Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 59


__ADS_3

Hari ini Ana berencana dan sudah


bertekad akan menemui Ferdi, ke rumah Anabel.


Ana sudah menyiapkan hati untuk


bertemu Ferdi dan bagaimana mengatakan pada Ferdi mengenai Syakira juga


mempertemukan Ferdi dengan Syakira.


Bukan hal mudah baginya, tapi Ana


tidak ingin Syakira kehilangan sosok ayah lebih lama lagi.


Karena selama ini sudah cukup lama


Syakira kehilangan sosok Ayahnya.


Dan Ana tidak ingin Syakira kehilangan


sosok ayahnya lebih lama lagi.


Bagaimanapun Ana harus mempertemukan


mereka berdua antara Syakira dan Ferdi.


Bagaimanapun Ferdi harus mengetahui


keberadaan Syakira dan bertanggung jawab atas anaknya.


Begitupun Syakira, harus bertemu


dengan ayahnya, bagaimanapun bencinya Syakira kepada ayahnya.


Ana tak ingin Ferdi lepas tanggung


jawab dengan Syakira lebih lama lagi.


Baginya saat ini, sudah cukup lama


Ferdi lepas tanggung jawab hingga Syakira kehilangan sosok ayahnya dan terpaksa


harus bekerja membantunya untuk memenuhi kebutuhan keseharian dan sekolahnya.


Ana ingin Ferdi mengobati luka hati


Syakira dan mempertanggung jawabkan segalanya, karena sudah cukup lama Ferdi


meninggalkan tanggung jawabnya hingga Syakira terluka dan benci kepada ayahnya


sendiri.


Hingga Syakira trauma dan tak ingin


bertemu dengan ayahnya.


Bagi Ana saat ini belum terlambat


untuk Ferdi bertanggung jawab atas segalanya dan mengobati luka hati Syakira


dengan cara mendekati dan mengambil hati Syakira kembali.


**********


"Syakira, hari ini kita akan


bertemu ayah ya? kamu mau kan?" tanya Anabel kepada Syakira.


"Terserah bunda saja, sejujurnya


Syakira tidak ingin dan bunda bilang bila kita tidak bertemu dengan ayah,


Syakira gak bisa lanjut sekolah. Padahal Syakira yakin kita tetap bisa hidup


tanpa ayah dan bisa melanjutkan sekolah ini seperti dulu, kita semenjak kecil


juga bisa hidup kan tanpa ayah? dan bisa tetap sekolah? walau Syakira harus


ikut bekerja, gak papa kok bunda." ujar Syakira dengan nada sedih.


"Iya bunda tau sayang, tapi


bagaimanapun ayah harus bertanggung jawab kepada kita. Setidaknya kepada


Syakira, anaknya. Humm emang Syakira gak ingin bertemu ayah dan tau ayah? juga


gak rindu ayah? kan selama ini Syakira juga belum pernah ketemu ayah." ujar


Ana, yang bertanya pada Syakira.


"Bunda yakin, Ayah pasti senang

__ADS_1


bisa bertemu Syakira karena kan juga sudah cukup lama ayah gak pernah ketemu


Syakira." ujar Ana melanjutkan ucapannya.


"Enggak, Syakira gak ingin


bertemu ayah. Syakira juga gak rindu ayah karena ayah juga gak pernah


merindukan Syakira.


Syakira juga yakin ayah gak mungkin


rindu dan senang dengan kedatangan Syakira, karena jika ayah rindu Syakira dan


bahagia dengan adanya Syakira sebagai anak ayah kenapa ayah gak pernah nengok


Syakira?


gak pernah nengok kita bunda, kenapa?


Bunda gak bisa bohongin Syakira lagi..


Bunda bisa jawab pertanyaan Syakira ?


Sesibuk sibuknya seorang ayah pasti


merindukan anaknya dan menyempatkan waktu untuk anaknya bunda!!." tegas


Syakira.


"Sayang, maafin bunda ... Bunda


kan sudah bilang, ayah Syakira sibuk bekerja,makanya ayah gak bisa nengok kita


dulu." ujar Ana kembali, mencoba menenangkan dan memberi Syakira


pengertian.


"Bunda, Syakira mohon


cukup.Cukup!!, Cukup bohongin Syakira, Syakira bukan anak kecil lagi yang bisa


di bohongin. Sesibuk sibuknya seorang ayah bekerja pasti menyempatkan waktu


untuk bertemu dengan anaknya dan bermain dengan anaknya bunda!!, sudah berapa


kali Syakira bilang tentang hal itu." ujar Syakira yang mulai tersulut


emosinya.


benar merindukan anaknya, ia akan menyempatkan waktu untuk anaknya, sesibuk


apapun bunda.


