Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Ketika Cinta Harus Memilih - David Sudah Bisa Berdiri


__ADS_3

1 Minggu kemudian, Saat dek Afnan menangis begitu kerasnya.David bingung hingga ia memutuskan untuk menghampiri dek Afnan dan mennggendhong nya. Tentu saja apa yang dilakukan David membuat semuanya tak percaya, karena kini David bisa berdiri tanpa bantuan apapun terlebih untuk ke sini berarti David sudah bisa berjalan. Mereka pun sujud syukur, begitupun dengan David sendiri.


"Eyank, bunda tadi dedek nangis, jadi David gak tega dan ngendhong dedek.Gak papa kan?" tanya David sambil takut takut.


"Iya gak papa David." ucap Anabel, yang belum bisa berbicara terlalu panjang karena masih terkejut melihat David sudah bisa berdiri dan berjalan.


"David .." panggil Anabel.


"Iya bun." jawab David.


"Kamu..sadar gak sayang? kamu Uda bisa berdiri dan berjalan kembali." ucap Anabel.


"Hah, iyakah bun?" ucap David yang masih tidak percaya dan dengan keterkejutan nya.


"Iya David." jawab Anabel.


"Coba lihat sekarang David sedang apa? berdiri di mana? dan bagaimana cara David bisa sampai sini?" ucap Anabel, yang semakin membuat David bingung.


"Hemmmmm ya iya." ucap David yang masih bingung.


"Yaa Allah Allahuakbar David Uda bisa berdiri dan jalan ya bundaaa? eyank? David benar benar gak percaya dengan kenyataan ini." ucap David yang mulai sadar tapi masih tak percaya, hingga David terjatuh di lantai karena tubuhnya terlalu lemas menopang dirinya.


"Daviddddd..." ucap mereka serempak, ketika melihat David terjatuh di lantai, mungkin karena David syok hingga membuat ia harus terjatuh.


"Assalamualaikum." ucap Ferdi dari luar.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh mas." ucap Anabel dan segera menghampiri Ferdi.


"Loh ada apa ini ? kok ramai sekali? ngumpul ngumpul gitu?" ucap Ferdi yang masih dengan kebingungannya.


"Iya mas, David tadi Uda bisa berdiri." ucap Anabel.


"Hah, serius?" tanya Ferdi.


"Iya mas, katanya karena dengar dek Afnan nangis, David menghampiri dek Afnan yang menangis dan menggendong nya. Tanpa sadar berarti David telah bisa berjalan dan berdiri." ucap Anabel mencoba menjelaskan.


Ferdi pun segera menghampiri David, tapi ia pun tak kalah syok melihat David yang kini terjatuh di lantai.


"Loh ini kenapa yank? kok David seperti terjatuh? habis jatuh gitu yank ? " tanya Ferdi.


"Iya yank. Karena terlalu terkejut ketika ia sudah sadar kalau Uda bisa berdiri dan berjalan, hingga David pun terjatuh karena terlalu syok dengan kenyataan yang ada." ucap Anabel menjelaskan.


"Yaa Tuhan.." ucap Ferdi, yang tak bisa berkata kata lagi.


"Yaudah biar mas gendhong David ke tempat tidur ya dan besok kita bawa David ke dokter, gimana yank menurut mu ?" tanya Ferdi ke Anabel.


"Boleeeeh." ucap Anabel.


Ferdi pun segera menggendong Afnan dan membawanya ke tempat tidur.


"Anak ayah, Ayah bangga David bisa jalan tapi sebaiknya jangan terlalu banyak gerak ya karena kan masih baru bisa jalannya.


Gak papa latihan tapi pelan pelan aja ya jalannya." ucap Ferdi lalu mencium dahi David dan menyelimuti David agar tertidur. Lalu Ferdi pun keluar kamar tersebut dan menutup kembali pintu itu, membiarkan David tidur dengan tenang.


**


Keesokannya mereka pun segera berangkat ke rumah sakit setelah mengantarkan Bulan dan Bintang ke sekolah.


"Bun , ayah , hari ini kami ingin di antar sekolah oleh bunda sama ayah apa boleh?" tanya Bulan.


Sedangkan Ferdi juga Anabel saling berpandangan, jujur saja mereka bingung.


"Hemmmmm boleh, Tapi gak bisa lama lama ya ngantarnya karena setelah ini kami harus antar David ke rumah sakit." ucap Anabel.


"Kakak David sakit lagi bun ? bukannya Uda keluar rumah sakit ya beberapa hari lalu? kok masuk kembali? ucap Bulan yang masih tak mengerti.


"Ya Bulan, karena kita harus lakukan cekup atau mengontrolkan keadaan David kakakmu. Doakan David sehat sehat ya sayang." ucap Anabel kepada Bulan juga Bintang, yang kini sedang makan duduk berhadapan. Sedangkan David pasca jatuh kemarin membuat kakinya sakit kembali, hingga David tak bisa gabung kembali untuk makan dan harus makan di kamarnya.


Setelah makan, Anabel segera mengambil Nasik dan beberapa lauk untuk di suapkan pada David yang berada di kamarnya.


"Bel , ambil makan buat David ya?" ucap bu Nila.


"Iya mau nyuapin David bu." ucap Anabel.


Bu Nila dan pak Anang menginap di rumah Anabel kemarin, untuk menamani Anabel.


"Anabel ke atas dulu ya, mau nyuapin David makan." ucap Anabel.


Mereka pun mengangguk.


Anabel pun segera ke atas dan mengetuk beberapa kali kamar David, hingga dari dalam David menyahut, dan Anabel pun masuk membuka pintu tersebut. Kamar David memang tidak di kunci, tapi Anabel mengetuk sebagai tanda ia menghargai privasi kamar David.


"Assalamualaikum anak mama, ini mama Uda siapin David makan.Mau Makan sendiri atau minta di suap nih?" ucap Anabel.


"makan sendiri bunda." ucap David.


"Yakin? di suap juga gak papa.Hemmm bunda juga ingin nyuapin David, boleh?" ucap Anabel.


"Boleeeeh bun, boleh banget. Tapi David takut ngerepotin bunda." ucap David.


"Enggak kok, gak ngerepotin sama sekali." ucap Anabel.


"Yaudah bunda suapin ya, aaaaaaaa" ucap Anabel dengan nada seolah membuka mulut.


"aaaaaaaa yummm yummmy, enak masakan bunda." ucap David.


"hehehe iyakah sayang? ah bunda jadi melting nih,makasih sayangnya bunda." ucap Anabel.


"Hehehe." ucap David.


Beberapa menit kemudian makanan itu telah habis dan Anabel pun segera membereskannya untuk segera ke rumah sakit.


"Alhamdulillah Uda habis ya, yaudah bunda bereskan dulu ya." ucap Anabel.


