
Keesokan harinya
Viona yang tidak kunjung mendapatkan telpon dari Delvano lantas berdecak dengan kesal. Niatannya mengulur waktu agar Delvano merasa putus asa dan mengiba meminta bantuannya, namun nyatanya Delvano seakan hilang lenyap di telan bumi sama sekali tidak ada kabar berita, membuat Viona menjadi sangat kesal dan juga hampir meledak karena tak kunjung bisa mendapatkan Elbara kembali.
Viona terlihat menatap kosong ke arah depan kemudian dengan spontan mengambil gelas di meja makan dan membantingnya begitu saja, hingga menimbulkan suara yang nyaring dan mengejutkan beberapa maid yang pada saat itu tengah beberes.
"Benar benar sialan!" teriak Viona dengan kesal.
Viona kemudian lantas bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya ke kamar tepat setelah melempar gelas dan menimbulkan keributan, membuat beberapa maid lantas saling pandang satu sama lain ketika melihat aksi Viona barusan.
Kepala maid yang melihat beberapa anak buahnya nampak terbengong, lantas langsung menginstruksikan kepada mereka untuk kembali bekerja dan pura pura tidak melihat kejadian barusan.
**
Kamar Viona
Viona melangkahkan kakinya menuju ke arah walk in closet dan mencari pakaian kasual, Viona benar benar tidak bisa hanya berdiam diri seperti ini dan membiarkan semuanya begitu saja, Viona harus kembali menuju kantor Delvano dan menjelaskan semuanya.
"Bagaimana mungkin dia setenang itu meski aku sudah membumbui kata kata tempo hari dengan semaksimal mungkin, apa dia benar benar akan melakukan seperti ucapannya yang memohon ampun tanpa henti? ck benar benar pria gila..." gerutu Viona sambil mengambil baju miliknya secara acak dan langsung berlarian menuju ke arah kamar mandi.
***
Di sebuah butik yang terletak di Ibu kota
__ADS_1
Terlihat Akila dan juga Elbara tengah melangkahkan kakinya memasuki area butik dan mulai melihat lihat gaun pengantin, yang mungkin akan cocok ketika Akila gunakan pada saat pesta pernikahan nantinya.
Akila melihat satu persatu gaun koleksi butik tersebut dengan di temani Elbara yang selalu terlihat sabar menanti di sebelahnya, walau Akila membutuhkan waktu berjam jam untuk memilih sebuah gaun yang pas dengannya. Hingga kemudian pandangan Akila terhenti pada sebuah gaun dengan model duyung, di mana bagian atasnya terdapat payet manik manik kecil yang tidak terlalu mencolok namun terlihat sangat elegan dan juga cantik.
Melihat gaun yang begitu anggun tersebut, membuat Akila lantas langsung menatap ke arah Elbara dengan spontan dan tersenyum dengan lebar, membuat Elbara langsung melirik ke arah sebuah gaun yang di tunjuk Akila lewat ekor matanya. Elbara menatap gaun itu sekilas dan mulai memberikan sebuah penilaian selama beberapa detik, hingga kemudian Elbara kembali menatap ke arah Akila dan tersenyum dengan lebar sambil mengusap puncak kepala Akila.
"Apa kamu menyukainya?" tanya Elbara kemudian yang lantas langsung di balas Akila dengan anggukan kepala.
Melihat hal itu Elbara kemudian langsung memberikan kode kepada karyawan butik tersebut, untuk membantu Akila mencoba gaun yang di pilih oleh Akila tadi. Karyawan toko tersebut yang melihat kode dari Elbara, lantas tersenyum dengan ramah kemudian mengarahkan Akila untuk mengikutinya ke arah ruang ganti dan mencoba gaun pilihan Akila tersebut.