Kecuali aku bukan anak yang di


rindukan.!!," Syakira pun mulai histeris dan menangis.


"Sayang, maafin bunda.. kamu gak


boleh ngomong seperti itu." ucap Ana yang segera memeluk Syakira karena


tak kuasa mendengar ucapan yang Syakira lontarkan terlebih Syakira juga


menangis dan histeris ketika mengucapkannya.


"Bunda, Syakira mohon... Syakira


gak ingin bertemu ayah, ayah gak merindukan Syakira, tentu ayah juga gak ingin


bertemu dengan Syakira." lirih Syakira memohon.


"Sayang, maafin bunda. Bunda


bukan maksa Syakira bertemu dengan ayah, tapi Bunda sudah memberikan kesempatan


Syakira untuk menyiapkan hati agar bisa bertemu ayah tapi waktu itu gak pernah


datang kan? karena Syakira yang gak pernah ingin bertemu ayah, karena hati


Syakira yang selalu di liputi emosi, benci juga dendam dengan ayah kan? bunda


mohon jangan seperti ini, bunda gak ingin melihat Syakira, anak bunda seperti


ini. Bunda pernah melakukan kesalahan karena terlalu membenci dan mendendam


tapi bunda mohon Syakira jangan sampai melakukan kesalahan yang pernah bunda


lakukan ya. Bunda gak ingin Syakira melakukan kesalahan sama yang pernah bunda


lakukan." ujar Anabel, mencoba menasehati Syakira.

__ADS_1


"Emang bunda pernah melakukan


kesalahan apa?" tanya Syakira di sela tangisnya.


" Iya, Syakira gak siap bertemu


dengan ayah bunda, oleh sebab itu Syakira selalu menolak bila bunda ingin


Syakira bertemu dengan ayah, karena Syakira gak siap dan gak akan pernah siap.


Syakira gak ingin bertemu ayah


bunda!!, Syakira mohon pahami perasaan Syakira, Syakira mohon bunda..."


ujar Syakira yang kembali memohon.


Ana tak bisa berkata apapun setelah


mendengar ungkapan hati Syakira, hatinya benar benar merasa ceplessh setelah


mendengar ucapan Syakira.


Tak ada yang bisa Ana lakukan, kecuali


memeluk Syakira untuk menenangkannya dan untuk menenangkannya emosinya


sendiri,jujur saja hatinya kini rasanya sedang di liputi emosi yang berusaha ia


rendam.


Ana menangis dalam diam, begitupun


Syakira.


Setelah merasa dirinya cukup tenang,


Ana melanjutkan kembali membujuk Syakira untuk bertemu ayahnya.


"Syakira, bunda mohon.. mau ya


bertemu ayah." Ana yang memohon kepada Syakira.


"Enggak, Syakira gak mau.. kenapa


bunda gak pernah mengerti perasaan Syakira sih?" histeris Syakira yang


segera melepaskan pelukan Ana dan berlari ke kamarnya.


Sedangkan Ana hanya mampu termenung


dan menatap sedih kepergian Syakira, Ana menatap sedih ke arah pintu tersebut


setelah Kepergian Syakira.


Jujur saja hatinya juga tak menentu,


ia juga tak siap bertemu dengan Ferdi tapi ia juga tak mungkin membiarkan


terlalu lama Syakira kehilangan sosok ayahnya dan Ferdi yang lepas tanggung


jawab.


Ana sendiri juga bingung bagaimana


jika nanti Ferdi tetap tak ingin mengakui Syakira sebagai anaknya dan


menganggap keberadaan Syakira


Begitupun dengan hati Syakira yang


tentu harus ia pikirkan terlebih dahulu bila di tempatkan dalam kondisi


tersebut.


Sungguh tak mudah baginya dalam


kondisi tersebut dan menempatkan segalanya.


Hatinya saja kini merasa sedih dan


teriris terlebih dengan hati Syakira.


Ana tak bisa membayangkan bila


pertemuan ini, hal yang di takutkan akan terjadi dan bagaimana nantinya respon


Syakira.


Syakira yang masih baru menginjak


remaja seharusnya tak merasakan hal tersebut, sungguh keadaan ini terlalu

__ADS_1


menyakitkan dan rumit bagi Syakira.


Begitupun bagi dirinya.


__ADS_2