"Iya bu, Alhamdulillah Uda habis karena masakan bunda enak." ucap David.


*****


"David, sudah siap? Ayo segera berangkat supaya nanti gak dapat antrian lama." ucap Anabel.


"Iya bun." ucap David.


"Loh ayah ikut?" ucap David, saat melihat ayahnya bersiap siap juga.


"Iya dong, ayah ikut.Maaf ya kalau kemarin ayah gak bisa mikut karena kerjaan ayah kemarin numpuk, tapi hari ini ayah janji akan mikut." ucap Ferdi.


"Loh kamu hari ini libur? atau meliburkan diri sendiri? emm emang kerjaan kamu hari ini gak banyak?" ucap Anabel heran.


"Meliburkan diri sendiri yank, hehehe. Ya banyak sih yank, tapi sekarang aku sadar kalau aku sibuk kerjaan terus, kapan ada waktu untuk keluarga kan? aku harus sisakan waktu untuk keluarga ku juga." ucap Ferdi kepada Anabel.


"Oooh gitu, makasih yank. Iya yank beberapa kali kamu gak ngantar, rasanya ada yang beda ." ucap Anabel dengan sedih.


"Yaudah yuk berangkat, keburu telat." ucap Ferdi.


"Ok yank, yuk." ucap Anabel.


"Siapppp, yuk." ucap David.


Mereka pun segera berangkat menuju rumah sakit.


"David mau duduk sama ayah atau bunda?" ucap Ferdi ke David, saat mereka telah memasuki mobil dan menunggu Anabel.


"Sama bunda aja, hehe ." ucap David


"Loh kok gitu?" ucap Ferdi.


"Iya soalnya supaya bisa godain dedek Afnan yah, hehe." ucap David lagi.


"Oooh gituuuu, okeee." ucap Ferdi.


"Nah itu bunda." ucap Ferdi.


"Hati hati yank, kalau naik mobil." ucap Ferdi.


"Iya yank." ucap Anabel.


Mereka pun berangkat..


 


\================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Periksa Lagi


Hampir perjalanan selama 1 jam, mereka pun sampai di rumah sakit. Ferdi pun segera mendaftarkan antrian, sedangkan Anabel dan David mencari tempat duduk untuk menunggu antrian, Begitupun Ferdi setelah mendaftar segera mencari Anabel dan David untuk duduk bersama mereka menunggu antrian.


Beberapa menit kemudian, David di panggil.


"Anak keluarga David." ucap penjaga antrian. Ferdi pun segera menghampiri untuk mengambil no dan surat surat tersebut. setelah itu Ferdi pun menyusul Anabel dan David menuju ruangan pemeriksaan.


Sesampainya di ruangan pemeriksaan, mereka pun harus menunggu lagi, hngga di panggil lagi..


"Anak David." ucap perawat dari dalam ruangan tersebut.


"Ayo Dav." ucap Ferdi.


Mereka pun masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Halo, gimana keadaan David?' ucap dokter tersebut.


"Alhamdulillah baik dok , hanya saja kemarin David mencoba berjalan, bisa tapi setelah itu David jatuh.Itu bagaimana ya dok?'''


"Alhamdulillah jika sudah bisa berjalan, untuk berjalannya pelan pelan saja dulu." ucap dokter tersebut.


"Baik dok, terimakasih." ucap Anabel.


Setelah cukup berbincang bincang dengan Dokter tersebut, Anabel, Ferdi pun pamit undur diri. Dan segera menebus obat obat tersebut.


"Ambil obat ya bun,yah?ucap David.


"Iya.." ucap Anabel.


Mereka pun segera mengambil obat tersebut dan kembali pulang.


"Langsung pulang?" tanya David.


"Iya sayang." ucap Anabel.


"Ke panti dulu dong, please." ucap David memohon.


"Helm baiklah." ucap Anabel


Mereka pun ke panti sebentar.


"Assalamualaikum." ucap Anabel,Ferdi dan David.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap anak anak panti tersebut.


"Ayo ayo masuk." ucap mereka.


"Assalamualaikum David apa kabar?" denger denger katanya Uda bisa jalan ya? kok duduk di kursi roda?" ucap bu panti bingung.


"Alhamdulillah Uda mulai, tapi kemarin David jatuh lagi mungkin karena syok." ucap David.


"Ya Tuhan, Hati hati ya. Jangan terlalu di paksakan,kalau belum bisa sepenuhnya." ucap bu panti.


"Pelan pelan aja ya." ucap bu panti lagi.


"Yaudah yuk silahkan duduk." ucap bu panti mempersilahkan.


Mereka pun duduk.


"David, ibu yakin bentar lagi David bisa jalan normal seperti dulu dan bisa sekolah kembali, pokoknya David harus semangat dan tetap pelan pelan ya, jangan terlalu di paksakan" ucap bu panti, memberikan semangat kepada David.


"Iya bu, terimakasih." ucap David.


"Oh ya bu, Mbak An mana bu? kok gak kelihatan? tanya Anabel.


"Lagi sibuk skripsi dia sama tadi habis beli belanjaan ke pasar buat di masak tadi, baru selesai langsung ke kampus." ucap bu panti.


"Oooh gitu ya bu." ucap Anabel.


"Iya nak." ucap bu panti.


David pun memilih bermain bersama teman teman panti, sedangkan Anabel dan Ferdi masih terus mengobrol dengan bu panti.


"Bun aku main ya sama anak anak panti ? " ucap David.


"Iya, hati hati ya." ucap Anabel.


"okeee." jawab David.


***


2 jam kemudian..


"Bu kami pamit pulang dulu ya." pamit Annabel.


"Iya bu, insyaallah lain kali kami ke sini." ucap Ferdi.


"Loh, loh bentar ibu mau kalian makan siang dulu di sini, baru pulang." ucap bu panti.


"Bentar,ibu ambil dulu masakan yang tadi di masakkin Ana ya." ucap bu panti lagi.


Beberapa detik kemudian.


"Nah ini tadi Ana yang masakin, ini yuk makan siang dulu,cobain atuh. Jangan buru buru pulang." ucap bu panti.


"Hehehe iya, baiklah bu." ucap Anabel, karena gak mungkin juga menolaknya lagi.


"Anak anak, David makan dulu yuk." ucap bu panti


"Baik bu." ucap mereka.


"Ayo cuci tangan dulu, sebelum makan." ucap bu panti, saat anak anak mau ambil makan tanpa cuci terlebih dahulu.


Setelah cuci tangan, mereka pun makan bersama.


"Bismillahirrahmanirrahim." ucap bu panti mengingatkan mereka.


Beberapa menit kemudian, makanan pun habis.


"Alhamdulillah." ucap mereka serempak.


"Enaaaak bu." ucap Anabel.


"Ini mbak Ana ya bu yang masak? pintar juga mbak Ana masak, ohya masakan apa bu ini?" tanya Anabel.


