
Hari ini Ana berencana dan sudah
bertekad akan menemui Ferdi, ke rumah Anabel.
Ana sudah menyiapkan hati untuk
bertemu Ferdi dan bagaimana mengatakan pada Ferdi mengenai Syakira juga
mempertemukan Ferdi dengan Syakira.
Bukan hal mudah baginya, tapi Ana
tidak ingin Syakira kehilangan sosok ayah lebih lama lagi.
Karena selama ini sudah cukup lama
Syakira kehilangan sosok Ayahnya.
Dan Ana tidak ingin Syakira kehilangan
sosok ayahnya lebih lama lagi.
Bagaimanapun Ana harus mempertemukan
mereka berdua antara Syakira dan Ferdi.
Bagaimanapun Ferdi harus mengetahui
keberadaan Syakira dan bertanggung jawab atas anaknya.
Begitupun Syakira, harus bertemu
dengan ayahnya, bagaimanapun bencinya Syakira kepada ayahnya.
Ana tak ingin Ferdi lepas tanggung
jawab dengan Syakira lebih lama lagi.
Baginya saat ini, sudah cukup lama
Ferdi lepas tanggung jawab hingga Syakira kehilangan sosok ayahnya dan terpaksa
harus bekerja membantunya untuk memenuhi kebutuhan keseharian dan sekolahnya.
Ana ingin Ferdi mengobati luka hati
Syakira dan mempertanggung jawabkan segalanya, karena sudah cukup lama Ferdi
meninggalkan tanggung jawabnya hingga Syakira terluka dan benci kepada ayahnya
sendiri.
Hingga Syakira trauma dan tak ingin
bertemu dengan ayahnya.
Bagi Ana saat ini belum terlambat
untuk Ferdi bertanggung jawab atas segalanya dan mengobati luka hati Syakira
dengan cara mendekati dan mengambil hati Syakira kembali.
**********
"Syakira, hari ini kita akan
bertemu ayah ya? kamu mau kan?" tanya Anabel kepada Syakira.
"Terserah bunda saja, sejujurnya
Syakira tidak ingin dan bunda bilang bila kita tidak bertemu dengan ayah,
Syakira gak bisa lanjut sekolah. Padahal Syakira yakin kita tetap bisa hidup
tanpa ayah dan bisa melanjutkan sekolah ini seperti dulu, kita semenjak kecil
juga bisa hidup kan tanpa ayah? dan bisa tetap sekolah? walau Syakira harus
ikut bekerja, gak papa kok bunda." ujar Syakira dengan nada sedih.
"Iya bunda tau sayang, tapi
bagaimanapun ayah harus bertanggung jawab kepada kita. Setidaknya kepada
Syakira, anaknya. Humm emang Syakira gak ingin bertemu ayah dan tau ayah? juga
gak rindu ayah? kan selama ini Syakira juga belum pernah ketemu ayah." ujar
Ana, yang bertanya pada Syakira.
"Bunda yakin, Ayah pasti senang
__ADS_1
bisa bertemu Syakira karena kan juga sudah cukup lama ayah gak pernah ketemu
Syakira." ujar Ana melanjutkan ucapannya.
"Enggak, Syakira gak ingin
bertemu ayah. Syakira juga gak rindu ayah karena ayah juga gak pernah
merindukan Syakira.
Syakira juga yakin ayah gak mungkin
rindu dan senang dengan kedatangan Syakira, karena jika ayah rindu Syakira dan
bahagia dengan adanya Syakira sebagai anak ayah kenapa ayah gak pernah nengok
Syakira?
gak pernah nengok kita bunda, kenapa?
Bunda gak bisa bohongin Syakira lagi..
Bunda bisa jawab pertanyaan Syakira ?
Sesibuk sibuknya seorang ayah pasti
merindukan anaknya dan menyempatkan waktu untuk anaknya bunda!!." tegas
Syakira.
"Sayang, maafin bunda ... Bunda
kan sudah bilang, ayah Syakira sibuk bekerja,makanya ayah gak bisa nengok kita
dulu." ujar Ana kembali, mencoba menenangkan dan memberi Syakira
pengertian.
"Bunda, Syakira mohon
cukup.Cukup!!, Cukup bohongin Syakira, Syakira bukan anak kecil lagi yang bisa
di bohongin. Sesibuk sibuknya seorang ayah bekerja pasti menyempatkan waktu
untuk bertemu dengan anaknya dan bermain dengan anaknya bunda!!, sudah berapa
kali Syakira bilang tentang hal itu." ujar Syakira yang mulai tersulut
emosinya.
benar merindukan anaknya, ia akan menyempatkan waktu untuk anaknya, sesibuk
apapun bunda.
