
Hotel Star tepatnya di ruangan Elbara
Pagi itu Elbara terlihat sibuk membaca beberapa dokumen penting di ruangannya, ada beberapa berkas yang harus Elbara tanda tangani dan pelajari sebelum pada akhirnya memulai sebuah kerjasama.
Tok tok tok
Sebuah suara ketukan pintu dari luar lantas terdengar menggema, membuat Elbara mendongak sekilas ke arah pintu kemudian mempersilahkan untuk masuk.
Tidak berapa lama suara pintu terbuka mulai terdengar dan menampilkan sosok Arga yang mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Elbara sambil membawa sebuah iPad di tangannya.
"Setelah jam makan siang anda memiliki pertemuan dengan pimpinan Cooperation Company di salah satu Resto di daerah Kemang tuan." ucap Arga memberitahukan jadwal Elbara selanjutnya.
"Maksud mu pak Gunawan?" ucap Elbara sambil menatap dengan raut wajah yang seakan akan berharap bahwa Arga akan menyangkal pertanyaannya.
"Benar tuan" jawab Arga dengan singkat.
Sedangkan Elbara yang mendengar ucapan dari Arga barusan hanya menghela nafasnya dengan panjang, Elbara benar benar malas melakukan pertemuan dengan Gunawan, karena meski berkedok pertemuan pada akhirnya pertemuan itu akan berakhir di club malam yang selalu bertemankan wanita wanita s**i dan juga minuman beralkohol. Hal itulah yang membuat Elbara sering sekali absen ketika Gunawan mengadakan pertemuan antar pimpinan perusahaan kecuali hanya pada saat saat tertentu saja.
"Tidak bisa kah di wakilkan saja dengan mu?" ucap Elbara kemudian yang lantas membuat Arga mengerutkan keningnya dengan tatapan yang bingung karena Arga tahu kali ini Elbara pasti akan kembali menghindar lagi.
"Maaf tuan, jika bisa mungkin saya akan langsung mewakili anda nanti siang, apa anda ingin saya mencobanya tuan?" ucap Arga kemudian memberikan penawaran.
Mendengar tawaran tersebut Elbara nampak terdiam sebentar, lalu beberapa detik kemudian mulai menghela nafasnya dengan panjang.
"Sudahlah tidak perlu, kau tau sendiri bukan bagaimana perangai dari Gunawan?" ucap Elbara kemudian yang lantas di balas Arga dengan anggukan kepala, seakan mengiyakan ucapan Elbara barusan.
***
__ADS_1
Sore harinya
Seperti dugaan Elbara sebelumnya, pertemuan bisnis dengan Gunawan pasti tidaklah hanya sekedar bisnis saja. Setelah beberapa jam melakukan pembicaraan serius dan juga diskusi seputar pekerjaan, Gunawan mengajak Elbara untuk melanjutkan dengan gelombang kedua di salah satu klub ternama di ibu kota. Elbara yang tidak terlalu suka akan kebisingan pada akhirnya tetap berangkat mengikuti kemauan Gunawan mau tidak mau.
Keduanya yang baru saja sampai di klub kenamaan tersebut, lantas langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam dan menuju ke ruang VVIP untuk memulai pesta.
Beberapa wanita cantik nampak terlihat sudah duduk menunggu kedatangan keduanya yang siap memberikan pelayanan paling istimewa di dunia ini. Elbara menggelengkan kepalanya beberapa kali, ketika suara bising musik membuat kepalanya berdenyut ketika mendengar suara musik tersebut.
"Ayolah pak Elbara... bersenang senang sebentar tidaklah terlalu buruk bukan?" ucap Gunawan sambil menarik tangan Elbara dan membawanya mendekat ke arah beberapa wanita penghibur itu dan langsung memaksa Elbara agar duduk di tengah tengah mereka.
Beberapa wanita yang melihat Elbara duduk di tengah tengah mereka, lantas langsung berlomba lomba untuk menarik perhatian Elbara agar melirik ke arah mereka. Namun sayangnya Elbara sama sekali tidak terpancing walau seseorang dari mereka menunjukkan dua gunung kembar miliknya yang menjembul sedikit karena bajunya yang kekurangan bahan.