"Telur dan daging masak merah, campur sayur tahu juga. Ntah bu panti pun bingung, pokoknya Ana kalau masak itu pintar." ucap bu panti.


"Masya Allah ya." ucap Anabel.


"Iyaa begitulah Bel." ucap bu panti.


Setelah cukup berbincang bincang, Anabel pun pamit pulang.


"Bu kami pamit pulang dulu ya, sebelumnya terimakasih banyak bu, maaf kami sudah merepotkan." ucap Anabel.


"Iya sama sama ibu senang kok, gak ada yang merepotkan itu." ucap bu panti.


"Hehe Iya bu, ohya bu tolong kirim salam sama mbak Ana ya bu." ucap Anabel.


"Iya nak, nanti ibu sampaikan salam mu kepada Ana. " ucap bu panti.


"Iya bu, terimakasih.Pamit dulu ya bu, Assalamualaikum." ucap Anabel.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, hati hati ya." ucap bu panti.


Selama di perjalanan mereka pun tidur, karena kelelahan.


***


Sesampainya di rumah, Anabel berencana ingin mengadakan syukuran kecil kecilan untuk David.


"Yank, aku pengen deh ngadain syukuran kecil kecilan untuk David, barangkali dengan Begitu nanti banyak yang doain.Kita juga undang anak anak panti karena kan doa mereka juga mustajab yank." ucap Anabel.


"Hemm boleh juga, ide bagus.Ahh istriku memang benar benar MasyaAllah ni." ucap Ferdi dengan memeluk Anabel.


 


\============


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Masak Untuk Keluarga Anabel


"Yank hari ini Mama April, papa Herry, dan ketiga saudaraku mau datang, enaknya kita buatin apa ya hemm?" tanya Anabel ke suaminya.


"Yaudah bentar, aku coba cari referensi masakan dulu ya." ucapnya lagi.


"Boleeeeh tu yank, Richard, Wiliam dan Kelvin ya yank? ucap Ferdi.


"Iya yank." ucap Anabel.


Setelah melihat lihat beberapa referensi masakan di beberapa majalah , Anabel pun menemukan ide harus masak apa hari ini untuk menyambut kedatangan orang tuanya dan ke-tiga saudara angkatnya.


"Yank, gimana masak mie goreng sosis bakso,balado hijau teri, terus Ikan Salem siram cabai petai, hemm apalagi ya?" ucap Anabel yang sedang berfikir.


"ohya, udang saus Padang, terus cah kangkung bakso, udang pedas manis, oseng tempe, cah toge ikan asin , oseng sawi jagung manis dan sambel terasi. udaaah." ucap Anabel.


"Gak kebayakan tu sayang? kamu sanggup masak semuanya? Biar aku bantu ya?" ucap Ferdi.


"Banyak sih, tapi gak papa karena aku ingin menyambut kedatangan mama, papa sama ketiga saudaraku. Kapan lagi kan mereka datang? makan masakan Indonesia dan mama papa juga pasti kangen masakan Indonesia. jadi ku pengen masakkin mereka spesial khas Indonesia, kalau kamu mau bantu boleh banget yank, hehe." ucap Anabel.


"Hemm baiklah yank , okee nyonya siapp aku bantu kamu ingin masak apa." ucap Ferdi dengan tersenyum dan menggoda Anabel.


"Hahahaha duh yank, uda deh, gayamu loh bikin aku ngakak." ucap Anabel sambil tertawa.


"Itulah yank yang aku mau , buat Isrti tercinta ku tertawa." ucap Ferdi.


"Yaudah yuk yank masak, karena aku fikir David, Bulan dan Bintang juga pergi ke sekolah jadi aku rasa bisa masak sebanyak ini , tentu saja dengan bantuamu ." ucap Anabel menggoda Ferdi.


"Aissh kamu nih yank, aku sengaja hari ini meliburkan diri karena ingin menyambut ketiga saudaramu eh kamu malah manfaatkan keadaan ku di sini, hiks hiks." ucap Ferdi pura pura menangis menggoda Anabel.


",Aissh udah deh yank, gak usah pura pura nangis." ucap Anabel.


Ferdi pun pura pura cemberut dan tawa nya pecah.


"Hahahaha, duh yank gayamu, Uda deh yuk mulai masak , keburu mereka datang." ucap Anabel.


"Yaudah yuk." ucap Ferdi, Dan mereka pun mulai memasak.

__ADS_1


Hampir butuh waktu 3 jam mereka berperang di dapur dan kompor , akhirnya masakan sudah siap di hidangkan.


"Alhamdulillah wanginya yank, aku gak kuat ingin mencicipi tapi takut kamu marahin." ucap Ferdi.


"Aissh janganlah, ini masak buat menyambut mereka, jangan kamu cicipi dulu yang ada berantakan nanti sajiannya dan bisa bisa habis ini masakan." ucap Anabel cemberut.


"Hahahaha iya ya istriku, aku kan menggoda kamu." ucap Ferdi.


"Tapi berarti, kita gak ikut makan masakan ini? yang sudah kita buat susah payah, ah." ucap Ferdi mendramatisir keadaan.


"Haduhhhh yank, gayamu .. ikut yank cuman gak sekarang, nanti bareng mereka makannya." ucap Anabel.


"Tapi makasihhh loh yank , Uda mau bantuin aku masak ini semua hehe, walau kata kamu banyak tapi kamu tetap mau bantuin aku." ucap Anabel.


"iya sama sama istriku, demi kamu apasih yang enggak?" ucap Ferdi mulai menggoda Anabel lagi.


"Aih yank, bikin ku tersipu aja, tapi serius loh makasih dan jangan goda aku terus, aku Uda mulai kesal nih kamu goda terus. nanti macan ku keluar, tau rasa kamu." ucap Anabel menggoda Ferdi.


"Awuuuu." ucap Anabel pura pura menjadi binatang buas menggoda Ferdi.


Ferdi pun berlari dan mereka bermain kejar-kejaran.


 


\====================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Kedatangan Mereka


"Assalamualaikum." ucap suara di luar.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh." ucap Anabel dan Ferdi dari dapur, mereka pun menghentikan kegiatan mereka berlarian dan mulai membukakan siapa yang datang.


"Hemm siapa ya yank yang datang?" ucap Anabel sambil berfikir.


"Entalah yank." ucap Ferdi.


Kreeek( suara pintu di buka)


"Assalamualaikum." ucap mereka lagi.


"Waalaikumussalam, Mama, Papa, Kak Richard, kak Kelvin dan Kak Wiliam aku kangeeeeen bangeeeet sama kalian huhuhu." ucap Anabel tanpa sadar ia pun menangis sesenggukan.


"Uuuu adekku sayanggg, kakak juga kangeeeeen kamu bangeeeet." ucap Richard, Kelvin dan William secara bersamaan.