Seulas senyum lantas terlihat terbit dari wajah tampan Elbara tepat setelah kepergian Akila menuju ke arah ruang ganti, hanya saja sebuah deringan ponsel yang tiba tiba membuat Elbara yang tengah memperhatikan kepergian Akila menjadi terbagi ketika mendengar suara ponsel miliknya. Elbara kemudian merogoh saku celananya dan langsung mengusap ikon berwarna hijau pada layar ponsel miliknya ketika melihat nama Arga tertulis jelas di sana.
"Halo" ucap Elbara ketika sambungan telponnya terhubung.
"Em.. maaf mengganggu bos, saya hanya ingin melaporkan tentang mantan istri anda, apakah anda ingin mendengarkannya sekarang atau nanti?" tanya Arga dengan nada yang perlahan takut tuannya akan kembali marah karena Arga yang selalu salah dalam membaca situasi atau mood Elbara.
"Katakan!" ucap Elbara pada akhirnya yang langsung membuat Arga mengernyit ketika mendengarnya karena tidak menyangka bahwa Elbara akan mengatakan hal tersebut.
"Beberapa minggu belakangan ini Viona terlihat diam diam sering menemui pria misterius dan melakukan sebuah transaksi gelap. Tidak hanya itu sepertinya Delvano dan juga Viona kini tengah menyusun sesuatu rencana tentang anda dan juga Akila tuan, apakah saya perlu membereskannya?" ucap Arga menjelaskan.
"Tidak usah biarkan saja, yang cukup kau lakukan yaitu pantau segala gerak geriknya, jika mereka sudah mulai menyerang baru kita bertindak." ucap Elbara kemudian sambil menatap lurus ke arah depan.
"Baik tuan, maaf mengganggu waktu anda." ucap Arga kemudian.
__ADS_1
Baru setelah itu Elbara mematikan sambungan telponnya begitu saja kemudian kembali fokus menunggu Akila yang kini tengah mencoba gaun pengantin untuk pernikahan mereka.
"Semoga saja pernikahan ku kali ini lancar..." ucap Elbara dengan nada yang lirih pada diri sendiri.
***
Ruangan Delvano
Tok tok tok
Suara pintu masuk yang di ketuk dari luar, lantas langsung membuat Delvano menoleh sekilas ke arah sumber suara, tanpa melihat siapa pengetuk pintu ruangannya Delvano kemudian lantas memberikan ijin masuk kepada seseorang di luar ruangannya. Tepat setelah mendengar ucapan Delvano barusan, pintu ruangannya perlahan lahan mulai terbuka menampilkan sosok Viona yang terlihat tengah melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Delvano berada saat ini.
Sedangkan Delvano yang melihat kedatangan Viona yang sama sekali tidak di harapkan kehadirannya, lantas berdecak dengan kesal dan menatap ke arah langkah kaki wanita itu yang kini terlihat kian mendekat.
"Bagaimana Van, apa kau sudah memikirkan keputusan mu matang matang?" ucap Viona sambil menghentikan langkah kakinya ketika jarak keduanya sudah semakin dekat.
Mendengar ucapan Viona barusan membuat Delvano lantas dengan spontan memutar bola matanya dengan jengah, jika di pikir pikir bekerja sama dengan Viona sama sekali tidak menguntungkan dan malah berakhir dengan sebuah kegagalan, sehingga ketika Viona kembali datang kemari dan menanyakan tentang keputusannya ingin bergabung kembali atau tidak, tentu saja jawabannya adalah tidak.
"Pulanglah sana... lagi pula tanpa dirimu sekalipun aku akan tetap mendapatkan Akila kembali, jadi simpan tenaga mu itu dan pergi dari sini." ucap Delvano dengan nada yang ketus, membuat Viona langsung kesal ketika mendengar penolakan itu keluar dati mulut Delvano barusan.
"Kau belum mengetahui siapa aku dan bagaimana caraku bekerja, jika kau tahu aku yakin kau akan mengiba dan memohon pertolongan pada ku!" ucap Viona dengan nada yang meninggi.
"Oh ya?" ucap Delvano dengan nada yang meremehkan.
__ADS_1
"Kau!"
Bersambung