Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Menikahlah dengan ku


__ADS_3

Keesokan paginya


Karena Elbara yang tidak biasa tidur di lantai semalaman pada akhirnya tepat pagi harinya Elbara merasa tidak enak badan, tubuhnya kini bahkan terasa panas dingin dengan perut yang teras mual seakan seperti tengah di aduk aduk.


Akila yang melihat Elbara menggigil kedinginan hanya tersenyum dengan simpul, padahal semalam Akila sudah memberinya selimut yang tebal agar Elbara tidak kedinginan karena laki laki itu sama sekali tidak mau pindah ke atas ranjang, membuat Akila hanya bisa mendengus dengan kesal akan tingkah Elbara ketika sedang mabuk. Jika sudah begini lalu siapa yang harus di salahkan?


Akila melangkahkan kakinya mendekat ke arah Elbara sambil membawa segelas wedang jahe yang masih mengepulkan asapnya. Akila kemudian mendudukkan dirinya di tepi ranjang dan mulai membuka selimut yang menutupi tubuh Elbara dengan pelan, membuat Elbara yang tengah menggigil lantas langsung menoleh ke arah Akila.


"Ayo bangun dan minumlah wedang jahe ini..." ucap Akila memberikan perintah.


Sedangkan Elbara yang mendengar perintah dari Akila hanya diam dan langsung menuruti ucapan Akila tanpa protes sama sekali. Dengan perlahan lahan Elbara mulai meminum sedikit demi sedikit wedang jahe yang di buatkan oleh Akila.


"Sudah cukup Ki, perut ku tidak enak." ucap Elbara sambil mendorong sedikit cangkir yang di pegang oleh Akila.


"Ayo sedikit lagi El, jangan manja! lagi pula ini kesalahan mu... siapa suruh kamu mabuk dan tidur di bawah semalam." ucap Akila kemudian dengan nada yang mengomel.


Elbara yang mendengar omelan dari Akila, lantas hanya menoleh ke arahnya sekilas kemudian menghela nafasnya dengan panjang memasang wajah yang memelas, membuat Akila jadi merasa tidak enak sudah mengomeli Elbara barusan.


"Baiklah baiklah aku minta maaf, sini biar aku kerok agar kamu lebih mendingan..." ucap Akila kemudian sambil menaruh cangkir berisi wedang jahe tersebut.


Elbara yang mendengar kata kerok lantas mulai membayangkan yang tidak tidak, membuat Akila lantas mengerutkan keningnya ketika melihat ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh Elbara barusan.


"Ayo buka baju mu sekarang El, biar aku bisa melakukannya!" ucap Akila sambil membuka laci mencoba mencari sesuatu di sana.

__ADS_1


Mendengar ucapan Akila yang semakin melantur dan terdengar ambigu, membuat wajah Elbara kian bersemu di tengah perasaan tidak enak yang ia rasakan di tubuhnya malah sempat sempatnya berpikir kotor ke arah sana.


Akila yang sudah menemukan apa yang ia cari, lantas langsung membalikkan tubuhnya dan bersiap untuk memulai, namun Elbara malah terdiam membeku dengan wajah memerah yang aneh, membuat Akila lantas semakin khawatir karena mengira bahwa Elbara tengah demam saat ini.


"Apa kamu baik baik saja El? mau aku antar ke dokter? mengapa muka mu merah sekali?" ucap Akila sambil menempelkan telapak tangannya pada kening Elbara untuk mengecek suhu tubuh Elbara.


Sedangkan Elbara yang di sentuh oleh Akila malah semakin memerah wajahnya, membuat Akila lantas menjadi semakin kebingungan ketika melihat wajah Elbara yang semakin merah.


"Hentikan Ki... jangan seperti itu!" ucap Elbara kemudian beralih memunggungi Akila, membuat Akila lantas bingung akan tingkah dari Elbara saat ini.