"ohya kakak ipar mana kok gak mikut? tanya Anabel.


"Iya gak bisa mikut , padahal Uda kakak ajakkin tapi ada yang harus di urus." ucap mereka Kevin mewakili.


"oooh gitu,yaudah yuk masuk." ucap Anabel.


"Sama mama dan papa gak kangen nih? tanya April pura pura ngambek.


"Aih, Kangeeeeen bangeeeet lah, makanya tadi Anabel masakkin masakan spesial buat kalian semua.khas Indonesia, mama pasti rindu masakan Indonesia dan kak Richard, kak kelvin juga kak William juga harus cobain. " ucap Anabel sangat bersemangat.


"Udah dong Ma, jangan cemberut.Yaudah yuk masuk, ngobrol nya terusin di dalam." ucap Anabel lagi.


"Yasudah yuk." ucap mereka dan mereka pun masuk.


"Hemmm bau apa ni? bau nya enak banget bikin laperrrrr." ucap April.


"Iya nih, bau nya menggoda selera sekali." ucap Hery.


"Hemm ternyata Adek kakak nih pintar masak juga ya, bau nya loh dek benar benar mengunggah selera." ucap Richard.


"Aih , makasih loh. Tapi muji kalian berlebihan, aku masak pun di bantu sama mas Ferdi, suamiku." ucap Anabel.


"Tapi tetap kamu yank yang masak, aku cuman bantu bantu dikit urusan dapur." ucap Ferdi.


"Aih kalian ini romantis sekali." ucap Kevin.


"Iya nih romantis kali , seperti kita dulu ya pa? ucap April kepada Hery.


"Hehehe iya Ma." ucap Hery.


"Yaudah yuk makan." ucap Anabel.


"Iya yuk makan Ma , Pa, kak Richard, kak Kevin dan kak William. Cobain rasakan istriku ini uhh muanteppp, aku aja laperrrrr, mulai tadi pengen icip sama dia gak boleh." ucap Ferdi.


"Issh apasih yank, aku malu." ucap Anabel berbisik pelan, dengan mencubit pinggang Ferdi.


"Aih aih romantis kali, jadi membuat ku teringat istriku." ucap Richard.


"Iya ni pa, anak kita romantis kali, aku jadi iri pa." ucap April.


"Aih aih ada yang malu nih hahaha." ucap William.


"Ah kalian mah malah asyik godain aku. Auh ah gelap." ucap Anabel yang sedang ngambek. Dan membuat semuanya semakin godain Anabel.


"Bukannya makan, malah asyik godain aku aja." ucap Anabel lagi.


"Hahahaha, sorry adikku yang cantik seduniaaa." ucap Ricard. Dan tawa mereka pun pecah.


"Hahahaha, Yaudah yuk makan. Jangan asyik godain istriku aja .Nanti makin ngambek loh bahaya. Makan ni makan aja, Uda susah masakkin kasian kalau gak di makan. ucap Ferdi dengan senyum senyum.


"Cieeee ada pahlawannya ni yang belain, cieee pasti senang di belain pahlawan ganteng gitu.eh ganteng juga gue sih hahaha."ucap Kelvin. Dan membuat tawa mereka pecah.


"Hahahaha Kevin, Kevin, bisa aja kamu. Hahahaha." ucap mereka.


"Hahahaha kak Kevin, kak Kevin bisa aja kamu." ucap Anabel menirukan ucapan mereka dan lalu Anabel meletakkan sendok dengan cukup keras di piring, menandakan ia sedang marah dan benar benar merajuk.


Lalu Anabel pun meninggalkan ruangan tersebut.


"Waduhhh hayooo kev, tanggung jawab." ucap William.


"Iya Kev, tanggung jawab hayoo." ucap Ricard.


"Hayooo Kevin.." ucap Hery.


"Aih, kalian napa mojokkin aku gini sih, seakan akan aku yang salah. Padahal kan kalian juga turut andil malah lebih, aku juga baru ini aja godain dia." ucap Kevin tak terima.


"Ya tapi dia ngambek dan pergi meninggalkan ruangan makan ini kan karena kami habis ngomong seperti itu." ucap William.


"Ih Anabel dah ngambek mulai tadi kali sebelum gue ngomong gitu." ucap Kevin tak terima.


"Seperti gue dong, gak ikut ikutan.diemmm gitu." ucap William.


"Apaan Lo diem? dari Hongkong!!" ucap Kevin mulai kesal.


"Yaudah kalau kalian nyalahin aku terus, aku mau perhi juga dari ruangan makan ini seperti Anabel dan gak jadi makan." ucap Kevin kesal.


"Eeh eeeh ondee mandee, udah dong jangan berantem gini." ucap Hery.


"Udah cukup. Cukup bercandanya. Dan cukup Anabel yang pergi dari ruangan ini, kalau bisa kita bujuk dia supaya ke sini. Bukan malah ada yang ikutan ngambek , pergi dari ruangan ini dan gak makan juga." ucap Hery lagi dengan nada tegasnya.


"Papa mohon jangan seperti anak kecil. Tolong kamu juga Kevin, jangan pergi dari ruang makan ini." ucap Hery memohon kepada mereka dan Kevin.


"Baik pa, maafin Kevin." ucap Kevin menyesal.


"Maafin kami juga pa, karena kami Anabel ngambek dan kita gak jadi makan bersama." ucap Richard mewakili.


"Iya pa, maafin kami." ucap William.


"Ya, yauda Uda papa maafin, tapi tolong jangan di ulangi. Bercanda boleh, tapi jangan berlebihan, kalian tau sendiri Adek kalian seperti apa." ucap Hery.


"Sekarang papa mohon jemput Adek kalian dan minta maaf sana, tanggungjawab.


Papa gak mau kalau makan bersama kita gak lengkap dan dalam suasana seperti ini, ada yang ngambek.Papa gak mau." ucap Hery.


"Iya pa." ucap Richard, Kevin dan William.


Dan mereka pun segera ke atas untuk menjemput dan meminta maaf kepada Anabel.


Toktoktok...


"Anabel bukain, kami minta maaf.


Kami tidak bisa makan tanpa kamu." ucap William.


"Ya, bukain adekku sayang." ucap Richard.


"Kakak minta maaf dek, kakak salah." ucap Kevin.


"Kakak gak ingin kehilangan Adek kakak yang paling cantik ini, kakak minta maaf ya..


Please maafin." ucap Kevin lagi.


 


 


\===================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Keluarga Yang Sangat Seru


Beberapa menit kemudian..


Kreeeeek ( pintu di buka)


"Alhamdulillah akhirnya adek kakak mau bukain pintu juga." ucap Richard dengan sujud syukur.


"Yaudah yuk makan dek, kakak minta maaf ya." ucap William.