Kecuali aku bukan anak yang di
rindukan.!!," Syakira pun mulai histeris dan menangis.
"Sayang, maafin bunda.. kamu gak
boleh ngomong seperti itu." ucap Ana yang segera memeluk Syakira karena
tak kuasa mendengar ucapan yang Syakira lontarkan terlebih Syakira juga
menangis dan histeris ketika mengucapkannya.
"Bunda, Syakira mohon... Syakira
gak ingin bertemu ayah, ayah gak merindukan Syakira, tentu ayah juga gak ingin
bertemu dengan Syakira." lirih Syakira memohon.
"Sayang, maafin bunda. Bunda
bukan maksa Syakira bertemu dengan ayah, tapi Bunda sudah memberikan kesempatan
Syakira untuk menyiapkan hati agar bisa bertemu ayah tapi waktu itu gak pernah
datang kan? karena Syakira yang gak pernah ingin bertemu ayah, karena hati
Syakira yang selalu di liputi emosi, benci juga dendam dengan ayah kan? bunda
mohon jangan seperti ini, bunda gak ingin melihat Syakira, anak bunda seperti
ini. Bunda pernah melakukan kesalahan karena terlalu membenci dan mendendam
tapi bunda mohon Syakira jangan sampai melakukan kesalahan yang pernah bunda
lakukan ya. Bunda gak ingin Syakira melakukan kesalahan sama yang pernah bunda
lakukan." ujar Anabel, mencoba menasehati Syakira.
__ADS_1
"Emang bunda pernah melakukan
kesalahan apa?" tanya Syakira di sela tangisnya.
" Iya, Syakira gak siap bertemu
dengan ayah bunda, oleh sebab itu Syakira selalu menolak bila bunda ingin
Syakira bertemu dengan ayah, karena Syakira gak siap dan gak akan pernah siap.
Syakira gak ingin bertemu ayah
bunda!!, Syakira mohon pahami perasaan Syakira, Syakira mohon bunda..."
ujar Syakira yang kembali memohon.
Ana tak bisa berkata apapun setelah
mendengar ungkapan hati Syakira, hatinya benar benar merasa ceplessh setelah
mendengar ucapan Syakira.
Tak ada yang bisa Ana lakukan, kecuali
memeluk Syakira untuk menenangkannya dan untuk menenangkannya emosinya
sendiri,jujur saja hatinya kini rasanya sedang di liputi emosi yang berusaha ia
rendam.
Ana menangis dalam diam, begitupun
Syakira.
Setelah merasa dirinya cukup tenang,
Ana melanjutkan kembali membujuk Syakira untuk bertemu ayahnya.
"Syakira, bunda mohon.. mau ya
bertemu ayah." Ana yang memohon kepada Syakira.
"Enggak, Syakira gak mau.. kenapa
bunda gak pernah mengerti perasaan Syakira sih?" histeris Syakira yang
segera melepaskan pelukan Ana dan berlari ke kamarnya.
Sedangkan Ana hanya mampu termenung
dan menatap sedih kepergian Syakira, Ana menatap sedih ke arah pintu tersebut
setelah Kepergian Syakira.
Jujur saja hatinya juga tak menentu,
ia juga tak siap bertemu dengan Ferdi tapi ia juga tak mungkin membiarkan
terlalu lama Syakira kehilangan sosok ayahnya dan Ferdi yang lepas tanggung
jawab.
Ana sendiri juga bingung bagaimana
jika nanti Ferdi tetap tak ingin mengakui Syakira sebagai anaknya dan
menganggap keberadaan Syakira
Begitupun dengan hati Syakira yang
tentu harus ia pikirkan terlebih dahulu bila di tempatkan dalam kondisi
tersebut.
Sungguh tak mudah baginya dalam
kondisi tersebut dan menempatkan segalanya.
Hatinya saja kini merasa sedih dan
teriris terlebih dengan hati Syakira.
Ana tak bisa membayangkan bila
pertemuan ini, hal yang di takutkan akan terjadi dan bagaimana nantinya respon
Syakira.
Syakira yang masih baru menginjak
remaja seharusnya tak merasakan hal tersebut, sungguh keadaan ini terlalu
__ADS_1
menyakitkan dan rumit bagi Syakira.
Begitupun bagi dirinya.