Gunawan yang melihat Elbara selalu saja menolak servis mereka, lantas langsung menuangkan segelas minuman dan memberikannya kepada Elbara.
"Minumlah ini.. agar kau menjadi lebih ringan dan melayang penuh kebahagiaan." ucap Gunawan sambil menyodorkan segelas kecil minuman beralkohol ke arah Elbara.
Elbara yang langsung meneguknya begitu saja, lantas terkejut akan sensasinya yang terasa berbeda ketika minuman tersebut masuk melewati kerongkongannya.
"Akhh minuman apa ini?" ucap Elbara sambil menyipitkan matanya karena gelayar aneh yang ia rasakan.
"Santai saja itu hanya segelas tequila, bukankah rasanya enak dan menyenangkan?" ucap Gunawan dengan tawa yang menggema, namun membuat Elbara langsung terkejut seketika sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.
Elbara benar benar tidak menyangka bahwa Gunawan menyuguhkannya segelas tequila, siapa yang tidak mengetahui tequila? minuman yang terbuat dari fermentasi agave yang pada awalnya memiliki sifat halusinogen selain alkohol. Tequila tidak diizinkan mengandung obat tambahan di luar alkohol. Kandungan persentase alkohol pada minuman keras ini sekitar 50% hingga 51%.
"Ah benar benar sialan!" ucap Elbara dengan nada yang kesal ketika merasa kesadarannya perlahan lahan mulai menurun.
Elbara yang sudah merasa tidak enak, lantas langsung merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya dan mulai mengetik nomor Arga di sana, sayangnya sebelum Elbara sempat mengetikkan nomor di ponselnya, Gunawan sudah merebut ponsel Elbara dan langsung kembali menyodorkan minuman tequila tersebut ke arah Elbara.
__ADS_1
Elbara yang di sodorkan minuman itu kembali, lantas berusaha menolaknya namun Gunawan malah memegangi tengkuk Elbara dan langsung mencekokinya minuman tersebut, membuat Elbara yang sudah 50 persen kesadarannya lantas hanya bisa menerimanya saja, walau dalam hati kecilnya ingin sekali menolak namun sayangnya Elbara malah terus meminumnya tanpa henti, membuat Elbara menjadi melayang dan kehilangan kesadarannya.
Gunawan yang melihat Elbara sudah tengler dan tidak sadar, lantas mulai tersenyum sambil meminum segelas alkohol dengan kadar lebih rendah di gelasnya.
***
Apartment Elbara
Akila yang saat ini tengah sibuk mencoba berbagai resep makanan, lantas terus menyibukkan dirinya di dapur sepanjang hari hingga tanpa sadar dirinya sudah berada di dapur hampir seharian.
Akila yang baru saja menyelesaikan menu makanan terakhirnya, terlihat mulai melirik ke arah pintu masuk selama beberapa kali seakan tengah menunggu kedatangan seseorang di sana.
Helaan nafas terdengar dari Akila, ketika melihat ke arah pintu utama yang masih tertutup dengan rapat yang menandakan tidak ada siapapun yang datang ataupun berkunjung ke apartment tersebut.
"Apakah Elbara lembur? mengapa dia tidak memberitahuku?" ucap Akila pada diri sendiri dengan tatapan yang sendu ke arah pintu masuk.
Sebuah notifikasi ponselnya mendadak terdengar dan membuat Akila langsung dengan spontan mengambil ponsel miliknya karena mengira itu pesan dari Elbara.
Seulas senyum terbit dari wajah Akila ketika melihat nama Elbara tertulis dengan jelas pada layar ponsel miliknya.
"Ini dia yang di tunggu tunggu!" ucap Akila ketika mengetahui yang mengirim pesan adalah Elbara.
Akila yang sudah tidak sabar, lantas langsung membuka pesan tersebut untuk melihat isinya, namun betapa terkejutnya Akila ketika membuka dan melihat pesan yang di kirimkan oleh Elbara barusan adalah sesuatu yang sama sekali tidak Akila harapkan.
"Apa apaan ini?" ucap Akila.
Bersambung
__ADS_1