"Papa gak mau makan di mulai tanpa kamu dek." ucap Richard.


"Oooh jadi kalian minta maaf karena di suruh papa?" tanya Anabel.


"Eh enggak gitu dek, ya kami nyesel minta maaf. Dan kami juga gak mau makan sebelum kamu hadir ikut makan bersama.Apalagi kamu kan yang masak, kami makan pasti nanti terbayang bayang kamu dek.Ah apalagi papa kan ?" ucap Kevin dengan nada sedih dan menyesal.


"Hemmmmm baiklah, aku maafkan. Karena aku kasihan dengan kalian, nanti kena omel papa." ucap Anabel.


"Hemm Yaudah yuk turun." ucap Anabel lagi.


Dan mereka pun turun menuju meja makan dan makan bersama.


"Pa, ini Puteri Anabel sudah datang." ucap Richard.


"Aissh.." ucap Anabel.


"Issh jangan goda Anabel lagi." ucap William memperingati.


"iyaloh nanti aku ngambek lagi." ucap Anabel.


"sudah sudah, ayo makan." ucap Hery menghentikan pertengkaran saudara tersebut yang tiada ujungnya.


Mereka pun segera mencari tempat duduk Maasing masing untuk makan bersama.


"Assalamualaikum." suara dari luar.


"Eh Bulan, Bintang , David Uda pulang sepertinya. Kita makannya tunggu mereka aja ya sekalian.Bentar Anabel mau melihatnya dulu." ucap Anabel.


"Iya ya, tunggu ponakkan dulu, biar seru makannya." ucap Richard.


"Papa mau lihat cucu dulu ya." ucap Hery, yang mengikuti langkah Anabel.


"Ya pa, mama juga, mau lihat cucu oma." ucap April.


"Ya kami juga." ucap Richard, Kevin dan William.


Dan mereka pun ke ruang tamu untuk melihat Bulan, Bintang dan David.


"Opa, Oma..sudah datang." ucap Bulan dengan langsung berlari dan memeluk April juga Hery.


"Paman.." ucap David kepada Richard, Kevin dan William.


Sedangkan Bintang masih dengan kebingungannya.


Setelah memeluk April juga Hery , Bulan segera memeluk Richard, Kevin juga William.


"Paman Richard, William dan Kevin , aku juga kangeeeeen bangeeeet sama pamaaan yang lama gak pernah datang." ucap Bulan dengan berlari dan memeluk 3 saudara tersebut.


"Yaudah yuk, acara pelukannya udahan dulu, Bintang, Bulan juga David segera cuci tangan setelah itu kita makan bersama. Di tunggu di meja makan ya, di ruang tengah." ucap April.


"Mama lapar?" tanya Anabel.


"Iya Bel, mulai tadi pagi belum masuk, begitupun selama perjalanan. Di beliin papamu makanan sih, papa juga kakak kamu makan, tapi mama pas makan mual berakhir muntah, ntahlah. Jadi sekarang laper banget apalagi liat masakanmu." ucap April.


"Yaudah Ma, makan duluan aja gak papa." ucap Anabel.


"Enggak mama mau nunggu kalian dan cucu mama, biar seru makannya. makanya lekas cuci tangan supaya segera ke meja makan hehe." ucap April.


"Baiklah, kalian lekas cuci tangan ya, di tunggu di meja makan." ucap Anabel.


"Baik siapppp bundaaaa, omaaaaa." ucap Bulan.


Sedangkan Bintang hanya di peluk sebentar oleh Oma, opa, dan pamannya.


"Loh Bintang belum kami peluk ya." ucap pamannya (3 saudara tersebut).


"Iya, oma juga opa belum meluk Bintang." ucap April juga Hery.


Mereka pun memeluk Bintang bergantian.


"Yaudah yuk segera cuci tangan terus ke meja makan,okee." ucap April


"Okeee oma."ucap Bintang.


Bintang pun segera mendorong kursi roda David, meski sudah bisa jalan tapi untuk saat ini David tetap masih menggunakan kursi roda karena belum cukup kuat berdiri lama lama.


"Ohya gimana kabar David? sehat? loh bukannya Uda bisa jalan ya?" ucap April yang heran saat melihat David di dorong kursi roda oleh Bintang.


"Alhamdulillah baik oma." ucap David.


"Iya, Kak David memang Uda bisa jalan, Alhamdulillah. Tapi masih perlu kursi roda karena belum sanggup berdiri lama atau berjalan dalam waktu lama jadi untuk sementara menggunakan kursi roda dulu om, opa." ucap Bintang, yang berusaha melindungi David, kakaknya.


Sedangkan April mengangguk dan membiarkan Bintang juga David berlalu pergi.


April memandang ke arah Hery seakan minta pendapat, sementara Hery seakan tak tau dan memeluk April mengajaknya ke meja makan. Hery sengaja membiarkan April untuk bertanya ke Anabel nya secara langsung.


Beberapa menit kemudian, Bintang, Bulan juga David sudah gabung di meja makan dan siap makan bersama.


"Ayo duduk Sinii, samping oma." ucap April yang di mana kursi sampingnya kosong.


"Yang mau di samping om Richard juga boleh." ucap Richard juga, karena kursi sampingnya juga kosong.


David pun memilih duduk di dekat om Richard, sedangkan Bulan di dekat April dan Bintang di dekat Anabel.


"Alhamdulillah Uda ngumpul. Yuk makan bersama di mulai, bismillahirrahmanirrahim." ucap Ferdi. Dan mereka pun makan dengan sesekali berbincang ringan.


"Ohya Bel, gimana keadaan David? tadi oma lihat..." ucap tiba tiba terhenti karena Hery menyikut tangan April, seakan menyuruh April berhenti untuk berbicara seperti itu di hadapan David terlebih saat makan seperti ini. Hery hanya tidak ingin David semakin merasa bagaimana gitu.


"Yuk lanjut makan aja, ngobrolnya nanti aja." ucap Hery.


Dan mereka pun makan tanpa mengobrol.


 


\====================


 


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Ngobrol Bareng


"Alhamdulillah habis, enak juga masakanmu Bel. Gak kalah dengan masakan mamamu." ucap Hery.


"Iya Alhamdulillah enak juga loh masakan anak mama ini." ucap April.


"Yups enak,sangat enak dan begitu banyak masakan Adek kakak ini." ucap Richard.


"Tapi kamu masak segini banyak nya kok bisa? di bantu Ferdi ?" ucap Kelvin .


"Alhamdulillah, kalau kalian suka. Karena emang niat ku masak ini untuk kalian. Alhamdulillah kalau di terima dengan baik respon kalian. Iya aku di bantu Ferdi masaknya,aku juga gak mungkin masak segini banyaknya sendirian." ucap Anabel.


"Makasih ya Fer, Uda mau bantu Anabel masak." ucap April.


