karakter berbeda dan di tentukan tergantung kadar konflik tersebut." ucap Anabel.
"Kamu harus benar benar mengenali pasanganmu Bel, maksudnya karakter pasanganmu dengan begitu kamu bisa mengambil sikap bila Bayu seperti itu lagi. Saranku juga kamu harus memulai dengan sentuhan, misal berpelukan. Memang, untuk memulainya mungkin akan terasa kaku Mel. Tapi percaya deh, dengan adanya kontak fisik setelah berselisih itu sangat diperlukan karena memang bisa meredam rasa emosi agar tidak tambah ‘meledak’ Mel, begitulah.
Terus Mel, coba bentar ketika bertengkar atau berselisih dengan suamimu Bayu itu, misal istirahat 30 detik itu dapat membantu ‘menekan tombol reset’ atau mendinginkan kepala saat bertengkar." ucap Anabel.
"Ohya satu lagi Mel, tahan untuk membuat pernyataan atau mengatakan sesutu yang membuat memancing emosi kembali.
Ingat, tujuan utamanya kan berdamai dan mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Artinya, yang diperlukan adalah mendekati pasangan secara halus, jadi kamu harus dekati Bayu secara halus. Bukan untuk terlihat menjadi “benar” dan “memenangkan argumen karena ketika sedang ada konflik dalam pernikahan, jangan pernah berusaha jadi pemenang. Karena dalam pernikahan
diperlukan ilmu mendengar, dan berpikir rasional, tekankan pada diri masing-masing bahwa tidak terlalu penting siapa yang benar dan siapa yang salah. Karena banyak ku temui dalam sebuah perkelahian suami istri, banyak yang menginginkan agar pasangan yang seringkali ingin memakai kekuasaannya, tapi yang dibutuhkan bukanlah itu. Tapi justru mencari solusinya.
" ucap Anabel.
\===============================
Ketika Cinta Harus Memilih - Curhat Sama Anabel
"Tapi aku sudah berusaha Bel menerapkan apa yang tadi kamu katakan, tapi Bayu memang egois dan justru seringkali aku yang mengalah dan Bayu memakai kekuasaannya sebagai seorang suami tanpa pernah memperdulikan sedikitpun perasaan ku." ucap Amel.
"Hemm sebenarnya Mel dalam pernikahan dan ketika terjadi perkelahian kita harusnya bisa menempatkan diri di posisi pasangan dan berempati dengan perasaannya, dan mencoba memahami apa yang dia rasakan. Menurutku harusnya Bayu bisa menempatkan diri di posisimu, bagaimana perasaan mu sehingga lebih berfikir setiap tindakan apapun yang akan dia lakukan terlebih itu melibatkan kamu dan anakmu." ucap Anabel kembali.
"Nah,aku setuju Bel, tapi sayangnya Bayu gak pernah berusaha menempatkan di posisiku atau anak kami . Karena ia selalu lebih peduli dengan namanya dan nama keluarganya. Asal bukan dia yang merasakannya, mana peduli kan? ." ucap Amel sedih.
"Sabar ya Bel, aku hanya bisa bantu doa dan sharing aja ke kamu. Tapi kamu tetap coba terus utarakan soal perasaan kamu ini pas dia lagi tenang, karena biasanya kita sebagai
perempuan memang paling pintar menyimpan rahasia dan menutupi apa yang ia rasakan. Tapi jika sedang ada masalah, mengapa tidak membicarakannya untuk mencari solusi? Walau aku tau kamu sudah berulangkali bilang kepada Bayu dan Bayu masih tidak berempati ke perasaan mu , tetap coba terus. Karena kita tidak pernah tau kan usaha ke berapa berhasil? Karena Langkah penting untuk menghentikan perkelahian atau konflik dengan pasangan mencurahkan apa yang sebenarnya kamu rasakan saat ini Mel, curahkan yang kamu rasakan kepada Bayu. Jangan Berdiam diri justru tidak akan menyelesaikan masalah, malah hanya bisa menjadi bom waktu. Suatu saat nanti meledak, efeknya bisa lebih sangat membahayakan." ucap Anabel mencoba memberikan nasehat kembali kepada Amel.