Akila yang di punggungi oleh Elbara tentu saja tidak tinggal diam dan terus berusaha untuk melihat ke arah depan Elbara karena khawatir akan kondisi Elbara, namun sayangnya Elbara yang seakan tidak ingin dilihat oleh Akila lantas terus saja mencari posisi untuk memunggungi Akila karena malu, hingga pada akhirnya tarik-menarik antara keduanya tidak lagi bisa terhindarkan, baik Elbara maupun Akila keduanya tidak ada yang mau mengalah sama sekali.


Akila yang penasaran akan sikap Elbara yang terlihat aneh, lantas terus saja mencoba mencari celah agar Elbara mau menatap ke arahnya, hingga pada akhirnya Elbara yang kesal juga akan sikap dari Akila yang tidak mau kalah, lantas langsung berbalik badan dengan tiba tiba namun sayangnya Akila yang tidak bersiap akan gerakan Elbara yang mendadak, membuat Akila langsung terjatuh tepat di atas dada bidang milik Elbara, hingga membuat keduanya langsung saling pandang satu sama lain.


***


Sementara itu di kediaman Sarah


Terlihat Rafi tengah melangkahkan kakinya mendekat memasuki ruangan Sarah dengan langkah kaki yang bergegas. Sarah yang mengetahui kedatangan Rafi di ruangannya, lantas langsung melepas kacamatanya dan menatap ke arah Rafi yang saat ini tengah memasang raut wajah serius menatap ke arah Sarah.


"Apakah anak itu tengah berbuat masalah saat ini?" tanya Sarah begitu melihat raut wajah serius Rafi saat ini,


Sedangkan Rafi yang mendengar ucapan Sarah barusan, lantas langsung membuat Rafi terkejut ketika mendengar ucapan Sarah barusan yang seakan tahu apa yang hendak ia kabarkan kepada Sarah.

__ADS_1


"Em... sebenarnya dalam masalah pekerjaan tuan muda berhasil melakukannya, apalagi dengan pembentukan divisi baru di kantor jadi bisa meminimalisir penghianat di perusahan SB Company, hanya saja masalahnya di luar perusahaan tuan muda mulai menimbulkan masalah dan kekacauan." ucap Rafi memberikan laporan kepada Sarah.


Mendengar ucapan Rafi barusan, membuat Sarah lantas langsung menghela nafasnya dengan panjang. Sebenarnya kelakuan Delvano saat ini adalah hasil dari ucapannya yang menjanjikan kepada Delvano asalkan Delvano mau bercerai dengan Akila saat itu. Hanya saja sayangnya, Sarah benar benar tidak menduga bahwa Delvano akan bergerak secepat ini untuk mendapatkan kembali Akila dan menimbulkan kekacauan di luar sana.


"Biarkan saja dulu, besok aku akan mampir ke kediamannya." ucap Sarah kemudian.


"Baik bu..." ucap Rafi kemudian setelah itu beranjak pergi dari sana meninggalkan Sarah di ruangannya seorang diri.


***


Hotel Star


Setelah Elbara dan juga Akila puas mengeksplor dan menjelajah area mulut masing masing, baik Elbara dan juga Akila lantas mulai melepas tautan mereka secara perlahan, kemudian menempelkan kening mereka dengan erat dan nafas yang terengah engah seperti habis berlari maraton.


Akila yang mulai tersadar bahwa apa yang telah ia lakukan salah, lantas langsung dengan spontan memukul dada bidang milik Elbara dengan pelan sambil memarahinya dengan nada yang menggoda.


"Dasar nakal, masih sakit sudah mengajak berciuman, apa kamu mau menulari ku juga?" ucap Akila mengomel namun dengan nada yang menggoda.


Sedangkan Elbara yang mendengar ucapan Akila barusan, lantas tersenyum dengan simpul kemudian menatap ke arah Akila dalam dalam.


"Menikahlah dengan ku Ki... jadilah ibu dari anak anak ku kelak." ucap Elbara kemudian yang lantas membuat Akila terdiam membeku ketika mendengarnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2