"Iya sama sama Ma, itu sudah kewajiban Ferdi." ucap Ferdi.


"Romantis jugaa ya pa mereka, seperti papa dulu sering bantu mama.eh sekarang juga sih tapi uda jarang gak seperti awal pertama kali nikah dulu." ucap April kepada Hery.


"Hahahaha iya ma, bukan gak mau bantuin tapi dulu kerjaan papa gak banyak. terus kan papa setelah nya di sibukkan dengan perusahaan. Tapi sekarang Alhamdulillah sudah pensiun ni di gantiin anak papa laki laki,jadi bisa bantu mama lagi seperti dulu.Tapi meski begitu papa tetap harus cek perusahaan ma, gak bisa papa lepas tangan begitu saja." ucap Hery.


"Iya pa, mama ngerti kok." ucap April.


"Udah yuk kita bereskan meja makan ini terus lekas istirahat, mama juga Uda capek banget ini." ucap April.


"Iya ma, mama istrirahat aja. Biar kami yang beres beres." ucap Anabel.


"Eh jangan dong, jangan kamu sendirian. Biar mama bantu." ucap April.


"Gak papa ma, Anabel juga gak sendirian di bantu sama Ferdi." ucap Anabel.


"Serius Fer?" tanya April.


"Iya ma." jawab Ferdi.


"Hemm Yaudah yuk pa, kita tidur duluan." ucap April.


"Hemm papa masih mau duduk sambil ngobrol sama menantu dan anak papa yang laki laki ini ma." ucap Ferdi.


"Hemm yaudah deh, mending mama bantu Anabel deh pa di belakang." ucap April yang mulai ngambek.


"Hahahaha jangan merajuk lah ma, Seperti Anabel aja mama ini. Ah Bel, kamu nurun mamamu nih ngambekkan.Papa baru ingat ,hahaha." ucap Ferdi .


"Issh papa gitulah, yaudah yuk Bel, ke belang kita beres beres.Daripada harus dengerin papamu ini, nyebelin." ucap April yang ngambek.


"Hahahaha udah dong ma,papa kan bercanda." ucap Anabel.


"Aih Bel, gayamu sok bijaksana.Padahal tadi kita godain, bercanda pun kamu marah malah ngambek mu melebihi mama." ucap Richard.


"Ya itu beda lagi, iya aku tau kalian bercanda tapi bercanda kalian kelewatan." ucap Anabel pura pura marah.


"Yaudah ah, Anabel mau beres beres supaya bisa lekas istirahat." ucap Anabel.


"Mama bantuin ya sayang." ucap April.


"Iya ma, boleh.Tapi mama gak lagi pengen ikut ngobrol ngobrol juga sama papa juga?" tanya Anabel.


"Gak ah, mama masih ngambek sama papamu." ucap April.

__ADS_1


"Oooh gitu, hahaha. Yaudah yuk ma." ucap Anabel.


"Iya ayuk mending bantuin kamu daripada bete' di sini , karena papamu itu." ucap April.


"Hahahaha ya,ya yaudah yuk ma." ucap Anabel.


"Yuk." ucap April.


Anabel dan April pun segera berberes, Sedangkan Hary, Ferdi, Richard, William, dan Kevin sedang berbincang bincang.


"Ohya Bel , mama mau nanya gimana kondisi David ? bisa jalan ya bukannya ? tapi kok tadi mama lihat David masih pakek kursi roda? mama tadi liat David di dorong kursi roda." ucap April.


"Iya ma, Alhamdulillah uda bisa jalan.Tapi masih belum begitu kuat, masih pelan pelan ma dan belum bisa lama, oleh sebab itu ma harus di dampingi pakek kursi roda untuk sementara waktu dulu ini.Untuk saat ini aja ma." ucap Anabel.


"Oooh gitu ya Bel." ucap April.


"Iya ma, jadi waktu itu Afnan nangis. terus David menghampiri Afnan yang sedang nangis, dia jalan k menghampiri Afnan, terus gendong Afnan. Menurut Anabel lumayan lama lah berdirinya, dan Alhamdulillah kuat." ucap Anabel.


"Tapi ma, setelah Anabel bilang, Anabel sadarkan waktu itu, kalau ia bisa jalan eh gak taunya malah syok pas Uuda ngeh dan jatuh." ucap Anabel lagi mencoba menjelaskan. ucap Anabel sedih.


"ooooh gituuuu, Yaudah Bel untuk sementara waktu pakek kursi roda aja dulu gak papa.Dan pelan pelan aja dulu kalau bisa juga jangan di kagetkan." ucap April.


"Iya ma, makanya untuk saat ini pakek kursi roda dulu dan jalannya pun pelan pelan. Anabel juga bersyukur banget, teman temannya baik mau ajarin David jalan pelan pelan ma, senang deh Anabel." ucap Anabel.


"Iyakah? Alhamdulillah syukurlah, mama juga senang dengarnya Bel." ucap April.


"Ohya Bel, lusa David ulang tahun ya? hemm kita Persiapkan apa ya untuk ulang David?"tanya April.


"Iya ma, Alhamdulillah. ntah Anabel masih bingung ma. 2 bulan lagi juga Afnan Uda umur 6 bulan loh ma, mulai mpasi." ucap Anabel.


"Iya Bel, Alhamdulillah mama senang.Cucu mama Uda tambah umur aja baik Afnan atau David. Kalau Bintang dan Bulan kan masih lama ya ulang tahunnya." ucap April.


"Ohya Bel, mama pengen mempersiapkan ulang tahun yang spesial untuk David supaya ia juga senang Bel, terlebih setelah dia sakit dan mulai berjalan kembali. Kita undang teman teman David juga, anak yatim dan banyak orang lah, semeriah mungkin.Supaya David tau banyak orang yang menyayangi nya dan itu bisa buat David semangat untuk sembuh dan belajar jalan." ucap April.


"Iya ma, ide bagus juga. Anabel setuju." ucap Anabel.


"Eh dah habis piring dan gelas yang di cuci, gak terasa ya Bel, sambil ngobrol gini hehehe." ucap April.


"Lah iya, hehehe iya ma." ucap Anabel.


"Yaudah yuk, setelah ini kita ke ruang tengah ikut ngumpul dan ngobrol sama papa kamu dan saudaramu itu Bel, pasti seru. Mama juga udah lama kangen suasana gitu, apalagi ada cucu mama ngumpul semua juga." ucap April dengan tersenyum bahagia .


"Iya ma, seru banget pasti.Yaudah kita taruh piring sama gelas ini di rakkan setelah itu kita ke ruang tengah." ucap Anabel.


"Ok, yuk Bel. Mama bantuin biar cepat ya." ucap April.


Beberapa menit kemudian setelah membereskan piring, gelas dan lain lain. Anabel dan April pun segera ke ruang tengah untuk ikut ngumpul bersama.