"Nah satu lagi yang penting Mel kamu harus bisa membaca bahasa tubuh pasanganmu misal ya ini,
Saat berkomunikasi dengan Bayu, tentu kamu akan selaras dengan semua cara mengekspresikan diri, baik secara verbal maupun non-verbal. Apa yang terjadi saat berbicara dengannya? Apa yang dirasakan? Dan bagaimana dengan bahasa tubuhnya?
iya kan? Karena salah satu hal yang penting adalah perhatikan sinyal non-verbal, termasuk bahasa tubuh, nada suara, dan intensitas kata-kata. Hal ini pun perlu diperhatikan karena akan memiliki dampak pada kalian nantinya Mel, antara kamu dan Bayu.
Jika bahasa tubuhmu berbeda Mel dari pesan verbal, artinya kamu mengirim pesan ganda ke suamimu Bayu , Mel. Kondisi ini tentu akan membingungkannya. Utarakan perasaanmu dengan Bayu secara langsung, agar terjadi komunikasi yang jujur." ujar Anabel kembali.
"Terakhir pesanku ke kamu Mel, Sebesar apapun konflik pernikahan yang kamu alami, terapis pernikahan juga mengingatkan, penting untuk menyadari bahwa tidak ada pernikahan sempurna, dan bertengkar dengan suami memang jadi bagian dari pasang surut pernikahan.
Bila kamu atau Bayu bisa melewatinya, satu sama lain tentu akan merasa sebagai dua individu yang setara. Pernikahan pun bisa terasa lebih sehat. Karena aku juga berusaha mempelajari tentang hal ini, dan aku baru tau buka buku bacaan tentang pernikahan yang pernah ku beli kala itu, belum sempat ku baca. Ternyata di sini di jelaskan secara detail bagaimana kita harus bersikap ketika ada konflik atau pertengkaran dengan pasangan kita di pernikahan tersebut. Dan aku pun mulai menyadari.Begitupun Ferdi, walau aku sendiri gak tau Ferdi mempelajari dari buku mana bisa buat dia sadar. Kalau aku sadar ternyata selama ini mungkin aku yang terlalu kanak-kanakan dan terbawa perasaan juga emosi sehingga seperti itu, saling diam tapi menyimpan rasa kesal tanpa mengutarakan apa yang di rasakan." ucap Anabel lagi.
"Hemm begitu ya Bel, makasih banyak ya kamu uda nasehatin aku banyak hal. Jangan bosan nasehatin aku atas apapun itu ya. Aku bersyukur dan bahagia bisa punya sahabat seperti mu yang gak bosan dengar curhatanku dan nasehatin aku." ucap Amel yang langsung memeluk Anabel.
"Doakan semoga aku sama Bayu bisa baikkan seperti kamu sama Ferdi ya." ucap Amel.
"Iya Mel, aku pasti selalu doakan kamu. Doakan terbaik buat pernikahan mu. Aamiin." ucap Anabel.
"Btw kemarin kamu ada masalah apa sama Ferdi? hemm?" tanya Amel.
"Hehehe gak papa. Sudahlah aku gak ingin mengingatnya. Nyesek sendiri, maaf ya." ucap Anabel. Meski Amel sahabatnya, tapi Anabel memang tak ingin memberitahukan tentang masalah rumah tangganya ke Amel.
"Iya Bel gak papa,maaf ya uda mengingatkan kamu. Dan makasih banyak saranmu. Nanti aku umpama mau sharing ke kamu masih mau mendengarkan kan? gak bosen kan? ." tanya Amel ke Anabel.