 


 


\================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Jalan Jalan Sore


"Hahahaha." tawa mereka pecah.


"Wah ngobrolin apa nih? seruuuu bangeeeet keliatannya. Mama sama Anabel ikutan dong,masa' kami gak di ajak." ucap April.


"Boleeeeh sini ma, Bel." ucap Hery.


Setelah cukup berbincang bincang, mereka pun masing masing pamit untuk beristirahat kecuali anak anak yang masih asyik bermain.


"Bulan, Bintang, David, ayo istrirahat.


Jangan main terus, nanti sore kita jalan jalan loh. Nanti ngantuk gak bisa ikut jalan jalan loh."ucap Anabel.


"Siapppppp ma , bentar lagi." ucap Bulan dengan senyam senyum.


Setelah beberapa menit kemudian, Bulan , Bintang dan David pun menyusul untuk beristirahat.


"Yaudah yuk istirahat, supaya nanti sore bisa jalan jalan." ucap Bintang mengingatkan.


"Bintang juga capek, pengen isrtihat. Atau gak Bintang pamit isrtihat duluan ya." ucap Bintang lagi.


"Eh jangan ninggalin kita dong. Yaudah yuk tidur juga dek." ucap David Kepada Bulan.


"Iya ka David, Yaudah yuk kita tidur. isrtihat bareng.Kamu mah Bintang ninggalin kita tidur duluan, ih tega." ucap Bulan pura pura ngambek.


"Ya sorry, aku kan capek." ucap Bintang.


"Yaudah yuk segera isrtihat." ucap David.


"Yuk." ucap Bulan.


Dan mereka pun beristirahat ke kamar mereka masing masing.


****


Sore harinya, mereka berencana untuk berjalan jalan.


Richard, Kevin dan William berencana ingin mengajak ponakkan nya berjalan jalan sore, begitupun dengan April juga Hery.


"Bintang, Bulan, David. Mau gak hari ini Oma, opa sama paman ajak kalian jalan jalan? tanya April ke mereka.


"Mauuuuuuu bangeeeet, boleeeeh omaaa." ucap Bulan.1


"Yaudah yuk kita berangkat." ucap April.3


"Yukkk." ucap anak anak.


"Bel, ayuk siap siapnya cepat dikit dong." ucap Apri


"Iya ma bentar, eeh, bantuin bunda dong jagain dedek Afnan." ucap Anabel.


"iya bunda." ucap mereka.


"Yauda bunda siap siap dulu ya, jangan tinggalkan bunda. Isssh tega kali kalian mau tinggalin bunda dan membiarkan juga sendirian kerepotan." ucap Anabel


"Hahahaha iya Bel, biar mama dan anak anak jagain Afnan, gih kamu siap siap sana." ucap April.


Setelah beberapa menit, Anabel pun telah selesai bersiap siap.


"yuk ma, Anabel sudah selesai nih. Makasih ya uda mau jagain Afnan." ucap Anabel.


"Sudah selesai ya Bel? yaudah yuk kita berangkat. Iya sama sama Bel." ucap April.


"Issh Afnan dah ganteng ya." ucap Hery.


"Iya pa." ucap April.


"Yauda yuk berangkat." ucap April.


"Yuk." ucap Hery.


Mereka pun segera keluar rumah untuk berjalan jalan sore.


"Ohya Bel,Fer nanti mampir yuk ke rumah bu Nila dan pak Anang?" tanya April.


"umm sepertinya gak bisa ma, kita kan jalan.Jauh kalau ke rumah bu Nila sama pak Anang harus naik kendaraan ma kesana." ucap Anabel.


"Hemm begitu ya." ucap April menimbang nimbang.


"Besok Richard, Kevin sama William mau belajar masakan khas Indonesia." ucap Richard tiba tiba.


"Hemm nah besok aja ma, mampir ke rumah bu Nila dan pak Anang sekalian bawa masakan hasil anak papa laki laki ini,gimana ma?" ucap Hery.


"Iya ya, ide bagus. Ok mama setuju." ucap April.


"Bulan , Bintang dan David juga setuju." ucap Bulan tiba tiba, membuat tawa mereka pecah.


"Setuju apa sayang? emang paham?" ucap April tersenyum kepada cucunya.


"Paham dong, besok ke rumah eyank sama bawak hasil masakan om Richard, om Kevin dan om William. bener kan? karena sekarang jalan jadi Ndak bisa ke rumah Eyank karena jauh, betul kan? " ucap Bulan dengan bersemangat.


"Aih ya loh betul, Masya Allah pintar lah nii cucu oma" ucap April.


"Besok om Richard, om Kevin dan om William mau masak? masak apa?" tanya Bulan.


"Hemm masak apa ya? hahahaha liat aja besok .Sekarang belum terfikirkan." ucap William.


"Hemm baiklah, besok kita pikirkan bersama." ucap April.


"Papa bantu besok." ucap Hery.


"Ok siap pa." ucap William.


"Mau beli jagung manis dan eskrim? itu ada yang jual." ucap Richard.


"Bolehhh mauuuuu." ucap mereka serempak.


"Hahahaha." tawa mereka.


Setelah hampir 2 jam mereka berjalan jalan sore , akhirnya mereka pun kembali ke rumah.


 


 


\================


 


Ketika Cinta Harus Memilih - Masak Bareng Mereka


Sesampainya di rumah mereka pun segera sholat, mengaji dan makan malam.


"Kita makan malam sama ini ya, yang tadi terbeli." ucap Hery.


"Apa itu pa?" tanya Kevin.


"Ini telur sambel, sama jamur saos tiram." ucap Hery.


"Wah enak bangeeeet, mauuuu lah. Yuk makan, laperrrrr." ucap mereka serempak.


"Baca doa dulu , bismillahirrahmanirrahim." ucap Hery.


"Iya siappp, bismillahirrahmanirrahim." ucap Bulan, Bintang dan David juga di ikuti oleh lainnya. Dan lalu mereka pun makan dengan berbincang bincang.


Beberapa menit kemudian, makanan mereka pun habis.


Anabel dan April yang mencuci piring seperti biasanya, sedangkan yang lain di ruang tengah sedang mengobrol.


Setelah beberapa menit kemudian selesai mencuci piring, Anabel dan April pun ikut mengobrol sebentar. Setelah itu masing masing mereka pun pamit untuk tidur.


"Yuk lekas tidur, supaya besok bisa masak masak atau jalan dan ngapain aja, sebelum lusa ulang tahun David." ucap Hery.


"Iya ulang tahun David nanti kita kado apa ya?" tanya William..


"Hemm." ucap Kelvin.


"Aku kemarin sempat nanya David mau lagi apa di hari ulang tahunnya." ucap Richard.


"Terus, terus katanya apa?" ucap mereka penasaran.


"Katanya.." ucap Richard sengaja membuat mereka semakin penasaran.


"Ayoo apa?" tanya mereka.


"Hahahaha."tawa Richard pun pecah.


"serius ih." ucap Kelvin kesal, serasa di permainkan oleh saudaranya sendiri.


"Hahahaha iya, pas ku tanya katanya gak mau kado apa apa." ucap Richard , menjawab rasa penasaran mereka.


"Serius gitu aja?" tanya Kelvin yang masih gak percaya.


"Iyaa loh, dua riusss.Bukan serius lagi." ucap Richard.


"Kita nanti kado spesial lah pokonya buat ulang tahun David kali ini." ucap Hery mantap.


"Setujuuuuu." ucap Richard.


"Kelvin juga setuju pa." ucap Kelvin.


"William juga setuju banget." ucap William.


"Yaudah yuk tidur, besok kita pikirkan dekor dan kado Seperti apa untuk ulang tahun David dan berapa banyak orang yang harus kita undang nantinya." ucap April.


"Aaa mama kalau masalah ngerancang , kasih kejutan sama dekor emang paling Topp deh, Isrti papa ni." ucap Hery bangga .


"Issh papa mah, berlebihan.uda atuh jangan muji berlebihan di depan anak anak kita. Malu pa. Untung cucu kita Uda tidur semua, kalau gak mama di ketawain cucu mama makin malu yang ada mama." ucap April.


"Yaudah yuk cepat isrtihat, tidur.Uda malam juga supaya besok bisa bangun" ucap Hery.


"Siapp pa." ucap April dan yang lainnya.


Mereka pun segera tidur.


******


Keesokannya..


"Loh mau masak apa nak kalian ini? kok masih pagi banget Uda di dapur ? tumben biasanya kami juga gak pernah ke dapur? ucap April heran.


"Iya lagi pengen buat masakan Indonesia ma." ucap Richard, Kevin dan William.


"Oooh , di bantu Anabel?" tanya April.


"Iyalah ma, mereka masak sendiri yang ada bingung dan kesulitan. Anabel gak tega , jadi Anabel bantu ma." ucap Anabel.


"Hahahaha oke oke, semoga sukses masakannya. Nanti mama sebagai chef-nya perlu cicipi ya.haha." ucap April.


"Papa juga dong daftar jadi chef-nya.buat cobain masakan anak anak papa ini." ucap Hery.


"Hahahaha boleh pa." ucap Richard. Dan tawa mereka pun pecah .


"Yuk mulai masak, kalau ngobrol terus, kapan selesainya ini masak kan?" ucap Anabel.


"Iya ya." ucap mereka.


"Yaudah yuk masak, mau masak apa?" tanya Anabel.


"Yuk, hemmmmm." ucap Kelvin, William dan Richard.


"Yaudah bentar ku ambilkan buku referensi masakan, yang tertarik bisa kalian masak." ucap Anabel.


"Ok di tunggu,ide bagus." ucap William.


"nih." ucap Anabel dengan menyerahkan buku referensi masakan.


"Okee." mereka pun mulai memilih masakan yang akan di masak.


"Gimana kita masak terong kecap, oseng tempe sama sambel terasi buat sarapan ini?" tanya Anabel.


"Hemm boleh juga ide kamu, simpel dan pasti enak." ucap Richard, Kevin dan William.


"Yaudah yuk masak, jangan kebanyakan ngobrol, yang ada gak selesai selesai. " ucap Anabel.


"Ya ya siapp bos kecil." ucap Richard dengan mencubit pipi Anabel yang semakin membuat Anabel kesal..


Sudah selesai, dan siappp di sajikan." ucap Anabel dengan bangganya.


"Yuk kita bawa ke meja makan." ucap Anabel.


"Yuk." ucap mereka bersamaan.


Mereka pun membawa masakan tersebut ke ruang tengah, meja makan.


"Humm bau masakan apa nih? bikin mama laper aja." ucap April.


"Hehe iya ma ni kami masak terong kecap, iseng tempe sama sambel terasi.Sederhana sih tapi semoga mama suka dan enak di makan ya ma." ucap Richard.


"Loh, Richard kamu Uda bisa masak?" tanya April heran.


"Belum ma, hehe ini tadi masak berempat kok ma, Richard, Kevin, William dan tentunya di bantu Anabel." ucap Richard.


"Oalah gitu toh.Mama kira kamu masak sendiri.Tapi kalau di lihat masakannya enak juga dan menggugah selera mama ni. Harus segera di coba ini, tapi bentar mama panggilan papa mu dulu supaya makan bersama. Kamu juga bangunin anak anak ya, seru makan bersama." ucap April.


"Siapp ma." ucap Anabel.


"Yee kita bisa masak Bel, gak nyangka loh aku." ucap William.


"Aku juga gak nyangka." ucap Kevin dan Richard bersamaan.


"Makasih ya Bel, ini berkat bantuan mu." ucap Richard.


"iya sama sama." ucap Anabel.


"Eh tapi jangan di makan dulu loh, tunggu kita semua siap. Aku mau ke kamar atas dulu,bangunin anak anak." ucap Anabel.


"Siapp Bel, tapi jujur emang mengunggah selera sih. dan kami gak nyangka ini masakan kami hayy, Menggoda Banget ni masakan seakan ingin cepat di sentuh." ucap William.


"Jangaaaan loh aish." teriak Anabel di tangga.


"Hahahaha." tawa mereka pecah mendengarkan ucap Anabel.


Setelah beberapa menit kemudian, April kembali bersama Hery , Anabel pun turun bersama Bulan , Bintang dan David juga menggendong Afnan.


"Cuci tangan dulu terus ucap Bismillah." ucap Hery mengingatkan.


Setelah itu mereka pun makan.


"Hemm enak juga ini, cocok banget buat sarapan . Simpel tapi enak banget bikin nambah." ucap April.


"Iyaloh ma serius ini nasik papa Uda habis aja,mau nambah ah papa.Doyan banget." ucap Hery.


"Iya udah pa, nambah aja gak papa. Tadi kami buatnya juga banyak." ucap Anabel.


"Ohya Bel, jadi kan kita ke rumah bu Nila dan pak Anang sekalian antar makanan ini, kan katanya ada banyak gimana?" ucap April.


"Boleeeeh juga." ucap Anabel.


"Yaudah bentar lagi siap siap ya." ucap Anabel.


Setelah beberapa menit kemudian makanan habis, mereka pun segera bersiap siap untuk berangkat.


Selama Anabel bersiap siap Afnan di katakan Bintang, Bulan dan David.


Setelah bersiap siap mereka pun berangkat menuju rumah bu Nila dan pak Anang sekalian silaturahmi dan memperkenalkan anak angkat lakinya karena Hery dan April sudah lama berada di luar negeri.

__ADS_1


__ADS_2