"Tentu saja enggak sahabatku sayang, silakan sharing apapun yang kamu mau, insyaAllah ku dengarkan dan kasih solusi semampuku." ucap Anabel dengan memeluk Amel.
"Terus Bel, sebaiknya aku sekarang pamit pulang atau gimana ya hemm? " tanya Amel ke Anabel.
"Kalau menurutku tenangkan dirimu dulu sampe beberapa hari,tapi jangan terlalu lama juga. Lihat dulu kondisi dan situasi apabila kalian uda sama sama tenang , gak di liput emosi baik kamu atau Bayu baru deh . Karena yang di takutkan bertengkar kembali dan akan memudarkan rasa cinta tersebut jadi hambar dan memicu kebencian satu sama lain. Tapi bila respon Bayu tetap sama ketika sudah kamu beri jarak , maka coba pulang lah dekati dia, kalau bisa ke rumah ibunya seumpama dia belum mau kembali ke rumahnya. Bujuk atau pakek "sentuhan fisik" entah memeluknya, atau menyalurkan emosi dengan kebutuhan biologisnya mungkin dengan begitu kalian bisa membuka percakapan kembali satu sama lain. Karena yang di takutkan bila terlalu lama rasa cinta akan pudar juga dan meniadakan rasa peduli kepada pasangan masing masing." ucap Anabel kembali.
"Iya deh Bel, makasih banyak ya. Sekarang aku coba pulang dan semoga esok atau dalam waktu dekat kami bisa kembali baikkan seperti yang kamu bilang. Dan aku akan coba menerapkan nasehat mu kepadaku dan Bayu. Intinya makasih banyak Bel, kamu benar benar sahabat terbaik yang takkan tergantikan." ucap Amel.
"Iya Mel, ini kamu mau pulang kembali ke rumah orang tua mu ya berarti?" tanya Anabel.
"Yups, karena anakku juga ada di sana . Ku titipkan. Baru hari ini sayang, sorenya ku ke tempat mu ini." ucap Amel.
"Iya Mel, ku doakan masalah kalian lekas Selasai." ucap Anabel.
"Mel.." panggil Anabel.
"Iya Bel." ucap Amel.
"Besok Afnan umur 6 bulan loh." ucap Anabel dengan tersenyum bahagia.
"Iyakah?." jawab Amel dengan bahagia dan cukup terkejut.
"Iya." jawab Anabel kembali dengan tersenyum.
"Iya, maaf ya aku uda jarang ke sini jadi ndak tau anakmu umur berapa aja." ucap Amel.
"Iya Mel gak papa, aku ada rencana mau ke kebun binatang besok. Sekalian minggu libur, anak anak juga uda pengen mulai dulu. Bulan , Bintang juga David . Terlebih ini Afnan uda 6 bulan tentu sudah paham di ajak dan melihat binatang di kebun binatang. Pasti seruu , Anggap aja ini hadiah untuk anak anak." ucap Anabel.
"Seandainya kamu sama Bayu gak berantem, besok kita ketemuan di kebun binatang. " ucap Anabel.
"Hemm, Iya Bel seru juga.
Hem entalah kalau tentang aku dan Bayu Bel" ucap Amel.
"Yaudah ku pamit dulu ya Bel, assalamualaikum." ucap Amel.
"Iya hati hati Mel, waalaikumussalam." ucap Anabel.
***
Hemm , apakah Bayu dan Amel akan baikkan?
Ikuti terus cerita ini untuk mengetahui nya.
Dan apakah Rumah tangga Anabel dan Ferdi akan kuat walau di terpa ujian kembali? walau Anabel telah mempelajari trapis pernikahan. Apakah Anabel juga Amel mampu menerapkan yang sudah mereka pelajari? atau konflik mampu mengalahkan apa yang sudah di pelajari? karena terkadang Hati seringkali tidak menentu dalam menyikapi konflik yang ada.
__ADS_1